SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,336 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Ahmad Fatonik; Latifatus Sadiyah; Erni Styowati; M. Febby Irwansyah; Jaenullah

Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

In the era of the Industrial Revolution 4.0, Islamic Religious Education (PAI) must emphasize not only memorizing religious content, but also fostering advanced thinking skills such as analysis, evaluation, and creativity through the Higher Order Thinking Skills (HOTS) method. This study aims to describe the implementation of HOTS-oriented Islamic Religious Education (PAI) learning at SMAN 2 Banjit, focusing on implementation methods, supporting and inhibiting factors, and their influence on students. This study uses a qualitative descriptive methodology with data collection methods such as observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were Islamic Religious Education (PAI) teachers. Data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Islamic Religious Education (PAI) teachers at SMAN 2 Banjit have implemented host-based Islamic Religious Education (PAI) teaching methods. HOTS-based learning through discussion methods, advanced question and answer, and problem-based learning, but the implementation has not been evenly distributed across classes. Teachers understand the basic concepts of HOTS, but still face obstacles in preparing HOTS-based learning devices and assessment instruments. Supporting factors for implementation are the support of the principal, technological facilities, and the enthusiasm of some students. Meanwhile, emerging obstacles include a rote-oriented learning culture, unequal distribution of learning facilities, and teacher administrative burdens. The implementation of HOTS has a positive impact on improving students' critical thinking skills and argumentative skills, as well as helping them understand Islamic values ​​more contextually.

Anna Kristina Keriahenta Barus; Marhadi Saputro; Iwit Prihatin

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to determine the application of the Problem Based Learning learning model to mathematical communication skills in terms of independent learning on set material in class VII SMP Negeri 01 Tayan Hulu. The research form used is quasi-experimental designs, with a 2×3 factorial design. The population in this study were students of class VII A and students of class VII B. The sample in this study was one class selected by cluster random sampling. Data collection techniques used are direct communication techniques and measurement techniques with data collection tools in the form of questionnaires and test questions in the form of essays. The data analysis technique used was the analysis of two dissimilar cell paths with the normality test using the Lilifors test, homogeneity using the Bartlett test and continued with the multiple comparison test using the Scheffe method. The results of this study are (1) the mathematical communication of students who follow the problem-based learning model is better than students who follow the conventional learning model, (2) the ability of mathematical communication between students who have high learning independence is better than moderate after the implementation of the model learning problem based learning. (3) students' mathematical communication skills in the moderate learning independence category were better than students in the low learning independence category after applying the problem-based learning model. (4) at the level of independent learning, problem-based learning models provide better mathematical communication skills than conventional learning models.    

Theo Artkin Sitorus; Nurhasanah Siregar

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research aims to describe the analysis result of the use of learning media in the Problem Based Learning model. The methods used in this research is literature study of 6 sources consists of 3 thesis and 3 journals discuss the use of learning media in the Problem Based Learning model in Indonesia published in the span of 2016-2022. From the calculation of the effect size, the average value is 0.79 which is categorized in the medium category. This shows that the use of learning media with Problem Based Learning in mathematics learning had a positive effect on improving the mathematical ability of students and the effect obtained is in the medium category. The mathematical ability could be improved based on the literature study such as student’s mathematical connection ability, student’s mathematical problem soving ability dan student’s mathematical numeracy literacy ability. The type of learning media according this research are animation, geogebra, microsoft power point, fun math book, cabri 3D v2 dan youtube. Hope for further research can be analyzed more deeply by using more sources so the result will be more maximal and varied.

Muhartini, Muhartini; Amril Mansur; Abu Bakar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian murni kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan bacaan yang diperoleh peneliti dari buku-buku, artikel-artikel yang termuat dalam cetak. Data dikumpulkan dan dipilah-pilah untuk mengisi jawaban dari pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Analisa menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mendapatkan informasi terkait Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran kontekstual merupakan suatu pembelajaran yang mengkaitkan kontekstual sehari-hari pada materi pembelajaran sehingga siswa mampu memaknai pengetahuan/ ketrampilan yang dipelajarinya serta secara fleksibel dapat menerapkan pengetahuan/ ketrampilan yang dimilikinya dari suatu permasalahan/konteks ke permasalahan yang lainnya. Pendekatan kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu : konstruktivisme (contruktivisme), menemukan (inquiri), bertanya (question), masyarakat belajar (learning comunity), pemodelan (modeling), refleksi, penilaian yang sebenarnya (aunthentic asesment). Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) merupakan salah satu model yang tepat dikembangkan  dalam pembelajaran teknologi untuk merespon isu-isu peningkatan kualitas pembelajaran teknologi dan antisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia kerja. Karakteristik dan Tahapan Pembelajaran Model Problem-Based Learning. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terutama untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar tentang berbagai peran orang dewasa dengan melibatkan diri dalam pengalaman nyata atau simulasi, dan menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri.  

widarno, bambang; Kurniawanto, Hudi

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Koperasi perlu menerapkan akuntabilitas secara tertib dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan pembukuan yang baik agar mendapat kepercayaan dari Anggota. Akuntabilitas meliputi aspek: organisasi dan manajemen, usaha dan pelayanan kepada anggota, dan keuangan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan Tim Pengabdian Universitas Slamet Riyadi bertujuan untuk membekali Anggota dan Pengelola Koperasi Maju Utama. Jumlah peserta 18 orang dilaksanakan pada Sabtu, 5 Oktober 2019 bertempat di Komplek Masjid H. Inoe, Potrojayan RT 02 RW 06 Serengan, Surakarta. Acara yang berlangsung mulai jam 19.30 – 21.30 WIB, dibuka oleh Ketua Pengurus, acara sosialisasi dengan metode pembelajaran berupa ceramah, diskusi, studi kasus atau Problem Based Learning. Peserta diberi soal pre test dan post test sebagai bahan evaluasi. Hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan nilai (skor) dari rata-rata 4,22 menjadi 8,06 sehingga dapat dikatakan bahwa dari yang sebelumnya kurang paham menjadi paham perkoperasian. Peserta cukup antusias, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang merespon penjelasan narasumber ada sebanyak 5 orang. Materi sosialisasi pertama oleh Dr. Hudi Kurniawanto, SE, MM. tentang prinsip perkoperasian, dan kedua workshop tentang Pembukuan Koperasi oleh Bambang Widarno, SE., MM..

Mariyani, Anna

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pada saat pembelajaran tematik PKn dalam konsep bangga sebagai anak Indonesia banyak sekali siswa kelas III SD Muhammadiyah Blora yang mendapatkan nilai yang kurang optimal. Dari hasil observasi, guru menggunakan metode pembelajaran yang kurang variatif sehingga kurang menunjang keaktifan siswa dan kurang fokus terhadap materi pelajaran. Oleh sebab itu, untuk memperbaiki proses pembelajaran, dengan menggunakan model problem based learning diharapkan membantu siswa dalam memperbaiki dan meningkatkan hasil belajarnya. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi langkah-langkah dan meningkatkan hasil belajar siswa melalui model problem based learning dalam pembelajaran tematik PKn. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di SD Muhammadiyah Blora dengan jumlah siswa 35. Hasil penelitian ini banyak mengalami peningkatan pada aktivitas dan hasil belajar.dari hasil obeservasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 57%, dengan kategori cukup dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84%, dengan kategori Amat baik. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus 36, siklus I 75,2, dan siklus II meningkat menjadi 92, Sehingga dari hasil yang dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning pada pembelajaran tematik PKn pada konsep bangga telah berhasil dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Rekomendasi kepada guru sebagai acuan untuk menyusun RPP dalam meningkatkan kemampuan profesional dalam mengajarkan materi PKn bagi siswa di kelasnya, serta memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning.Kata Kunci: Pembelajaran problem based learning, Penelitian Tindakan Kelas, PKNABSTRACTAt the time of thematic civic learning in the concept of being proud as Indonesian children, there were many grade III students at SD Muhammadiyah Blora who received suboptimal grades. From the observations, the teacher uses learning methods that are less varied so that they do not support student activity and are less focused on subject matter. Therefore, to improve the learning process, using a problem based learning model is expected to help students improve and improve their learning outcomes. The specific purpose of this research is to identify the steps and improve student learning outcomes through the problem based learning model in the thematic learning of Civics. This type of research used was Classroom Action Research conducted at SD Muhammadiyah Blora with a total of 35 students. The results of this study experienced an increase in activity and learning outcomes. From the results of observation of student activity in the first cycle that was 57%, with enough categories and had increased in the second cycle to 84%, with a very good category. While the average value of student learning outcomes in pre-cycle 36, cycle I 75.2, and cycle II increased to 92, so that from the results it can be concluded that learning using the problem-based learning model of learning in the Civics thematic learning on the concept of pride has been successful with increasing student learning outcomes. Recommendations to teachers as a reference for developing lesson plans in improving professional abilities in teaching Civics material to students in their classrooms, as well as broadening teachers' insights and knowledge in applying problem based learning learning models.Â