Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Ayu Febriyanti; Mazdra Urzais, Vivia Mustaqimah Jarita Dewi; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pelabuhan merupakan bagian dari suatu sistem kompleks yang bertujuan untuk menjaga rantai logistik agar berjalan lancar.Seluruh aktivitas operasional di area kerja pelabuhan tentu tidak lepas dari adanya risiko kecelakaan dan keadaan darurat lainnya, tak terkecuali Terminal Petikemas. Adapun risiko yang mungkin terjadi di antaranya kelalaian operator, kesalahan dalam menjalankan prosedur, ataupun kebakaran. perusahaan dengan risiko tinggi wajib memiliki sistem tanggap darurat beserta organisasi tanggap darurat.Maka dari itu fokus pada penelitian kali ini adalah pada salah satu Perusahaan Jasa Petikemas di Surabaya. Proses kerja di perusahaan ini tentu terkait penanganan container dengan berbagai jenis muatan. Container ini kemudian diletakkan pada lapangan penumpukan petikemas yang memiliki risiko tinggi akan terjadinya kebakaran. Setelah dilakukan observasi, pada masing-masing CY telah tersedia Fire Hydrant dengan kondisi berupa rusaknya bagian-bagian hidran, kurang mencakupnya pemanfaatan hidran ke seluruh area, serta titik lokasi penempatan hidran yang tidak maksimal. Maka dari itu, penulis melakukan kajian lebih lanjut terkait kondisi sistem tanggap darurat di Lapangan Penumpukan Petikemas dan melakukan perancangan ulang penempatan hidran di Container Yard.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif di mana setelah  pengambilan data maka dilakukan analisis terhadap tingkat risiko kebakaran dan selanjutnya perhitungan dan perancangan ulang kebutuhan hidran. Hasil penilaian risiko menunjukkan tingkat risiko kebakaran tingkat tinggi pada CY 01, serta tingkat sedang di CY 02 dan CY 03. Kondisi hidran di Terminal Petikemas di Surabaya memiliki beberapa ketidaksesuaian yang harus dilakukan perbaikan dengan penggantian bagian serta pemeliharaan berkala. Selanjutnya pada perhitungan kebutuhan hidran di area Container Yard menghasilkan dibutuhkannya penambahan 3 pilar hidran serta 2 sambungan hose di CY 01, serta penambahan 3 pilar hidran dan 2 sambungan hose di CY 02.

Febta Alkarin Putri; Rafly Prawira; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Industri peleburan baja di Sidoarjo merupakan salah satu perusahaan special steel yang diperhitungkan dalam industri peleburan baja. Pada industri peleburan baja di Sidoarjo ini memiliki potensi bahaya kebakaran yang sangat tinggi yang disebabkan oleh proses produksi peleburan itu sendiri. Kebakaran pada industri peleburan baja di Sidoarjo ini merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerugian material, kehilangan nyawa, dan merusak lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penanggulangan dan pencegahan kebakaran menjadi sangat penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasional industri peleburan baja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pencegahan dan penanggulangan kebarakan di perusahaan peleburan baja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data didapatkan dengan cara observasi dan wawancara mengenai penerapan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perusahaan peleburan baja sudah menerepakan dan melaksanakan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai standar namun masih ada beberapa yang perlu dioptimalkan kembali seperti penambahan APAR serta pelaksanakan simulasi tanggap darurat.

Haidar Labib Tsany; Vina Kurnia Nabilah; Febrian Sekar Nurfadhilah; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada era perkembangan teknologi, bidang industri mengalami kemajuan guna mendorong menunjang efisiensi kerja yang didukung dengan alat dan bahan dasar baru untuk menciptakan produk yang inovatif. Namun hal tersebut seringkali menyimpan potensi bahaya seperti kebakaran. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di sektor galangan kapal dengan beradam tahapan proses produksi yang tentunya menyimpan banyak risiko kebakaran. Maka dari itu perusahaan mengadakan pelatihan tanggap darurat kebakaran agar pekerja dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan saat kejadian darurat. Pelatihan simulasi tanggap darurat kebakaran ini dilakukan dengan dua rangkaian kegiatan yaitu sosialisasi pemberian materi dan praktek, kemudian dilanjutkan dengan simulasi terjadinya keadaan darurat serta diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Kegiatan tersebut menggunakan skenario yang telah disepakati dan disosialisasikan kepada pekerja. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 jam dan peserta sekitar 25 orang dengan tugas dan peran masing – masing. Hasil dari kegiatan pelatihan ini pekerja memahami proses evakuasi ketika terjadi keadaan darurat dengan catatan waktu yang ideal untuk proses pemadaman api serta proses evakuasi terhadap seluruh pekerja dan korban.

Muchammad Raihan Rakhadary; Moch. Luqman Ashari2

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

High-rise office building adalah gedung dengan jumlah lantai paling sedikit 16 lantai yang difungsikan sebagai area kantor. Dengan ketinggian gedung yang cukup tinggi dan jumlah penghuni yang lebih dari 100 orang maka dapat dikategorikan sebagai bangunan dengan potensi bahaya tinggi. Salah satu bahaya yang mengintai adalah kebakaran yang dapat membahayakan penghuni gedung. Dengan pelatihan evakuasi yang tepat saat keadaan darurat kebakaran, diharapkan dapat meminimalisir kerugian yang dapat terjadi. Evaluasi dalam pelaksanaan simulasi evakuasi kebakaran diperlukan untuk mengoptimalkan simulasi yang dilakukan. Melalui penelitian dengan metode deskriptif kualitatif ini, peneliti akan membahas penerapan sistem tanggap darurat kebakaran mulai dari sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran pada gedung bertingkat. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang akan membantu pembaca dalam mengoptimalisasi sistem tanggap darurat yang ada pada gedung bertingkat.

Moch. Luqman Ashari; Ayu Puspa Arum Masniarni Kusuma Wardani; Desfita Putri Maharani

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam keadaan Indonesia yang terus kehilangan lahan kosong, bangunan gedung bertingkat menjadi salah satu jalan keluar untuk memperluas area beraktivitas. Namun perlu digarisbawahi bahwa gedung bertingkat juga memiliki risiko terbakar sehingga dapat menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan Emergency Response Plan (ERP) pada gedung bertingkat yang memiliki tujuh lantai. Perencanaan ini diharapkan dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah melalui undang-undang maupun peraturan lain agar suatu gedung memiliki prosedur tanggap darurat. Penelitian ini diawali dengan pendataan dimensi dari bangunan gedung dan fungsi setiap lantai pada bangunan. Dari data tersebut kemudian didapatkan estimasi kapasitas bangunan yang selanjutnya dapat dihitung kebutuhan pintu darurat, tangga darurat, dan waktu yang diperlukan untuk dapat menyelamatkan diri dari gedung. Setelah dilakukan perhitungan dan analisis, bangunan gedung yang diteliti membutuhkan dua unit pintu darurat masing-masing untuk seriap lantai. Pintu darurat yang dibutuhkan dengan ukuran paling lebar adalah pada lantai 5 karena banyaknya orang yang berada di tempat tersebut. Ukuran lebar tangga yang diperhitungkan adalah satu meter yang mana sudah sesuai dengan rancangan bangunan. Selanjutnya waktu perhitungan matematis total untuk waktu evakuasi yang paling besar adalah lantai 5 pada koridor I, yaitu selama 3,13 menit. Hal tersebut karena kecilnya ukuran lebar dari koridor.

Muhammad Rizal Ramadhani; Muhammad Kemal Fahrezi; Moch. Luqman Ashari

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) is a terminal port that serves container loading and unloading services at the port. One of the hazards that threaten the loading and unloading industry is the danger of fire. Fires can cause a lot of material and non-material losses. Efforts that can be made to minimize the danger and impact of fires are the implementation of an efficient and optimal emergency response system in accordance with applicable regulations and standards. This study aims to analyze the implementation of the emergency response system in an effort to prevent and control fires in the PT. Berlian Terminal Services Indonesia. This research is a descriptive qualitative research, with primary data sourced from direct observation and interviews, while secondary data obtained through a literature study of company documents. This research will explain how the implementation of the fire emergency response system in PT. Berlian Terminal Services Indonesia. The result of this research is that it can be concluded that PT. Berlian Jasa Terminal Indonesia has implemented a fire emergency response system in accordance with applicable regulations and standards, but there are still things that need to be optimized, such as the implementation of APAR inspections that are late in their implementation and the lack of intensity in fire emergency response simulations.

Alvionita Damayanti

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

program upaya pembuatan jalur evakuasi dan Titik Kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora bertujuan untuk mendukung Permen PUPR No.14 Tahun 2017 tentang persyaratan kemudahan bangunan gedung dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Jalur evakuasi dan titik kumpul ini didesain untuk kasus darurat seperti kebakaran, gempa bumi, dan situasi darurat lainnya. Fasilitas ini menyediakan petunjuk evakuasi dan titik kumpul yang memudahkan seluruh pengguna layanan di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora untuk mencari tempat yang aman dan berkumpul di titik kumpul setelah proses evakuasi. Tujuan dari pembuatan jalur evakuasi dan titik kumpul (Assembly Point) di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora adalah untuk menyusun rencana tanggap darurat yang praktis, sederhana, dan mudah dimengerti, yang dapat membantu mencegah atau meminimalkan cidera, kerusakan aset, dan kerugian material akibat dari berbagai bentuk dan tingkat resiko atau bahaya di tempat kerja. Meskipun tempat kerja yang sepenuhnya aman dari keadaan darurat sulit dicapai, rencana tanggap darurat yang matang dapat menormalisasi situasi dan menyelamatkan banyak nyawa. Lokasi titik kumpul yang jelas merupakan bagian penting dari perencanaan tersebut. Kegiatan ini diawali dengan melakukan koordinasi bersama pejabat struktural dan Pembimbing Kegiatan sehingga dapat ditentukan kepastian waktu dan tempat yang tepat untuk mengadakan program  di Rumah Tahanan Kelas IIB Blora.                               

Widya Fuji Astuti Sianu; Pipin Yunus; Harismayanti Harismayanti

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang terjadi secara mendadak tidak terencana secara perlahan tetapi berlanjut yang menimbulkan dampak terhadap pola khidupan normal atau kerusakan sehingga diperlukan tindakan darurat dan luar biasa untuk menolong dan menyelematkan korban baik manusia maupun lingkungannya. Tujuan Penelitian untuk Mengetahui Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Tanggap Bencana Banjir. Desain penelitian kuantitatif descriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan 40 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 22 responden (55,0%), dan pengetahuan cukup sebanyak 18 responden (45,5%). Kesimpulannya pengetahuan perawat tentang tanggap bencana banjir di RSUD Toto Kabila berada pada tingkat yang baik.