Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 21

Analytics

Senda, Siprianus Soleman; Undad, Rikardus; Ergon, Isfilus; Sipho Sewa Uma, Pietro Yustiniano; Kuki, Irene Sunirma +3 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Artikel ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak umat telah mendengar sabda Allah dalam Liturgi dan pengajaran Gereja, namun belum sepenuhnya menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Situasi ini menegaskan pentingnya katekese sebagai proses pembinaan iman yang berkelanjutan, yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga penghayatan dan perwujutan iman dalam tindakan nyata. Tulisan ini bertujuan merefleksikan katekese sebagai jalan pembinaan iman umat yang menuntun dari sabda menuju kehidupan. Fokus kajian artikel ini adalah peran katekese dalam membantu umat dewasa mengintegrasikan sabda Allah kedalam realitas hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah refleksi teologis pastoral dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur gereja dan pengalaman hidup umat. Pendekatan ini menekankan ketertarikan antara pewartaan sabda, pendampingan iman, serta partisiasi aktif umat dalam proses pembinaan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa katekese yang kontekstual, dialogis, dan berpusat pada sabda Allah, mampu menumbuhkan iman yang lebih dewasa, sadar, dan tanggung jawab. Melalui katekese, umat tidak hanya memahami ajran iman secara intelektual, tetapi juga didorong untuk menghidupinya dalam sikap kasih, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat. Pembinaan iman yang berkelanjutan menjadi sarana penting untuk membentuk umat yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai injil. Dengan demikian, katekese sebagai jalan pembinaan iman memiliki peran strategis dalam menjembatani sabda Allah dengan kehidupan konkrit umat. Pembaharuan metode dan pendekatan katekese yang relevan dengan konteks umat masa kini sangat diperlukan agar proses dari sabda menuju kehidupan dapat berlangsung secara nyata, mendalam, dan berkelanjutan dalam kehidupan Gereja. Kata kunci: katekese, sabda Allah, pembinaan iman, umat dewasa, kehidupan kristen

Hardianta, Rbg Widhi Nugraha Agus Gembong; Wijaya, Michelle

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini mengkaji kisah perjumpaan Yesus dengan pemuda kaya dalam Injil Matius 19:16–30, Injil Markus 10:17–31, dan Injil Lukas 18:18–30 dalam perspektif teologi perdamaian dan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini bertolak dari realitas ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin meningkat di era modern, yang ditandai oleh kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin serta kemiskinan struktural yang terus berlangsung. Dalam konteks tersebut, kisah Yesus dan pemuda kaya dipahami tidak hanya sebagai ajaran moral mengenai keterikatan terhadap harta, tetapi juga sebagai kritik profetis terhadap struktur sosial-ekonomi yang tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan hermeneutika kontekstual. Data primer diperoleh dari teks Alkitab dalam ketiga Injil Sinoptik, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep shalom dalam teologi perdamaian mencakup keadilan relasional, kesejahteraan sosial, dan solidaritas terhadap kaum marginal. Perintah Yesus kepada pemuda kaya untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin menunjukkan bahwa iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Kekayaan dipahami sebagai stewardship yang harus digunakan demi kesejahteraan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi agen transformasi sosial melalui praksis keadilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan perdamaian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang plural dan masih menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi.

Yanti Defi Sianturi; Bestian Simangunsong; Herdiana Boru Hombing; Meditatio Situmorang; Nurelni Limbong

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Environmental damage is a global phenomenon that demands changes to nature as the common home of all creation. Environmental damage occurs due to excessive human activity. One simple example is the lack of human awareness in terms of disposing of garbage in its place. The purpose of this study was to determine the church's responsibility in preserving the environment at the Sipinsur Geosite. The method in this study was to use a descriptive qualitative method by conducting interviews with several pastors around Sipinsur Tourism and visitors. The data was analyzed to determine the church's responsibility in preserving the environment. The results of the study showed that the church has duties and responsibilities in preserving the environment. The church is not only a place of worship but also a community that embraces in freeing nature from its destruction through (1) Eco-Prophetic Sermons, (2) Waste Management, (3) Tree Planting. Because the environment is God's creation and work. So the church needs to voice criticism or provide input for church members or the government regarding efforts to preserve the environment. This study provides a new contribution to the understanding that the church does not only pay attention to spiritual aspects, but also environmental aspects.

Ulan Dari, Liska Kristiani

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2025 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis di Kalimantan Barat, seperti banjir tahunan, deforestasi, dan pencemaran sungai, menuntut keterlibatan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Katolik. Gereja Katolik melalui ajaran ekologi integral menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, kesadaran, gaya hidup, dan refleksi iman mahasiswa Katolik terhadap isu lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan dari 34 responden melalui angket daring dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kesadaran ekologis awal dan bersedia terlibat dalam aksi lingkungan, namun belum sepenuhnya konsisten dalam praktik gaya hidup ramah lingkungan. Hanya sebagian kecil yang menerapkan kebiasaan konkret seperti membawa tempat makan sendiri. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan tindakan, serta perlunya strategi pembinaan iman yang mengintegrasikan spiritualitas dan praktik ekologis. Penelitian ini menjadi dasar awal untuk pengembangan program ekopastoral yang kontekstual di lingkungan kampus dan komunitas kategorial.

Maria Modesta Missi Mone; Theresia Yunita

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana 2025 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Workshop Pra Jabatan Pengurus Orang Muda Katolik diselenggarakan sebagai sarana pembekalan awal bagi para calon pengurus agar memiliki pemahaman, keterampilan, serta sikap dasar yang diperlukan dalam menjalankan tanggung jawab organisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat identitas OMK Paroki Katedral St. Yoseph Maumere dalam iman Katolik , menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani, serta mengembangkan kemampuan manajerial dan komunikasi yang efektif. Melalui pendekatan partisipatif berupa diskusi, simulasi, dan kerja kelompok, OMK diajak untuk mengalami proses pembelajaran yang kontekstual sekaligus membangun kebersamaan. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya pengurus Orang Muda Katolik Paroki Katedral St. Yoseph Maumere yang kompeten, berintegritas, serta siap mengemban misi pelayanan di tengah Gereja dan masyarakat. Workshop ini menjadi fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan dan dinamika organisasi Orang Muda Katolik dalam menjawab tantangan zaman.

Anton Sitorus; Rencan C. Marbun

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2025 International Forum of Researchers and Lecturers

This article aims to explore how the relationship between God and humans (Creator and creation) in relation to their responsibilities as humans to try to keep the earth free from damage that will certainly harm humans themselves. Humans as God's partners on earth are also given a mandate to keep the earth good as in the creation narrative that everything created by God is truly very good. It turns out that the narrative was ignored and turned bad. Humans who were given reason by God, turned out not to use their reason well. Humans who were given a mandate to protect nature well, instead exploited nature arbitrarily. So, nature cannot be friendly with humans, so that lately we have felt the very high heat of the sun and it stings the skin sharply. It is very clear that the heat of the sun that shines is not like the heat that was some time ago not as hot as recently. Perhaps this is the cause of global warming. The world is getting hotter because the ozone layer can no longer withstand the hot and dangerous ultraviolet rays (sun). There is no doubt, global warming will be a universal disaster that will slowly but surely destroy this "very good" world. But whether we realize it or not, this is the result of human actions: deforestation and illegal logging, the greenhouse effect, the use of air conditioning are the causes. Will the world return to chaos because of human activities? In fact, God created this world which was originally chaotic to be good, even very good, in accordance with His purpose to proclaim His glory. Therefore, let's be colleagues with Allah who has been given the mandate in this world to maintain the goodness of this world.

Surudiaman Lase; Riste Tioma Silean

Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The church is not merely a place of worship; it is a community of believers who share a divine responsibility to help one another grow spiritually. In Indonesia, a nation rich in religious and cultural diversity, the church can serve as a strategic agent of both spiritual and social transformation. This paper explores the church’s holistic responsibility in fostering the spiritual growth of its members through intentional discipleship, character formation, biblical teaching, and mission-oriented leadership. Emphasis is placed on the importance of building a contextual and transformative discipleship model, especially in addressing current social challenges, particularly those related to the younger generation. A nurturing church will encourage its members to embody the values of Christ, becoming agents of change, sources of hope, and witnesses of God’s love among others. By fulfilling this calling, the church makes the Kingdom of God present in the world.  

Rut Intan Sipahutar; Sarah Melis Siahaan; Sona Simbolon

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2024 International Forum of Researchers and Lecturers

This article discusses the role of the church in its ecumenical responsibility to support the development of eco-tourism in the Salib Kasih area, Siatas Barita. With the increasing awareness of the importance of environmental preservation, the church has the potential to become an agent of change through innovation and creativity. Factors contributing to the decline in visitor numbers, such as poor cleanliness, limited public facilities, and low creativity in tourism product development, are identified as the main challenges. Through collaboration between the church and the government, as well as the implementation of effective strategies, this area is expected to develop into a sustainable tourist destination that benefits the local community.

Andriyanto, Yustinus Dwi

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2024 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Krisis ekologis di Kalimantan Tengah ditandai oleh deforestasi, ekspansi perkebunan monokultur, serta penambangan ilegal yang berdampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat adat Dayak. Situasi ini menuntut respons yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga teologis dan kultural. Artikel ini menawarkan pembacaan baru terhadap Handep Hapakat prinsip hidup komunal masyarakat Dayak sebagai praksis ekologi integral dan model ekopastoral kontekstual dalam terang ajaran Gereja Katolik, khususnya ensiklik Laudato Si’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi hermeneutika teologis-kultural melalui studi kepustakaan terhadap literatur budaya Dayak, dokumen Gereja, dan kajian ekoteologi kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa Handep Hapakat tidak sekadar merupakan konstruksi sosial, melainkan praksis spiritual-ekologis yang menegaskan relasi harmonis antara manusia, komunitas, alam, dan Sang Pencipta. Nilai kebersamaan, tanggung jawab kolektif, dan musyawarah yang terkandung di dalamnya sejalan dengan visi ekologi integral yang menghubungkan dimensi ekologis, sosial, budaya, dan spiritual secara utuh. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi Handep Hapakat dalam karya pastoral Gereja memiliki potensi transformatif dalam membangun kesadaran ekologis, memperkuat inkulturasi iman, serta mendorong keterlibatan komunitas dalam merawat rumah bersama secara berkelanjutan.

Debra Elizabeth; Fairi Gillia

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The background to writing this thesis was complaints from priests, catechists, and the young generation themselves (OMK) about the lack of knowledge and understanding of the younger generation regarding the value of the responsibilities they carry. The aim of writing this thesis is to help the young generation of Catholics (OMK) understand their duties and responsibilities as members of the Church. Apart from that, this research also aims to help pastors understand and recognize the problems faced by young people. In analyzing the problem, the author uses qualitative research with a phenomenological approach. By using this phenomenological approach, the author tries to analyze and interpret the personal experiences of the informants regarding the importance of the value of youth responsibility in the life of the Rantau Pulut Sacred Heart of Jesus Parish church. Data collection in this research used observation, interview and note-taking techniques. In this research, the author found that the majority of young Catholics in the Rantau Pulut Parish have not fully participated in the life of the Church. This is due to a lack of motivation and encouragement from parents and pastors. As the spearhead of youth mobilization, pastoral workers are an important element in support and guidance so that young people are encouraged to participate in Church activities.

Jabes Pasaribu Yabes

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

This research is a theological literature review of the complexity of the church's responsibilities as God's servants. It is revealed that contemporary Christianity reflects a potential falsehood between carrying out the duties and responsibilities of the church through reflecting on the character of Jesus Christ in ministry. This raises a dilemma regarding the central reflection of today's church ministry. The author uses a qualitative method of descriptive analysis in the form of text literature. In conclusion, the church today must reflect again on its duties and responsibilities in the essence of God's mission to save humans. So the center of ministry is a reflection of what Jesus did.

Pinondang J. Simanjuntak

Jurnal Magistra 2023 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

The church is a religious institution that has an important role in community development, including the economic development of the congregation. One form of congregational economic development that can be carried out by the church is through the development of eco-tourism. Eco-tourism is a form of tourism that prioritizes ecological and educational aspects. By developing eco-tourism, churches can provide education to the public about the importance of preserving nature, as well as improving the economic welfare of the congregation. This is based on the church's call to be salt and light in the world, and to improve the welfare of the congregation. Educational eco-tourism can be used as a means to realize this call. Educational eco-tourism is a tourism activity that focuses on environmental conservation and education. This activity can provide benefits for the environment, economy and education.

Lisda waty Harianja

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The church is faced with an urgent responsibility to address the environmental crisis by building awareness of eco-tourism. By promoting eco-tourism as a tool to preserve nature and support sustainable development, the church not only provides theological understanding but also acts as a real agent of change in supporting environmental conservation efforts. A literature review of environmental ecology theory, eco-tourism theory, and Christian religious views provides a foundation for understanding human behavior towards nature. This research, using a descriptive qualitative method, combines literature analysis with the author's field experience to formulate a theoretical proposal. The church is considered to have a crucial responsibility in protecting the environment and building eco-tourism by supporting environmental programs, collaborating with NGOs, providing environmental education through worship, playing an active role in commemorating environmental days, and taking concrete steps in the development of sustainable eco-tourism. Conclusions highlight three concepts of the human view of the environment, with humans together with nature approaching the values of Christian eco-theology, while suggestions include church support on government environmental programs and close cooperation with NGOs to raise the environmental awareness of its members.  

Cici Ramita; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  bentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya Paroki St. Petrus dan Paulus Ampah dalam menghidupi persekutuan. Studi ilmiah ini diharapkan dapat menjelaskan cara membangun komunikasi iman Gereja, baik tenaga pastoral, pengurus Gereja, maupun seluruh umat agar terwujud persekutuan yang kokoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang berdasarkan jabatan dalam persekutuan, yaitu pastor paroki, pengurus Gereja, umat, dan orang muda. Proses penelitian melalui tiga tahap, yaitu pra- lapangan, pekerjaan lapangan, dan pasca lapangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa persekutuan umat Katolik di Stasi Runggu Raya belum kokoh karena kurangnya kesadaran untuk membangun komunikasi iman. Indikator yang ditunjukkan adalah pengurus Gereja dan umat bersikap acuh tak acuh terhadap kepentingan Gereja, sedikit umat yang mau hadir dan terlibat dalam kegiatan persekutuan, lemahnya koordinasi antara petugas pastoral, sesama pengurus Gereja dan seluruh umat. Cara membentuk komunikasi iman umat Katolik di Stasi St. Petrus Runggu Raya agar terwujud persekutuan yang kokoh adalah melalui rapat koordinasi antara pengurus Gereja yang dibimbing oleh tenaga pastoral, membangun kerja sama antara pengurus dan seluruh umat, memiliki sikap terbuka dan kesadaran akan tanggung jawab setiap pribadi sebagai anggota persekutuan, saling melayani dan berpartisipasi dalam kegiatan menggereja.

Emiliana Leni; Marthen Mau; Gianto Gianto

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Iman seluruh anggota Jemaat Gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI) Dengoan akan semakin baik bila peran gembala semakin ditingkatkan dalam pengembalaannya. Peran merupakan unsur penting yang seharusnya dimiliki oleh semua gembala, khususnya gembala Gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI) Dengoan. Gembala GPDI Dengoan yang memiliki peran berarti seorang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab yang utuh dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Perkataan-perkataan firman yang keluar dari mulut seorang gembala seharusnya diwujudnyatakan dalam tindakan/ perbuatan baik di depan umum maupun dalam kehidupan sehari-hari. Apabila gembala memiliki peran yang baik, maka mampu menjalankan tugasnya sebagai gembala untuk menangani iman jemaat GPDI Dengoan dengan baik pula.

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Harry Stefanus; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria Ekasari Wahyuningrum

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  bertujuan  untuk  melihat  pentingnya  pendampingan  pastoral bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dan mengetahui model pendampingan pastoral yang perlu diterapkan. Hal ini didasarkan pada sulitnya penerimaan oleh orang tua terhadap hadirnya Anak Berkebutuhan Khusus dalam rumah tangga mereka. Tulisan ini dikaji dengan menggunakan metode kepustakaan. Dengan bersumber pada buku, jurnal, kitab suci, dan dokumen Gereja, data siswa yang diambil dari salah satu sekolah luar biasa dan sumber lainnya yang mendukung penulisan ini. Berdasarkan hasil kajian penulis, disimpulkan bahwa peranan pendampingan pastoral terhadap orangtua anak berkebutuhan khusus sangat besar. Dengan pelayanan pastoral para orang tua mampu untuk menerima Anak Berkebutuhan Khusus dalam rumah tangga mereka. Pendampingan pastoral untuk orang tua dari Anak Berkebutuhan Khusus diharapkan menjadi tanggung jawab Gereja karena salah satu dari seluruh anggota Gereja ialah keluarga yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Pendampingan pastoral ini diharapkan mampu memberi   penguatan   kepada   orang   tua   serta   keluarga   dalam   merawat, membimbing, menuntun serta memenuhi keperluan Anak Berkebutuhan Khusus

Alan Paulus; Paulina Maria; Timotius Tote Jelathu

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran katekis dalam memberikan katekese kepada remaja mengenai dampak minuman keras di Stasi Santo Yakobus Penda Asam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi, penentuan topik, profil informan,wawancara dengan informan, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan  yang akan terjadi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tidak semua remaja memahami dampak minuman keras kepada diri sendiri dan Gereja. Anak remaja juga belum mengetahui apa yang terjadi sehingga minat dalam kegiatan Gereja kurang aktif, padahal anak remaja punya tanggung jawab sebagai penerus Gereja yang akan datang. Temuan lain dari penelitian ini adalah katekis kurang berperan memberikan kegiatan  katekese dalam  membangkitkan    semangat  anak  remaja dengan harapan dapat membantu remaja yang bermasalah agar semakin aktif. Semua pihak dapat mendukung dan  bekerja sama dengan  katekis atau petugas pastoral memberikan katekese untuk kehidupan Gereja di Stasi Santo Yakobus Penda Asam. Katekese hendaknya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan demi mengatasi permasalahan yang ada pada anak remaja. Oleh sebab itu,  menjadi  tugas  para  katekis  supaya  mampu  membangkitkan  minat  dan semangat anak remaja bisa melakukan kegiatan positif.

Ona Priskila; Fransiskus Janu Hamu; Silvester Adinuhgra

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2020 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pasangan hidup  katekis  dalam  karya  pastoral  di  Paroki  Raja  Semesta  Alam  Nanga  Bulik. melalui studi ini diharapkan agar para pasangan hidup katekis dapat menyadari bahwa mereka  memiliki  peran  yang  sangat  besar  dalam  mendukung  pelayan  pasangan seorang katekis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Data  diperoleh  dengan  cara  observasi,  wawancara  dan  dokumentasi. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dialog dengan para informan yang telah ditentukan, profil informan, penentuan tema, refleksi,implikasi, sintesis, prospek yang akan terjadi kedepan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pasangan hidup katekis di Paroki Raja Semesta Alam Nanga Bulik sangat mendukung pasangannya yang memiliki propesi sebagai seorang katekis, namun ada beberapa pasangan hidup katekis yang kurang memahami propesi pasangannya sebagai seorang katekis. Kesimpulan dalam sebuah penelitian ini adalah   peran pasangan hidup sangatlah penting dan sangat berpengaruh bagi tugas pelayanan seorang katekis. Pentingnya sebuah pembinaan para pasangan hidup katekis yang dapat membantu mereka  agar  mereka  tau  bagaimana  tugas  dan  tanggung  jawab  seorang  pekerja pastoral atau katekis. Dari pihak gereja dapat memberikan sebuah katekese atau rekoleksi guna membantu menghadapi sebuah persoalan yang sering terjadi di dalam kehidupan rumah tangga katekis terutama bagi para pasangan hidup katekis.  

Maria Jeni Elsiana; Timotius Tote Jelahu; Fransiskus Janu Hamu; Greget Widhiati

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2019 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peran dan tugas Dewan Pastoral Paroki dalam reksa pastoral Gereja dan pelayanan dalam Gereja Katolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi,  dokumentasi dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan metode kualitatif melalui teknik analisa data. Langkah-langkah penelitian meliputi, percakapan dengan informan, profil informan, penentuan tema, refleksi, implikasi, sintesis, prospek atau kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga paroki dapat tumbuh dan berkembang, dengan harapan dapat membantu umat agar semakin aktif, terutama umat yang berada di stasi-stasi yang membutuhkan pelayanan dan kunjungan agar iman dan pengharapan mereka semakin bertumbuh dan berkembang untuk memperoleh suatu keselamatan yang kekal, sehingga dapat lebih memahami makna yang terkandung dalam ajaran Gereja Katolik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dewan pastoral paroki khususnya di paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah sungguh sangat berperan dan dewan pastoral paroki benar-benar dibutuhkan di paroki terutama dalam reksa pastoral Gereja dan untuk membantu pastor paroki dalam tugas dan pelayanannya untuk melayani umat di paroki. Anggota DPP perlu mendapatkan pembekalan juga pengetahuan yang memadai, terutama dalam tugas dan tanggung jawab yang diemban sebagai anggota DPP, sehingga anggota DPP dapat menjalankan tugas dan perannya masing-masing dan bisa bertanggung jawab  atas tugas mereka terutama untuk membantu melayani umat dan juga paroki. Semua pihak diharapkan dapat mendukung DPP dalam menjalankan tugas dan pelayanannya terutama perannya dalam reksa pastoral Gereja di paroki Santo Petrus dan Paulus Ampah demi kemajuan dan perkembangan paroki. Selain itu Anggota DPP diharapkan dapat bekerja sama baik itu dengan umat dan juga pastor Paroki, agar semua kegiatan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.