Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Astrid Eka Wahyu Cahya Megananda; Hasan Ismail

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dari merebaknya pandemi Covid-19. Kondisi ini terjadi di seluruh dunia dalam berbagai ukuran dan dimensi. Adanya Sapta Pesona, tujuh syarat yang harus diterapkan dan disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing pariwisata. Hal ini mengacu pada dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan ketujuh unsur tersebut. Desa Kebaron merupakan salah satu desa di Sidoarjo dengan lokasi wisata kebun jambu biji dan sangat kaya akan produk jambu biji. Di desa Kebaron di Sidoarjo ditanam berbagai varietas jambu biji di lahan seluas 5,5 hektar, ada sekitar 1.200 jambu biji. Salah satu kendala wisata petik jambu di desa Kebaroni adalah berkurangnya pengunjung pasca pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan dan renovasi areal kebun dengan menambah infrastruktur penunjang. Berdasarkan analisis dengan mitra, ada beberapa persoalan yang perlu segera dibenahi.

Artin Bayu Mukti; Azis Nur Rosyid; Ndaru Prasastono

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Peran Pokdarwis dalam melaksanakan pengembangan suatu wilayah dianggap strategis dalam membangun pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Pokdarwis Srikandi yang berkedudukan di Kawasan Kelurahan Tinjomoyo Semarang di diharapkan dapat mengembangkan potensi wilayahnya menjadi kegiatan usaha wisata yang dapat menghidupkan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. Dengan rata-rata pengurus dan anggota yang berlatar pendidikan pendidikan berbeda beda maka pihak pengurus pokdarwis harus bekerja keras untuk terus membekali dan meningkatkan kemampuan anggotanya khususnya pada pelayanan pariwisata karena merekalah ujung tombak pokdarwis dalam memberikan pelayanan terhadap tamu atau wisatawan yang datang. Pembekalan dan peningkatan kemampuan yang sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) mutlak harus diberikan meliputi Knowledge, Skill, dan Attitude.Serta diberikan Pengetahuan mengenai dasar-dasar pelayanan prima dan kepemanduan wisata. Workshop Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Anggota Pokdarwis Srikandi Semarang Melalui Bimbingan Teknis Pelayanan Prima dan Teknik Kepemanduan Wisata  yang telah dilaksanakan, partisipasi peserta (khalayak sasaran) menyatakan puas dan antusias. Peserta(khalayak sasaran) juga berharap di tahun berikutnya akan ada kegiatan berkelanjutan guna menambah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap bagi para anggota.

Samtono, Samtono; Rudi Prasetyo Ardi

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Potensi Kota Salatiga sebagai rintisan daerah wisata mulai digaungkan belakangan. Hal tersebut dikarenakan salatiga terletak pada jalur transportasi regional utama Jawa Tengah yaitu antara Kota Semarang dan Kota Surakarta, dimana daerah tersebut sedang berkembang, terutama Kota Semarang  yang  menjadi  kawasan  andalan  bagi daerah sekitarnya. Potensi keunggulan daya tarik, ekonomi kreatif dan juga potensi SDM dalam pengemasan diperlukannya beberapa tahapan pendampingan untuk mencapai pengembangan pariwisata bersinergi dengan beberapa stakeholder untuk pariwisata berkelanjutan.

Wenefrida Ardhian Ayu Hardiani; Henry Yuliamir; Enik Rahayu

SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Salatiga  adalah salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang menjadi enklave dari Kabupaten Semarang. Kota Salatiga terletak 49 kilometer di sebelah Selatan Kota Semarang dan 52 kilometer di sebelah Utara Kota Surakarta, serta berada di jalan negara yang menghubungkan antara Kabupaten Semarang dengan kota Surakarta sehingga Salatiga menjadi kota yang memiliki banyak keuntungan terutama di sektor industri UMKM. Kebangkitan pelaku  usaha  kreatif  di  Kota  Salatiga di  tengah-tengah situasi pandemi covid -19 masih sangat terbuka, yakni dengan memanfaatkan peluang pasar digital. Salah satu potensi yang diangkat oleh Tim STIEPARI adalah potensi daya tarik wisata yang ada di kelurahan randuacir. Potensi keunggulan daya tarik,  ekonomi  kreatif  dan  juga  potensi  SDM  dalam pengembangannya masih sangat kurang ,sehingga  diperlukannya beberapa tahapan pendampingan. Metode atau cara yang digunakan antara lain koordinasi internal dan eksternal dengan melibatkan mitra, FGD   di Kelurahan Randuacir , praktek lapangan melalui observasi langsung ke lapangan, dan evaluasi kegiatan. Pengabdian masyarakat STIEPARI ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatan pengembangan pariwisata di Kelurahan Randuacir Kota Salatiga.

Suwarti, Suwarti; Trenggono, Trenggono; Nina Mistriani

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Pelaku  usaha  kreatif  di  Kota  Salatiga  untuk  bangkit  di  tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 masih sangat terbuka, yakni dengan memanfaatkan peluang pasar digital. Selain itu Kota Salatiga juga telah dibentuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK) yang memiliki fungsi untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif yang ada di Kota Salatiga. Salah satu potensi yang diangkat oleh Tim STIEPARI adalah potensi daya tarik wisata yang ada di kelurahan randuacir. Potensi keunggulan daya tarik, ekonomi kreatif dan juga potensi SDM dalam pengemasan diperlukannya beberapa tahapan pendampingan untuk mencapai pengembangan pariwisata bersinergi dengan beberapa stakeholder untuk pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu Tim STIEPARI ditahapan awal dilakukannya FGD, observasi langsung lapangan dan evaluasi.

Imam Gozali; Honorata-Ratnawati; Asta Nugraha

Jurnal Suara Pengabdian 45 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan merumuskan strategi mengembangkan citra Desa Wisata dan potensi daya dukung kegiatan ekonomi desa yang terletak di wilayah Dusun Karangjoho Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dengan produk utamanya, Curug (air terjun). Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis participant observation dan wawancara baik terstruktur maupun terbuka, dengan menekankan pada keterlibatan masyarakat lokal. Untuk tujuan ini, peneliti melakukan kegiatan: 1) mengidentifikasi atmosfer desa wisata, 2) mengidentifikasi budaya lokal, 3) arah pelestarian lingkungan. 4) kegiatan perekonomian Desa Wisata. Adapun hasil pengabdian kepada masyarakat ini menemukan identitas geografis berupa: curug /grojogan, sungai irigasi, sawah, goa mistis, hutan taman, jembatan comblang, produk kearifan lokal nasi bledug dan wedang sinom, serta seni budaya lokal tabuh lesung yang dapat mengubah citra desa wisata khas Gondoriyo Ngaliyan. Selain itu juga adanya obyek wisata ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat Gondoriyo dilihat dari bertumbuhnya warung-warung jajanan dan toko ritel.

Bayu Malikhul Askhar; Megawati Megawati; M. Baihaqi Mahmud; Fikri Nur Rachman

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Perkembangan  teknologi  mendorong  manusia  untuk  menjadi  lebih kreatif dalam merespon dampak-dampak yang dihasilkan dari modernitas. Tanpa meninggalkan nilai-nilai lokalitas masyarakat desa mulai bergerak dengan  mengoptimalkan  potensi  yang  ada.  Melalui  pemanfaatan  sumber daya alam yang ada di desa, masyarakat mulai meningkatkan kreativitas dengan  memilih  sektor  wisata.  Langkah  yang  diambil  oleh  masyarakat Dusun Sumberejo Desa Lopang adalah memilih wisata petik buah sebagai upaya meningkatkan kondisi sosial-ekonomi. Pengkajian masyarakat Dusun Sumberejo Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu Lamongan dilakukan dengan pendekatan  kualitatif  desktiptif  dengan meminjan  konsep  habitus dari  Piere  Bourdieu.  penelitian  ini  di  lakukan  pada  bulan  oktober  2022 dengan informan berjumlah 9 orang. Hasil kajian ini adalah wisata petik buah  merupakan  inisiasi  dari  masyarakat  dan  dikelola  masyarat  secara mandiri  dengan  dukungan  stakeholder  setempat,  dengan  memanfaatkan modal ekonomi, sosial, budaya dan simbolik menghasilkan usaha bersama untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat. terbangunnya habitus baru masyarakat Dusun Sumberejo, yaitu lebih optimis berprofesi sebagai petani dan etos kerja semakin meningkat demi mendukung berkembangnya wisata petik buah. Solidaritas masyarakat Dusun Sumberejo juga semakin meningkat demi terciptanya pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.    

Mansur, Ahmad; Supriyadi, Andhi; Soekami, Solichoel; Trenggono, Trenggono

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Wisata kuliner yang bertujuan untuk menikmati suatu sajian makanan baik dari proses mengolahnya maupun siap dinikmati dan dimakan, salah satu wisata yang paling di cari oleh para wisatawan. Apalagi di Indonesia yang memiliki banyak varians jenis menu makanan di setiap daerah yang ada di Indonesia dan memiliki cita rasa yang lezat dan nikmat. Bumi Perkemahan adalah tempat di alam terbuka, di mana para pemakai dapat mendirikan kemah-kemah untuk keperluan bermalam dan melakukan kegiatan sesuai dengan motivasinya. BUPERTA (Bumi Perkamahan Pertanian), merupakan potensi yang harus di kemas di poles supaya memiliki nilai jual di desa wisata guna bisa meningkatkan pendapatan di desa tersebut sehingga bisa sebagai daya tarik wisata

Yuniarto Rahmad Satato; Henry Yuliamir; Eni Rahayu

JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2022 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The tourist attraction is one important element in the world of tourism. Tourist objects and attractions can be natural, cultural, man-made, living arrangements and so on that have attractions and selling oints to be visited or enjoyed by tourists. In this study, the rainbow village is one of the artificial tours in the city of Semarang that must meet the 4A tourism component, namely Attractions, Accessibility, Amity, Ancillary. The purpose of this study was to determine the development of the 4A Tourism Components of Rainbow Village tourism as an artificial tour in the city of Semarang. This study uses a qualitative method with 9 respondents. Data collection techniques using interview, observation and documentation. The analysis uses data processing from the data findings and is developed to get conclusions.The results showed that the rainbow village fulfilled the 4A tourism component. It also found how to manage development efforts and provided suggestions for completion.

Hadi, Syamsul; Dewi, Idah Kusuma; mansur, ahmad

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Desa Branjang memiliki kekayaan alam yang bagus untuk sektor pertanian, khususnya sektor padi, palawija dan buah Kondisi masyarakat Desa Branjang saat ini merupakan masyarakat heterogen dimana mata pencaharian masyarakat Desa Branjang sebagian besar adalah petani, peternak dan pedagang hingga kini. Desa Branjang telah ditetapkan sebagai rintisan desa wisata oleh Bupati Ungaran karena potensinya sebagai daya tarik wisata dinilai dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan sehingga tercapai kesejahteraan bagi masyarakat Desa Branjang. Salah satu pendukung kegiatan event gelar budaya adalah gelar produk UMKM dari pelaku usaha di desa Branjang. Panitia event menyediakan 10 stand yang diberikan kepada pelaku usaha dengan sistim sewa stand. Semua produk UMKM yang dipasarkan di stand dikelola oleh BUMDes UNTUNG MAKMUR