Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 33

Analytics

Dini Yani; Dexi Triadinda; Indriyani Indriyani; Muhsin Efendi; Muhammad Sawir

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Kabupaten Karawang yang terkenal dengan Kota Industri ternyata menyimpan banyak potensi alam yang tidak diketahui oleh masyarakat luas, bahkan warga masyarakat asli karawang sekalipun. Salah satu Desa di Selatan karawang ternyata menyimpan begitu besar potensi alam yang terletak di kaki gunung sanggabuana. Selain daerah wisata salah satu potensi alam nya adalah perkebunan kopi, dimana hasil Kopi dari Desa Mekar Buana ini memiliki kualitas yang sangat Bagus, bahkan Kopi jenis Robusta yang diproduksi menempati peringkat kedua di tingkat Provinsi Jawa barat. Penyelenggaraan pengabdian ini bertujuan untuk membangun sebuah Ekowisata yang diawali dengan mendirikan Kampung Kopi di Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan Potensi desa. Untuk mendukung tingkat pendapatan masyarakat. Salah satunya adalah melalui pengenalan promosi digital, dimana salah satu kendala yang terbesar saat ini belum dilakukannya promosi digital dengan baik dan benar oleh masyarakat sehingga perlu diadakan sosialisasi Pengenalan promosi digital. Metode awal dalam pengabdian ini berupa sosialisasi dan persamaan persepsi dengan pihak BUMDES dan Masyarakat Desa Mekar Buana. Tahap kegiatan yang akan dilakukan berupa studi observasi dan penggalian informasi. Hasil yang diharapkan dalam pengabdian awal ini berupa tergalinya informasi tentang peta kebutuhan Desa Mekarbuana dalam membangung Kampung Kopi Berbasis Ekowisata      

Pranoto; Abdul Charis; Ahmad Zidane Alwi; Wilda Wufqi Nur H

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2022 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Dengan ditetapkannya Desa Branjang sebagai Desa Wisata, dalam surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 556/ 0518/ 2021 tanggal 31 Desember 2021, diharapkan dapat memberikan peluang pada masyarakat untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pariwisata. Salah satu potensi yang ada di Desa Branjang adalah pohon Durian, Desa Branjang saat ini dalam pengembangan agrowisata Durian, yang nantinya dengan adanya agrowisata Durian ini di harapkan dapat mengembangkan objek wisata dan menumbuhkan ekonomi Desa Branjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data pohon Durian beserta pemiliknya dan tingkat produktivitas pohon Durian. Metode yang digunakan adalah dengan wawancara, pengambilan sampel di lapangan atau inventarisasi dan identifikasi jumlah populasi pohon Durian di Desa Branjang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan  di Desa Branjang terdapat 480 pohon Durian, yang terdiri dari 419 pohon Durian masih produktif, 45 pohon belum produktif, dan 16 pohon tidak produktif, pohon-pohon Durian tersebut dimiliki oleh 46 warga Desa Branjang.

Dhani Mespian

Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

 Perkembangan sektor kepariwisataan yang ada di Natuna saat ini seharusnya sudah muncul seiring dengan petumbuhan penduduk dan kebutuhan setiap manusia terhadap pariwisata. Sebagai daerah yang berada dalam geografis kepulauan, Natuna memiliki kekayaan bawah laut yang tak terbatas, sehingga sangat tepat apabila Natuna juga memprioritaskan pengembangan pariwisata. Dalam hal ini yang dimaksud adalah strategi terkait dengan pengembangan objek wisata Natuna agar dapat menjaga nilai-nilai kemanusiaan serta warisan bersama sehingga dapat menarik masyarakat untuk datang berkunjung.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh dinas pariwisata dalam pengembangan pariwisata khusunya pada pengelolaan ekowisata yang ada di natuna. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada riset ini menunjukkan bahwa masih kurang optimalnya strategi yang diterapkan dan kurangnya perhatian dari pemerintah maupun masyarakat setempat dalam pengelolaan objek wisata. Kesimpulan pada penelitian ini adalah masih belum terlaksanakan dengan baik pengelolaan yang direncanakan serta terbatasnya sumber daya manusia dalam mengelola pariwisata.  

Astrid Eka Wahyu Cahya Megananda; Hasan Ismail

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dari merebaknya pandemi Covid-19. Kondisi ini terjadi di seluruh dunia dalam berbagai ukuran dan dimensi. Adanya Sapta Pesona, tujuh syarat yang harus diterapkan dan disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing pariwisata. Hal ini mengacu pada dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan ketujuh unsur tersebut. Desa Kebaron merupakan salah satu desa di Sidoarjo dengan lokasi wisata kebun jambu biji dan sangat kaya akan produk jambu biji. Di desa Kebaron di Sidoarjo ditanam berbagai varietas jambu biji di lahan seluas 5,5 hektar, ada sekitar 1.200 jambu biji. Salah satu kendala wisata petik jambu di desa Kebaroni adalah berkurangnya pengunjung pasca pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan dan renovasi areal kebun dengan menambah infrastruktur penunjang. Berdasarkan analisis dengan mitra, ada beberapa persoalan yang perlu segera dibenahi.

Artin Bayu Mukti; Azis Nur Rosyid; Ndaru Prasastono

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Peran Pokdarwis dalam melaksanakan pengembangan suatu wilayah dianggap strategis dalam membangun pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Pokdarwis Srikandi yang berkedudukan di Kawasan Kelurahan Tinjomoyo Semarang di diharapkan dapat mengembangkan potensi wilayahnya menjadi kegiatan usaha wisata yang dapat menghidupkan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. Dengan rata-rata pengurus dan anggota yang berlatar pendidikan pendidikan berbeda beda maka pihak pengurus pokdarwis harus bekerja keras untuk terus membekali dan meningkatkan kemampuan anggotanya khususnya pada pelayanan pariwisata karena merekalah ujung tombak pokdarwis dalam memberikan pelayanan terhadap tamu atau wisatawan yang datang. Pembekalan dan peningkatan kemampuan yang sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) mutlak harus diberikan meliputi Knowledge, Skill, dan Attitude.Serta diberikan Pengetahuan mengenai dasar-dasar pelayanan prima dan kepemanduan wisata. Workshop Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Anggota Pokdarwis Srikandi Semarang Melalui Bimbingan Teknis Pelayanan Prima dan Teknik Kepemanduan Wisata  yang telah dilaksanakan, partisipasi peserta (khalayak sasaran) menyatakan puas dan antusias. Peserta(khalayak sasaran) juga berharap di tahun berikutnya akan ada kegiatan berkelanjutan guna menambah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap bagi para anggota.

Dymas Yulia Putri Kusumaningtyas; Akhmad Sirojudin Munir

Journal of Economics and Islamic Business 2022 Universitas Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Latar belakang wilayah Kabupaten Lamongan yang mempunyai potensipariwisata di sektor alam (bahari, pegunungan kapur, dan kehutanan), religi, budaya danletaknya yang menjadi daerah hilir tiga (3) sungai besar di Indonesia menjadikannya salahsatu daerah destinasi wisata di provinsi Jawa Timur. Potensi ekonomi tersebutberiringan dengan potensi permasalahan yang muncul (reklamasi berlebihan,pelanggaran tata ruang, dll) sehingga memerlukan aturan daerah Kabupaten Lamongan,agar pemanfaatannya bisa dirasakan secara berkelanjutan, terlebih semakin diperkuatnyapemerintahan terkecil di Indonesia, Pemerintahan Desa, dengan adanya alokasi danadesa yang berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Banyaknyaobjek pariwisata di pedesaan yang menjadi icon desa atau disebut sebagai desa wisatatanpa adanya aturan daerah kabupaten Lamongan, menjadikan fungsi danpelaksanaanya kurang optimal. Penulis menggunakan pendekatan yuridis normativeuntuk mengkaji aturan-aturan hukum terkait dengan desa wisata, baik tentang asas,tujuan dan fungsi kepariwisataan, sasaran strategis, penetapan, pengajuan, kemitraan danpengawasannya.

Samtono, Samtono; Rudi Prasetyo Ardi

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Potensi Kota Salatiga sebagai rintisan daerah wisata mulai digaungkan belakangan. Hal tersebut dikarenakan salatiga terletak pada jalur transportasi regional utama Jawa Tengah yaitu antara Kota Semarang dan Kota Surakarta, dimana daerah tersebut sedang berkembang, terutama Kota Semarang  yang  menjadi  kawasan  andalan  bagi daerah sekitarnya. Potensi keunggulan daya tarik, ekonomi kreatif dan juga potensi SDM dalam pengemasan diperlukannya beberapa tahapan pendampingan untuk mencapai pengembangan pariwisata bersinergi dengan beberapa stakeholder untuk pariwisata berkelanjutan.

Wenefrida Ardhian Ayu Hardiani; Henry Yuliamir; Enik Rahayu

SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Salatiga  adalah salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang menjadi enklave dari Kabupaten Semarang. Kota Salatiga terletak 49 kilometer di sebelah Selatan Kota Semarang dan 52 kilometer di sebelah Utara Kota Surakarta, serta berada di jalan negara yang menghubungkan antara Kabupaten Semarang dengan kota Surakarta sehingga Salatiga menjadi kota yang memiliki banyak keuntungan terutama di sektor industri UMKM. Kebangkitan pelaku  usaha  kreatif  di  Kota  Salatiga di  tengah-tengah situasi pandemi covid -19 masih sangat terbuka, yakni dengan memanfaatkan peluang pasar digital. Salah satu potensi yang diangkat oleh Tim STIEPARI adalah potensi daya tarik wisata yang ada di kelurahan randuacir. Potensi keunggulan daya tarik,  ekonomi  kreatif  dan  juga  potensi  SDM  dalam pengembangannya masih sangat kurang ,sehingga  diperlukannya beberapa tahapan pendampingan. Metode atau cara yang digunakan antara lain koordinasi internal dan eksternal dengan melibatkan mitra, FGD   di Kelurahan Randuacir , praktek lapangan melalui observasi langsung ke lapangan, dan evaluasi kegiatan. Pengabdian masyarakat STIEPARI ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatan pengembangan pariwisata di Kelurahan Randuacir Kota Salatiga.

Suwarti, Suwarti; Trenggono, Trenggono; Nina Mistriani

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Pelaku  usaha  kreatif  di  Kota  Salatiga  untuk  bangkit  di  tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 masih sangat terbuka, yakni dengan memanfaatkan peluang pasar digital. Selain itu Kota Salatiga juga telah dibentuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK) yang memiliki fungsi untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif yang ada di Kota Salatiga. Salah satu potensi yang diangkat oleh Tim STIEPARI adalah potensi daya tarik wisata yang ada di kelurahan randuacir. Potensi keunggulan daya tarik, ekonomi kreatif dan juga potensi SDM dalam pengemasan diperlukannya beberapa tahapan pendampingan untuk mencapai pengembangan pariwisata bersinergi dengan beberapa stakeholder untuk pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu Tim STIEPARI ditahapan awal dilakukannya FGD, observasi langsung lapangan dan evaluasi.

Octaviani Gita Putri; Denny Asmara

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Karanganyar adalah salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan potensi pariwisata yang mempesona bahkan dua diantaranya masuk dalam kategori Situs Warisan Dunia UNESCO serta kaya akan atraksi seni tradisional. Oleh karena itu Karanganyar sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit yang bertaraf nasional maupun internasional. Berdasarkan metode analisis yang didasarkan pada survei obyek wisata, kajian pustaka, dan melakukan wawancara pada wisatawan, dan menggunakan teori Atraksi, Akses dan Amenitas (3A), maka didapatkan bahwa potensi pariwisata di Karanganyar yang sangat besar dan memiliki prospek yang sangat baik tersebut belum diikuti dengan pengembangan yang maksimal. Sehingga dengan mengembangkan potensi pariwisata dengan memperhatikan Atraksi, Akses dan Amenitas tersebut, maka potensi pariwisata di Karanganyar dapat semakin berkembang pesat, semakin meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.    

Imam Gozali; Honorata-Ratnawati; Asta Nugraha

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan merumuskan strategi mengembangkan citra Desa Wisata dan potensi daya dukung kegiatan ekonomi desa yang terletak di wilayah Dusun Karangjoho Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dengan produk utamanya, Curug (air terjun). Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis participant observation dan wawancara baik terstruktur maupun terbuka, dengan menekankan pada keterlibatan masyarakat lokal. Untuk tujuan ini, peneliti melakukan kegiatan: 1) mengidentifikasi atmosfer desa wisata, 2) mengidentifikasi budaya lokal, 3) arah pelestarian lingkungan. 4) kegiatan perekonomian Desa Wisata. Adapun hasil pengabdian kepada masyarakat ini menemukan identitas geografis berupa: curug /grojogan, sungai irigasi, sawah, goa mistis, hutan taman, jembatan comblang, produk kearifan lokal nasi bledug dan wedang sinom, serta seni budaya lokal tabuh lesung yang dapat mengubah citra desa wisata khas Gondoriyo Ngaliyan. Selain itu juga adanya obyek wisata ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat Gondoriyo dilihat dari bertumbuhnya warung-warung jajanan dan toko ritel.

Setyobudi Setyobudi

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Kaliprau adalah desa di kecamatan Ulujami, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Pekerjaan utama penduduk Desa Kaliprau adalah petani dan nelayan. Hasil pertanian yang utama adalah padi dan melati. Penduduk Desa Kaliprau yang alih profesi menjadi pengusaha konveksi. Alih profesi ini didorong oleh suksesnya para pengusaha konveksi di desa tetangga terutama Desa Rowosari dan Desa Samong. Salah satu desa rintisan dan akan dijadikan desa wisata di Kabupaten Pemalang. Adapun wisata yang dikembangkan adalah wisata yang berbasis alam (perkebunan bunga melati, pantai, mangrove (bakau dan cemara laut), tambak dan persawahan), edukasi dan keluarga. Belum diterapkannya pembukuan / akuntasi  secara tertib, baik dan benar (profesional), masyarakat Desa tersebut maka akan mencerminkan pengelolaan kas yang  baik dan benar. Laporan akuntasi merupakan perwujudan yang mencerminkan kondisi badan usaha dalam keadaan sehat atau tidak tertib. Melihat potensi yang ada perlu melaksanakan pengelolaan akuntasi baik dibidang aneka ragam barang / jasa pelayanan, pemasaran dan penyediaan barang-barang kebutuhan masyarakat, menjadi alasan utama diadakan nya penyuluhan tentang “Cara – Cara Melakukan Pembukuan Pencatatan Kas / Akuntasi Sederhana”  dikarenakan pengetahuan dan ketrampilan pengurus khususnya tentang bagaimana cara melakukan pembukuna sederhana badan usaha yang baik.

Tutik Tutik

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Obyek Wisata bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata dan meningkatkan potensi masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonomi melalui sektor pariwisata. Goa Kreo merupakan salah satu obyek wisata yang memiliki peran dalam sosial ekonomi masyarakat disekitarnya. Namun dengan perkembangan teknologi yang mulai merambah saat ini memiliki dampak bagi perkembangan Goa Kreo, tak terkecuali bagi kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dan masyarakat dalam mengelola Obyek Wisata Goa Kreo.  Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik kuesioner dan wawancara. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis swot. Hasil deskriptif kualitatif menunjukkan profil dan kondisi Obyek Wisata Goa Kreo, sedangkan hasil perhitungan analisis swot menunjukkan bahwa Goa Kreo berada pada kuadran I, memiliki kekuatan dan peluang yang dominan sehingga berpotensi untuk dikembangkan.

Yusuf Fadlila Rachman; Darmawan Lahru Riatma; Masbahah, Masbahah; Trisna Ari Roshinta; Fendi Aji Purnomo +1 more

Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Kabupaten Madiun memiliki potensi wisata yang sangat banyak. Sektor pariwisata di Kabupaten Madiun memiliki peranan yang cukup penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan di Kabupaten Madiun. Pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun guna memaksimalkan potensi wisata daerah. Guna meningkatkan efektifitas pembangunan berkelanjutan, perlu adanya prioritas pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Madiun. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk membangun sistem yang memberikan informasi destinasi wisata yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah fuzzy-TOPSIS. Kriteria dan sub kriteria yang digunakan bersumber pada Peraturan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pedoman Destinasi Pariwsata Berkelanjutan. Alternatif yang digunakan adalah destinasi wisata di Kabupaten Madiun. Sedangkan target yang dicari adalah destinasi wisata yang menjadi prioritas pembangunan dilihat berdasarkan skor terendah.         

Bartolomeus Herawan Mintardjo

Nawasena: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Pusat Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat STIEPARI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis kondisi sosial ekonomi pramuwisata di Taman Nasional Tanjung Puting sebelum dan selama Pandemi COVID-19 serta menganalisis strategi adaptasi Pramuwisata dalam menghadapi Pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan: profesi pemandu wisata memiliki potensi yang besar, terlihat dari tingginya permintaan jasa tersebut dan pendapatan yang menjanjikan. Pandemi COVID-19 berdampak besar pada profesi, pemandu wisata kehilangan pekerjaan, pendapatan menurun, dan gaya hidup berubah. Untuk bertahan di tengah kondisi tersebut, berbagai strategi adaptasi telah dilakukan seperti mencari alternatif pekerjaan, mengelola aset dan pengeluaran, memaksimalkan bantuan pemerintah, memberikan pelatihan sesuai kebutuhan pramuka di era new normal, selalu memberikan informasi terkini. tentang pariwisata. Pramuwisata memiliki peluang yang baik namun masuknya pandemi COVID-19 sangat berdampak pada profesi ini, menghadapi kondisi tersebut para pramuwisata bersama HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) melakukan berbagai strategi adaptasi untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19    

Pranoto; Abdul Charis; Ahmad Zidane Alwi; Lintang Ayu Arianti; Wilda Wufqi Nur Hidayat

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2022 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Desa Branjang merupakan desa wisata yang terdapat di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Desa Branjang ditetapkan sebagai Desa wisata dalam Keputusan Bupati Semarang Nomor 556/ 0389/ 2020 tanggal 25-09-2020. Ditetapkannya Desa Branjang sebagai desa wisata ini diharapkan dapat memberikan peluang pada masyarakat untuk memanfaatkan potensi-potensi yang ada untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pariwisata. Salah satu potensi utama di Desa Branjang adalah pohon Aren, Aren merupakan salah satu jenis tumbuhan palma yang memproduksi buah, nira dan pati atau tepung di dalam batang dan dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data Pohon Aren beserta pemiliknya dan pemanfaatan yang dilakukan masyarakat Desa Branjang untuk mengetahui potensi yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah wawancara, pengambilan sampel di lapangan atau inventarisasi dan identifikasi jumlah populasi pohon Aren di Desa Branjang. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa pohon Aren mempunyai banyak kemanfaatan, mulai dari buah sampai batangnya yang dimanfaatkan oleh masyarakat Branjang dengan kreatifitasnya.

Previari Umi Pramesti; Riza Susanti; Shifa Fauziah

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Provinsi Jawa Tengah memiliki beragam potensi wisata, termasuk wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi, yang semuanya berpadu menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan wisata terpopuler di Indonesia. Desa Gogodalem merupakan sebuah desa di Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata religi yang cukup besar karena peninggalan dari situs sejarah zaman Tumenggung Niti Negoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keadaan lingkungan eksternal-internal dan mengusulkan strategi pengembangan desa wisata religi Gogodalem. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini. Pembobotan dan penilaian digunakan bersama dengan analisis SWOT sebagai metode analisis. Berdasarkan temuan investigasi, Kawasan Religi di Desa Gogodalem menuntut desain fasilitas penunjang Desa Wisata yang representatif untuk menekankan identitas religi kawasan dan memberikan manfaat seperti rute dengan aksesibilitas yang sesuai. Sehingga, desain komprehensif fasilitas penunjang ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan desa.

Muhammad Sauki; Muhammad Iptidaiyah

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2022 Universitas Mbojo Bima

Judul penelitian ini adalah : “Prospek Development And Visitor’s Management Gunung Tambora Sebagai Taman Nasional Di Kabupaten Bima. Dengan tujuan  : 1) untuk mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tambora pada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, 2) Untuk mengetahui 2.           Strategi   apakah   yang menjadi prioritas dalam mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tamborapada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, dan 3) Untuk mengetahui 3.Untuk mengetahui Alternatif     strategi     yang     paling     tepat dikembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tamborapada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel di ambil dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang merupakan pengelola yang diserahi tanggung jawab untuk mengelola obyek wisata secara langsung. Tehnik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan  wawancara, observasi dan studi dokumentasi. (d) Tehnik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa : pertama; kondisi lingkungan internal dan eksternal mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tambora pada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima   meliptuti : Lingkungan internal terdiri dari; potensi obyek wisata alam, partisipasi dan dukungan masyarakat sekitar kawasan Gunung Tambora, dukungan infrastruktur transportasi jalan dan jembatan, dukungan pelaku ekonomi di sekitar kawasan Gunung Tambora, dan kedua; lingkungan   eksternal,   meliputi   :   Kebijakan   Pemerintah   daerah   pengembangan kawasan  wisata  Gunung  Tambora,  Wisatawan  domestic/nasional  mapun mancanegara, serta kegiatan event budaya terkait dengan Tambora Menyapa Dunia, kedua;   Strategi yang menjadi prioritas dalam mengembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tambora pada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, melalui Destinasi Bentang Tambora saat ini di dominasi oleh wisata alam dan wisata sejarah dan wisatawan dapat melakukan camping ground, belajar mengolah kopi, melihat situs arkeologi sisa letusan gunung Tambora tahun 1815, sampai wisata air terjun atau wisata panen madu yang unik.   Dan Ketiga; Alternatif strategi yang paling tepat dikembangkan Pariwisata Taman Nasional Gunung Tamborapada aspek development and visitor’s management di Kabupaten Bima, meliputi : Promosi , khususnya ke luar negeri mengenai potensi  pariwisata yang ada di Bima, b. Bekerjasama dengan daerah lain yang telah berkembang dengan pesat pariwisatanya, misalnya Bali, c. Menumbuh kembangkan biro-biro perjalanan umum daerah, d. Mengikuti event-event dalam skala nasional dan internasional untuk memperkenalkan obyek wisata, e. Pengadaan buku-buku panduan pariwisata daerah seperti brosur, buklet dan lain-lain

Polak, Nancy E; Wuwung, Olivia C; Solang, Ronaldo N

DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Institut Agama Kristen Negeri Manado

Desa wisata merupakan tempat yang menawarkan daya tarikyang khas dengan menonjolkan keindahan alam, budaya, sertakuliner yang berada di suatulokasi. Korelasi dari semua potensitersebut, desa wisata juga memberikan peluang usaha perekonomian yang dapat digunakan dan dimanifestasikan sebagai penghasil sumber daya manusian(SDM)  dan sumber daya alam (SDA) demi mencapai kesejahtraan. Edukasi terkait potensi yang dimiliki desa wisata untuk mengembangkan SDM danSDA yang dimiliki menjadi dasar dasar penggerak bagi masyarakat setempat. Pemahaman serta wawasan mengenai desa wisata dan berbagai macam peluang pekerjaan dalam mengembangkan perekonomian pada masyarkat setempatmenjaditujuanutama agar masyarakat dapat memahami mengapa diperlukan inovasi dalam pengembangan SDM dan SDA serta melihat dan menentukan potensi-potensi sebagai salah satu keberhasilan bersama. Pendekatan ABCD (Asset Based Community-driven Devlopment menjadi metode yang efektif untuk digunakan dalam pengembangan maksud tersebut, sebab pendekatan ini merupakan pengembangan masyarakat dalam upaya mengubah pola pikir atau mind set dengan mengarahkan mereka pada kesadaran bagaimana mengembangkan suatu aset/kekuatan yang dimiliki dengan berproses dalam pemberdayaan, dalam hal ini pemberdayaan desa wisata dan melihat potensi apa yang perlu dilaksanakan.  

Nurpaliza, Nurpaliza; Desti Alvira Syahwa; Khalda Salsabella Inayah

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan bagi Potensi Objek Wisata terhadap Perekonomian Masyarakat Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau , Sektor pariwisata akan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang penting dalam suatu negara. Pariwisata merupakan salah satu bidang yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di negara berkembang, termasuk di negaraIndonesia. Pariwisata memiliki potensi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat yang berkerja di Objek Wisata tersebut dan juga masyarakat sekitar , pertanyaan melibatkan para pengunjung , para masyarakat , dan kementrian parawisata . Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam di Kabupaten Karimun adalah Pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang cukup baik dan merupakan salah satu sektor yang memacu perekonomian di Indonesia. Perencanaan pariwisata sangat penting dilakukan mengingat sektor pariwisata kini dijadikan sector unggulan karena dapat memacu sektor lainnya seperti bisnis transportasi, hotel, restoran, hiburan, dan lain-lain. Pulau Karimun sebagai salah satu pulau yang terdapat di Kepulauan Riau memiliki peluang untuk memberikan keuntungan baik bagi masyarakat maupun bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun