Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 299

Analytics

Zaehol Fatah; Ramdan Al Farisi

Jurnal Nusantara Berbakti 2026 Universitas Kristen Indonesia Toraja

The rapid development in the field of information and communication technology currently requires students to master Microsoft Word. This skill becomes a crucial asset, both to support academic activities and as early preparation before entering the workforce. One of the applications frequently used in document preparation is Microsoft Word. Observation data at SMK Ibrahiny 1 Sukorejo indicate that the utilization of Microsoft Word features by some students is not yet optimal. This is evident in the students' limitations in configuring layouts, margins, as well as creating headers and footers in documents. In order to achieve efficiency and speed in the creation of administrative documents, this training is focused on enhancing students' competencies in exploring the features of Microsoft Word. This training was conducted on June 1, 2026, in the computer lab of SMK Ibrahimy 1 Sukorejo, involving 15 students from the 10th grade forestry department as participants. The method used during the training included the delivery of basic material followed by direct practice and the use of a system roll method on each computer to identify obstacles or challenges in preparing administrative documents, as well as direct assistance to students to quickly resolve any issues and ensure no one misses the material. The purpose of this training is to improve efficiency in properly and accurately preparing administrative documents. Therefore, the organization of Microsoft Word training can be categorized as a strategic step in boosting the digital skills of the students.

Fathiha Zahra Damanik; Muktarruddin Muktarruddin

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study aims to analyze the management of young preacher (dai cilik) training in developing students’ preaching skills at SD IT Al-Washliyah Kelambir Lima Medan using a management function approach (*planning, organizing, actuating, and controlling*). This study employed a descriptive qualitative method, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The research informants consisted of the principal and teachers responsible for the young preacher training program. The collected data were analyzed systematically to describe the implementation of management functions in the young preacher training activities and their contribution to the development of students’ preaching skills. The results showed that planning was carried out through the development of a practice-based preaching curriculum, organizing was implemented through task allocation and regular scheduling, implementation focused on *public speaking* practice, sermon material preparation, and moral development, while evaluation was conducted periodically through student performance assessments. The implementation of this systematic training management contributed to the improvement of students’ preaching skills in cognitive, affective, and psychomotor aspects. These findings indicate that management functions applied in a structured manner play a strategic role in supporting the development of students’ preaching competencies at the elementary school level. Furthermore, continuous training provides opportunities for students to enhance their self-confidence, communication skills, and readiness to effectively deliver Islamic preaching messages

Arjiman

Penelitian ini mengkaji strategi kepala Madrasah dan pelaksaaan Supervisi di MAN I Jembrana dalam merancang strategi dan pelaksaan supervisi yang efektif guna meningkatkan kinerja pendidik agar proses pembelajaran berjalan profesional dan bermakna. Tujuannya: (1) mengetahui strategi Kepala Madrasah dan pelaksaan Supervisi kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja pendidik di MAN I Jembrana, (2) menelaah sejauh mana strategi kepala Madrasah dan pelaksaan Supervisi kepala madrasah tersebut berdampak pada peningkatan kinerja pendidik, dan (3) mengidentifikasi faktor penghambat serta solusi yang ditempuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif naratif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi Kepala Madrasah dan Pelaksanaan Supervisi kepala madrasah  dilakukan melalui pemberian motivasi, keteladanan, pelatihan, serta komunikasi harmonis. (2) Strategi Kepala Madrasah dan Pelaksaaan Supervisi kepala madrasah terbukti meningkatkan variasi metode pembelajaran, keterlibatan guru dalam kegiatan Madrasah, serta hasil belajar siswa. (3) Hambatan yang muncul antara lain keterbatasan waktu guru dan kurangnya proaktivitas sebagian pendidik. Solusi yang ditempuh berupa pembinaan berkelanjutan dan dorongan untuk terus berinovasi. Dengan demikian, strategi Kepala Madrasah dan Pelaksanaan Supervisi kepala madrasah berkontribusi positif dalam meningkatkan kinerja pendidik dan mutu pembelajaran di madrasah.

Puji P.M, Mostien Adi; Salim, Agus; Soebroto, Handoyo Ganda; Setyono, Endik Catur

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

Wilayah perbatasan Ambalat merupakan kawasan strategis NKRI yang rawan terhadap pelanggaran kedaulatan dan ancaman keamanan. Satuan Tugas (Satgas) Ambalat Korps Marinir menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan teknologi pengawasan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk meningkatkan efektivitas pengamanan perbatasan oleh Satgas Ambalat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan 4 narasumber (Komandan Skuadron Udara 700, pilot UAV, Dansatgas Ambalat, dan personel komunikasi Satgas Ambalat), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Penelitian menunjukkan bahwa (1) UAV belum dimanfaatkan secara langsung oleh Satgas Ambalat, pengamanan masih mengandalkan patroli konvensional dan drone non-militer; (2) tantangan utama meliputi keterbatasan personel terlatih, belum adanya program pelatihan formal, keterbatasan sarana prasarana (Ground Control Station, sistem komunikasi), serta kekosongan regulasi operasional; (3) UAV tipe ScanEagle dan Camcopter S-100 dinilai paling sesuai untuk kebutuhan Satgas Ambalat karena daya tahan terbang lama dan sensor canggih. Pemanfaatan UAV dapat memperluas jangkauan pengawasan, menyediakan data real-time, mengurangi risiko personel, serta meningkatkan efisiensi operasional. Diperlukan pendekatan terintegrasi berupa penyusunan regulasi, pengadaan sarana dan pelatihan personel bertingkat dan berlanjut. Teknologi UAV memiliki potensi strategis untuk memperkuat sistem pengamanan perbatasan Ambalat. Rekomendasi meliputi dukungan kebijakan pemerintah, pengembangan doktrin TNI AL, pembentukan unit UAV Korps Marinir, serta pelatihan personel secara berkelanjutan.

Sony Junaedi; Yosep Bb Margono; Endah Dwi Hayati; Sri Sulihingtyas D.; Muslimah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris akademik mahasiswa melalui pelatihan TOEFL di Akademi Kesehatan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Permasalahan utama adalah rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap struktur TOEFL dan strategi pengerjaan soal. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT). Sebanyak 54 peserta mengikuti pelatihan yang mencakup listening, structure, dan reading serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata skor meningkat dari 457,26 menjadi 527,74. Tingkat kelulusan meningkat dari 66,7% menjadi 88,9%, dan peserta remedial mencapai kelulusan 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan TOEFL berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa.

Ernawati, Sri; Yaningsyah, Yaningsyah; Anisah, Nur; Hairunisa, Hairunisa; Wiwin, Wiwin

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Logo merupakan identitas visual yang memiliki peran penting dalam membangun citra dan meningkatkan daya saing suatu usaha, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki logo yang menarik dan representatif, seperti yang terjadi pada UMKM Maira Produksi di Kota Bima. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam merancang logo usaha sebagai bagian dari strategi branding dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan desain logo. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di rumah pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar desain logo serta berhasil membuat logo yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha dalam mengembangkan identitas produk. Dengan demikian, pelatihan pembuatan logo ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas branding, daya tarik produk, dan daya saing UMKM di pasar.

Susanto, Heri; Supriadi, Dedi; Wulandari, Hikmayanti

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Guru di sekolah dasar Tahfidz sering kali menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan pengajaran Al-Qur’an dengan kemampuan pedagogik modern yang mendukung pembelajaran aktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional para guru di SD Tahfidz Ibnu Umar Karawang melalui pelatihan metode pengajaran yang bermakna dan inovatif. Permasalahan utama yang ditemukan di mitra sasaran adalah keterbatasan guru dalam menerapkan pendekatan PAIKEM serta kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang adaptif terhadap prinsip Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi ceramah interaktif, workshop penyusunan modul/RPP, dan praktik langsung melalui sesi microteaching. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama: (1) pemahaman karakteristik peserta didik usia 7–12 tahun berdasarkan aspek kognitif, sosial-emosional, dan psikomotorik; (2) desain pembelajaran bermakna (meaningful learning); serta (3) strategi pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan pembelajaran kooperatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 15 guru peserta dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa (student-centered) serta kemampuan mengintegrasikan teknologi pembelajaran modern (IPTEKS) seperti Canva dan media interaktif dalam proses KBM. Luaran dari program ini mencakup modul pelatihan pedagogik, publikasi artikel ilmiah, dan video diseminasi hasil implementasi metode pembelajaran.

Lale Puspita Kembang; Lalu Delsi Samsumar; Zaenudin Zaenudin; Amiruddin Kalbuadi; Dewi Rispawati

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 FKIP, Universitas Palangka Raya

This community service program aims to enhance the competencies of teachers at MA Attarbiyah Addiniyah Gersik in utilizing information technology and strengthening school branding through an integrative approach combining Management and Information Technology. The one‑month program consisted of needs analysis, program design, pre‑test, basic computer training, digital learning media development, school branding training, mentoring, and post‑test evaluation. The pre‑test and post‑test results indicate significant improvements in all competency areas: basic computer skills (57.7%), digital learning media development (83.3%), and school branding (45.4%). Observations during the training revealed increased teacher confidence in using digital tools, improved ability to produce engaging learning media, and better understanding of school branding strategies. The mentoring phase supported teachers in completing their final outputs, including digital learning media and a school branding concept. Overall, this program contributed to improving teachers’ digital literacy, enhancing learning quality, strengthening teacher professionalism, and reinforcing the school’s digital identity.

Azmiati Azmiati

JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI (JPMA), 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Legal aid services play a crucial role in ensuring access to justice for the community, particularly for vulnerable groups and underprivileged communities in villages and sub-districts. However, limited legal knowledge and the lack of legal assistance in rural areas often lead to various legal issues being unresolved effectively. This community service activity was carried out with the aim of improving the capacity of village/sub-district officials and the community through paralegal training at Legal Aid Posts (Posbakum) in North Sumatra. The activity method was carried out using a participatory approach through legal counseling, paralegal skills training, simple case handling simulations, and interactive discussions. The results showed that the training was able to improve participants' understanding of basic legal knowledge, mediation techniques, out-of-court dispute resolution, and procedures for providing legal aid to underprivileged communities. In addition, this activity also helped increase public legal awareness and strengthen the existence of village/sub-district Posbakum as a community-based legal service medium. Therefore, paralegal training is one of the strategic efforts to expand access to justice in North Sumatra.

Syarif, Moh.; Miladiyah, Siti Jamilatul; Faisol, Faisol

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengakselerasi kapasitas SDM pengelola BUMDes Tegar Mandiri Madulang melalui pendekatan Community Capacity Building (CCB). Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test pada lima aspek kompetensi utama, yaitu manajemen usaha, tata kelola keuangan, pengembangan produk, pemasaran digital, dan jejaring kemitraan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya kesenjangan kapasitas yang tinggi terutama pada aspek pemasaran digital, manajemen usaha, dan tata kelola keuangan. Implementasi CCB mampu meningkatkan kapasitas pengelola secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 48,8% (pre-test) menjadi 81% (post-test) atau meningkat sebesar 32,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemasaran digital (36%), diikuti tata kelola keuangan (35%) dan pengembangan produk (33%). Selain itu, terjadi perubahan nyata pada praktik pengelolaan, seperti tersusunnya rencana bisnis, pembukuan keuangan rutin, peningkatan jumlah produk inovatif, serta terbentuknya jejaring kemitraan strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CCB efektif dalam mendorong lompatan kapasitas dan kinerja kelembagaan BUMDes secara berkelanjutan. Dengan demikian, model ini dapat direplikasi sebagai strategi penguatan ekonomi desa berbasis pemberdayaan komunitas.

Mardani Eka Ningrum; Sri Mulyeni; Mita Puspita; Aida Fitriani; Marzuki Marzuki

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This community service program aims to strengthen students' business skills through digital-based entrepreneurship training. The initiative responds to rapid technological development, requiring students to develop adaptive skills for building businesses in the digital realm to compete globally. Activities were designed using a participatory approach encompassing four stages: planning, training implementation, mentoring, and evaluation. The training combined material delivery, interactive discussions, case analysis, and hands-on practice based on the learning by doing principle, with practical sessions focused on creating digital business accounts and developing online marketing strategies. Results indicate a significant improvement in participants' knowledge and skills in digital entrepreneurship, as reflected in pre- and post-training evaluation scores and participants' ability to apply the learned material. The program also positively impacted students' motivation, creativity, and confidence in starting digital businesses. Throughout the activities, participants demonstrated active involvement and high enthusiasm, ultimately producing a simple business plan as a final achievement. Overall, this program contributes meaningfully to improving students' business competencies while fostering an independent and innovative entrepreneurial mindset. Continuous follow-up through mentoring programs and advanced training is recommended to ensure the benefits obtained can develop optimally.

Brigita Elisabet KR. Uran

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 FKIP, Universitas Palangka Raya

This community service program aimed to strengthen the capacity of economic institutions and community business groups in villages and urban areas within the OVOP program locations in East Flores Regency. The program responded to the growing need for adaptive business strategies in the digital era and the importance of developing local potential into competitive products. It was implemented through a participatory, educative, and applicative approach during September 8–12, 2025. The training methods included lectures, interactive discussions, case studies, hands-on practice, and simulations to ensure a balance between theoretical understanding and practical application. The findings indicate significant improvements in participants’ understanding of the OVOP concept, managerial competencies, financial administration, and technical skills in product processing, packaging, and labeling. In addition, participants demonstrated increased awareness and ability in applying digital marketing strategies to expand market reach. The program also fostered stronger collaboration networks among business groups, economic institutions, and local government stakeholders. High participant engagement and active involvement throughout the sessions reflect the effectiveness of the training design. Overall, this program contributes to enhancing local economic resilience and promoting sustainable, competitive, and community-based enterprises. The study highlights the importance of continuous mentoring, institutional strengthening, and policy support to sustain the long-term impact of capacity-building initiatives in rural and semi-urban areas.

Achmad Rifai; Dian Priastiwi; Syofia Sofatunisa Ramdayani; Sari Sari; Yozar Putra Jaya

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Strengthening the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) is a strategic effort to enhance business competitiveness and sustainability, particularly within the Pamulang MSME Friends (SUP) community. This community service activity aims to improve MSMEs’ financial management capabilities and increase production efficiency through the development of a joint production house. The main challenges faced by partners include limited financial literacy, the absence of systematic financial transaction records, and inadequate production facilities. The implementation of the program was carried out through training activities, mentoring in the use of the APIK financial recording application, and facilitation in designing a collaborative production house model. The results indicate an improvement in MSMEs’ understanding of financial management, including the ability to record transactions systematically, separate business and personal finances, and calculate production costs more accurately. Furthermore, the establishment of a joint production house contributes to greater cost efficiency, increased production capacity, improved product quality, and stronger collaboration among MSME actors. Therefore, this activity contributes to creating a more structured, efficient, and sustainable MSME ecosystem that supports long-term business development.

Dewi Lestari, Olivia; Fitriani, Fitriani; Lisa Fitriana; Mochammad Isa Anshori

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Transformasi digital menuntut organisasi untuk meningkatkan kompetensi karyawan melalui program pelatihan, namun tingkat partisipasi karyawan sering kali masih rendah meskipun fasilitas telah tersedia secara memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Nudge Theory sebagai strategi dalam memengaruhi perilaku karyawan terhadap partisipasi program pelatihan, dengan fokus pada penerapan Choice Architecture dalam konteks manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur dengan strategi integrative review yang mengkaji berbagai publikasi ilmiah bereputasi terkait Behavioral Economics, human resource development, dan pembelajaran karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis nudge, seperti pengaturan default, penyederhanaan pilihan, dan penggunaan pengingat kontekstual, secara konsisten mampu meningkatkan partisipasi pelatihan karyawan secara sukarela. Selain itu, efektivitas intervensi tersebut dipengaruhi oleh integrasi dengan faktor motivasi intrinsik yang selaras dengan prinsip Self-Determination Theory. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa kerangka integratif yang menggabungkan perspektif Behavioral Economics dan human resource development, serta menawarkan implikasi praktis bagi HR leaders dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis perilaku.

mugiyanto; Lutfiyah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Transformasi digital menuntut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memiliki kesiapan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Namun, kesiapan tersebut pada UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan masih bervariasi terutama pada aspek literasi digital, pemanfaatan infrastruktur, strategi pemasaran, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kesiapan pemasaran digital dengan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada seluruh anggota UMKM binaan kelurahan sebanyak 34 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur digital, strategi pemasaran digital, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan memiliki hubungan positif dengan daya saing usaha lokal UMKM, sedangkan literasi digital pemasaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dukungan kelembagaan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran digital terbukti memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk promosi dan perluasan pasar. Kesiapan pemasaran digital yang lebih baik berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas produk, akses pasar, dan keberlanjutan usaha lokal. Disimpulkan bahwa kesiapan pemasaran digital merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur digital, serta pendampingan kelembagaan yang terintegrasi di tingkat kelurahan

Musprihadi, Ribut; Prasetyo, Heru Eko

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini menganalisis pengaruh Marketing Good Governance (MGG) terhadap efektivitas program pelatihan dan pengembangan karier karyawan, dengan pelatihan sebagai variabel mediasi. MGG dipng sebagai pilar strategis yang mengintegrasikan etika pemasaran dengan manajemen sumber daya manusia. Dengan pendekatan kuantitatif berbasis SEM-PLS, penelitian ini melibatkan 150 responden dari industri FMCG, jasa keuangan, dan teknologi informasi. Hasil menunjukkan bahwa MGG berpengaruh signifikan terhadap program pelatihan (β=0.645) dan pengembangan karier (β=0.324), serta pelatihan memediasi hubungan tersebut secara kuat (β=0.334). Temuan ini menegaskan bahwa tata kelola pemasaran yang transparan, akuntabel, dan adil tidak hanya meningkatkan reputasi eksternal perusahaan, tetapi juga memperkuat kompetensi internal dan kejelasan jalur karier karyawan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi disiplin pemasaran strategis dan manajemen SDM, yang menempatkan pelatihan sebagai jembatan antara tata kelola dan keberlanjutan karier. Implikasi praktisnya, perusahaan perlu menyinergikan kebijakan HR dan marketing berbasis tata kelola untuk menciptakan budaya kerja etis, meritokratis, dan berkelanjutan.  

Karolus Wulla Rato; Sihang Gregorius Balimema; Herman Huki Ratu; Noviana Martha Dimu; Katarina Yunita Riti +2 more

Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

The Community Partnership Program (PKM) aims to improve the capacity of teachers at Rara Elementary School in understanding and implementing the National Assessment as an educational evaluation tool. The problems faced by partners are limited understanding of the concept of National Assessment and technical skills in managing instruments, analyzing data, and following up on assessment results. The methods used in this activity are participatory-based socialization and technical training involving teachers as active participants. Activities are carried out through material delivery, interactive discussions, and hands-on practice using assessment tools. The results of the activity showed an increase in teachers' knowledge and skills in understanding the National Assessment indicators, developing learning strategies in line with the Pancasila learner profile, and optimizing the use of assessment results to improve the quality of learning in the classroom. Thus, this PKM activity contributed to improving the quality of learning at Rara Elementary School while supporting the achievement of national education standards.

Aisyah Amelia Purba; Syanda Rabiatul Adwiya; Yuni Andriani Ritonga; Rania Atikah Putri; Yenti Arsini

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to describe the process of transforming Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) toward a digital economy through QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) training and the creation of creative banners as promotional media in Batu Karang Village, Karo Regency. Digital transformation has become an essential need for MSMEs to adapt to changes in consumer behavior and rapid technological development. This study employs a descriptive qualitative approach focusing on training materials and the implementation process, without using quantitative data or interview results. The findings indicate that QRIS training provides MSME actors with conceptual and practical understanding of digital payment systems that are efficient, secure, and convenient. In addition, creative banner development functions as a visual promotional tool that strengthens business identity and enhances consumer attraction. The integration of QRIS with creative banners creates synergy between digital payment systems and promotional strategies that are relevant to the conditions of rural MSMEs. Overall, this research demonstrates that digital-based training combined with creative promotional media can serve as an effective strategy to enhance MSME readiness in facing the digital economy era in a sustainable manner.

Purnama Ramadani Silalahi; Dio Sanda; Bayu Andika; Masleni Nasution; Afsah Sandy Tarigan

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Economic development in rural areas, specifically, aims to improve community welfare. However, in practice, many challenges remain, such as limited technical skills, minimal innovation, and low community capacity to create and develop productive businesses. One way to address these challenges is through human resource empowerment. Gunung Tinggi Village has the potential to develop creative businesses, particularly among housewives, such as dishwashing soap. This product is a household necessity that is used routinely, so demand tends to be sustainable. Therefore, a SWOT analysis was used to provide sustainability recommendations for this business. The methods used included service learning (SL) with a Participatory Action Research (PAR) approach to ensure active participant involvement and the program's alignment with the community's real needs. The results showed that the initial impact of this Community Service Program (PKM) activity was evident in the production of marketable products and the opening of new business opportunities, which directly contributed to the diversification of income sources and increased family economic independence. Furthermore, the application of SWOT analysis proved effective as a tool in formulating sustainability strategies for the micro-enterprises being developed.

Melda Agnes; Sherly Gaspersz; Lulu Jola Uktolseja; Adika Adika; Gio Gio +3 more

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Perkembangan teknologi digital membawa inovasi signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui pemanfaatan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan imersif. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kota Sorong dengan tujuan memperkenalkan serta melatih siswa dalam penggunaan aplikasi Assembler Studio untuk membuat media pembelajaran berbasis AR. Metode kegiatan mengadopsi pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan intensif, dan evaluasi, sehingga siswa terlibat secara aktif dan mampu mengembangkan keterampilan digital secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu membuat konten AR sederhana yang relevan dengan materi pelajaran, meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kreativitas belajar. Penerapan media AR terbukti efektif dalam memvisualisasikan konsep-konsep yang kompleks, memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, dan mendukung kompetensi abad ke-21. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi digital dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah.