SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

19,985 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Rafi Adli Rudianto; Khaerul Ma'mur

Repeater : Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The development of information technology has accelerated digitization in various sectors, including in the decision-making process. In the DayTrans Shuttle service, the selection of the best route is still done manually using Microsoft Excel. This process is time-consuming, inefficient, and has the potential to cause errors and subjectivity. The purpose of this study is to design and develop a web-based decision support system by applying the Weighted Product (WP) method to determine the most optimal shuttle route objectively and efficiently. The research data was obtained through interviews, observations, and literature studies, then analyzed according to system requirements. The development was carried out through the stages of requirements analysis, database and interface design, implementation, and testing. The developed system is equipped with features for managing criteria data, alternative routes, weight calculations, and real-time presentation of recommendation results. The research results show that the system functions well, is able to speed up the route selection process, and produces accurate and transparent recommendations. Thus, this system is expected to improve DayTrans' operational efficiency while supporting the quality of inter-city transportation services.

Afrizal Putra Prices

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Kota Padang merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat dan juga merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat yang saat ini memiliki perkembangan di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, transportasi dan perkembangan infrastruktur kota itu sendiri. Akibat perkembangan penduduk dan transportasi maka akan membutuhkan angkutan umum sebagai penunjang perkembangan tersebut. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kinerja pelayanan angkutan sebagai bahan evaluasi dalam penataan angkutan umum di Kota Padang. Hasil dari penelitian ini yaitu Frekuensi tertinggi terdapat pada trayek 419 yaitu 39 Kend/jam sedangkan frekuensi terendah adalah sebesar 1 kend/jam yaitu pada trayek 404, 411, 412, 423, 444,445, 410A, dan 444B. Headway tertinggi yaitu pada trayek 404 dengan headway 596 menit, sedangkan headway terendah terdapat pada trayek 419 dengan headway 2 menit.Load factor tertinggi terdapat pada trayek 434 yaitu sebesar 56,17%  sedangkan load factor terendah terdapat pada trayek 423 yaitu sebesar 9,09%. Tingkat operasi tertinggi terdapat pada trayek 54, dengan nilai tingkat operasi sebesar 100%, kemudian tingkat operasi terendah terdapat pada trayek 423 dengan nilai tingkat operasi sebesar 2,44%

Dhony Priyo Suseno

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui berapa besar Biaya Operasional dan Kendararaan (BOK) Studi Kasus Angkudes Trayek Pasar Ungaran- Kalongan. Objek dari penelitian ini adalah Penentuan besaran tarif angkutan membutuhkan penanganan dan kebijakan. Karena harus dapat menjembatani kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. Trayek Pasar Ungaran, sepanjang 7,4 km, dengan data didapat dengan cara penyebaran kuesioner kepada pengguna angkutan, Untuk menganalisa berapa besar Biaya Operasional Kendaraan dan untuk dan mengetahui daya beli penumpang dari kempuan (Ability) dan kemauan (Willingness) untuk membayar tarif bus tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 1 minggu pada hari kerja dan hari libur, yaitu pada tanggal 8 hingga 13 Januari 2024. Hasil analisis data menunjukan tarif berdasarkan BOK Rp. 9.222,96,-berdasarkan Ability To Pay (ATP) pada hari kerja (weekday) sebesar Rp. 6.666,67,- dan hari libur (wekkend) Rp. Rp. 10.000,00,- dan berdasarkan Willingness To Pay (WTP) pada hari kerja (weekday) sebesar  Rp. 7.000,00,- dan (wekkend) sebesar Rp. 2.333,33,-. Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan agar load factor angkutan umum meningkat sehingga operator angkutan dapat meningkatkan kenyamanan angkutannya yang dapat  mempengaruhi kemauan mambayar penumpang.

Imran Imran; Andi Sulfanita; Hamka Hamka; Adnan Adnan

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2024 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Vehicle Operating Costs (VOC) refer to the expenses incurred by entrepreneurs/ operators in manage public transportation in a year. The ‘Recealed Pteference’ method is used to determine VOC by conducting a survey based on field conditins. This research aims to determinethe VOC on rural public transport on the Letta-Bungi route and compare the applicable transport rates with the VOC analysis results. It also aims to find out how much income is generated by rural public transportation busineses operating on the Letta-Bungi route. The research employs a quantitative survey method and analysis data using formulas, literature, journals and previous research. The analysis of Vehicle Operational Costs (VOC) for rural public transport on Letta-Bungi route in Pinrag Regency was conducted. For an annual mileage of 11,160 km/year and an average speed of 30 km/hour. According to the analiysis, the yearly operating cost of the vehilcs is IDR 232.956.075,- and the Operating Cost per km is IDR 20.874.20,-. The current tariff of IDR 50.000,-/pnp is higher than the calculated tariff of IDR 42.443,-/pnp. The  study analysis also shows that the profits obtained by business operators amount to IDR 55.043,925,-/year and IDR 4.932,25,-/km.

Azmi Luthfiyyah, Afifah; Muh. Kasyfillah, Andi; Maal Latief , Andi; Fajriani Ridwan, Vita

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Abstract. Public transportation is often considered a practical solution for reducing traffic congestion. However, initial surveys conducted after implementing the TEMAN Bus service along Corridor 2 showed low enthusiasm among commuters. Only 14.103% of them used the service. This study aims to identify areas for improvement to increase public interest in utilizing this service. Corridor 2 runs from Mall Panakkukang to Sultan Hasanuddin International Airport and vice versa. The study focuses on four main categories of variables: service level, service quality, socialization/information, and stop services. To assess public interest in the TEMAN Bus service along Corridor 2, this study used observations and distributed questionnaires. The questionnaire data was then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) after undergoing validity and reliability tests. The study found that the variable of stop services was the primary factor contributing to the low level of public interest. Keywords: teman bus; trans mamminasata; public transportation; SEM   Abstract. Transportasi massal merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam mengatasi kemacetan. Namun setelah beroperasi, berdasarkan hasil pra survei yang peneliti    lakukan,antusias masyarakat yang menggunakan TEMAN Bus masih sangat rendah untuk rute koridor 2 dengan persentase 14,103%. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu perbaikan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 (Mall Panakkukang – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan sebaliknya). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 kategori diantaranya tingkat pelayanan, kualitas pelayanan, sosialisasi/informasi dan layanan halte. Penelitian ini dilakukan pada trayek TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 dengan melakukan observasi langsung dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat minat masyarakat dalam menggunakan TEMAN Bus. Data dari hasil kuesioner diolah dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas kemudian melakukan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari pengolahan tersebut menunjukkan faktor rendahnya minat masyarakat adalah variabel layanan halte. Keywords: teman bus; trans mamminasata; transportasi massal; SEM.