Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 198

Analytics

Hebriyanto; Victor Diwantara; Wilius Lizar

Al Itmamiy : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 2026 LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keberadaan UMKM tidak hanya mampu menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi salah satu sumber utama peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, UMKM terbukti mampu bertahan dan menjadi penopang ekonomi masyarakat, terutama di daerah wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh usaha Souvenir Kedaton Shop dalam meningkatkan pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Candi Muara Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemilik usaha, pembeli, dan masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh usaha Souvenir Kedaton Shop mampu meningkatkan pendapatan usaha secara bertahap. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pembeli serta bertambahnya variasi produk yang ditawarkan. Strategi pemasaran yang tepat serta pemanfaatan potensi wisata menjadi faktor penting dalam keberhasilan usaha souvenir Kedaton Shop.

Nugroho, Christian Veraldo; Kristiana, Rira; Putri Marcela

Jurnal Ilmu Administrasi Negara 2026 Universitas Mbojo Bima

Abstract. This study aims to analyze sustainable tourism management in the Kereng Bankirai Tourism Area, Palamgka Raya City, in termsof human resources, approach through field observations conducted on May 12, 2026. The theoretical basis used is the Sustainable Development Theory introduced by Gro Harlem Brundtland (1987), which emphasizes the balance between economic, social, and environmental aspects. The results of the study indicate that from an environmental and governance perspective, tourism management has been running quite well, indicated by the availability of hygiene facilities, warning signs, transparency of ticket and attraction fares, and cooperation between the government and the community. However, in terms of human resources, limitations are still found, such as the lack of active officers in the tourism area and suboptimal local community involvement. In addition, there are still problems with scattered garbage and the condition of the wooden bridge that is starting to deteriorate. This study concludes that Kereng Bangkirai Tourism has great potential as a sustainable tourism destination, but it requires increased supervision, community empowerment, and infrastructure improvements to achieve balance and sustainable management, in the long term. Keywords: Sustainable tourism; governance; human resources; environmental management; Kereng Bangkirai. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Kawasan Wisata Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, ditinjau dari aspek sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026. Landasan teori yang digunakan adalah teori Gro Harlem Brundtland (1987), yang menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek lingkungan dan tata kelola, pengelolaam wisata telah berjalan cukup baik, ditandai dengan tersedianya fasilitas kebersihan, papan imbauan, transparansi tarif tiket dan wahana, serta adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Namun, pada aspek sumber daya manusia masih ditemukan keterbatasan, seperti kurangnya petugas aktif di area wisata dan keterlibatan masyarakat lokal belum optimal. Selain itu, masih terdapat permasalahan sampah yang berserakan dan kondisi jembatan kayu yang mulai rapuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Wisata Kereng Bangkirai memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan, namun diperlukan peningkatan pengawasan, pemberdayaan masyarakat, serta perbaikan infrastruktur guna mewujudkan pengelolaan yang seimbang dan berkelanjutan dalam jangka Panjang. Kata Kunci: Pariwisata berkelanjutan; tata kelola; sumber daya manusia; pengelolaan lingkungan, Kereng Bangkirai.

Putri Festiyanti, Wilda; Pipit Miranti, Indira; Puji Lestari, Fina; Nur'aeni, Jihan

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Kotayasa merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan pariwisata. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani serta pelaku usaha di sektor pariwisata yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Namun demikian, masih terdapat siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sehingga memilih bekerja untuk membantu keluarga. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses pendidikan, termasuk kemampuan bahasa Inggris yang penting dalam mendukung sektor pariwisata dan komunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan empon-empon sebagai komoditas lokal unggulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris peserta didik PKBM Desa Kotayasa melalui pelatihan simple present tense, simple past tense, dan pengenalan kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, latihan terstruktur, diskusi, dan permainan edukatif berbasis gamifikasi. Kegiatan dilaksanakan secara komunikatif dan menyenangkan agar peserta lebih aktif dan mudah memahami materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun kalimat sederhana menggunakan simple present tense dan simple past tense, serta meningkatnya pemahaman kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kontekstual dan aplikatif bagi PKBM lainnya, khususnya pada wilayah berbasis pertanian dan pariwisata.

Indri Basiru; Rambu Ina yowa; Gloria Maria Tilman De Araujo; Andiani Herlina Novianti; Tan Evan Tandiyono

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku, identitas sosial, dan gaya hidup Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, yakni Jay, Kalista, Manda, dan Maria. Selaras dengan empat rumusan masalah yang diajukan—mengenai pola penggunaan, pembentukan identitas, pengaruh terhadap gaya hidup, serta strategi pengelolaan—hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memberikan pengaruh yang beragam: sebagai sumber informasi dan hiburan utama, sebagai platform pembentukan identitas dan personal branding, serta sebagai media yang memengaruhi gaya hidup meliputi fashion, pilihan makanan, dan destinasi wisata. Temuan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar informan mampu mengontrol penggunaan Instagram secara mandiri melalui strategi seperti menonaktifkan akun, menghapus aplikasi sementara, dan memilah konten. Meskipun Instagram memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial dan akses informasi, terdapat potensi dampak negatif berupa gangguan aktivitas belajar dan tekanan sosial akibat standar kehidupan yang ditampilkan di platform tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan manajemen diri dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital.

Lastri Susanti Bulu; Yulius Nahak Tetik; Maria Wilda Malo

Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This study aims to design and implement an information technology-based economic and tourism potential mapping system in Tema Tana Village. This village faces several problems, including manual data management, limited access to information, and the absence of an integrated system for efficiently presenting village potential data. This study uses a descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. In developing the system, the Waterfall method is used, consisting of the stages of planning, design, implementation, and testing. The system design was carried out using the Unified Modeling Language (UML) to ensure a clear system structure and flow. The results of the system development indicate that the system is able to present information in the form of interactive digital maps and reports that are easily accessible to users. Testing using the Black Box Testing method shows that all system features function well and are in accordance with predetermined needs. Thus, this system is expected to improve the effectiveness of data management and support better decision-making processes in developing village potential, particularly in the economic and tourism sectors.

Tina Trisarana Andriani Silondae; Maudhy Satyadharma; Muhamad Rajulan; Hado; Mahdar +1 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2026 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini mengkaji representasi nasionalisme dalam dokumenter YouTube tentang Pulau Enggano sebagai pulau terpencil dengan potensi alam dan budaya yang belum optimal. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ketimpangan pembangunan dan promosi pariwisata, di mana wilayah populer lebih dominan dibandingkan pulau kecil. Melalui pendekatan analisis isi deskriptif, penelitian ini menelaah makna pesan dalam video yang menampilkan perspektif wisatawan asing terhadap keindahan Enggano. Hasil kajian menunjukkan bahwa nasionalisme tercermin dalam kebanggaan terhadap wilayah, peran bahasa Indonesia sebagai perekat identitas, serta pentingnya nasionalisme ekologis dalam menjaga lingkungan. Selain itu, pariwisata berperan sebagai diplomasi budaya yang memperkuat citra bangsa. Media sosial seperti YouTube menjadi sarana strategis dalam membangun kesadaran nasionalisme, mendorong kepedulian, serta memperkuat identitas dan kecintaan terhadap kekayaan Indonesia secara berkelanjutan.

Vika Zida Akmaliah; Andika Setyo Budi Lestari; Miftahul Khoiri

Aljabar : Jurnal Ilmuan Pendidikan, Matematika dan Kebumian 2026 Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

The purpose of this study is to develop a mathematics e-module based on the tourism potential of Pasuruan City material of flat-sided solid shapes. This research is motivated by the use of teaching materials by teachers is still manual, not in digital form that integrates local tourism potential. The type of research is R&D (Research and Development) with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The results of the study show that the mathematics e-module based on the tourism potential of Pasuruan City material of flat-sided solid shapes has gone through a model development process. The validation results show that the percentage of experts with an average of 93.6% is in the very valid category. The application of the mathematics e-module received a positive response with a percentage of 88.5% on a small scale and on a large scale showing 89.2% in the very practical category. The posttest showed a percentage on a small scale of 83%, while on a large scale it reached 80% which is categorized as effective. Conclusion, the development of a mathematics e-module based on the tourism potential of Pasuruan City material of flat-sided solid shapes is declared valid, practical and effective.

Wahyu Ardiansyah; Rozzy Aprirachman

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Nature-based tourism development has a strategic role in encouraging sustainable local economic growth, especially in rural areas such as Marente Village, Kabupaten Sumbawa. Agal Waterfall is one of the natural tourism destinations that has high attractiveness, but its utilization is still not optimal due to limited facilities and infrastructure, access to the location, promotional activities, and the quality of human resources management. This study aims to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats, and determine priority strategies in developing Agal Waterfall tourism using the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) method. The research approach used is descriptive quantitative with primary data collected from 100 respondents. Analysis techniques include the preparation of IFAS, EFAS, SWOT, and QSPM matrices. The research findings show that the beauty of the natural environment and community participation are the main strengths, while the limited supporting facilities and promotion are still the dominant weaknesses. Development opportunities are supported by the increasing interest in nature tourism and the utilization of digital platforms, while threats come from competition between tourist destinations and the potential for environmental degradation. Based on the results of the analysis, priority strategies suggested include improving basic facilities, optimizing digital-based promotions, strengthening the capacity of human resource managers, and implementing the principles of sustainable tourism.

Andriani, Fitri; Noviyanti, Ririn

Al-Muzdahir : Jurnal Ekonomi Syariah 2026 Universitas Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Persewaan alat outdoor merupakan salah satu bentuk usaha ekonomi kreatif yang berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan pendakian dan wisata alam. Namun, praktik sewa-menyewa alat outdoor yang marak justru menyimpan potensi ketidakadilan dan ketidakpastian (gharar) yang bertentangan dengan prinsip dasar muamalah dan sering kali memunculkan persoalan terkait perlindungan hak konsumen, khususnya jika akad tidak disusun secara jelas, transparan, dan sesuai prinsip hukum ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak penyewa pada persewaan Habibi Outdoor Wajak serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip akad ijarah dalam hukum ekonomi syariah dan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian yuridis empiris, melalui observasi, wawancara mendalam, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian hak konsumen belum terpenuhi secara optimal, terutama pada aspek transparansi informasi, perlindungan hukum, dan edukasi penggunaan barang. Terdapat unsur gharar dalam transaksi digital-informal yang termasuk dalam kategori gharar fahisy yang membatalkan akad karena menyangkut objek pokok (keselamatan jiwa). Sementara itu, pelayanan yang jujur, adil, dan bebas diskriminasi relatif terpenuhi, dan mekanisme kompensasi telah ada meskipun belum responsif, khususnya dalam penggantian barang. Diperlukan perbaikan berupa penyusunan akad tertulis yang rinci, peningkatan transparansi, pemberian edukasi kepada konsumen, dan penguatan mekanisme perlindungan hukum agar praktik persewaan sesuai prinsip hukum ekonomi syariah, menciptakan kesepakatan yang adil, serta meningkatkan kepercayaan konsumen.

Nino, Firno

JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora 2025 Badan Penerbit STIEPARI Press

This study analyzes the impact of 360° virtual tourism on tourist perceptions and the potential for sustainable development in Sumbawa Regency. Using a quasi-experimental method with 150 respondents, divided into experimental and control groups, data were collected through questionnaires and interviews. Analysis using independent t-tests and regression showed that the experimental group experienced a 35% increase in visit intention and a significant positive perception (p < 0.05) of Sumbawa tourist destinations. Virtual tourism also successfully built emotional connections with tourists and increased understanding of nature conservation. Virtual simulations have the potential to support sustainable development by reducing the environmental impact of physical visits and raising awareness of the importance of conservation. Mediation analysis showed that tourist perceptions mediated the relationship between virtual tourism and intention. This technology is recommended for integration into tourism marketing strategies to attract environmentally responsible tourists and support sustainable destination management.

Sherly Malini; Abdul Rahman; Juli Anggraini; Muhammad Hairul; M. Bambang Purwanto

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2025 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

This community service program aims to enhance the capacity of traditional clothing UMKM in Palembang through product innovation and business management training in order to support the development of local fashion tourism. UMKM engaged in producing songket, jumputan, and Palembang batik possess significant economic and cultural potential; however, they face various challenges, including limited design innovation, weak business management skills, and insufficient utilization of digital technology for marketing. Through collaboration between the lecturer team of Politeknik Prasetiya Mandiri and the Palembang City Tourism Office, the program was implemented through workshops, business mentoring, and digital marketing training involving UMKM actors, students, and the local community. The results show improvements in participants’ knowledge and skills in developing creative product designs, enhancing production quality, and managing their businesses more professionally. Participants also gained a deeper understanding of digital marketing strategies as an essential tool to expand market reach. This program has contributed positively to strengthening local cultural identity while creating opportunities for creative economic growth through fashion tourism. The implementation of this initiative is expected to serve as a sustainable effort to improve the competitiveness of UMKM and support the economic development of Palembang.

Fadzlee; M. Geovando Musadava; Yulia Novita; Fatmawati

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Festival Pacu Jalur telah menjadi acara budaya ikonik di Kuantan Singingi, Riau, Indonesia, yang menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. Perlombaan perahu tradisional ini yang melibatkan tim-tim mendayung perahu kayu panjang yang dikenal sebagai "jalur" bukan hanya sekadar acara olahraga, tetapi juga simbol budaya lokal yang mencerminkan nilai-nilai kerjasama dan solidaritas antar masyarakat. Popularitas festival ini terutama yang dipicu oleh media sosial tetapi menjadikannya sebagai representasi global dari warisan budaya Indonesia. Penelitian ini mengkaji Festival Pacu Jalur melalui perspektif geografi pariwisata dengan menekankan dampaknya terhadap perkembangan ekonomi lokal dan pemanfaatan ruang. Festival ini mendorong pariwisata dan memicu peningkatan aktivitas ekonomi sementara seperti, pedagang musiman, jasa transportasi, dan akomodasi. Selain itu, festival ini memperkuat struktur sosial masyarakat dengan menumbuhkan rasa kebanggaan dan persatuan. Dalam konteks geografi acara ini dapat meningkatkan aksesibilitas dan menarik perhatian pemerintah untuk pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan penelitian pustaka untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik, dengan tujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang Pacu Jalur sebagai penggerak pariwisata budaya. Artikel ini menyimpulkan bahwa, dengan pengelolaan yang tepat, festival ini memiliki potensi untuk berkontribusi pada pariwisata budaya yang berkelanjutan sambil melestarikan tradisi lokal dan mendorong pembangunan wilayah. Kata kunci: Pacu Jalur, Pariwisata Budaya, Geografi Pariwisata.

Agtala Daffa; Aim Wanhar; Yulia Novita; Adhi Munanjar

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Ombak Bono merupakan fenomena alam unik berupa gelombang pasang surut yang terjadi di Sungai Kampar, khususnya di daerah Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Fenomena ini disebabkan oleh pertemuan antara aliran Sungai Kampar dengan gelombang pasang dari Selat Malaka. Keunikan Ombak Bono menjadikannya memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Ombak Bono sebagai daya tarik wisata alam, serta mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam pengembangannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ombak Bono memiliki nilai daya tarik alam, nilai ekonomi, dan nilai budaya yang signifikan bagi masyarakat setempat. Namun, pengembangan wisata ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan infrastruktur, aspek keselamatan pengunjung, serta pengelolaan lingkungan yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan agar Ombak Bono dapat memberikan manfaat maksimal tanpa merusak lingkungan dan nilai sosial masyarakat. Kata Kunci: Ombak Bono, pariwisata alam, Teluk Meranti, Pelalawan  

Dian Kumala Sari; Evan Bagas Saputra; Yulia Novita; Fatmawati

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Air Terjun Guruh Gemurai merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan yang memiliki daya tarik utama berupa keindahan bentang alam, karakteristik fisik air terjun, serta lingkungan alami yang masih relatif terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi fisik Air Terjun Guruh Gemurai sebagai destinasi wisata, meliputi unsur geomorfologi, hidrologi, vegetasi, serta aksesibilitas dan fasilitas pendukung, sekaligus mengidentifikasi potensi daya tarik serta dampak positif dan negatif dari aktivitas pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola wisata, masyarakat sekitar, wisatawan, dan aparat pemerintahan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik Air Terjun Guruh Gemurai memiliki potensi wisata yang tinggi dengan panorama alam yang menarik, debit air yang relatif stabil, serta lingkungan hutan yang mendukung aktivitas wisata alam. Namun demikian, perkembangan pariwisata juga menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti tekanan terhadap lingkungan fisik dan keterbatasan pengelolaan fasilitas. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan wisata yang berkelanjutan agar kondisi fisik dan daya tarik Air Terjun Guruh Gemurai tetap terjaga. Kata Kunci: Kondisi Fisik, Air Terjun, Pariwisata Alam, Wisata Alam

Dwi Fani Yulia Putri; Nayla Meilani; Yulia Novita; Hutri Rizki Amelia

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Wisata alam di kawasan Alahan Panjang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi berbasis komunitas. Partisipasi aktif masyarakat lokal tidak hanya mendukung pengelolaan dan pelestarian alam, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mempertahankan nilai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran masyarakat lokal dalam pengembangan wisata alam di Alahan Panjang, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat keberhasilan pariwisata berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kualitatif terhadap penelitian sebelumnya tentang ekowisata, pariwisata berkelanjutan, dan partisipasi komunitas lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal melalui pengelolaan homestay, pemanduan wisata, pelestarian lingkungan, dan pengembangan kearifan lokal berpotensi menciptakan model wisata berkelanjutan. Namun, tantangan seperti kurangnya pelatihan, infrastruktur yang belum memadai, dan ketidakjelasan kebijakan dapat menghambat keberhasilan. Oleh karena itu, rekomendasi penting mencakup pemberdayaan kapasitas lokal, pengembangan infrastruktur secara partisipatif, serta kebijakan pendukung untuk memastikan manfaat sosial, ekonomi, dan ekologis dari wisata alam di Alahan Panjang. Kata Kunci: Wisata alam, komunitas lokal, ekowisata, pariwisata berkelanjutan, partisipasi masyarakat, Alahan Panjang.  

Bella Fernanda Samat; Denithalia; Yulia Novita; Rahmah

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Peninggalan bersejarah Kesultanan Siak yang memiliki nilai penting dalam pembentukan identitas budaya Melayu dan pengembangan pariwisata budaya di Provinsi Riau salah satunya adalah Istana Siak Sri Indrapura (Istana Asserayah Al-Hasyimiah). Keberadaan istana ini tidak hanya berfungsi sebagai bukti fisik kejayaan kerajaan Islam Melayu, tetapi juga sebagai destinasi wisata sejarah yang memiliki daya tarik arsitektur dan koleksi museum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan daya tarik wisata Istana Siak Sri Indrapura sebagai warisan sejarah dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 15 sumber pustaka ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, skripsi, serta dokumen resmi pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Istana Siak berperan sebagai simbol identitas Melayu, media edukasi sejarah, serta penggerak pariwisata budaya dan ekonomi lokal. Daya tarik utama terletak pada keunikan arsitektur, koleksi artefak kesultanan, dan narasi sejarah yang kuat. Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan dalam koordinasi pemangku kepentingan dan pengaturan daya dukung kunjungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Istana Siak memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata heritage yang berkelanjutan apabila dikelola secara kolaboratif dan berorientasi pada pelestarian budaya.

Suwarti, Suwarti; Aryaningtyas, Aurilia Triani; Hadi, Syamsul

SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 2025 BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

This community service program was designed to strengthen the capacity of residents in Cepoko Village, Gunungpati District, Semarang City, to manage agricultural resources as part of a village-based tourism initiative. The program employed a participatory mentoring approach, combining training in village tourism management with hands-on simulation of agricultural tourism practices. A total of 32 participants, including farmers, small business owners, and tourism village administrators, actively engaged in the activities. The outcomes revealed a notable enhancement in participants’ understanding of village tourism concepts, strategies for leveraging agricultural potential as tourist attractions, and digital marketing techniques to promote such offerings. The average knowledge score improved substantially, rising from 3.2 to 4.4 on a five-point scale. In addition, the community collaboratively developed an educational agricultural tourism package, reflecting their ability to apply newly acquired skills in practical planning. This activity illustrates that structured capacity-building programs, combining theoretical training with technical mentoring, can empower communities to manage local resources more independently, improve their tourism management capabilities, and support the long-term sustainability of village-based tourism initiatives.

Karara Dwi Krisnaeni; Mahmudatul Munawaroh; Muhammad Faliq Mubarrok Ilmi; Lailatus Silva Rosida; Luluk Iddah Masrufah +7 more

Nusantara Mengabdi Kepada Negeri 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study aims to explore the potential of sago as a local product that can be processed into a tourism attraction based on local wisdom in the Silowo Ecotourism Area, Tuban Regency. Sago, with its ecological, economic, and cultural values, plays a significant role in maintaining food security and also enhances the educational experience of tourists. This study employed a qualitative approach through observation, in-depth interviews, and a literature review. The findings indicate that sago has significant potential to become a tourism symbol, through distinctive culinary innovations, educational activities on sago processing, and presentations in the form of local cultural attractions. Developing this potential will not only improve the economic well-being of the community but also strengthen the region's cultural identity and support environmental conservation efforts. Therefore, sago management involving community participation and product innovation are key factors for the successful development of local wisdom tourism in Silowo.

Musdar Muhammad; Fajri Hatim; Bahrun Talib

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2025 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Development to become a tourist village requires cooperation and participation of the entire village community to advance the village. Local communities play an important role in the development of tourist villages because the resources and unique traditions, culture inherent in the community are the main driving elements of tourist village activities.tareget activities of tourism awareness groups, village government and the people of Maitara Tengah village. PKM methods; lectures, practices and participant mentoring. Output; journal, video making and online media publication. The results of PKM activities were carried out on Saturday, with 37 participants, Tourism is developed for the progress of the village, Maitra Tenga village has the potential for marine tourism to be developed, besides that, tourism will also develop the income of the Maitara Tengah village community.

Alifah Nurul Hidayat; Situ Asih

Jurnal Pariwisata Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Wonogiri Regency in Central Java Province has great potential for sustainable tourism development, particularly through the integration of nature and religious tourism. This study aims to analyze the development strategy of the Watu Cenik Tomb in Sendang Village as a pilgrimage destination, which involves the historical value of the tomb of the Kyai Solo Sumarto IX family, the natural landscape of the Gajah Mungkur Reservoir, and cultural traditions such as Grebeg Syawalan. Using Richard Butler's Sustainable Tourism theory with the Tourism Area Life Cycle (TALC) model, this study applies a descriptive qualitative method through intensive interviews, observations, and documentation of stakeholders such as tourism managers, local communities, and tourists. The results of the study show that Watu Cenik has the potential to be an attractive pilgrimage destination, but its appeal is not yet optimal, with visits limited to private pilgrimages and the local community. The efforts of BUMDes Sendang Pinilih, such as the construction of homestays, shuttle services, and social media promotion, have increased visitor numbers, but additional facilities such as souvenir kiosks, local culinary offerings, photo spots, tour guides, and infrastructure improvements are still needed to attract more visitors and support the creative economy. The research conclusion emphasizes the importance of intensive digital promotion, integrated tour packages, and stakeholder collaboration to realize sustainable tourism that preserves cultural heritage while improving community welfare. Suggestions for further research include integrating mixed methods with quantitative analysis to measure economic impact and comparisons with similar destinations.