Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,457 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Fajar Dio Wahyu Tri Amukti; Agung Winarno

Riset Ilmu Manajemen Bisnis dan Akuntansi 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Human resource (HR) planning and development is an important foundation in supporting the achievement of strategic organizational goals. This article comprehensively discusses the HR needs planning process in the managerial and operational context, as well as sustainable HR development strategies. The method used is a literature study with a descriptive approach to explore concepts, theories, and best practices in HR management. The results of the study indicate that HR planning not only includes recruitment and training, but also talent management, career development, and structured performance evaluation. On the other hand, HR development strategies focus on improving competencies through technical training, leadership development, and soft skills to face changes in the business environment. The synergy between planning, operational implementation, and HR development is very important to form an adaptive, competitive, and sustainable organization.  

Lathifah Libriyana; Mudji Kuswinarno; Zainiyatul Afifah; Yufita Listiana

EBISNIS : JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2024 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Pada saat ini jamu yang awalnya hanya sebagai obat tadisional kini mulai berubah menjadi sebuah usaha industri yang terus berkembang. Industri jamu bisa dikembangkan di Indonesia karena  salah satunya didukung dengan adanya fakta bahwa banyaknya tanaman obat yang ada di berbagai daerah di Indonesia kurang lebih sebanyak 30.000 spesies dari jumlah total keseluruhan 40.000 tanaman obat yang ada di dunia. Pulau Madura menjadi salah satu pulau yang cukup terkenal dengan jamu tradisionalnya. Salah satu daerah penghasil jamu di pulau Madura yaitu ada di Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh penulis diketahui bahwa saat ini terdapat penurunan dalam sektor industri jamu yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya minat dan motivasi masyarakat untuk meneruskan usaha jamu tradisional, adanya peratuan menteri kesehatan (PERMENKES) nomor 06 tahun 2012, kebanyakan pemilik usaha jamu pada saat ini sudah berusia tua dan tidak paham mengenai perkembangan digitalisasi yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perencanaan SDM dan motivasi kerja terhadap kinerja pembuat jamu pada industri jamu tradisional di Kabupaten Pamekasan. Sehingga diharapkan nantinya penelitian ini akan dapat membantu industri jamu yang ada di Kabupaten Pamekasan dapat meningkatkan kinerjanya dan mempertahankan eksistensinya.

Marhamah Izat Rodliyah; Musliyana Musliyana; Sunarti Sunarti

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Human resources as a resource in a company have a strategic role compared to other resources. Humans play a very important role in the development of a company. If a company has higher quality human resources than its competitors, then its performance will definitely increase. Human resource and competency planning in a company plays an important role in improving human resources, especially in terms of employee performance, employee performance to help achieve company goals. In this case, employee performance is a result that can be achieved by an individual or group of people in a company organization according to quantitative or qualitative aspects, considering employee compensation. Apart from that, a mismatch between an employee's competency (the employee's educational background and skills) and their job can also make the employee uncomfortable with what they are doing. This of course greatly affects the level of work productivity in the company. Competencies can clarify work standards and expectations that the company wants to achieve and can make it easier for companies to align work behavior with organizational values. Apart from that, HR planning as an activity is a process of how to meet current and future workforce needs for an organization. In meeting current workforce needs, the HR planning process means efforts to fill/cover workforce shortages both in quantity and quality. HR planning emphasizes forecasting efforts regarding workforce availability based on needs in accordance with future business plans.

Nisifa Prila Anisa; Elia Cahyani; Zilma Juwita

Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemenx, Ekonomi dan Kewirausahan 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Companies and organizations certainly have their own goals. To achieve this goal, of course, there are many series of Management Planning and Human Resource Planning (PSDM). However, HR Planning must be effective in order to achieve competitive advantage. Unfortunately, in preparing HR planning, it is necessary to adjust to the existing company culture. This is because the company culture itself contains formal values that need to be adhered to by the SDM. Therefore, the author will discuss the correlation between HR Planning and Corporate Culture in this article.

Indra Kertati

Jurnal Media Administrasi 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Inpres 9 Tahun 2000 merupakan Inpres yang masih bertahan digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG). Meskipun tidak lagi sebagai bagian dari hirarkhi dalam peraturan perundang-undangan, namun Inpres 9 tahun 2000 merupanan tonggak penting penyelenggaraan PUG. Seperti diketahui PUG adalah sebuah strategi mengintegrasikan isu gender, pengalaman, aspirasi perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan. Dalam implementasinya upaya tersebut dilakukan dengan menerapkan tujuh prasyarat PUG yaitu komitmen, kebijakan, kelembagaan, Sumberdaya Manusia (SDA dan Sumberdaya Anggaran (SDA), alat yang digunakan, system data gender dan anak, dan partisipasi masyarakat. Prasyarat PUG ini tidak mudah diterapkan, selain rumitnya uraian dari prasyarat juga karena banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum peduli terhadap penyelenggaraan PUG. Hal inilah yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis penyelenggaraan tujuh prasyarat PUG  di daerah. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan kondisi capaian tujuh prasyarat PUG dengan lokasi Kabupaten Wonosobo. Pilihan Kabupaten Wonosobo ini didasarkan pada capaian perolehan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) pada tingkat Mentor yang diperoleh tahun 2020. APE adalah penghargaan tertinggi yang diberikan presiden kepada Kementrian, Lembaga, Provinsi dan Kabupaten Kota dalam menyelenggarakan PUG. Hasil penelitian ini menunjukan keberhasilan yang baik dari Kabupaten Wonosobo dalam menyelenggarakan PUG, meskipun terdapat hal-hal yang masih harus dioptimalkan jika menilik dari capaian tujuh prasyarat PUG.

Fania Mutiara Savitri; Aldhania Uswatun Hasanah; Alfithrah Madya Fasa; Septya Lie Mahesti

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan perencanaan sumberdaya manusia (SDM) yang efektif untuk meraih keunggulan kompetitif melalui analisis kajian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mengacu pada studi kajian literatur, yang dimana penulis melakukan penelitian dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang membahas topik yang sama, mulai dari artikel jurnal ilmiah, buku, skripsi dan berbagai literatur lainnya yang relevan untuk dijadikan acuan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan sumberdaya manusia memiliki peran penting dalam menciptakan SDM sebagai pelaku organisasi yang berkualitas, melalui perencanaan SDM yang optimal dan efektif maka secara tidak langsung akan mempengaruhi terbentuknya budaya kompetitif perusahaan secara menyeluruh. Sehingga perencanaan SDM dijadikan sebagai tombak dalam mencapai keberhasilan dalam sebuah organisasi.