Publication Search

74,541 articles from 728 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,306

Analytics

Milla Susanti; Malik Bambangan

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This study examines how parents can serve as role models in fostering the spiritual growth of their adolescents. Parents play a fundamental role in shaping their children's character and faith by providing positive examples that adolescents can imitate in their daily lives. Spiritual growth during adolescence is particularly important because it serves as a strong foundation for their future faith, values, and moral development. The purpose of this study is to explore how parental role modeling influences adolescents' spiritual growth. This research employed a qualitative methodology using a library research approach. Relevant books, journal articles, theological literature, and other scholarly references were analyzed to examine theories and concepts related to parental roles and adolescent spiritual formation. The findings indicate that effective parental role modeling is demonstrated through words, behavior, love, faithfulness, integrity, and purity, which encourage adolescents to develop a deeper relationship with God and practice Christian values consistently. The study concludes that parents should actively model faith in everyday life as an essential part of educating their adolescents. By becoming living examples of Christian values, parents can significantly contribute to nurturing adolescents' spiritual maturity and strengthening their commitment to a lifelong life of faith.

Salsabillah, Agnes Aulia; Zunaedi, Rosly; Yuliyanik

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta produktivitas. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola makan. Mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 24 siswi. Pengumpulan data pola makan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang telah dimodifikasi, sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Easy Touch. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Sebagian besar responden memiliki pola makan sehat sebanyak 13 responden (54,2%), pola makan kurang sehat sebanyak 9 responden (37,5%), dan pola makan tidak sehat sebanyak 2 responden (8,3%). Sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 20 responden (83,3%), sedangkan 4 responden (16,7%) memiliki kadar hemoglobin tinggi. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,051 dengan nilai p-value sebesar 0,812 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA Widyagama Malang.

Ritma Dewanti; Afiska Prima Dewi

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Background: Adolescence is often characterized as a period of puberty. Early menarche is associated with increased mortality and morbidity risks in later life among girls who experience menarche at an early age. Menarche is the first menstrual event in girls, marked by the shedding of the uterine lining and vaginal bleeding. The tendency to consume unhealthy foods, particularly fast food, as well as sugar-sweetened beverages (SSBs), may have adverse effects on health and potentially influence the timing of menarche. Objective: This study aimed to analyze the relationship between healthy food selection, sugar-sweetened beverage consumption, and the incidence of early menarche. Methods: This study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 30 female students. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The results showed that healthy food selection was significantly associated with the incidence of early menarche (p = 0.005) with a moderate correlation strength (ρ = 0.449). Similarly, sugar-sweetened beverage consumption was significantly associated with the incidence of menarche (p = 0.000) and demonstrated a very strong correlation (ρ = 0.841). Conclusion: There was a significant relationship between healthy food selection and sugar-sweetened beverage consumption with the incidence of menarche. Sugar-sweetened beverage consumption showed a stronger relationship with menarche incidence compared to healthy food selection.

Wahyuni, Ade Sri; Yasnani; Fithria

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada organ kewanitaan saat menstruasi. Perawatan pada saat menstruasi diperlukan karena pada saat menstruasi pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. Kebersihan harus selalu dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan akan menyebabkan penyakit pada organ reproduksi. Menurut World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa sekitar 90% perempuan di Indonesia mengalami keputihan, dan 60% kasus tersebut terjadi pada kelompok remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan  personal hygiene selama menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel mencapai 102 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan populasi. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan menguji adanya hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap dan sumber informasi berhubungan dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,004 dan 0,000 (p < 0,05). Variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan tidak memiliki hubungan dengan tindakan  personal hygiene saat menstruasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,25, 0,746, dan 0,467 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan uji statistik Chi Square menunjukkan adanya hubungan variabel sikap dan sumber informasi dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi serta tidak adanya hubungan antara variabel pengetahuan, fasilitas sanitasi, dan petugas kesehatan dengan tindakan personal hygiene saat menstruasi.

Suriyani, Wa Ode; Majid, Ruslan; Jafrianti; Nazaruddin

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama rendahnya pengetahuan dan sikap terhadap bahaya merokok,prevalensi merokok pada remaja di Indonesia maupun Sulawesi Tenggara masih menunjukkan peningkatan dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, perkembangan, serta perilaku remaja. mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Poster Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Remaja Tentang Bahaya Merokok Di SMP Negeri 2 Parigi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, untuk menilai pengaruh edukasi kesehatan melalui media poster terhadap pengetahuan dan perilaku merokok remaja menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, dengan analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov serta uji Paired Sample t-Test atau Wilcoxon pada tingkat signifikansi ? = 0,05.  hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan bahwa diperoleh sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre test dan post test perilaku merokok sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan melalui media poster. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Parigi, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan melalui media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok serta mendorong perubahan perilaku merokok ke arah yang lebih positif.

Saputro, Bambang Rinanto Adi; Novitasari, Dian; Febriana, Riska; Pujiastuti, Anasthasia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan wanita usia subur. Rendahnya pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui media leaflet yang dilaksanakan pada masyarakat Gintungan RT 06/RW 02, Desa Gogik, Ungaran Barat. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, faktor risiko, manfaat tablet tambah darah dan vitamin B kompleks, aturan konsumsi, efek samping, faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi, serta pola makan bergizi untuk mencegah anemia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,1% setelah penyuluhan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat suplemen, cara konsumsi yang benar, dan upaya pencegahan anemia. Penyuluhan menggunakan media leaflet efektif sebagai sarana edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia.

Nasution, Irfan Sazali; Tambunan, Ade Febriyanti; Zahro, Fatima; Munthe, Meikesya; Lubis, Rahma Yanti +1 more

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 kini mulai mengancam kelompok usia remaja akibat pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kebiasaan konsumsi makanan manis dan gaya hidup sedentari yang berisiko memicu diabetes melitus pada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (siswa) dan informan triangulasi (pengelola kantin dan guru UKS), serta diobservasi melalui lingkungan pangan sekolah. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku harian. Hasil eksplorasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran riil mengenai faktor sosiokultural dan lingkungan sekolah yang membentuk preferensi pangan tidak sehat pada remaja sebagai dasar intervensi preventif.

Dewi Ambarwati; Luluk Khusnul Dwihestie; Triani Yuliastanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Due to its effect on the caliber of generations to come, iron deficiency anemia in teenage females is one of Indonesia's most pressing reproductive health concerns. Adolescents' awareness to autonomously adopt preventative actions is shaped mostly by their knowledge. The purpose of this research is to determine whether there is a correlation between the prevalence of anemia among teenage females in Boyolali Regency and their degree of education. Using a cross-sectional design, this study employs quantitative correlational analytic methods. An accidental sampling approach was used to obtain a sample size of 80 respondents from the population of seventh grade female pupils. A digital POCT device was utilized to quantify the incidence of anemia variables based on hemoglobin (Hb) levels, while a structured questionnaire instrument was employed to gather data for knowledge variables. The Chi-Square test was used to assess the bivariate data analysis. According to the univariate analysis, 62.5% of the participants (50 respondents) had a decent level of knowledge, and 73.8% of the participants (59 respondents) did not suffer from anemia (Hb > 12 g/dL). With a p-value of 0.000 (p < 0.05), the results of the bivariate test were generated. Anemia is more common among female students at MTs Al Ihsan Doglo who have a higher degree of expertise, according to this study. School districts should keep an eye on students' iron pill use and improve their nutrition education programs.

Nopri Esmiralda; Erika Kusumawardani; Feranina Purba

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Primary dysmenorrhea frequently disrupts the academic and daily activities of adolescent girls. This study evaluated the effectiveness of a 5-minute warm compress application in reducing menstrual pain intensity. A quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted on 42 female students of SMAN 28 Batam selected through purposive sampling. Participants applied a warm compress (40–45 °C) to the lower abdomen for 5 minutes. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test. Before the intervention, 42.9% of participants reported severe pain (NRS 7–10). After the 5-minute application, the severe pain category disappeared entirely (0%), with 57.1% of subjects shifting to the mild pain category (NRS 1–3). Statistical analysis showed a significant reduction in dysmenorrhea intensity (p < 0.001). A 5-minute warm compress application is a rapid and effective non-pharmacological intervention for relieving primary dysmenorrhea in adolescents. Its practicality makes this method a feasible self-care strategy to implement in school settings.

Putranto, Ivan Brian; Daramatasia, Wira; Ramadhani, Rahmaniah

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Penggunaan vape semakin meningkat pada kalangan remaja dan mahasiswa, termasuk mahasiswa kesehatan yang seharusnya memiliki pemahaman lebih baik mengenai dampak kesehatan penggunaan vape. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape pada mahasiswa kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Somers’ d. Hasil penelitian menunjukkan kategori pengetahuan yang dominan adalah kategori baik (41,5%) dan sikap tidak mendukung terhadap penggunaan vape (70,2%). Hasil uji Somers’ d menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap terhadap penggunaan vape (p=0,045) dengan koefisien korelasi sebesar -0,146 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sangat lemah. Semakin tinggi tingkat pengetahuan mahasiswa, maka sikap terhadap penggunaan vape cenderung semakin tidak mendukung. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dapat mendukung terbentuknya sikap yang tidak mendukung terhadap penggunaan vape sehingga diperlukan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif mengenai bahaya vape pada mahasiswa kesehatan

Intan Afita Khoirun Nisa; Efina Amanda; Mulya Agustina

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Nutritional problems among adolescents are increasingly associated with unhealthy dietary habits and low physical activity, contributing to the rising prevalence of overweight. According to the 2023 Indonesian Health Survey, overweight prevalence among adolescents ranges from 12% to 16.2%. This study aimed to develop Zea Coffee Tab, a functional beverage made from Robusta coffee and corn silk containing bioactive compounds, including caffeine and flavonoids, which may support metabolism and body fat oxidation. An experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) was employed. The evaluated parameters included organoleptic tests (hedonic and hedonic quality) involving 30 semi-trained panelists, proximate analysis, and identification of bioactive compounds. Data were analyzed using the Kruskal–Wallis, Mann–Whitney, One-Way ANOVA, and Duncan’s multiple range tests. Three formulations were tested: F1 (30% Robusta coffee:70% corn silk), F2 (50%:50%), and F3 (70%:30%). The findings showed that F3 was the most preferred formulation, with an acceptance score categorized as “very much liked.” The product contained energy ranging from 319.20–324.26 kcal/100 g, protein 5.12–5.34%, fat 0.48–0.58%, carbohydrates 73.85–74.51%, moisture 9.12–9.66%, ash 2.10–2.32%, caffeine 182.45–205.86 mg/100 g, and flavonoids 4.28–6.03 mg/100 g. Zea Coffee Tab has the potential to serve as a healthy functional beverage for overweight adolescents. Further studies on shelf life and clinical effectiveness are recommended to support product commercialization.

Masrur; Dahlia Yusuf; Lilis Nurhotimah; Maulida Romadhon; Ruhaya mustafar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembelajaran tafsir Al-Qur'an menggunakan bahasa Bali sebagai media instruksional di Desa Pegayaman, Buleleng. Di tengah arus globalisasi yang mengancam eksistensi bahasa daerah, masyarakat Pegayaman menunjukkan resiliensi budaya melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Bali. Melalui studi kasus pada kegiatan pengabdian masyarakat di Masjid Safinatussalam pada 04 April 2026, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Ustadz Zihni Hasan mentransformasikan pemahaman Surah Al-Baqarah kepada jamaah remaja putri dan ibu-ibu melalui medium bahasa Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnopedagogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan strategi "pribumisasi" Islam yang memperkuat identitas "Nyama Selam"( penduduk islam yang telah lama menetap dan mengadopsi budaya bali dalam kehidupan sehari-hari). Penggunaan bahasa ibu terbukti efektif menurunkan hambatan kognitif dan emosional dalam memahami teks suci, sekaligus berfungsi sebagai sarana konservasi bahasa daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan agama Islam berbasis budaya sebagai model moderasi beragama di Indonesia.

Kaka, Erniyanti; Soelistiyoningsih, Dwi; Rufaindah, Ervin

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Gangguan menstruasi teridentifikasi sebagai salah satu permasalahan kesehatan utama yang dihadapi oleh populasi remaja di Indonesia. Pada skala global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa 75% remaja putri mengalami gangguan menstruasi, dengan sekitar 80% di antaranya mengalami ketidakteraturan siklus haid pada tahun pertama pasca menarche. Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan siklus mentruasi pada mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui pendekatan cross sectional .Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Rule of Thumb menurut Suharsimi Arikunto dengan pengambilan 15% dari populasi sehingga diperoleh sebanyak 41 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square (?²) dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05).  Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai Chi-Square dengan nilai signifikansi (p-value) = 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi dengan status gizi tidak normal, baik gizi kurang maupun gizi lebih, cenderung mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dibandingkan dengan mahasiswi yang memiliki status gizi normal. Sebagian besar mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang memiliki status gizi normal, namun masih ditemukan mahasiswi dengan status gizi kurang dan lebih yang cenderung mengalami gangguan siklus menstruasi, terutama oligomenore

Rhadika Wahyu Kurnia Ningrum; Alvy Nur Hidayati; Ho Soyen

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2026 PPNI UNIMMAN

Sexuality education is crucial for equipping adolescents and fostering healthy, responsible behavior. Lack of knowledge and understanding regarding sexuality education can increase the risk of sexual behavior, which can impact physical and mental health, and reduce concentration during learning. This activity aims to increase the knowledge of students at SMK Bhakti Indonesia Medika in Pangkalanbun Regency regarding education on preventing sexual harassment in the school environment. The outreach activity was conducted in May 2026 with 43 students aged 15-16 years, using a pretest-posttest method, leaflets, and PowerPoint presentations. The results showed an increase in the average student knowledge score from 50 to 95 after the education. The majority of students were 16 years old, and some had boyfriends. These findings indicate that the education provided in schools is very effective and useful as a warning to take the first step in preventing sexual harassment in the school environment for adolescents. This education can be recommended for regular replication to strengthen a safe and responsive school culture to child protection issues.

Ayu Aminatussyadiah; Rhadika Wahyu Kurnia Ningrum; Adelia Ika Cahyani

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2026 PPNI UNIMMAN

Health education is an effort or attempt to provide information to improve individual abilities in making decisions related to health and health-related skills, especially for adolescents. This activity aims to increase the knowledge of SMKS BIM students about acupressure for adolescents. The counseling activity was carried out on May 26, 2026 with 43 students aged between 15-18 years old, using the pretest-posttest method with leaflet media, powerpoint presentations and practicing with students. The results showed an increase in student knowledge from 70 to 95 after being given education. The majority of students aged 16 years (middle adolescents) were identified as having a risk of physical health problems. The education and mentoring provided to students/me were able to increase their knowledge about the benefits and techniques of acupressure to deal with the health problems they experienced. The counseling method with lectures and leaflet media was proven to be easy for students/me to understand and could improve their skills in acupressure practice.

Alvy Nur Hidayati; Ayu Aminatussyadiah; Rara Febrian Aurilawati

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2026 PPNI UNIMMAN

A common health problem, especially in developing countries, is anemia. This is common among adolescent girls due to their lack of knowledge about anemia. This puts them at risk of developing anemia, particularly because menstruation is a contributing factor. Providing health education is expected to change behaviors toward a healthy lifestyle and contribute to preventing anemia among adolescent girls. This community service activity was held on May 26, 2026, at SMK Bhakti Indonesia Medika, and was attended by female students of childbearing age. The methods used included lectures, discussions, question-and-answer sessions, and sharing sessions. Pretests and posttests were used as evaluation materials to measure the increase in students' knowledge. The average pretest score was 7, while the average posttest score was 12, indicating a 5 point increase in knowledge about anemia among adolescent girls. The students demonstrated interest and enthusiasm during this activity. The results and conclusions of the e-booklet-based education program proved to be an effective alternative medium for increasing students' knowledge about anemia prevention. It is hoped that similar education can be implemented sustainably to improve the quality of healthy life in adolescent girls.

Santi Puspitasari; Marthia Ikhlasiah

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

High consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) has become an increasing public health concern, particularly among adolescents. Excessive SSB intake is a major risk factor for various non-communicable diseases, including type 2 diabetes mellitus, cardiovascular diseases, obesity, dental caries, and certain types of cancer. This study aimed to analyze the factors associated with the level of sugar-sweetened beverage (SSB) consumption among adolescents. This study employed a descriptive literature review approach. Data were obtained from national and international journals relevant to the topic of SSB consumption among adolescents. The selected articles were analyzed to identify factors associated with SSB consumption. The findings indicated that SSB consumption among adolescents is influenced by several factors, including individual factors (gender and knowledge), socioeconomic factors (peer influence and pocket money allowance), environmental factors (mass media exposure and beverage availability), and psychological factors (stress level and preference for sweet tastes). This study highlights that SSB consumption is a multifactorial behavior influenced by various interacting determinants. Therefore, comprehensive interventions targeting both individual and environmental factors are needed to reduce SSB consumption among adolescents.

Yeni; Karimuna, Siti Rabbani; Hikmawati, Zainab

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya motivasi serta kurangnya dukungan positif dari teman sebaya. Edukasi kesehatan melalui media audio visual dinilai efektif karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya rokok.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui media audio visual terhadap motivasi, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok pada siswa SMPN 12 kendari tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 796 siswa dengan sampel sebanyak 89 responden yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata motivasi meningkat dari 18,18 menjadi 28,75, dukungan teman sebaya meningkat dari 19,72 menjadi 27,93, serta perilaku merokok meningkat dari 19,30 menjadi 29,47 setelah diberikan intervensi. Hasil uji statistik diperoleh nilai (p-value = 0,000) (<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi kesehatan melalui media audio visual terhadap motivasi, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok pada siswa SMPN 12 Kendari Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan melalui media audio visual efektif dalam meningkatkan motivasi, dukungan teman sebaya, dan perubahan perilaku merokok pada siswa.  

Melisya Ubwarin; Yeremia Hia

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The paradigmatic transformation of Christian Religious Education (CRE) in the digital era has become a crucial issue to be examined because the development of information technology, virtual culture, and globalization has brought significant changes to adolescents’ mindsets, behaviors, and character formation. These conditions have created various moral and spiritual challenges, such as identity crises, declining ethical sensitivity, and the increasing influence of individualistic and hedonistic values among young people. This study aims to analyze the paradigm transformation of Christian Religious Education in shaping adolescent character through a theological-pedagogical perspective that is relevant to the context of the digital era. The research employs a qualitative method using a library research approach and descriptive analysis of various scientific, theological, and pedagogical sources related to Christian education, teacher spirituality, and adolescent character development in the digital age. The findings indicate that the transformation of the CRE paradigm should be directed toward contextual, participatory, and transformative learning by positioning teachers as spiritual role models and facilitators of character formation. Furthermore, the integration of Christian values, the ethical use of technology, and collaboration among schools, families, and churches are important factors in shaping adolescents who possess strong character, integrity, and spiritual maturity amid increasingly complex digital challenges.

Anis Siti Qayyummah; Utary Rahayu; Andrey Pramudia; Dika Habib Permana; Miftahul Huda

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to analyze the internalization of Islamic developmental psychology values through the Qur'an memorization (Tahfidz Al-Qur'an) program in shaping the character of middle adolescents aged 13–17 years in the digital era at Al Hayya Orphanage Foundation, Depok. Adolescence is a transitional stage characterized by significant physical, emotional, social, and spiritual changes. In the digital era, adolescents face various challenges, such as social media addiction, cyberbullying, declining social interaction, and moral degradation, all of which may affect character development. Therefore, strengthening character education based on Islamic values has become increasingly important. This research employed a qualitative approach using a case study method to gain an in-depth understanding of the phenomenon under investigation. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving orphanage caregivers, Tahfidz instructors, and students at Al Hayya Orphanage Foundation, Depok. The findings indicate that the Tahfidz program plays a positive role in character formation through habituation, role modeling, spiritual guidance, and a supportive religious environment. From the cognitive perspective, students demonstrated improvements in discipline, concentration, responsibility, and self-regulation. Emotionally, they became more patient, better able to control their emotions, and experienced inner peace through intensive engagement with the Qur'an. Socially, the program fostered attitudes of mutual assistance, respect, empathy, and stronger social relationships among students.This study reveals that the Tahfidz program serves not only as a means of memorizing the Qur'an but also as an effective medium for internalizing the values of Islamic developmental psychology and fostering Qur'anic character among adolescents in facing the challenges of the digital era.