Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Ni Putu Oktha Wahyunia Merta; Luh Made Dwi Wedayanthi

Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The purpose of this study is to discuss the introduction of the Pendet Dance in the Markandeya–Walailak cultural exchange program and to evaluate its effectiveness as a cross-cultural character education tool. To investigate program design, execution, and results, the study used a descriptive qualitative approach backed by the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. During the cultural exchange activities, information was gathered through participant reflection, documentation, and observation. The results show that the program effectively combined the principles of character education with conventional performing arts. Thai students showed greater appreciation, tolerance, respect, and empathy for cultural diversity as well as a deeper comprehension of the Pendet Dance's meaning, symbolism, and cultural value. In addition, Indonesian students who served as facilitators saw improvements in their discipline, self-assurance, cultural adaptability, and communication abilities. The exercise emphasizes how traditional performing arts can be a powerful tool for international engagement and cultural diplomacy. All things considered, the program shows that cultural exchange programs can make a significant contribution to global character education, and it is advised that comparable projects be maintained and developed in subsequent international education partnerships.

Maulidayani; Audia Amanda Br Tarigan; Futhri Raudhatul Kabry; Mawaddah Tun’nisa; Nur Aini +1 more

Proses pembelajaran yang efektif dan komunikatif menuntut adanya interaksi yang tidak sekadar transfer materi, melainkan juga pertukaran emosi positif dan terbangunnya keakraban antara guru dan siswa. Komunikasi merupakan "jantung" dari pembelajaran. Komunikasi interpersonal yang baik, ditandai dengan kedekatan, kepercayaan, dan keterbukaan, berperan krusial dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana praktik Komunikasi Interpersonal antara guru dan siswa berlangsung dalam proses pembelajaran di MIN 1 Medan, mengidentifikasi tanda-tanda efektivitas komunikasi tersebut, serta faktor-faktor penghambat yang muncul dan cara guru mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: observasi (pengamatan langsung terhadap interaksi di kelas), wawancara (mendalam dengan guru, kepala madrasah, dan siswa sebagai informan), serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tiga tahapan model Miles dan Huberman: Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), dan Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi Interpersonal di MIN 1 Medan berjalan dengan baik dan efektif. Guru menerapkan pendekatan yang ramah, menggunakan bahasa sederhana, dan teknik pembelajaran aktif (tanya jawab, diskusi) untuk menghilangkan hambatan komunikasi. Efektivitas komunikasi ditunjukkan oleh keaktifan, keberanian siswa berpendapat, serta terbangunnya hubungan yang akrab dan saling percaya. Hambatan komunikasi, seperti perbedaan karakter siswa, suasana kelas yang kurang kondusif, dan kondisi emosional siswa, diatasi dengan pendekatan sabar, empati, dan kreativitas dalam metode mengajar. Dapat disimpulkan bahwa Komunikasi interpersonal yang positif dan akrab antara guru dan siswa merupakan kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang nyaman dan efektif di MIN 1 Medan. Guru berperan sentral sebagai komunikator yang adaptif, menjamin bahwa suasana kelas dirasakan siswa sebagai tempat yang aman dan menyenangkan.

Aulia, Asa Safia; Yuliana, Lia

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini menganalisis manajemen program pertukaran pelajar di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 dan SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui pertukaran budaya dan pembelajaran global. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, pengelola program, guru pendamping, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program dilaksanakan melalui empat fungsi utama: (1) perencanaan, termasuk seleksi peserta dan pelatihan pra-keberangkatan; (2) pengorganisasian melalui tim kerja berbasis struktur manajemen sekolah; (3) pelaksanaan melalui interaksi langsung dengan mitra sekolah luar negeri; dan (4) evaluasi berkala melalui laporan dan jurnal peserta. Tantangan utama meliputi keterbatasan pendanaan, komunikasi lintas budaya, dan akses teknologi. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan manajemen hubungan publik yang efektif. Rekomendasi mencakup perluasan kemitraan, penguatan dukungan orang tua, dan inovasi dalam pelatihan siswa.

aprianto, hery

Innovation, Theory & Practice Management Jour 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Hubungan Pertukaran Atasan-Bawahan dan Budaya Organisasi terhadap Komitmen Organisasi dan Perilaku Kewargaan Organisasi pada pegawai Pengurus Barang Milik Daerah di Kabupaten Demak. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Pengurus Barang Milik Daerah di Kabupaten Demak dengan jumlah 112 orang, jumlah sampel yang digunakan adalah 88 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur dan uji sobel. Hasil analisis penelitian diperoleh Hubungan Pertukaran Atasan-Bawahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi, dan Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi.  Hubungan Pertukaran Atasan-Bawahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi, Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi, dan Komitmen Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi. Dari hasil uji sobel diperoleh bahwa variabel Komitmen Organisasi dapat memediasi pengaruh Hubungan Pertukaran Atasan-Bawahan terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi, serta memediasi pengaruh Budaya Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi.

Budi Santoso; KARTIKA WIJAYA

Amphibious Journal 2025 Akademi Angkatan Laut

Optimalisasi alat komunikasi dalam latihan praktek serbuan mekanis bagi taruna Korps Marinir merupakan aspek penting dalam memperkuat kemampuan taktis dan koordinasi di medan pertempuran modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi komunikasi terbaru guna meningkatkan efektivitas serbuan mekanis dan koordinasi antar unit dalam latihan lapangan Korps Marinir. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data dari observasi lapangan, wawancara dengan personel militer, dan kajian literatur terkait. Hasil penelitian menyoroti pentingnya penggunaan alat komunikasi sejaring yang terintegrasi dengan teknologi terbaru seperti jaringan 5G, kecerdasan buatan, dan sensor canggih untuk memfasilitasi pertukaran informasi yang cepat dan akurat di antara unit-unit yang terlibat dalam serbuan mekanis. Penerapan teknologi komunikasi terbaru ini memberikan dampak positif dalam latihan praktek serbuan mekanis, termasuk peningkatan kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi yang lebih baik antar unit, serta respons yang lebih cepat terhadap perubahan situasi di medan pertempuran. Namun, tantangan seperti keamanan informasi, ketahanan jaringan, dan kebutuhan pelatihan personel dalam penggunaan teknologi baru juga perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang pentingnya optimalisasi alat komunikasi dalam latihan praktek serbuan mekanis untuk meningkatkan kesiapan dan efektivitas Korps Marinir dalam menghadapi tantangan di medan pertempuran modern. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya investasi dalam pengembangan, pelatihan, dan penggunaan alat komunikasi sejaring yang canggih untuk mendukung misi militer yang kompleks dan dinamis.

Sera Triya Meilida

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Artikel ini mengkaji culture shock yang dialami oleh mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) asal Jawa yang mengikuti program studi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan dampak culture shock terhadap mahasiswa dalam proses adaptasi budaya, sosial, dan akademik mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif, studi ini menemukan bahwa mahasiswa asal Jawa mengalami berbagai tantangan budaya seperti perbedaan adat istiadat, bahasa, pola hidup, dan kebiasaan masyarakat setempat yang cukup berbeda dengan kehidupan mereka di Jawa. Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa berhasil mengatasi kesulitan tersebut melalui proses pembelajaran sosial dan kultural yang mendalam. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan akademik dan sosial dalam mempercepat proses adaptasi bagi mahasiswa yang mengikuti program pertukaran antar daerah, serta memberikan wawasan tentang keragaman budaya Indonesia yang dapat memperkaya pengalaman pendidikan.