Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Violita Magdalena Sing; Andreas Rengga; Maria Silvana Mariabel Carcia

Jurnal Projemen UNIPA 2023 Universitas Nusa Nipa Maumere

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Puskopdit Swadaya Utama Maumere berdasarkan rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Puskopdit Swadaya Utama Maumere, sedangkan Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dari Puskopdit Swadaya Utama Maumere pada periode tahun 2016-2020.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan tingkat Rasio Likuiditas yang diukur dengan Rasio Lancar (Current Ratio) pada tahun 2016-2020 secara keseluruhannya “kurang baik” karena rata-rata 194,35%. Rasio solvabilitas yang diukur dengan rasio Total hutang (kewajiban) terhadap total aktiva pada tahun 2016-2020 secara keseluruhannya “baik” karena rata-rata 63,74%, Rasio Total hutang (kewajiban) terhadap Modal Sendiri tahun 2016-2020 secara keseluruhannya “baik” karena rata-rata 175,80%. Rasio profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset pada tahun 2016-2020 secara keseluruhannya “kurang baik” karena rata-rata 1,31%, Return On Equity tahun 2016-2020 secara keseluruhannya “kurang baik” karena rata-rata 3,60%. Rasio Aktivitas yang diukur dengan Rasio Perputaran Piutang tahun 2016-2020 secara keseluruhannya “kurang baik” karena rata-rata 0,10 kali.

Dewi Ratna Sari; Sunu Priyawan

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengkajian memiliki tujuan guna mengetahui efektifitas pengelolaan piutang terhadap pengendalian piutang tak tertagih pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo dalam lima bulan terakhir dan untuk mengetahui pengelolaan yang efektif dalam pengendalian piutang tak tertagih pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo. Metode yang dipakai pada pengkajian ini ialah deskriptif kuantitaif dalam sumber data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi berupa laporan penjualan juga laporan piutang. Rasio pengukuran pada pengkajian ini ialah rasio Receivable Turn Over (RTO), rasio Average Collectiod Period (ACP), rasio tunggakan, serta rasio penagihan. Berdasarkan perolehan pengkajian dapat disimpulkan jika pengelolaan piutang pada PT. Sarayu Garuda Elektrindo belum efektif, dilihat dari kebijakan kredit yang masih diloggarkan dengan tidak adanya batasan kredit untuk pelanggan, tidak adanya denda jika pelanggan terlambat melunasi kewajibannya, dan tidak adanya analisis 5C yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi calon pelanggan, serta terdapat hasil perhitungan rasio RTO dan ACP yang terdapat dibawah standar yang ditentukan pada perusahaan ialah pada bulan Juni perputaran piutang sebanyak 9,86 kali dan memerlukan waktu 37 hari guna mengganti piutang sebagai kas, bulan Juli perputaran piutang sebanyak 2,12 kali dan memerlukan waktu 170 hari guna menggantu piutang sebagai kas, di bulan Agustus perputaran piutang sebanyak 2,36 kali dan memerlukan waktu 153 hari untuk mengubah piutang menjadi kas, bulan September perputaran piutang sebanyak 2,26 kali dan memerlukan waktu 153 hari untuk mengubah piutang menjadi kas. Sedangkan pada bulan Oktober perputaran piutang sebanyak 1,34 kali dan memerlukan waktu 268 hari guna mengganti piutang sebagai kas. Untuk rasio tunggakan mengalami fluktuasi dari bulan Juni sebesar 20%, bulan Juli terjadi peningkatan menjadi 63%, bulan Agustus terjadi penyusutan menjadi 55%, di bulan September rasio tunggakan kembali naik menjadi 57%, dan di bulan Oktober juga mengalami kenaikan menjadi 67%. Sedangkan untuk rasio penagihan pada bulan Juni adalah yang paling tinggi sebesar 80%, pada bulan Juli mengalami penurunan penerimaan kas menjadi 37%, di bulan Agustus kembali mengalami kenaikan sebesar 45%, namun di bulan September kembali mengalami penurunan sebesar 43%, dan penurunan kembali terjadi di bulan Oktober sebesar 33%. Pada analisis umur piutang juga menunjukkan hasil yang terus mengalami kenaikan taksiran kerugian piutang, di bulan Juni taksiran kerugian piutang sebesar Rp. 6.307.900, bulan Juli sebesar Rp. 18.750.200, bulan Agustus sebesar Rp. 33.781.200, bulan September sebesar Rp. 66.930.480, dan bulan Oktober sebesar Rp. 115.103.920.