SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Halimatussakdiyah Lubis

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 2023 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

One of the causes of the problem of adolescent nutritional status in Indonesia is a practice problem or action that is affected by a lack of nutritional knowledge. This study aims to analyze the effectiveness of counseling in increasing the knowledge and attitudes of pregnant women regarding nutrition and food safety. This research uses a quasi-experimental method. The design used is a group pre-test and post-test design. The population in this study were teenagers in Deleng Pokhkisen District, Southeast Aceh Regency. The sample was taken by purposive sampling of as many as 30 teenagers. The research was carried out from 5 October – 4 December 2023, spanning 12 days. analyzed statistically with a paired t-test. significance using α=0.05. 

Abbad Nailun; Justin Gilbert

Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika 2023 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Data management in dental clinics is an important component in realizing a data processing system in dental clinics. Manual data management has many weaknesses, apart from taking a long time, its accuracy is also less acceptable, because the possibility of errors is very large. With the support of current data processing system technology, manual data processing work can be replaced with a data processing system using a computer. Apart from being faster and easier, data management also becomes more accurate. When processed, accurate data will produce accurate data. Accurate data is very useful for making decisions, both for management and others.

Siti Khoiriyah; Dinayah Hasan

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Adolescence is a period marked by significant physical and psychosocial changes. These changes have potential risks that can affect an individual's future. One of the factors that increase the risk is the lack of knowledge and communication by parents to their children regarding reproductive health behavior. This study aims to determine the relationship between parental communication patterns and adolescent reproductive health behavior at SMK Negeri 15 Kota Bekasi. The type of quantitative research with a cross-sectional approach. The sample used was 34 respondents. The analysis used was univariate and bivariate. The results of the study showed that the communication patterns of parents with adolescents were mostly in the good category (91.2%). Adolescent reproductive health behavior was mostly in the less good category (70.6%). The results of the chi-square statistical test obtained a p value = 0.539, meaning there was no relationship between parental communication patterns and adolescent reproductive health behavior. There was no significant relationship between parental communication patterns and adolescent reproductive health behavior. Although effective communication between parents and adolescents is important, it is not enough to guarantee good reproductive health behavior among adolescents.

Damayanty S; Ninsah Mandala Putri; Ade Rachmat Yudiyanto; Marta Armita Silaban; Ika Damayanti Sipayung +1 more

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, usually from 10-19 years. One of the signs of physical changes in young women will be experiencing increased hormone levels which can cause the maturation of the breasts, ovaries, uterus and vagina as well as in young women starting to experience menstruation. Menstruation begins between the ages of 12-15 years and lasts until the age of 45-50 years, one of the most common complaints felt by adolescents during menstruation is dysmenorrhea. According to WHO, this is the population at the age of 10-19 years, while according to PEMENKES RI Number 25 of 2014 adolescents are residents aged 10-18 years, according to the BKKBN unmarried adolescents aged 10-24 years. Menstrual pain (dysmenorrhea) can have an impact on activities or activities of women, especially teenagers. If a student experiences dysmenorrhea, their learning activities at school are disrupted and they do not attend school. For example, a student who experiences dysmenorrhea cannot concentrate on studying and learning motivation will decrease because of the dysmenorrhea that is felt in the teaching and learning process and sometimes there are those who ask permission to go home because they cannot stand the dysmenorrhea they feel

Wirata, Resta Betaliani; Sari , Marita Kumala; Listyaningsih, Enik; Saputro, Dwi Nugroho Heri

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan kepribadian dimana akan lebih bersifat mandiri, dapat memahami masalah yang dialami serta dapat terlibat didalam suatu kegiatan. Remaja di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta berjumlah 33 remaja. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja ini adalah bermain, mengaji dan belajar bersama. Kegiatan lain adalah mengikuti kegiatan posbindu remaja yang telah diadakan walau masih belum rutin. Kegiatan posbindu remaja biasanya diisi dengan pemberian informasi dan materi menarik untuk meningkatkan baik pertumbuhan dan perkembangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan untuk mengenal identitas/ jati dirinya. Metode yang diterapkan yaitu pre-test, edukasi, dan post-test. Pengabdian dilakukan pada remaja sebanyak 33 orang. Hasil post-test pengetahuan menunjukkan 90,9% remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik dan 9,1% dalam kategori baik. Perlunya pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja untuk meningkatkan perilaku dan level dari kesehatan remaja itu sendiri, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa.

Maulidatul Hasanah; Mursyidul Ibad; Sukamto Sukamto

Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa  remaja  adalah  masa  transisi  antara  masa  kanak-kanak  dengan  dewasa  dan  relatif  belum mencapai  tahap  kematangan  mental  dan  sosial  sehingga  mereka  harus  menghadapi  tekanan-tekanan  emosi  dan  sosial  yang  saling  bertentangan. Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia adalah kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk menggambarkan pengetahuan kesehatan  reproduksi  remaja di  Jawa Timur. Jumlah    sampel    sebanyak    1.768 remaja di Indonesia yang  diambil  dengan  cara kuota  sampling. Jenis  penelitian  ini  adalah kuantitatif deskriptif. Hasil  penelitian  menunjukkan  sebagian besar penetahuan remaja di Indonesia belum semuanya mengatahui pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi dengan baik Hal tersebut terbukti dengan nilai indeks yang belum mencapai 50,0 maka dari itu perlu dilakukannya kegiatan promotif dan preventif secara terus menerus.

Diana Dayaningsih; Yuni Astuti; Siswanto Siswanto; Galuh Oktaviani; Nadya Tri Yuwinda +2 more

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2023 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Adolescence is a period of human development. Reproductive health in Indonesia which is prioritized only includes four components/programs, namely: maternal and newborn health, family planning, adolescent reproductive health, as well as prevention and control of sexually transmitted diseases (STDs) including HIV/AIDS. The community service that we will carry out refers to the adolescent reproductive health program. Adolescent Reproductive Health is a healthy condition that concerns the reproductive systems, functions and processes of adolescents. The definition of health here does not merely mean being free from disease or free from disability but also being mentally and socially and culturally healthy. Adolescents need to know about reproductive health in order to have correct information about the reproductive process and the various factors that surround it.  With the correct information, it is hoped that teenagers will have responsible attitudes and behavior regarding the reproductive process. Adolescent reproductive health problems apart from having a physical impact, can also affect mental and emotional health, economic conditions and social welfare in the long term. Long-term impacts not only affect the teenagers themselves, but also their families, communities and the nation in the end.

Tri Novianty Mansyur; Yumi Abimulyani; Neny San Agustina Siregar; Yuliana Yacinta Kainde

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Informasi seks dan kesehatan reproduksi yang baik dan benar merupakan hak setiap anak di seluruh penjuru dunia. Pengaruh akses informasi secara global yang semakin mudah diakses menyebabkan anak dan remaja mengadaptasi kebiasaan-kebiasaan tidak sehat. Pendidikan kesehatan sangat penting dalam perubahan atau perbaikan perilaku melalui peningkatan kesadaran,  kemauan dan kemampuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dalam upaya mengurangi penyimpangan perilaku seksual remaja di Indonesia. Metode: Desain penelitian menggunakan preeksperimental dengan pendekatan one group pre test dan post test design. Sebanyak 47 Siswi sekolah menengah kejuruan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang memenuhi kriteria menjadi responden dalam penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2019.Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian pendidikan kesehatan dengan tingkat pengetahuan remaja akan kesehatan reproduksi (p < 0.005). Kesimpulan: Adanya pendidikan kesehatan seperti yang dilakukan pada penelitian ini diharapkan mempunyai efek jangka panjang yang dimulai dari perubahan tingkat pengetahuan yang baik pada kesehatan reproduksi perempuan sehingga mampu mencapai tingkat kesehatan reproduksi yang optimal dan tidak adanya penyimpangan terhadap penggunaan organ reprodusi tersebut.    

Rosmanidar Rosmanidar; Basaria Manurung

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pospartum merupakan masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi wanita kembali kebentuk normal seperti sebelum hamil.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian postpartum blues Di Puskesmas Simpang Jaya Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian dengan survei analitik dengan pendekatan metode cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 35 orang. Teknik analisis data menggunakan uji Chi Square.  hasil yang diperoleh dari 35 responden, Ada pengaruh usia ibu terhadap postpartum blues dengan nilai p yaitu 0,000<0,05.  Ada pengaruh status kehamilan ibu terhadap postpartum blues dengan nilai p yaitu 0,008<0,05. Ada pengaruh pekerjaan ibu terhadap postpartum blues dengan nilai p yaitu 0,000<0,05.  Ada pengaruh dukungan suami terhadap postpartum blues  dengan nilai p yaitu 0,001<0,05.