Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Gabe Putra Lumban Batu; Roida Nababan

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Marriage is a basic human need that involves an official agreement between husband and wife, regulating rights and obligations, including the ownership and management of joint property. Under Indonesian law, property acquired during marriage is considered joint property, which often becomes a source of conflict during divorce. To prevent this, Indonesian law recognizes the existence of a marital separation of property agreement, which regulates the separation of assets between spouses from the beginning, whether before or during marriage. A separation of property agreement provides legal protection for personal assets, protects one party from being liable for the partner’s debts, and reduces the potential for disputes during divorce. Therefore, it is important for the public to receive socialization and legal education about the separation of property agreement in marriage to increase understanding of its benefits and protect the rights of married couples in both marriage and divorce. Legal education on this matter can help reduce disputes over joint property and offer better protection for couples who wish to clearly and legally manage their assets.

Muhammad Hizbullah; Haidir Haidir; Syahrul Bakti Harahap; M. Guffar Harahap; Adawiyah Nasution

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The balance between the rights and obligations of husband and wife is a fundamental pillar in building a harmonious household according to Islamic teachings. However, there is still a significant lack of understanding among the community, especially among women, regarding the roles and responsibilities of each partner in married life. This study aims to analyze the effectiveness of outreach activities regarding the rights and obligations of husband and wife from the perspective of Islamic Law, delivered to members of the PWBI (Persatuan Wanita Batak Indonesia)  Kwala Bekala. The method used is a qualitative-descriptive approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation during the outreach activity. The results of the study show that the outreach was effective in enhancing participants’ understanding of the fundamental principles of marital relationships in Islamic law, such as the concept of male leadership, consultation (shura), justice, and the importance of communication and mutual respect. The activity also had a positive impact on participants’ legal and religious awareness in managing their household lives. Such activities need to be expanded further to strengthen Muslim family resilience based on Islamic values.

Nur Hanifah, Salma; Husni Kurniawati; Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhan; Hadi Karyono

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Perkawinan adalah salah satu hal yang menjadi suatu ikatan lahir batin bagi manusia untuk dapat menjalin hubungan keluarga. Perkawinan dapat dilakukan jika kedua pihak telah mencapai usia minimal yang telah ditentukan. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan, batas usia minimal perkawinan dinaikkan menjadi 19 (sembilan belas) tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan sosialisasi serta edukasi dengan warga dan perangkat desa Karangmojo Kidul, Kecamatan Klego, Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkawinan menganut prinsip bahwa calon suami istri itu jiwa raganya stabil untuk dapat melangsungkan perkawinan agar supaya dapat mewujudkan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan dapat mendapat keturunan yang baik dan sehat. Membentuk keluarga yang bahagia sangat penting demi kelangsungan hidup berumah tangga, baik suami istri itu sendiri maupun anak.

Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani; Hadi Karyono; Salma Nur Hanifah; Husni Kurniawati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sosialisasi berupaya untuk menjelaskan tentang Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan tindakan yang terjadi di dalam lingkungan keluarga dan dapat dilakukan oleh suami, istri, maupun anak, yang berpotensi merusak keutuhan fisik, psikis, serta mengganggu keharmonisan hubungan keluarga. Bentuk kekerasan ini bisa bermacam-macam, seperti kekerasan fisik, emosional, seksual, maupun ekonomi, dan sering kali terjadi tanpa disadari oleh para korban maupun orang-orang di sekitarnya. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah tindakan yang melanggar hukum, sehingga upaya pencegahan sangatlah penting. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai apa itu kekerasan dalam rumah tangga agar dapat mendeteksi, mencegah, serta mengambil langkah tepat dalam menghadapinya.

Zharifah Mawaddah; Nova Fitria; Dwi Puspita Sari; Dwi Noviani

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to determine the nusyuz behavior of husbands to wives in the dynamics of contemporary community marriage. By using literature research and descriptive qualitative methods, the researcher seeks to understand the various aspects that contribute to the emergence of nusyuz behavior. Based on the results of the study, the researcher found several factors at play, including economic problems that burden the family, differences in socio-cultural values that may not be aligned, psychological issues that affect relationship dynamics, lack of deep religious understanding, and the influence of a less supportive family and social environment. Overcoming this problem requires strategic and collaborative measures involving various parties. The government and related institutions must take the initiative to create programs that educate the public about the importance of understanding and practicing Islamic teachings in accordance with the current context. Educational and religious institutions must be active in spreading the values of love, compassion and harmony taught by Islam. In addition, increasing public awareness about rights in marriage and the importance of gender equality is also key to preventing nusyuz.

Laila Rahmi Hasanah; Syifa Sofhia; Baihaki Fatur Rahman; Dwi Noviani

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Marriage is an agreement between two people, generally, a man and a woman, to live together to achieve happiness. It is not only about two people but also about families, achieving happiness is not easy if both families have different backgrounds, values , and views on life to build a relationship together to form a large family from a marriage. Conflict often occurs due to external factors from the surrounding environment, including the family, such as the gap between in-laws and in-laws. This research aims to find out the roles of husbands, wives, and in-laws in responding to the gap between wives and biological mothers in the case study of Teuku Ryan and Ria Ricis's marriage. The analysis technique for this research uses a literature review. The research results show that all aspects play an important role in maintaining family harmony, so if one aspect has a gap, then the risks that can occur include disputes and even divorce. Therefore, it is necessary to communicate and approach each other to avoid existing risks.  

Zainudin Hasan; Kristina Safitri; Zulva Ica; Renia Pragusta Putri

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masalah utama yang sering muncul dalam proses perceraian adalah perceraian karena perselingkuhan. Terus meningkatnya fenomena perceraian setiap bulannya dan tidak henti-hentinya berita mengenai perceraian sering terdapat di media. Perceraian sebagai fenomena saat ini dikarenakan terdapat perselingkuhan dari pasangannya. Perselingkuhan biasanya sering terjadi dalam anggota keluarga yang kurang mempunyai kualitas agama yang baik, dasar cinta yang lemah, kurang lancarnya komunikasi dan kurang harmonis, perilaku egois dari masing-masing, emosinya yang kurang stabil, dan kurang mampu menyesuaikan diri. Metode penelitian ini yaitu penelitian lapangan yang bersifat kualitatif dengan mengumpulkan data penelitian menggunakan teknik wawancara. Hasil diskusi menunjukkan bahwa permasalahan perselingkuhan dalam perkawinan adalah perselingkuhan bisa menjadi sumber stres yang besar. Ketidakmampuan pasangan dalam beradaptasi dan menyelesaikan permasalahan dengan efektif bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Upaya mengatasi perselingkuhan antara lain komunikasi yang baik antar pasangan, saling menunaikan tanggung jawab, saling mendukung dan menjaga.

Jumadi, Wahyuni

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstrak: Penelitian artikel ini dilatarbelakangi banyaknya perempuan yang ikut berperan serta dalam pemenuhan nafkah keluarga poersoalan dari wanita karir sebetulnya tidak hanya terkaitt aspek normatif dari ajaran Islam semata, namun keberadaannya juga menyentuh dari bentuk aspek psikologis maupun sosiologis keluarga. Maka dari itu, penelitian ini memiliki tujuan, yakni untuk mengetahui tinjauan islam dalam hal wanita yang bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, dalam hal ini membantu perekonomian keluarga saat menghadapi persoalan-persoalan ditengah menurunnya ekonomi keluarga dengan tuntutan ekonomi untuk kebutuhan yang semankin meningkat.  Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, dimana penelitian ini mengumpulkan beberapa literatur untuk menjadikannya referensi dalam penulisan artikel ini. Di dalam Hukum Islam juga tidak dilarang seorang perempuan dalam membantu suaminya saat mencari nafkah, namun mereka harus tetap ingat kepada kodratnya sebagai seorang perempuan atau istri bahwa, sebagai sebagai pendidik dari anak-anaknya dan perempuan dari suami agar terwujudnya suatu keluarga yang damai.