SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Talizaro Tafonao; Moralman Gulo; Rita evimalinda; Emmiria Hutabarat; Agiana Her Vinshu Ditakrist

Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Christian education faces significant challenges in integrating the values of missional spirituality into its curriculum and teaching practices, particularly in the context of globalization, secularization, and a declining awareness of spiritual calling among educators. This study aims to examine the extent to which Pentecostal theological values such as prayer, worship, and mission are implemented in Christian education and how these values contribute to the formation of students' character and spirituality. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, curriculum document analysis, and open-ended questionnaires administered to teachers and students. The findings reveal that the integration of missional spirituality remains partial and lacks structured incorporation into both curriculum and pedagogy. However, when implemented contextually, these values have been shown to enhance learning motivation, shape Christian character, and deepen students’ spiritual lives. The study concludes that Pentecostal-based missional spirituality can holistically enrich Christian education. The primary contribution of this research is the development of a conceptual model for the contextual and practical integration of missional spirituality in Christian education, aiming to bridge the gap between theoretical understanding and practical spiritual formation.

Aisyah Sekar Tri Wardani; Anisa Tulhalizah; Ratna Sari Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter sangat signifikan dan mendapat banyak perhatian oleh kalangan masyarakat. Pendidikan karakter dianggap sangat penting, apalagi mengingat saat ini sering terjadi kejadian-kejadian negatif yang tidak mencerminkan karakter yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pendekatan terbaik yang dapat digunakan guru saat membuat pelajaran pembentukan karakter. Dengan menyelidiki objek penelitian dan melakukan wawancara, penelitian lapangan digunakan sebagai metodologi penelitian. wawancara tatap muka digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang diperlukan dari pendidik SMAN 1 Kota Tangerang dengan mengajukan serangkaian pertanyaan terlebih dahulu. Hasil penelitian yang telah diperoleh bahwa pendidik melaksanakan strategi penerapan ruang kelas berkarakter sudah berjalan dengan baik dan semestinya di SMAN 1 Kota Tangerang melalui penerapan dengan adanya program Pelaksanaan tata tertib di SMAN 1 Kota Tangerang cukup baik, karena adanya Penegak Disiplin Sekolah (PDS) terdiri dari Wakasek sebagai ketuanya dan guru-guru yang memiliki kepedulian terhadap disiplin. Untuk memenuhi visi dan tujuan sekolah, aturan tata tertib yang berlaku di sekolah harus ditegakkan dengan baik, serta aturan yang mengatur tingkah laku siswa dalam hal perilaku, penampilan, dan seragam.

M Adi Pratama Putra; Alfinda Adelia Dirli

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Character education gets a lot of attention nowadays. Today, when there are many occurrences of deviant behavior, character education is needed to minimize the implementation of deviant acts. Character education is applied to instill character points in everyone, which leads to changes in behavior from bad to good. To optimally instill character values ​​in each person, character education is applied. must start earlier. Elementary school education plays an important role in character education in this regard. The success of character education is influenced by several factors, one of which is a conducive atmosphere in the classroom. Through a class atmosphere with character, students can create ways to always behave well. Creating a personalized learning space requires the role of the teacher. Because people spend a lot of time at school interacting with students, teachers certainly have many opportunities to instill student character points, this time by creating character learning spaces. Some things that teachers can do to build character are: 1) imitate character, 2) teach manners, teach character academics, train character-based discipline, 5) teach manners, prevention. violations of peers and the priority of goodness, 6) directing children to be responsible for forming their own character.

Fadia Puja Ainun; Heni Setya Mawarni; Ratna Sari Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang sedang ramai mendapat perhatian di era society 5.0 ini. Yang mana di era society 5.0 sekarang ini banyak terjadi perilaku menyimpang yang disebabkan oleh pesatnya kemajuan dari teknologi, sehingga pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk meminimalisir terjadinya perilaku penyimpangan. Pendidikan karakter dilakukan sebagai upaya untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter kedalam setiap individu manusia. Dengan demikian, maka terdapat proses perubahan perilaku dan sikap dari yang awalnya tidak baik menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta melihat bagaimana idealnya peran pendidik dalam menciptakan dan mengelola ruang kelas yang berkarakter, sehingga ruang kelas tersebut dapat menjadi lingkungan yang ideal bagi peserta didik untuk mengembangkan diri, serta potensi yang dimiliki. Selain itu juga membahas mengenai bagaimana kondisi pengelolaan kelas yang banyak terjadi pada saat ini, tantangan penerapan ruang kelas berkarakter, dan peran masyarakat serta lingkungan keluarga dalam mewujudkan ruang kelas berkarakter. Maka dalam analisis ini, disertakan berbagai alasan yang melatarbelakangi mengapa pendidik dijadikan poros dan membentuk ruang kelas berkarakter, serta bagaimana peran peserta didik dalam prosesnya.

Handini, Oktiana; Mustofa, Mukhlis

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyampaian paparan materi  Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan  menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta. Pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan guru, kepala sekolah dan perwakilan orang tua peserta didik yang tergabung dalam komite sekolah secara bersama-sama dalam acara paparan materi dan tanya jawab interaktif hingga pada level penguasaan guru SD Kestalan Surakarta tentang Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik. Dengan Optimalisasi Komunikasi Antar Pribadi Dalam Pendidikan Menuju Generasi Emas Pada Guru dan Orangtua Peserta Didik di SD Kestalan Surakarta ini dimaksudkan agar mampu menumbuhkan atensi peserta didik, interaktif, komunikatif dan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran tematik Integratif di kelas. Sehingga dengan kondisi yang nyaman dan menyenangkan ini prestasi belajar peserta didik meningkat. Dengan meningkatnya prestasi belajar peserta didik secara otomatis akan meningkat pula peringkat sekolah tersebut. Sehingga terjalin hubungan harmonis antara guru dengan peserta didik dan guru dengan orang tua peserta didik dalam hal pendidikan dan tumbuh kembang peserta didik menuju generasi emas. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru-guru di SD Kestalan Surakarta, sejumlah  30 peserta yang terdiri dari  guru ,Kepala Sekolah beserta orang tua peserta didik sebagai perwakilan Komite Sekolah. Pelaksanaan pada hari Senin 15 Juli 2019 di ruang kelas SD Kestalan Surakarta dengan pola waktu pelaksanaan selama 6 jam, mulai pukul 8.00 wib hingga pukul 15.00 wib.  Luaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1). Memberikan dasar ilmiah bagi guru Sekolah Dasar dalam memahami hakikat komunikasi Antar Pribadi dalam pendidikan guna mendukung kelancaran proses pembelajaran. (2). Memberikan kejelasan secara teoritis dan pemahaman yang lebih baik tentang belajar, obyek belajar serta situasi dan kondisi belajar di Sekolah Dasar.(3). Memberikan kontribusi pemikiran bagi pengelola pendidikan dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru di Sekolah Dasar melalui komunikasi antar pribadi dalam pendidikan. (4). Menjalin hubungan komunikasi antara guru dari pihak sekol;ah dan orangtua peserta didik di  Sekolah Dasar agar terbentuk komunikasi integratif dalam pendidikan. Selanjutnya hasil pengabdian kepada masyarakat ini dipresentasikan dalam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyrakat dan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi dan ber ISSN.   Kata Kunci :   Komunikasi Antar Pribadi   Â