Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,552

Analytics

Pangestu, Zaki Kinanti; Nur Qudus

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bendungan Cabean direncanakan untuk mendukung kebutuhan air irigasi, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir di wilayah hilir. Penelitian ini bertujuan menghitung debit banjir rencana pada Bendungan Cabean, Kabupaten Blora, sebagai dasar perencanaan infrastruktur pengendali banjir. Analisis dilakukan menggunakan data curah hujan maksimum 14 tahun dari tiga stasiun hujan, yang diolah melalui analisis hujan rata-rata, penentuan distribusi frekuensi, serta uji kesesuaian menggunakan Chi-Kuadrat dan Smirnov–Kolmogorov. Distribusi Log Pearson Tipe III terpilih sebagai metode paling sesuai untuk menentukan hujan rencana pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hujan rencana kemudian dikonversi menjadi curah hujan efektif dengan memperhitungkan koefisien limpasan DAS, dan dihitung debit banjir rencana menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu Q2 = 16.169  m³/s; Q5 =20.325 m³/s; Q10 =23.086 m³/s; Q25 =26.535 m³/s; Q50=29.106 m³/s; Q100 =31.666 m³/s.

Maghfira Arum Lestari; Dennis Farina Nury; Puji Rahayu; Amelia Naomi Agustina; Muhamad Iqbal Putra +5 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Karbohidrat dan protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan identifikasi kualitatif karbohidrat (gula pereduksi) dengan uji benedict dan uji fehling, serta melakukan identifikasi/konfirmasi protein dengan uji biuret pada berbagai sampel pangan, serta mendiskusikan interpretasi hasil uji. Pada uji biuret, perubahan warna menjadi ungu / violet menandakan adanya protein (ikatan peptida). Pada uji benedict, perubahan warna menjadi hijau berarti terdapat sedikit gula reduksi, kuning berarti sedang, oren berarti signifikan, dan terberntuk endapan merah bata berarti banyak terdapat gula reduksi. Pada uji fehing, hasil positif ditandai dengan berubahnya warna larutan biru menjadi hijau dan terdapat endapan merah bata. Pangan yang signifikan mengandung protein adalah tempe, ayam, nugget, sosis, dan telur mentah. Pangan yang mengandung protein tetapi tidak begitu siginifikan adalah roti tawar dan croissant. Bahan pangan yang tidak terdeteksi adanya kandungan protein pada uji biuret adalah mie dan jeruk nipis. Bahan pangan yang signifikan mengandung gula pereduksi adalah nasi, mie, croissant, dan roti tawar. Bahan pangan yang tidak begitu signifikan mengandung gula pereduksi adalah jeruk nipis, tempe, nugget, dan telur mentah. Bahan pangan yang tidak mengandung gula pereduksi pada penelitian ini adalah ayam dan sosis.

Stefani, Greciela Yolanda; Aji Fajar Ramadhani; Nugrahani Astuti; Annisa Nur’aini

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mie basah bebas gluten umumnya memiliki kandungan protein yang relatif rendah karena didominasi oleh bahan berpati, sehingga diperlukan upaya peningkatan nilai gizi tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan teri medan (Stolephorus sp.) terhadap tingkat kesukaan mie basah bebas gluten serta mengetahui karakteristik kimia pada perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf penambahan tepung ikan teri medan, yaitu P0 (0 g), P1 (5 g), P2 (10 g), dan P3 (15 g). Tingkat kesukaan dinilai oleh 40 panelis pada parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan uji hedonik. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas dan selanjutnya dianalisis secara proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ikan teri medan berpengaruh terhadap tingkat kesukaan mie basah bebas gluten. Perlakuan terbaik diperoleh pada P1 (5 g) berdasarkan nilai indeks efektivitas tertinggi. Hasil analisis kimia pada P1 menunjukkan kadar air 37,33%, kadar abu 1,71%, kadar lemak 3,34%, kadar protein 9,76%, dan kadar karbohidrat 47,86%. Kadar protein telah memenuhi persyaratan mutu mie basah berdasarkan SNI 2987:2015, meskipun kadar air masih melebihi standar. Penambahan tepung ikan teri medan berpotensi meningkatkan nilai gizi mie basah bebas gluten dengan tetap mempertahankan tingkat penerimaan konsumen.

Amelia, Erika; Nurhayati, Anis

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tape ketan putih merupakan produk pangan fermentasi tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi beras ketan menggunakan ragi tape. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan daun dan konsentrasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik tape ketan putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis kemasan daun (K) (daun pisang, daun jati dan daun jambu air) dan konsentrasi ekstrak bunga telang (B) (0,5%; 1%; dan 1,5%) dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar gula, pH, serta uji organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan dan konsentrasi ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap karakteristik tape ketan putih. Perlakuan terbaik diperoleh pada kemasan daun pisang dengan penambahan ekstrak bunga telang 0,5% yang menghasilkan pH dan kadar gula yang sesuai dan tingkat penerimaan panelis tertinggi.

Sri Wahyuna Saragih; Muhammad Rafi; Harlan Mufrih; Aisha Rafa Rahma; Dwi Kartika +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Nanas merupakan unggulan kedua yang di ekspor Indonesia setelah buah manggis pada 22 tahun lalu, volume ekspor nanas pada tahun 2004 sebesar 2.431.263 kilogram atau mengalami peningkatan sebesar 6,4 % dari tahun -tahun sebelumnya, permintaan ekspor nanas yang cukup tinggi merupakan pendorong bagi produksi nanas dalam negeri yang mampu bersaing dengan nanas negara lain. Seperti halnya produk pertanian lainnya, karakteristik buah nanas adalah mudah rusak dan pemanfaatannya lebih banyak sebagai makanan penutup mulut karena rasanya yang segar. Potensi penganeka ragaman produk pangan dengan bahan baku sebenarnya cukup banyak namun sampai dengan saat ini masih belum berkembang. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan memanfaatkan ektrak buah nanas melalui fermentasi bakteri Acetobacter Xylinum untuk membentuk polisakarida akstraseluler (nata) sebagai hidangan non energi yang biasa kita kenal Nata de pina, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak buah nanas untuk dijadikan hidangan Nata de pina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nata de pina memiliki nilai pH sebesar 4,7 dan kadar air sebesar 98,08% sudah memenuhi syarat mutu berdasar SNI nata. Hasil uji organoleptik terhadap 30 panelis menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai rasa, warna, aroma, dan tekstur Nata de pina yang dihasilkan.

Yunita, Erna; Rahmi, Suci; Puteri, Nafisah Eka

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sosis merupakan produk olahan populer di berbagai kalangan masyarakat yang sebagian besar menggunakan bahan baku daging sapi dan ayam yang harganya relatif mahal, hal tersebut  mendorong perlunya diversifikasi menggunakan sumber protein lain, seperti ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pure kedelai terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori sosis ikan lumi-lumi (Harpodon nehereus). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan perbandingan ikan lumi-lumi dan pure kedelai, yaitu K0 (300g:0g), K1 (250g:50g), K2 (200g:100g), K3 (150g:150g), K4 (100g:200g), dan K5 (50g:250g). Parameter yang diuji meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, tekstur (penetrometer), dan uji organoleptik (hedonik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pure kedelai berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Seiring meningkatnya proporsi pure kedelai, kadar air menurun (72,60% hingga 66,66%), kadar lemak menurun (5,14% hingga 0,37%), dan kadar protein menurun (7,17% hingga 4,37%). Sebaliknya, kadar abu meningkat (1,27% hingga 1,86%), kadar karbohidrat meningkat (13,80% hingga 26,72%), dan nilai tekstur meningkat (17,39 N/s hingga 18,48 N/s) yang mengindikasikan sosis semakin kenyal. Berdasarkan uji sensori, perlakuan K3 (150g ikan : 150g kedelai) merupakan formulasi terbaik yang paling disukai panelis dengan skor tertinggi pada atribut warna (3,60), aroma (3,48), tekstur (3,44), rasa (3,28), dan penerimaan keseluruhan (3,62). Secara umum penambahan pure kedelai efektif meningkatkan karakteristik fisikokimia dan penerimaan sensori sosis ikan lumi-lumi.  

Rusmana, Rian; Elisa; Riyadi, Hendi; Novianah; Rohmatullah

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Meningkatnya transaksi e-commerce di Indonesia turut diiringi oleh lonjakan kasus penipuan dalam transaksi jual beli online yang secara tidak proporsional menyasar konsumen muda dengan literasi hukum yang minim. Penelitian hukum normatif-empiris ini mengkaji efektivitas intervensi pendidikan hukum terstruktur dalam meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap kerangka hukum yang mengatur transaksi jual beli online di Indonesia. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-test dan post-test, data dikumpulkan dari 40 siswa SMKN 6 Kota Serang, Kecamatan Kasemen, Provinsi Banten. Program intervensi terdiri dari empat sesi terstruktur yang mencakup UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016, hak perlindungan konsumen berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999, serta identifikasi tipologi penipuan yang lazim terjadi di platform jual beli digital. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan peningkatan skor pengetahuan hukum yang signifikan secara statistik (p < 0,001), dengan skor rata-rata naik dari 48,3 menjadi 76,9 (skala 100), menghasilkan effect size Cohen's d sebesar 2,37. Temuan kualitatif memperlihatkan meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi pola transaksi berindikasi penipuan serta menyebutkan upaya hukum yang tersedia berdasarkan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pendidikan hukum terstruktur di tingkat sekolah menengah merupakan strategi efektif untuk mengurangi kerentanan remaja terhadap penipuan komersial digital, dan merekomendasikan pengintegrasian literasi hukum konsumen digital ke dalam kurikulum SMK nasional.

Lutfi Amin; Rudy Kurniawan; Ira Grania Mustika

JURNAL RISET EKONOMI DAN AKUNTANSI (JREA) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

This study aims to analyze the influence of financial literacy and financial behavior on personal financial management and to examine the differences in financial literacy, financial behavior, and personal financial management among accounting students across semesters at the Faculty of Economics and Business, Universitas Tanjungpura. This research employed a quantitative approach using descriptive and verificative methods. Data were collected through questionnaires distributed to 118 respondents consisting of 30 second-semester students, 34 fourth-semester students, and 54 sixth-semester students. Data analysis was conducted using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and the Kruskal-Wallis test with the assistance of IBM SPSS Statistics 27. The results showed that financial literacy and financial behavior have a positive and significant effect on students’ personal financial management. Furthermore, the Kruskal-Wallis test indicated that there were no significant differences in the levels of financial literacy, financial behavior, and personal financial management among second-, fourth-, and sixth-semester students.

Arjiman

Penelitian ini mengkaji strategi kepala Madrasah dan pelaksaaan Supervisi di MAN I Jembrana dalam merancang strategi dan pelaksaan supervisi yang efektif guna meningkatkan kinerja pendidik agar proses pembelajaran berjalan profesional dan bermakna. Tujuannya: (1) mengetahui strategi Kepala Madrasah dan pelaksaan Supervisi kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja pendidik di MAN I Jembrana, (2) menelaah sejauh mana strategi kepala Madrasah dan pelaksaan Supervisi kepala madrasah tersebut berdampak pada peningkatan kinerja pendidik, dan (3) mengidentifikasi faktor penghambat serta solusi yang ditempuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif naratif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi Kepala Madrasah dan Pelaksanaan Supervisi kepala madrasah  dilakukan melalui pemberian motivasi, keteladanan, pelatihan, serta komunikasi harmonis. (2) Strategi Kepala Madrasah dan Pelaksaaan Supervisi kepala madrasah terbukti meningkatkan variasi metode pembelajaran, keterlibatan guru dalam kegiatan Madrasah, serta hasil belajar siswa. (3) Hambatan yang muncul antara lain keterbatasan waktu guru dan kurangnya proaktivitas sebagian pendidik. Solusi yang ditempuh berupa pembinaan berkelanjutan dan dorongan untuk terus berinovasi. Dengan demikian, strategi Kepala Madrasah dan Pelaksanaan Supervisi kepala madrasah berkontribusi positif dalam meningkatkan kinerja pendidik dan mutu pembelajaran di madrasah.

Mehang, Travia Resa; Apryanto, Frengki; Alfianto, Ahmad Guntur

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

  Latar Belakang : Pelaksanaan keselamatan pasien sering mengalami hambatan karena perawat belum sepenuhnya menerapkan perilaku caring secara optimal. Hubungan interpersonal yang kurang baik antara perawat dan pasien dapat menyebabkan munculnya kesalahpahaman selama proses perawatan. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat terhadap keselamatan pasien di Puskesmas Batu . Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Batu sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95% (? = 0,05) Hasil : Hasil uji statistik di atas menunjukkan bahwa nilai P (value) = 0.000(< 0.05) dan memiliki nilai r (korelasi) sebesar 1.000 dari total sampel penelitian (n) sebanyak 30 orang responden yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien. Perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien memiliki nilai korelasi sebesar 1.000 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan sangat kuat.. Kesimpulan sebagian besar perawat di Puskesmas Batu memiliki perilaku caring dan penerapan keselamatan pasien (patient safety) pada kategori cukup, meskipun sebagian lainnya telah berada pada kategori baik.

Baktiyar, Joni; Rahmawati, Eva Silviana

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian stunting. Penggunaan media flipbook sebagai media promosi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu secara efektif. Mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media flipbook terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu balita di Puskesmas Kragan II. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 1.126 ibu balita yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Kragan II dan diperoleh sampel sebanyak 295 responden menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian promosi kesehatan menggunakan media flipbook. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 182 responden (61,7%). Setelah diberikan promosi kesehatan menggunakan media flipbook, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 257 responden (87,1%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan menggunakan media flipbook terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu balita. Promosi kesehatan menggunakan media flipbook terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kragan II.

Fibrianti; Sajalia, Husniyati; Supini, R

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan di masyarakat. Penyakit ini banyak di derita oleh para perempuan di negara berkembang, Kanker serviks berawal dari adanya infeksi virus HPV yang terjadi karena pola perilaku hidup yang salah, penyebabnya adalah infeksi dari Human Vapiloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual dan ditemukan pada 95% kasus Kanker serviks. untuk mengetahui Hubungan Faktor Predisposisi dan Fakor Reinforcing dalam pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks Dengan metode IVA Test Pada Wanita Usia Subur di Desa Tembeng Putik wilayah kerja Puskesmas Wanasaba. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya wanita usia subur, jumlah sampel 38 orang dengan teknik pengambilan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, dan analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan Faktor Predisposisi (tingkat pendidikan)  didapatkan nilai p-value = 0,234 (>?=0,05), factor reinforcing (dukungan suami,)didapatkan nilai p-value = 0,004 (<?=0,05), Tidak Ada hubungan antara Faktor Predisposisi (tingkat pendidikan) dengan pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks metode IVA Test. Ada Hubungan antara factor reinforcing (dukungan suami,) dengan pelaksanaan Deteksi dini Kanker serviks metode IVA Test.

Haryanto; Arkam Runa Bombing, Mychellianien; Nurica; Ramadhani Putri Syahyuti, Nia; Nurul Aliyah , Afni +2 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ ekstrak etanol 70% daun trembesi ( Samanea saman ) serta mengklasifikasikan tingkat toksisitasnya menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit. Uji toksisitas dilakukan terhadap larva Artemia salina sebagai organisme uji dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan persentase kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Perhitungan menggunakan metode Reed-Muench dan analisis probit menghasilkan nilai LC50 sebesar 100,46 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), nilai tersebut termasuk dalam kategori toksik sedang (moderatelytoxic). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun trembesi memiliki aktivitas biologi yang signifikan terhadap organisme uji. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif, namun tetap memerlukan kajian lebih lanjut terkait keamanan dan aplikasinya.

Fatarum, Syeika N. F.; Ruwiah; Meliahsari , Renni

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Konsumsi UPF dalam jumlah besar yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu panjang dapat berdampak pada peningkatan risiko obesitas dan berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan iklan media sosial, kebiasaan membaca label pangan, dan teman sebaya dengan konsumsi UPF pada mahasiswa gizi Universitas Halu Oleo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi gizi Universitas Halu Oleo. Sampel penelitian ini terdiri dari 165 mahasiswa gizi yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 62,4% responden terpapar iklan media sosial, 69,7% responden memiiki kebiasaan membaca label pangan baik, 57% responden terpengaruh teman sebaya, dan 52,1% responden sering mengonsumsi produk UPF. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara paparan iklan media sosial (p=0,024) dan teman sebaya (p=0,013) dengan konsumsi UPF. Tidak terdapat hubungan kebiasaan membaca label pangan dengan konsumsi UPF (p=0,3397). Paparan iklan media sosial dan teman sebaya memiliki hubungan signifikan dengan konsumsi UPF. Kebiasaan membaca label pangan tidak ada hubungan dengan konsumsi UPF.

Mahardany, Beauty Octavia; Supriadi, Rizky Febriyanti; Amin, Erna

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Pertumbuhan anak usia 24–59 bulan merupakan periode penting yang dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi, salah satunya protein. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan linier berupa stunting yang berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dengan status pertumbuhan anak usia 24–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bambu Kabupaten Mamuju. Sampel penelitian berjumlah 30 anak usia 24–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan protein diperoleh melalui food record, sedangkan status pertumbuhan diukur menggunakan indikator antropometri berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% anak mengalami stunting berdasarkan indikator TB/U, terdiri dari kategori stunted sebesar 50% dan severely stunted sebesar 20%. Terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/U (p=0,05; r=0,593) dan TB/U (p=0,000; r=0,601), sedangkan tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan BB/TB (p=1,000; r=0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah asupan protein berhubungan dengan status pertumbuhan anak terutama pada indikator TB/U. Pemenuhan protein yang cukup dan berkualitas, terutama protein hewani, perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung pertumbuhan dan mencegah gangguan pertumbuhan pada balita

Haryanto; Fauzan Pratama, Ahmad; Roudhina, Arisya; Nur Athifah, Andi; Helendika Al Asyahra, Niska +3 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Prasman (Peperomia pellucida) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak metanol batang prasman terhadap mortalitas larva udang (Artemia salina L.) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan memberikan ekstrak metanol batang prasman pada berbagai konsentrasi, yaitu 10, 100, 500, 1000, 5000, dan 10000 ppm serta kontrol. Parameter yang diamati adalah persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Data dianalisis menggunakan metode interpolasi dan analisis probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan peningkatan mortalitas larva secara bertahap hingga mencapai 100% pada konsentrasi 10.000 ppm. Perhitungan LC₅₀ dengan metode interpolasi menghasilkan nilai 680,2 ppm pada pengujian pertama dan 529,66 ppm pada pengujian duplo. Analisis probit pada pengujian duplo menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 198,97 ppm. Nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm menunjukkan bahwa ekstrak metanol batang prasman bersifat toksik terhadap larva Artemia salina dengan kategori moderat atau racun sedang. Aktivitas toksik tersebut diduga berasal dari kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam batang prasman seperti Flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsirinya. Dengan demikian, ekstrak metanol batang prasman berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi, khususnya sebagai kandidat antikanker, antimikroba, dan bioinsektisida alami.

Afianto, Irvan; Asparian; Aswin, Budi; Rini, Willia Novita Eka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor pertanian masih sering diabaikan, khususnya oleh Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Anak Dalam (SAD) yang memiliki keterbatasan literasi dan akses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi video edukasi Safety Farming terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik K3 pada petani Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-experimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 45 responden petani laki-laki yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner wawancara terpimpin dan lembar observasi. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan pada rata-rata skor pengetahuan responden dari 4,93 menjadi 8,82 (p=0,000). Rata-rata skor sikap mengalami peningkatan dari 37,78 menjadi 47,80 (p=0,000), serta rata-rata skor praktik meningkat tajam dari 5,02 menjadi 9,27 (p=0,000) pasca-intervensi.Video edukasi Safety Farming terbukti sangat efektif secara statistik sebagai media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan kognitif, sikap kehati-hatian, dan praktik K3 secara nyata pada petani KAT Suku Anak Dalam yang memiliki tingkat literasi rendah.

Sulasmin, Elin; Suhadi; Jafrianti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Sistem rujukan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan responsif sangat krusial dalam mendukung keberhasilan Universal Health Coverage (UHC). Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan berbagai kendala seperti lamanya waktu tunggu, ketidakjelasan informasi, serta permasalahan administratif yang menghambat efektivitas pelayanan pasien BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan baik secara parsial maupun simultan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien rujukan BPJS dengan jumlah sampel sebanyak 240 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta analisis regresi linear berganda berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,00 (p < 0,05) pada ketiga variabel bebas, yang mengonfirmasi adanya hubungan yang sangat signifikan secara statistik dengan efektivitas sistem penerimaan rujukan. Selanjutnya, hasil uji F membuktikan bahwa akses informasi (F = 380,762$), kualitas pelayanan (F = 394,506$), dan peran tenaga kesehatan (F = 394,506$) secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap efektivitas sistem penerimaan rujukan pasien BPJS dengan tingkat signifikansi 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa akses informasi, kualitas pelayanan, dan peran tenaga kesehatan merupakan faktor determinan utama yang secara nyata memengaruhi keberhasilan dan kinerja efektivitas sistem rujukan di rumah sakit tersebut. Rumah sakit disarankan untuk terus mengoptimalkan integrasi teknologi informasi, meningkatkan daya tanggap petugas, serta memperkuat fungsi koordinasi tenaga kesehatan guna menekan kesalahan administrasi dan mempersingkat waktu tunggu pasien.

Ramadani, Rahma; Effendy, Devi Savitri; Nurfadillah, Siti

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan gangguan pada mata dan penglihatan yang terjadi akibat penggunaan komputer atau perangkat digital dalam waktu yang lama. Pekerja yang menggunakan komputer sebagai sarana utama dalam bekerja memiliki risiko tinggi mengalami CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan komputer, durasi penggunaan komputer, dan waktu istirahat dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS) pada pekerja kantoran Bank Sultra Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra yang menggunakan komputer sebagai alat utama dalam bekerja sebanyak 52 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 responden (84,6%) mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan komputer kategori rendah (63,5%), durasi penggunaan komputer kategori tinggi (67,3%), dan waktu istirahat kategori kurang baik (75,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,694) dan tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan komputer dengan kejadian CVS (p=0,248). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat dengan kejadian CVS (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa waktu istirahat berhubungan dengan kejadian Computer Vision Syndrome (CVS), sedangkan intensitas dan durasi penggunaan komputer tidak berhubungan dengan kejadian CVS pada pekerja bidang Teknologi Informasi (IT) Bank Sultra. Penerapan waktu istirahat yang cukup selama bekerja perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan CVS.

Haryanto; Yunasti, A. Audia; Ulfaidah, Novi; Ramadhani, Besse; Ratna Dewi Angraeni, Sri +4 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Daun prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan mengklasifikasikan tingkat toksisitas ekstrak metanol daun prasman menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan pada konsentrasi 10, 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm dengan masing-masing perlakuan diamati selama 24 jam. Data kematian larva dihitung dalam bentuk persentase mortalitas dan dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu 0% (10 ppm), 2,94% (100 ppm), 7,69% (500 ppm), 31,81% (1.000 ppm), 52,38% (5.000 ppm), dan 80,95% (10.000 ppm). Analisis probit menunjukkan bahwa nilai LC₅₀ ekstrak metanol daun prasman berada pada rentang 1.000–10.000 mg/L lebih tepatnya 2.103 ppm. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, ekstrak metanol daun prasman termasuk dalam kategori sedikit beracun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun prasman memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina serta berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian farmakologi dan toksikologi lanjutan.