Publication Search

67,429 articles from 569 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 415

Analytics

Usep Saripudin; Rimun Wibowo; Gunawan Ismail; Najamudin Najamudin

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Plastic waste, particularly plastic bottles, has become one of the major challenges in urban environmental management due to its increasing volume and potential to pollute ecosystems. In Bogor City, plastic waste constitutes a significant proportion of daily municipal solid waste, highlighting the need for effective and sustainable waste management models. This study aims to analyze the role of the Reduce, Reuse, Recycle Waste Processing Facility (TPS3R) in managing plastic bottle waste in Bogor City, with a case study of the Eco Techno Park at Ibn Khaldun University (UIKA) Bogor. The research employed a descriptive qualitative method using a case study approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with facility managers, and reviews of relevant documents and literature. The findings indicate that the TPS3R Eco Techno Park has successfully implemented the 3R principles through an integrated system supported by environmentally friendly technologies and a circular economy framework. Plastic bottle waste is managed through sorting, shredding, and recycling processes to produce value-added products, including plastic pellets, handicrafts, and construction materials. In addition, organic waste management is integrated through the cultivation of Black Soldier Fly (BSF) larvae. The facility has contributed to reducing the volume of waste sent to landfills by approximately 18%. The study implies that strengthening regulatory support, enhancing community participation, and developing circular economy-based business models are essential to ensure the long-term sustainability of waste management programs and support Bogor City's waste reduction targets.

Aurelius Gelu; Ines Genoveva Hane; Maria Regina Moi Pea; Natalia Imelda Seran; Marylin S. Junias +1 more

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Keamanan dan kesehatan di tempat kerja adalah salah satu hal penting dalam membentuk suasana kerja yang aman, terutama bagi pekerja bongkar muat (TKBM) yang menghadapi risiko kecelakaan kerja yang cukup besar. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang memenuhi standar merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di area pelabuhan. Namun, hasil pengamatan di Pelabuhan Tenau menunjukkan masih ada pekerja yang mengenakan APD tidak sesuai standar SNI dan tidak menggunakan APD secara lengkap saat bertugas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pendidikan penggunaan APD terhadap pengetahuan keselamatan kerja pada pekerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Tenau. Penelitian ini mengaplikasikan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental yang menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 28 responden dengan alat penelitian berupa kuesioner yang berisi 10 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan edukasi, rata-rata responden berhasil menjawab dengan benar 6 pertanyaan (60%) dan memberikan jawaban salah pada 4 pertanyaan (40%). Setelah mendapatkan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan di mana sebagian besar responden dapat menjawab dengan benar sebanyak 9 pertanyaan (90%) dan jawaban salah berkurang menjadi 1 pertanyaan (10%). Berdasarkan hasil studi, dapat disimpulkan bahwa pelatihan penggunaan APD berdampak pada peningkatan pengetahuan keselamatan kerja bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Sehingga, diperlukan pengawasan dan pendidikan secara berkala mengenai pemakaian APD yang memenuhi standar SNI untuk meningkatkan keselamatan kerja di area pelabuhan.  

Nabilla Tita Saputri; Yusuf Alam Romadhon

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Diabetes Mellitus is a non-communicable disease with an increasing prevalence and has become a major public health concern globally and nationally. The incidence of diabetes mellitus is influenced by various individual and environmental factors. This study aimed to analyze the relationship between age, gender, and residential proximity to landfill areas and the incidence of diabetes mellitus in Bendosari District. A quantitative analytic observational design with a cross-sectional approach was employed. The study population consisted of 1,890 patient visit records recorded in the Management Information System of Bendosari Public Health Center in 2025. A total of 363 respondents were selected using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed through univariate analysis, bivariate analysis using the Chi-Square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The findings showed that age was significantly associated with diabetes mellitus incidence (p=0.000; OR=79.790; 95% CI=53.511–118.974). Gender was also significantly related to diabetes mellitus incidence (p=0.000; OR=0.298; 95% CI=0.203–0.435), indicating that females had a higher risk than males. In contrast, residential proximity to landfill areas was not significantly associated with diabetes mellitus incidence (p=0.308; OR=1.247; 95% CI=0.439–3.540). Multivariate analysis revealed that age and gender were the dominant factors influencing diabetes mellitus incidence, with the model explaining 56.1% of the variation. The study concludes that age and gender are significant determinants of diabetes mellitus incidence, whereas residential proximity to landfill areas has not been proven to significantly affect its occurrence.

Siti Rabbani Karimuna; Khafizah Valerina Akhmadi; Zaskia Amalia Putri; Irmayanti Irmayanti; Shabilla Ananta Putri Baso +1 more

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Waste is an environmental problem that can cause air pollution and health problems if not managed properly. The presence of Temporary Waste Disposal Sites (TPS) close to residential areas often produces unpleasant odors due to the decomposition of organic waste, thus disturbing the comfort of the community. This study aims to determine the relationship between the distance of homes from TPS and odor disturbances in the community in Andounuhu Village, Kendari City. The study used a quantitative method with a cross-sectional design on 58 respondents selected by purposive sampling. Data collection was carried out through questionnaires and observations, then analyzed univariately and bivariately. The results showed that residents living less than 100 meters from the TPS experienced odor disturbances more often than those living further away. The further the distance of the house from the TPS, the level of odor disturbance tended to decrease. This study shows that the proximity of residential areas to TPS affects environmental comfort, so that more optimal TPS management is needed through routine waste transportation and arranging TPS locations that are not too close to residential areas.

Siti Rabbani Karimuna; Khafizah Valerina Akhmadi; Zaskia Amalia Putri; Irmayanti Irmayanti; Shabilla Ananta Putri Baso +1 more

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Waste is an environmental problem that can cause air pollution and health problems if not managed properly. The presence of Temporary Waste Disposal Sites (TPS) close to residential areas often produces unpleasant odors due to the decomposition of organic waste, thus disturbing the comfort of the community. This study aims to determine the relationship between the distance of homes from TPS and odor disturbances in the community in Andounuhu Village, Kendari City. The study used a quantitative method with a cross-sectional design on 58 respondents selected by purposive sampling. Data collection was carried out through questionnaires and observations, then analyzed univariately and bivariately. The results showed that residents living less than 100 meters from the TPS experienced odor disturbances more often than those living further away. The further the distance of the house from the TPS, the level of odor disturbance tended to decrease. This study shows that the proximity of residential areas to TPS affects environmental comfort, so that more optimal TPS management is needed through routine waste transportation and arranging TPS locations that are not too close to residential areas.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Tri Kurniati; Panisean Nasoetion; Sulastri Sulastri

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Proyek konstruksi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas X menghasilkan berbagai jenis Limbah B3 dari aktivitas pembangunan, operasional lapangan, dan perawatan peralatan. Limbah tersebut memiliki sifat berbahaya sehingga memerlukan pengelolaan sesuai regulasi untuk mencegah pencemaran dan risiko kesehatan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis Limbah B3 yang timbul serta menilai kesesuaian pengelolaannya di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) dengan PP No. 22 Tahun 2021, Permen LH No. 14 Tahun 2013, dan Permen LHK No. 20 Tahun 2020. Limbah yang dihasilkan meliputi oli bekas, cat beserta wadahnya, solar bekas, bahan pelapis kedap air, dan thinner. Pengemasan dan pelabelan sudah sesuai ketentuan, namun fasilitas TPS masih perlu ditingkatkan seperti penutupan bangunan, ketahanan lantai, fasilitas keselamatan, dan kerapian penyimpanan. Pemindahan limbah dilakukan melalui pihak berizin seperti DLH. Secara umum, pengelolaan Limbah B3 cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana TPS agar lebih aman dan sesuai persyaratan.

Banafsyah Imanda Safa; Vidinia Nuansa Citra; Nicho Candra Hariyanto Putra; Titiek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini menganalisis praktik akuntansi keberlanjutan pada Arif Barbershop, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana barbershop menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasional sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa Arif Barbershop telah menerapkan praktik lingkungan dasar seperti pengelolaan limbah rambut melalui kantong plastik ke tempat pembuangan sampah, serta efisiensi energi dengan mematikan peralatan listrik setelah jam operasional. Dari aspek sosial, barbershop menjaga kepuasan pelanggan melalui konsistensi kualitas layanan dan sistem bagi hasil (60:40) kepada karyawan. Praktik tata kelola, meskipun bersifat informal, mencakup pencatatan keuangan sederhana menggunakan buku biasa. Namun demikian, barbershop belum memiliki izin usaha formal dan belum menerapkan kerangka akuntansi keberlanjutan yang terstandar. Penelitian ini menyoroti bahwa UMKM dapat mempraktikkan akuntansi keberlanjutan secara intuitif, dan menyarankan perlunya program pelatihan serta alat pelaporan yang disederhanakan.

Sri Purwanti; Adam Teguh Ramadhani; Lennyta Eka Rindi Agustin; Freddy Parsaulian Situmorang; Angga Kristandiyo +21 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Household waste management in Gondang Village remains a major problem because waste is not sorted from the source and supporting facilities are still limited, resulting in mixed organic, inorganic, and residual waste, potentially polluting the environment. To support the planned development of a 3R Waste Management Site (TPS 3R) in 2026, a community service activity was conducted aimed at increasing community knowledge, awareness, and readiness regarding waste sorting and the application of the Reduce, Reuse, and Recycle concept. This activity used a participatory approach through outreach, waste sorting demonstrations, installation of educational boards on waste decomposition times, and the provision of separate trash bins in four hamlets. The results of the activity showed an increase in community understanding of waste types, 3R principles, and long-term environmental impacts, accompanied by positive responses and high enthusiasm. The educational boards and facilities provided served as visual reminders that encouraged behavioral change, making this activity an important first step in preparing the Gondang Village community towards sustainable waste management through the 3R Waste Management Site (TPS 3R).

Nyethrea Baby; Yesita Ragil Kusuma Ningrum; Dela Tri Mulyani; Anandika Cahaya Putra Juliawan; Silvia Sindi Mareta +5 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Lingkungan rumah yang memiliki tempat penampungan air tanpa pengelolaan yang baik berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui penerapan perilaku 3M serta penggunaan larvasida abate pada wadah air yang sulit untuk dikuras. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan Program GEMA (Gerakan Bersama Hapus Jentik) yang mengintegrasikan edukasi 3M dan pemberian abate sebagai langkah pengendalian jentik nyamuk di Desa Sambung. Program dilaksanakan pada tanggal 19–21 Januari dengan metode edukatif partisipatif melalui kunjungan rumah ke rumah. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan keberadaan jentik, pemberian abate pada tempat penampungan air tertentu, serta edukasi mengenai penggunaan abate dan penerapan 3M. Evaluasi observasional dilakukan pada 22 Januari. Kegiatan ini menjangkau 1.360 rumah di empat dusun. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan lebih dari separuh rumah masih ditemukan jentik nyamuk. Setelah intervensi, persentase rumah yang berpotensi terdapat jentik mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Program GEMA efektif dalam menekan potensi keberadaan jentik nyamuk serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD.

Satria Efandi; Wiwik Indrayeni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Workplace microaggressions represent subtle and ambiguous forms of interpersonal mistreatment that are frequently normalized in organizational interactions, yet may generate significant psychological consequences for employees. While research in industrial and organizational psychology has extensively examined related constructs such as workplace incivility and ostracism, the linguistic mechanisms through which microaggressions operate remain underexplored. This study aims to systematically review Indonesian-language journal articles published between 2015 and 2025 that address workplace microaggressions and related phenomena, by conceptualizing microaggressions as speech acts. Using a systematic literature review approach guided by the PRISMA 2020 framework, relevant peer-reviewed articles were identified, screened, and analyzed through thematic synthesis. The review focuses on three main aspects: linguistic forms of microaggressions, contexts in which they emerge, and their psychological consequences in formal organizational settings, including companies and educational institutions. The findings indicate that workplace microaggressions are predominantly realized through indirect and ambiguous communicative practices, such as dismissive remarks, stereotypical humor, and interactional exclusion, often occurring within hierarchical relationships and formal work situations. These communicative acts are consistently associated with negative psychological outcomes, including stress, emotional exhaustion, reduced wellbeing, and withdrawal-related work attitudes. By integrating industrial-organizational psychology with linguistic-pragmatic perspectives, this review highlights language as a central mechanism through which microaggressions produce psychological harm at work. The study contributes a conceptual synthesis that underscores the importance of addressing everyday communicative practices in organizational interventions aimed at fostering psychological safety and employee wellbeing.

Adelliya Sabila Putri Purbaya; A. M. Akbar; Andas Budy

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Budaya Noken memiliki arti kehidupan yang baik bagi masyarakat Papua dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan cinderamata kerajinan tangan dan diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Papua. Sebagai Ibu Kota Provinsi, Jayapura memiliki banyak pengrajin noken yang memasarkan karyanya di trotoar dan hal tersebut mengakibatkan fungsinya tidak efisien karena belum adanya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut. Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sehingga menghasilkan desain Kawasan Wisata Budaya Noken yang dapat mewadahi kegiatan berbudaya yang sesuai dengan suasana tradisional daerah Papua dan nyaman bagi pengguna.

Reny Rachmawati

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Ayu Zahrani; Tishya Fadiliafasha; Alif Rachman Chresandiputra; Najwa Chindykia Yuliasta; Moch Althof Naufal Ardhi +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) is the most common cause of peripheral vertigo, characterized by brief episodes of vertigo due to otoconia displacement. Although most previous studies have focused on intrinsic factors such as age, gender, osteoporosis, and metabolic disorders, evidence regarding the role of environmental factors, particularly occupational noise exposure, is limited. Chronic noise has the potential to affect vestibular function through both sensory and vascular mechanisms. This study aims to narratively review the effect of occupational noise exposure on the risk of BPPV by integrating clinical, epidemiological, and experimental findings. The method used is a literature-based narrative review of the PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar databases without year restrictions, using the keywords "BPPV", "occupational noise exposure", "vestibular dysfunction", "VEMP", and "otoconia displacement". The search results obtained 25 relevant articles linking BPPV to otolith, hormonal, vascular, lifestyle factors, and occupational noise exposure. The results indicate that chronic noise can cause sensory damage (otoconia and vestibular hair cells), vascular disorders (hypertension, cardiovascular disorders, and inner ear microvascular circulation disorders), and exacerbate lifestyle comorbidities (sedentary lifestyle, osteoporosis, hypertension, diabetes). The discussion confirms that these multifactorial mechanisms explain the susceptibility of industrial workers to BPPV despite normal hearing function. The conclusion of this study is that workplace noise exposure has been shown to play a significant role as a risk factor for BPPV, therefore, prevention strategies, vestibular health monitoring, and healthy lifestyle interventions need to be optimized in occupational health programs.

Ilpa Hasanah

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Social media has become an alternative space for emotional expression among university students, particularly as a medium for sharing personal problems or emotional distress. This study aims to examine the effect of social media use as a venting platform on the mental health of students at STAIN Mandailing Natal. A quantitative associative research design was employed, involving 25 fifth-semester students as respondents. Data were collected using a Likert-scale questionnaire measuring the intensity of social media venting behavior and mental health indicators, including stress, anxiety, mood, and self-confidence. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential tests, including correlation and simple linear regression. The findings indicate that social media use as a place for venting has a significant relationship with students’ mental health. Positive responses received through social media tend to improve emotional well-being, while negative responses may increase stress and anxiety levels. These findings suggest that social media can function both as a supportive and risky environment for students’ mental health, depending on how it is used. Therefore, students are encouraged to use social media wisely, and educational institutions are advised to provide mental health literacy and guidance related to healthy social media use.

Sekar Ayu Maharani; Ahmad Dwi Nurdiyanto; Delta Lexi Arbawa

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lokasi, biaya kuliah, dan promosi terhadap minat mahasiswa untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang. Fokus penelitian diarahkan pada faktor-faktor eksternal yang diduga memiliki peran penting dalam menentukan minat mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa ITB Semarang, sedangkan sampel penelitian adalah mahasiswa tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 65 orang. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh dari  masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi, biaya kuliah, dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa memilih ITB Semarang sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa semakin strategis lokasi kampus, semakin terjangkau biaya kuliah, dan semakin efektif promosi yang dilakukan, maka semakin tinggi minat mahasiswa untuk mendaftar.

Buya Hamka; Hamka, Buya; , Muhammad Rusdi; , Haslindah; Mutmainnah Cahyani Thahir, Inna

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital melalui Instagram dalam meningkatkan penjualan pada UMKM Kedai 2 Putri di Desa Sipodeceng, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana promosi bisnis, khususnya di kalangan UMKM yang membutuhkan strategi efektif untuk menjangkau konsumen lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik, karyawan, serta pelanggan Kedai 2 Putri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan melalui Instagram meliputi empat indikator utama, yaitu pembuatan konten (content creation), berbagi konten (content sharing), membangun interaksi (connecting), dan pembangunan komunitas (community building). Dari keempat indikator tersebut, pembuatan konten menjadi faktor paling dominan dalam menarik minat konsumen dan memperkuat citra merek, karena visual produk yang menarik dan konsistensi unggahan terbukti mampu meningkatkan interaksi serta mendorong keputusan pembelian. Selain itu, strategi pemasaran digital juga diperkuat oleh elemen bauran pemasaran (7P) yang mencakup produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan Instagram secara optimal dapat meningkatkan visibilitas, keterlibatan pelanggan, serta penjualan UMKM.

Nur Aisyah; Nur Aisyah; Muhammad Rusdi; , Haslindah; Bahtiar Herman

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital dalam meningkatkan penjualan pada Usaha Buraq Telur di Terminal Pangkajenne, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat persaingan antar pelaku usaha telur di pasar lokal yang menuntut strategi pemasaran yang lebih adaptif, khususnya melalui pemanfaatan media digital sederhana seperti WhatsApp dan Facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus untuk mengorganisasi dan mengidentifikasi tema-tema strategis dalam praktik komunikasi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital terbukti efektif dalam mendukung peningkatan penjualan. Personal selling menjadi strategi dominan dengan proporsi 29,38%, diikuti oleh promosi penjualan (25,28%) dan pemasaran langsung (20,94%). Aspek ini menunjukkan bahwa interaksi personal, penawaran khusus, dan komunikasi digital sederhana mampu membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus meningkatkan loyalitas. Dari perspektif bauran pemasaran, indikator harga menempati posisi tertinggi sebesar 27,86%, disusul produk (26,24%) dan tempat (25,30%), sedangkan promosi berada di posisi terendah yaitu 20,60%. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penetapan harga yang kompetitif, kualitas produk yang terjaga, serta distribusi yang tepat memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan, meskipun promosi digital masih sederhana. Kesimpulannya, keberhasilan strategi komunikasi pemasaran digital pada Usaha Buraq Telur dipengaruhi oleh kombinasi antara komunikasi interpersonal, bauran pemasaran yang seimbang, serta pemanfaatan media digital yang konsisten. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM dalam mengoptimalkan strategi digital untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal.

‘Afiah Bima Putriani

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2025 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

The limited urban land in Greater Jakarta demands the emergence of a residential approach that is more adaptive to the growing needs of space. This study examines the application of the concept of a growing house in the residence of Rumah Swatantra by Studio Dasar. The research method uses a qualitative-descriptive approach through literature studies and direct interviews with the designer architects. The results of the study show that the application of modular patterns and concrete hollow infill structure systems provides the flexibility of space growth without the need to dismantle the basic structure. The process of space growth occurred gradually following the development of the family from 2017 to 2024, and showed that the quality of space can still be maintained even though the building is built in stages. These findings confirm that the concept of growing houses can be an alternative strategy for sustainable housing in urban areas that experience limited land. In addition, this study highlights the importance of careful spatial planning from the early stages of development so that spatial expansion can be carried out efficiently, measurably, and in harmony with the needs of residents. This approach not only improves the comfort and functionality of the space, but also minimizes construction waste and future renovation costs.

Budi Kariyawan; Ika Devy Pramudiana; Aris Sunarya

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Waste management in Indonesia continues to face serious challenges, with waste generation reaching around 68 million tonnes per year, while the traditional landfill-based approach has become increasingly ineffective and unsustainable. This study aims to: (1) analyse the policy strategies of local government in implementing Integrated Waste Treatment Facilities (IWTFs) in Sidoarjo Regency; (2) identify the key success factors of the IWTF programme; (3) evaluate its impact on waste reduction and community participation; and (4) propose an effective governance model that can serve as best practice for other regions. Using a qualitative single case study approach, data were collected through in-depth interviews with local government officials, IWTF managers, and community leaders, as well as field observations at five IWTF sites and a review of relevant policy documents. Thematic analysis was applied within the framework of policy implementation and collaborative governance theories. The results show that IWTF success in Sidoarjo was driven by four main factors: strong political commitment supported by adequate budget allocation, a collaborative partnership between government, community, and private sector, community empowerment through economic incentives via waste banks, and a structured monitoring–evaluation system. The IWTF programme has reduced landfill waste by 35%, increased public waste-sorting participation from 20% to 68%, and generated IDR 2.4 billion annually from recycling activities. Overall, Sidoarjo’s IWTF initiative demonstrates that sustainable waste management can be achieved through decentralized, participatory, and collaborative governance backed by consistent policy and institutional capacity.