Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Muhammad Andi Rivaldi; Wiku Larutama; Pebi Yuda Pratama

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This study aims to analyze and improve the quality control of packaging printing production at PT XYZ by applying the Lean Six Sigma methodology. Lean Six Sigma combines waste reduction principles with statistical quality control to achieve operational excellence. The research identifies major production challenges, including high defect rates, overproduction, and ineffective inventory management, all of which contribute to increased costs and reduced efficiency. The DMAIC framework—Define, Measure, Analyze, Improve, and Control—was employed to systematically address these issues. During the Define and Measure phases, types of waste were identified and defect rates were calculated using Defects Per Million Opportunities (DPMO). In the Analyze phase, root causes were examined using a Fishbone (Ishikawa) diagram, highlighting factors related to manpower, materials, machines, and methods. The analysis revealed a sigma level of 3.2, indicating a moderate level of process quality and substantial room for improvement. To address the identified issues, several improvement strategies were proposed. These include implementing a Just-In-Time (JIT) system to reduce inventory waste, adopting the First-In-First-Out (FIFO) inventory method for better material rotation, and conducting targeted technical training for operators to minimize human error. In the Control phase, the study suggests process standardization, routine inspections, and continuous monitoring as key practices to ensure that improvements are sustained over time. The findings and recommendations from this study are expected to contribute to better quality control, reduced operational waste, and enhanced productivity in the packaging printing process. Ultimately, this approach aims to strengthen PT XYZ’s competitiveness in the printing industry by fostering a culture of continuous improvement and quality excellence.

Hawina Siti Alanasry; Lucky Safitri; Nur Azizah; Yolanika Cahyadi; Putri Imelda +1 more

Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The main issue faced by BSI Farm is the suboptimal quality control at each stage of hydroponic kale production, resulting in inconsistent product quality. This study aims to analyze the quality of hydroponic kale products at BSI Farm using the input-process-output (IPO) approach. The analysis covers all stages of production, from the selection of superior seeds, nutrient and water management, cultivation using the NFT (Nutrient Film Technique) system, to harvesting and packaging. The results show that the implementation of strict quality control at each stage successfully produces fresh, clean, pesticide-free kale that meets modern market standards. Production waste is managed through a grading system and utilized as animal feed to minimize environmental impact. The main challenges include pest attacks, plant diseases, and inconsistent harvests due to a lack of standardized procedures. However, these can be addressed through regular monitoring, appropriate use of pesticides and fungicides, and consistent implementation of cultivation SOPs.

Badra Maitri; Hery Haryanto

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Manajemen inventaris bahan baku yang efisien sangat penting bagi kelangsungan operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kuliner. Artikel ini membahas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) dalam manajemen inventaris bahan baku di Moon Cafe, salah satu UMKM di kota Batam. EOQ digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal, sehingga biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku dapat diminimalkan. Sementara itu, ROP berfungsi untuk menentukan titik pemesanan ulang bahan baku agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok. Melalui analisis data historis konsumsi bahan baku, penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional Moon Cafe, mengurangi pemborosan biaya, serta meningkatkan ketersediaan bahan baku secara tepat waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan EOQ dan ROP, Moon Cafe dapat mengoptimalkan proses pengadaan bahan baku, mengurangi biaya penyimpanan, serta memastikan kelancaran produksi dan pelayanan. Kata Kunci: Bahan Baku, Efisiensi, EOQ, Manajemen Inventaris, UMKM

Badra Maitri; Hery Haryanto

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Manajemen inventaris bahan baku yang efisien sangat penting bagi kelangsungan operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri kuliner. Artikel ini membahas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) dalam manajemen inventaris bahan baku di Moon Cafe, salah satu UMKM di kota Batam. EOQ digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal, sehingga biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku dapat diminimalkan. Sementara itu, ROP berfungsi untuk menentukan titik pemesanan ulang bahan baku agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan stok. Melalui analisis data historis konsumsi bahan baku, penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional Moon Cafe, mengurangi pemborosan biaya, serta meningkatkan ketersediaan bahan baku secara tepat waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan EOQ dan ROP, Moon Cafe dapat mengoptimalkan proses pengadaan bahan baku, mengurangi biaya penyimpanan, serta memastikan kelancaran produksi dan pelayanan. Kata Kunci: Bahan Baku, Efisiensi, EOQ, Manajemen Inventaris, UMKM

Erika Ferninda Sella Yustiara; Adiati Trihastuti

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Koperasi Bina Usaha Mandiri Kupang Krajan bertempat di jalan Banyu Urip Lor VI No 75 Surabaya, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, merupakan koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam. koperasi adalah suatu organisasi ekonomi yang dijalankan dan dikembangkan oleh seseorang untuk kepentingan anggotanya. Sebagai salah satu organisasi yang berasaskan kekeluargaan yang dimana sumber dana didapatkan dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota Koperasi Bina Usaha Mandiri. Tujuan dari Penelitian ini ialah untuk menganalisis penerapan sistem pengendalian manajemen yang ada pada Koperasi Bina Usaha Mandiri (KOP BUM). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini memfokuskan pada penjelasan yang melihat keadaan, setelah itu menganalisisnya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan pada studi kasus. Adapun penerapan suatu sistem pengendalian manajemen oleh Koperasi Bina Usaha Mandiri dapat dilihat dari struktur dan prosesnya. Koperasi Bina Usaha Mandiri memliki struktur pengendalian Manajemen bisa dilihat dengan adanya struktur organisasi, tanggung jawab, pendelegasian wewenang serta pertanggungjawaban biaya. Selain itu juga terdapat prosedur sistem pengendalian manajemen diantaranya, penyusunan anggaran, perencanaan strategis, pelaksanaan dan evaluasi kinerja. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen yang berada di Koperasi Bina Usaha Mandiri menunjukkan hasil yang optimal.