Publication Search

80,083 articles from 756 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-14 of 14

Analytics

Rusito; Dani Setiyawan

Jurnal Elektronika dan Komputer 2020 STEKOM PRESS

For blind people, assistive devices to carry out daily activities are needed. If you don't use assistive devices, blind people will experience difficulties when carrying out daily activities such as reaching the obstacles that are near them. In designing the system using the Arduino UNO R3 microcontroller board as a controller, five ultrasonic proximity sensors to determine the distance and position from the user to the front and lower obstacles. In addition, the MP3 module and headseat are used as a marker for sound in the form of sound when detecting an object and the SIM800L module is used to send SMS and the GPS module is used to determine coordinates. The validation test shows the value of 31.5 is between 31- 40 which means that it is located in a Very Good (Valid) value. Keywords: Walking Aid, Blind, Ultrasonic Sensor, Microcontroller, Arduino Uno, GPS

Supriyanto Supriyanto; Eka Satria Wibawa

Jurnal Elektronika dan Komputer 2020 STEKOM PRESS

Irrigation is a land irrigation system by damming water sources. Irrigation as the provision, regulation and disposal of water to support agricultural needs. Irrigation is generally used by farmers, especially farmers in rice fields to irrigate and provide water supply to agricultural land, monitoring water stock in rice fields must be done frequently because rice water needs must be balanced with a lack of water supply or excess water supply in rice fields is not good for rice growth . So far, farmers have monitored irrigation channels manually, the location of the rice fields from the farmer's house often causes rice plants to experience scarcity because the floodgates are not opened when the water supply is running low or experiencing water supply. excess because the floodgates are opened for too long, this will greatly disturb the growth of rice plants. Making a monitoring and control system for irrigation channels using a water level sensor installed on the ESP 8266 microcontroller (Wemos D1), the system uses a programming language c. This tool can be used to open the irrigation door if the water supply in the rice fields is below the minimum limit and will close the water gate when the water supply has reached the maximum limit, the servo motor is used to open and close the floodgates. . . The monitoring results obtained will be displayed to users in real time through the android application interface and will be stored in the form of a text file on the storage media.

Sari, Lintang Sekar; Wulandari, Y Wuri; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Flakes adalah salah satu jenis makanan yang berbentuk lembaran tipis atau serpihan. Penelitian ini menggunakan tepung beras ketan hitam, tepung mocaf dan ampas kelapa sebagai bahan dasar pembuatan flakes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan  flakes ampas kelapa yang memiliki kandungan serat tinggi dengan variasi lama pemanggangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan tepung komposit ketan hitam : mocaf dan variasi lama pemanggangan. Faktor pertama perbandingan tepung beras ketan hitam dan tepung mocaf (60:40, 70:30, dan 80:20), sedangkan faktor kedua variasi lama pemanggangan flakes (20, 25 dan 30 menit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio konsentrasi tepung beras ketan hitam dan mocaf  80:20 dan lama pemanggangan selama 30 menit merupakan formulasi flakes yang terbaik karena memiliki sifat fungsional yang diharapkan yaitu kadar air 1,38%, kadar per berat keringnya yaitu antara lain: kadar abu 0,016%, kadar lemak 0,421%, kadar protein 0,122%, kadar serat kasar 0,184%, karbohidrat 0,268% serta uji organoleptik terhadap warna  3,54 (ungu tua kehitaman), flavor kelapa 2,84 (terasa), kerenyahan 2,82 (renyah), kekerasan 3,50 (keras), kesukaan keseluruhan 3,04 (paling disukai)

Ayu Krisna Hadi, Kesia Uma; Suhartatik, Nanik; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan buah musiman dan cepat rusak, sehingga untuk mengawetkannya dapat diolah menjadi fruit leather. Gum merupakan hidrokoloid yang dapat digunakan untuk memperbaiki plastisitas fruit leather. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik sensoris dan sifat fisikokimia fruit leather yang terbuat dari beberapa jenis mangga dengan perbedaan konsentrasi gum dan mendapatkan fruit leather terbaik berdasarkan kadar vitamin C dan serat pangan tertinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis mangga (manalagi, golek, dan madu) masing-masing (99,5; 98,5 dan 97,5%), sedangkan faktor yang kedua yaitu gum (0,5; 1,5 dan 2,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fruit leather yang optimal berdasarkan kadar vitamin C tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga golek-gum (99,5%:0,5%) dan mangga madu-gum (99,5%:0,5%) sebesar 25,99 mg/100 gram dan serat pangan tertinggi adalah fruit leather dengan kombinasi perlakuan mangga manalagi-gum (98,5%:1,5%) sebesar 9,27%.

Apriyanto, Beni; Karyantina, Merkuria; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Permen jelly adalah produk pangan semi basah yang terbentuk dari cairan dengan bahan dasar gula dan bahan pemanis lainnya. Tekstur permen jelly terbentuk dengan menambahkan gel sebagai bahan yang pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk meciptakan inovasi produk permen jelly dari ekstrak daun kersen-pandan yang kaya akan aktivitas antiksidan dan rendah kalori. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai inovasi produk dan pengembangan bahan pangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor. Faktor yang digunakan yaitu konsentrasi ekstrak daun kersen-pandan dan variasi jenis gula rendah kalori (sorbitol, stevia dan fruktosa). Perbandingan ekstrak daun kersen-pandan yang digunakan adalah 140:60, 160:40, dan 180:20. Formulasi perlakuan terbaik uji kimia pada pembuatan permen jelly ini adalah perbandingan ekstrak daun kersen-pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana aktivitas antioksidan 40,39%, total fenol 2,194 mg GAE/g, gula total 6,711% kadar abu 0,066% dan kadar air sebesar 17,75%. Uji sensorik terbaik adalah perbandingan ekstrak daun kersen-daun pandan 140:60 g dengan jenis gula stevia, dimana warna 4,30 (hijau tua), flavor pandan 2,59 (agak kuat), rasa manis 1,72 (sedikit terasa manis), tekstur kenyal 2,02 (kenyal) dan kesukaan keseluruhan 1,87 (suka).

Sasmoko, Dani; Danang Danang; Padjar Setyo Budi; Muhammad Agus Kurniawan

Jurnal Elektronika dan Komputer 2020 STEKOM PRESS

Technological developments encourage changes in the way decisions are made. In terms of stopping the application of urea fertilizer, farmers still rely on BWD observations. In this study, using the RnD method by directly observing the research location in the farmer group Gapoktan, in the village of Tosari, Kendan district and analyzing the problem then making a prototype which will be tested by experts. In this study, a tool was made using NodeMCU with TCS3200 sensor to detect color, which was then sent via the internet to the database using IoT technology. In this study, using several trials with different parameters of urea fertilizer use and the results of the TCS3200 sensor can detect colors according to what is on the BWD and send data to the database via the internet. In this system, farmers can recommend the use of suitable urea fertilizers outside a certain area so as to minimize errors in the observation on BWD, this will make the use of urea fertilizer to be the right dose.  

Ismail Albugis, Gafar

Kalao’s Maritime Journal, 2020 Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara

Pengendalian pompa air otomatis sangat diperlukan, karena pengendalian yang ada secara umum dikendalikan secara manual. Disamping kebutuhan pengoperasian pompa, perancangan pompa yang dibuat dapat bekerja secara bergantian. Perancangan diaplikasikan untuk pengendalian tiga level, maka dipergunakan tiga buah pompa dimana setiap level menggunakan satu buah pompa yang dapat beroperasi bergantian, perancangan dimulai dengan dengan merancang sistem kemudian dilanjutkan dengan Bahasa assembler. Proses kompilasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MPLAB produksi microchip. Setelah proses perancangan sukses dilakukan perekaman program kedalam ROM yang terdapat pada Mikrokontroler PIC 16C54. Perangkat keras diimplementasikan dengan kombinasi gerbang- gerbang logika yang ada pada IC 4011 dan IC 1439 Setelah uji coba dan dilakukan pengamatan, sistem yang dibuat telah memeperlihatkan kinerja yang baik sebagaimana diharapkan, perancangan akan bekerja sesuai dengan sensor deteksi level zat cair yang diberikan pada masing-masing level bak penampungan, sensor level zat cair minimum menandakan bahwa air pada bak telah kosong, kemudian secara otomatis akan menyalakan pompa. Sedangkan sensor level zat cair maksimum menandakan bahwa air pada bak yang sedang diisi telah penuh dan secara otomatis akan mematikan pompa, sistem akan bekerja secara berurutan dari level 1 sampai level 3, sistem dilengkapi dengan sensor kondisi ada atau tidak zat cair pada bak penampungan dasar. Jika terdeteksi bahwa bak penampungan dasar tidak memiliki memiliki cadangan zat cair atau kering, maka secara otomatis keseluruhan pompa tidak akan berfungsi dan alarm akan berbunyi dan digunnakan sebagai proteksi terhadap kerusakan pompa akibat tidak ada zat cair yang dihisap dari sumber.

Lambacing, Musakkarul Mu'minim; Ferdiansyah, Ferdiansyah

Dinamik 2020 Universitas Stikubank

Dimasa pandemi COVID-19 saat ini diberlakukanlah peraturan di mana setiap orang wajib menggunakan masker dan melakukan physical distancing pada saat keluar rumah di Jakarta. Ini merupakan salah satu kebiasaan baru yang akan dibiasakan ke masyarakat oleh pemerintah. Pada lingkungan perusahaan yang sudah mulai beroperasi 50%, juga mewajibkan karyawannya menggunakan masker dan physical distancing saat di kantor. Agar kebiasaan disiplin menggunakan masker di tempat umum ini dapat berjalan dengan baik, maka dibuatlah New Normal COVID-19 Masker Detektor dengan Notifikasi Telegram berbasis Internet Of Things ini agar lingkungan seperti perusahaan dapat mendisiplinkan karyawannya untuk menggunakan masker sebelum masuk ke kantor. Sistem ini dibuat menggunakan Raspberry Pi sebagai otak utamanya, dengan menambahkan modul kamera dan juga sensor PIR, yang akan mendeteksi apakah orang tersebut menggunakan masker atau tidak. Kemudian akan dikirimkan pesan notifikasi telegram kepada keamanan setempat agar orang tersebut diperbolehkan masuk ke kantor jika sudah menggunakan masker. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan merumuskan masalah yang ada,kemudian merumuskan tujuan penelitian, melakukan studi literatur, melakukan perancangan sistem dan melakukan pengujian sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mendeteksi orang yang menggunakan masker dan notifikasi dapat dikirimkan ke keamanan melalui aplikasi telegram dengan baik.

Syahrorini, Syamsudduha; Hadidjaja, Dwi

Dinamik 2020 Universitas Stikubank

Human daily life depends on air, so air quality needs to be protected especially against pollution. Decreasing air quality due to dust pollution can result in ARI. Makes it easier to measure ambient air and air temperature using internet-based technology. Designing internet-based dust and temperature measuring devices using the gp2y1010au0f type dust sensor, and DHS11 sensor as a temperature sensor, amplifier circuit, NodemCU microcontroller, and LCD (Liquid Crystal Display). The measurement application is carried out at the location of the PT. Djabus Tunas Utama Ngoro Mojokerto East Java at 10 sampling points around the mixing tube. The measurement results show the concentration carried by ambient air quality standards when the engine stops, so it is safe for employees. When the machine is mixing and the machine is not mixing (ordinary conditions) the concentration of particulates and the temperature exceeds the ambient air quality standard, for that all employees are required to use PPE.

Esteria Priyanti; Favian Arif Setiawan Midi

Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Mode 2020 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Subtitution of kelor leaves flour in making Cup Cake hopefully become new innovation in Cup Cake product and can improve economical amount of kelor plant. Purpose of this research are: 1) Knowing the sensory characterictic of Kelor Leaves Cup Cake; 2) Knowing people acceptance to Kelor Leaves Cup Cake. Method used in this research by using library method, documentation, experiment, and hedonic test. Experiment in making Kelor Leaves Cup Cake held in laboratory of culinary art study program at AKS Ibu Kartini, Jl. Sultan Agung No. 77, Gajahmungkur District, Semarang City. Addition percentage of kelor leaves flour in making Kelor Leaves Cup Cake as amount of 5%, 10%, and 15% from flour weight. Result of this research shows that Kelor Leaves Cup Cake product has sensory characteristic included sweet flavour with taste of kelor leaves, colour from greeny yellow until dark green, tekxture hard sponged and specific aroma of Cup Cake (margarine aroma with kelor leaves aroma). Panelists aceptance to Kelor Leaves Cup Cake by hedonic test result shows that panelists choose Kelor Leaves Cup Cake with addition of kelor leaves flour as amount of 15 %. It is concluded that there is innovation opportunity from Cup Cake with addition of kelor leaves flour.

Suwarsih, Suwarsih; Wulandari, Yustina Wuri; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Black garlic adalah produk fermentasi dari bawang putih yang dipanaskan dengan suhu antara 65 – 80ºC dan kelembapan 70 – 80% dari suhu kamar selama satu bulan. Black garlic  telah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sehingga bisa menjadi produk baru dari jenis bawang putih yang berfungsi menghambat radikal bebas dalam tubuh. Menentukan jenis bawang yang menghasilkan aktivitas antioksidan lebih tinggi setelah melalui proes pemanasan black garlic. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap 2 faktorial, dengan faktor pertama adalah waktu perlakuan pemanasan dengan suhu 65-850C, selama 8 hari, 12 hari, 16 hari dan faktor kedua variasi jenis bawang, bawang garlic, bawang kating, bawang lanang. Analisis kimia yaitu aktivitas antioksidan, kadar air, total fenol, gula total dan uji sensoris yaitu tekstur lembut, rasa manis, rasa pahit, flavour bawang, after taste rasa pahit, serta kesukaan keseluruhan. Black garlic yang diperoleh dari penelitian ini memiliki aktivitas antioksidan tertinggi pada perlakuan lama pemeraman 16 hari dengan variasi bawang garlic yaitu memiliki aktivitas antioksidan 69,87%, kadar air sebesar 19,61%, kadar total fenol sebesar 2,67%, kadar gula total sebesar 19,58%, dan dengan uji sensoris tekstur lembut memiliki nilai 2,80, rasa manis 1,96, rasa pahit 2,39, flavour bawang 2,25, serta after taste rasa pahit 1,96, hasil yang banyak disukai oleh konsumen yaitu pada perlakuan lama pemeraman 8 hari menggunakan variasi jenis bawang lanang dengan nilai 2,13.Kata kunci: Antioksidan, black garlic, bawang. ABSTRACT Black garlic to research this alleged to have antioxidant content a high so that it can become new product of a kind of garlic that serves hinder free radicals in the body. Determine kinds of onion that produces antioxidant activity higher after going through proes warming black garlic. This study design random use of complete two factorials, by a factor first long warming 65-850c, with the temperature treatment as long as 8, 12, 16 day and the second variation kinds of onion, onions garlic, onions kating, whole onions. Chemical analysis, the antioxidant activity, water level, total phenol, sugar total and the sensory a creamy texture, sweet taste, bitter taste, berlainan onions, after taste bitter, and the favorite. The yield black garlic of the study these that have the highest antioxidant activity obtained from old treatment being handed out warm 16 day with the variation of onions garlic having the same antioxidant activity 69,87% , the moisture content of as much as 19,61% , the nature of all that the total phenol as much as 2,67 % , the action of sugar the total as much as 19,58 % , and by test sensory a creamy texture having the value of the 2,80, a sweet taste 1,96 , a bitter taste 2,39 , flavour onions 2,25 , as well as after taste was a bitter taste 1,96 , a series of poor results much liked by the consumer such it will be on a treatment long warm 8 day employing variations kinds of whole onion with a value of up 2,13.Keywords: Antioxidant, black garlic, onions

Nur Hasanah, Anggi Aswinda; Mustofa, Akhmad; Widanti, Yannie Asrie

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Es krim adalah produk pangan beku yang dibuat dengan kombinasi proses pembekuan dan agitasi dengan bahan-bahan yang terdiri dari susu, pemanis, pengemulsi, penstabil dan flavor. Penambahan buah bit dan berbagai jenis gula dapat meningkatkan nilai gizi es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang tertinggi pada produk dan mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori es krim buah bit. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah bubur buah bit (20%, 30%, dan 40%) dan faktor kedua yaitu jenis gula (gula pasir, gula stevia, dan madu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perlakuan es krim yang terbaik diperoleh berdasarkan aktivitas antioksidan tertinggi es krim yaitu pada perlakuan bubur buah bit 40% dan jenis gula berupa madu. Pada perlakuan tersebut memiliki karakteristik: aktivitas antioksidan 32,474% kadar protein 2,139%; kadar lemak 0,145%; kadar gula total 7,064%; overrun 14,172%; kecepatan meleleh 36,660 menit; warna  2,958 (ungu); rasa manis 2,500 (sedikit manis); tekstur lembut 3,216 (lembut); flavor buah bit 3,342 (semakin nyata); dan kesukaan keseluruhan 2,705 (sedikit suka). Kata kunci: Es krim, buah bit, jenis gula ABSTRACTIce cream is a product of frozen food that made with a combination of the process of freezing and agitation with ingredients consisting of milk, sweetener, emulsion, stabilizer, and flavor. The addition of beet fruit and the kind of sugar can improve the nutrition value of ice cream. The purpose of this research were to determine the highest antioxidant activity in a product and to determine the characteristic of physicochemical and sensoric characteristic of beet ice cream. This research used the method of Completely Randomized  Design (CRD) with two factors. The first factor was porridge of beet fruit (20%, 30%, and 40%) and the second factor was the type of sugar (cane, stevia, and honey). The result of this research indicates that the best treatment of ice cream based on the highest antioxidant activity was on the treatment of porridge beet fruit 40% and the type of sugar is honey. These treatment has a characteristic antioxidant activity 32,474%; protein 2,139%; fat 0,145%; the total of sugar 7,064%; overrun 14,172%; the velocity of melting 36,660 minutes; color 2,958 (purple); sweet taste 2,500 (a little sweet); soft texture 3,216 (soft), flavour of beet fruit 3,342 (more real); and the total of predilection 2,705(a little like).Keywords: Ice cream, beet fruit, type of sugar

Permatasari, Oktavia; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Tempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai tradisional yang cukup terkenal, dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Tempe mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Demikian juga dengan bekatul beras merah yang memiliki berbagai nutrisi yaitu kandungan antioksidan dan serat yang tinggi, mengandung banyak mineral. Di kalangan masyarakat, bekatul beras merah belum banyak dimanfaatkan terutama sebagai produk olahan yang memiliki nilai fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia dan sensori tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dan lama fermentasi, menentukan formulasi yang tepat dari tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dengan lama fermentasi sehingga diperoleh tempe dengan aktivitas antioksidan dan serat yang tinggi serta disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama adalah rasio kedelai dan bekatul beras merah (80:20; 70:30; 60;40), sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi (24, 36, 48 jam). Penelitian dimulai dari pembuatan tempe yang difortifikasi bekatul beras merah kemudian dianalisis menggunakan analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, kadar serat, dan analisis uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, kekompakan, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada rasio kedelai dan bekatul beras merah 60:40 dengan lama fermentasi 48 jam didasarkan pada hasil pengujian kimia antioksidan dan serat terbaik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air 51,34%, kadar abu 8,90%, kadar protein 21,62%, aktivitas antioksidan 72,03%, dan kadar serat 23,44%, sedangkan untuk pengujian organoleptik yang meliputi warna 3,66(merah bata); aroma 3,24 (aroma bekatul beras merah kuat); rasa 3,54 (rasa bekatul beras merah sangat kuat); kekompakan 3,73(kekompakan tempe sangat kuat); dan kesukaan keseluruhan 3,35 (suka). Kata kunci: Tempe, bekatul beras merah, antioksidan, serat, lama fermentasi.ABSTRACTTempeh is one of the well-known traditional soybean fermentation products, using the mushroom Rhizopus oligosporus. Tempeh has a variety of health benefits. Moreover, red rice bran which has a variety of nutrients that contain antioxidants and high fiber, and contain lot of minerals. Among the people, red rice bran has not been widely used, especially as a processed product that has functional value. This study aims to determine the chemical characteristics and sensory of soybean tempeh fortified with red rice bran and fermentation duration, to determine the appropriate formulation of soybean fortified soybean rice bran with fermentation duration so that tempe is obtained with antioxidant activity and high fiber as well as consumer preference. This research was conducted using two factorials Completely Randomized Design (CRD) The first factor was the ratio of soybean and rice bran (80:20; 70:30; 60:40), while the second factor was the duration of fermentation (24, 36, 48 hours). The study began with the making of tempeh fortified with red rice bran and then analyzed for water content analysis, ash content, protein content, antioxidant activity, fiber content, organoleptic test analysis including color, taste, aroma, compactness, and overall preference. The best results was at the ratio of 60:40 soybean and rice bran with fermentation duration 48 hour based on the results of testing the best chemical antioxidants and fiber. At this treatment produced 51,34% water content, 8,90% ash content, 21,62% protein content 72,03% antioxidant activity, and 23,44% fiber content, while for organoleptic testing which includes the color of 3,66 (brick red); aroma 3,24 (strong red rice bran aroma); flavor 3,54(flavor red rice bran very strong); compactness 3,73(compactness of tempeh is very strong); and overall preference 3,35 (likes). Keywords: Tempeh, red rice bran, antioxidant, fiber, long fermentation.

Krissetiana, Henny; Kiswanto, Yulius; Suyanto, Rendra

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Roti mocaf merupakan  produk roti yang menggunakan  mocaf (modified cassava flour) sebagai substitusi  tepung terigu. Penggunaan mocaf  dimaksudkan sebagai salah satu diversifikasi pangan. Salah satu tahapan penting pada pembuatan roti ini adalah proofing. Proofing merupakan waktu istirahat yang diperlukan adonan untuk mengembang, yang dapat dilakukan dengan cara menutup dengan plastik atau dengan memberikan uap air dalam alat rak pengistirahatan. Penelitian pendahuluan telah dilakukan terhadap lama waktu proofing (10, 15  dan 20 menit) yang diperlukan hingga roti dapat mengembang sempurna. Dari penelitian pendahuluan didapatkan bahwa  proofing optimum dilakukan  selama 20 menit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktorial, Faktor pertama penggunaan tepung mocaf sebesar 10 ; 20  dan 30 % , faktor  kedua adalah perlakuan  proofing, yaitu  menggunakan uap air  dan  menggunakan plastik.  Roti mocaf yang dihasilkan dilakukan pengujian terhadap warna, rasa,tektur dan kesukaan secara keseluruhan roti  baik menggunakan panelis maupun menggunakan alat. Data yang didapat dianalisis menggunakan Anova dengan taraf perbedaan 5%. Apabila di antara perlakuan berbeda nyata maka pengujian dilanjutkan dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test  (DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa   perlakuan proofing dengan cara uap air  dan cara ditutup plastik  pada pembuatan roti mocaf tidak berbeda nyata pada rasa, tekstur, warna dan kesukaan secara keseluruhan baik secara uji inderawi maupun dengan menggunakan alat.Kata Kunci :  Roti mocaf ; proofing ;  cara uap air ABSTRACT Mocaf bread is a bread product that uses mocaf as a substitute for wheat flour. The use of mocaf is intended as one of food diversification. One of the important steps in making bread is proofing. Proofing is the time needed for the mixture to expand, which can be done by covering with plastic or by providing water vapor in the resting shelves.Preliminary research has been carried out on the length of proofing time (10, 15 and 20 minute), which was needed until the bread can expand perfectly. From preliminary research it was found that the optimum proofing was carried out for 20 minutes. This research was conducted using a randomized complete design with 2 factors,  first factor was  the  use of  mocaf flour with ratio of 10: 20 and 30 precent, second factor was proofing treatment, that was using water vapor method and using covering plastic method.Mocaf bread produced  was tested for color, taste, texture and overall preference for bread both using panelists and using equipment. Data obtained was analyzed using analysis of variances with significance of 5%. If there is a significance difference then it was analyzed using Duncan Multiple Range Test (DMRT).Results of research showed that proofing treatment by water vapor method and plastic cover did not significantly affect on taste, texture, color and overall preference of mocaf bread, as evaluated by sensory and physical test.   Keywords : Mocaf bread ; proofing ;  steam methode