Azmi Luthfiyyah, Afifah;Muh. Kasyfillah, Andi;Maal Latief , Andi;Fajriani Ridwan, Vita
Jurnal Teknik Sipil•2023•Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang
Abstract. Public transportation is often considered a practical solution for reducing traffic congestion. However, initial surveys conducted after implementing the TEMAN Bus service along Corridor 2 showed low enthusiasm among commuters. Only 14.103% of them used the service. This study aims to identify areas for improvement to increase public interest in utilizing this service. Corridor 2 runs from Mall Panakkukang to Sultan Hasanuddin International Airport and vice versa. The study focuses on four main categories of variables: service level, service quality, socialization/information, and stop services. To assess public interest in the TEMAN Bus service along Corridor 2, this study used observations and distributed questionnaires. The questionnaire data was then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) after undergoing validity and reliability tests. The study found that the variable of stop services was the primary factor contributing to the low level of public interest.
Keywords: teman bus; trans mamminasata; public transportation; SEM
Abstract. Transportasi massal merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam mengatasi kemacetan. Namun setelah beroperasi, berdasarkan hasil pra survei yang peneliti lakukan,antusias masyarakat yang menggunakan TEMAN Bus masih sangat rendah untuk rute koridor 2 dengan persentase 14,103%. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu perbaikan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 (Mall Panakkukang – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan sebaliknya). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 kategori diantaranya tingkat pelayanan, kualitas pelayanan, sosialisasi/informasi dan layanan halte. Penelitian ini dilakukan pada trayek TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 dengan melakukan observasi langsung dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat minat masyarakat dalam menggunakan TEMAN Bus. Data dari hasil kuesioner diolah dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas kemudian melakukan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari pengolahan tersebut menunjukkan faktor rendahnya minat masyarakat adalah variabel layanan halte.
Keywords: teman bus; trans mamminasata; transportasi massal; SEM.
UMKM Kripik Tempe RICO merupakan salah satu UMKM kripik tempe terbesar yang berada di Desa Sadang, Kabupaten Ngawi. Dalam proses produksinya seringkali terjadi kecelakaan kerja. Diketahui penyebab kecelakaan kerja berasal dari kelalaian manusia Human Error seperti pekerja yang lalai dalam mengendalikan mesin, terburu-buru dalam bekerja, dan tidak menggunakan APD secara lengkap. Tujuan pada penelitian ini yaitu Menganalisis Human Error, menentukan tingkat risiko proses produksi UMKM Kripik Tempe RICO serta memberikan rekomendasi perbaikan sistem dengan metode SHERPA untuk mengurangi kecelakaan kerja pada kegiatan yang disebabkan oleh Human Error. Berdasarkan SHERPA Error Mode teridentifikasi human error pada tipe action error sebanyak 21 error atau sama dengan 49%, tipe checking error sebanyak 5 error atau sama dengan 12%, tipe retrieval error sebanyak 9 error atau sama dengan 21%; tipe communication error sebanyak 6 error atau 14%, tipe selection error sebanyak 2 error atau sama dengan 5%.
Festival Generasi Pemenang Season 2 merupakan ajang lomba tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Generasi Pemenang, melibatkan perlombaan Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) dan Banjari. Penelitian ini fokus pada perbaikan visual dan branding festival, mengidentifikasi permasalahan sebelumnya dan menerapkan upaya perbaikan. Melalui peningkatan visualisasi, fasilitas, dan variasi perlombaan, festival menciptakan pengalaman yang lebih menarik. Desain merchandise yang mencerminkan tema ceria festival menjadi bagian integral, memberikan peserta dan pendukung kenang-kenangan yang bernilai. Dengan langkah-langkah ini, Festival Generasi Pemenang semakin mengokohkan identitasnya, mempromosikan semangat kebersamaan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
Kerusakan jalan merupakan suatu fenomena dimana penggunaan jalan yang berlebihan dan penggunaannya melebihi kapasitas dari kriteria perencanaan jalan serta kesadaran akan perawatan jalan yang kurang dari penggunanya. Berbagai jenis kerusakan pada perkerasan kaku (rigid pavement) yang umum terjadi di lapangan adalah retak sudut, retak slab terbagi atau badan jalan terbagi, retak lurus, tambalan, dan cacat permukaan. Penyebab kerusakan jalan ada berbagai sebab yakni umur rencana jalan yang telah dilewati, genangan air pada permukaan jalan yang tidak dapat mengalir akibat drainase yang kurang baik, beban lalu lintas berulang yang berebihan (overloaded) yang menyebabkan umur pakai jalan lebih pendek dari perencanaan (Sukirman 1999).
Ruas jalan Kaligawe Raya STA 0+000 – 1+000 (depan kampus UNISSULA) merupakan jalur lintas nasional utama penghubung antar kota serta di jalur yang seringnya truk-truk logistic bermuatan berat melintas untuk mengirimkan barang yang berasal dari pelabuhan peti kemas menuju kearah timur pulau jawa atau menuju arah barat. Sehingga seiringnya aktivitas truk-truk yang melintas menyebabkan pada ruas jalan tersebut mengalami kerusakan dikarenakan tidak mampunya menahan beban yang melintas diatas jalan dan seringnya terjadi banjir rob yang melanda di ruas tersebut serta kurangnya perawatan pada jalur tersebut. Upaya penelitian ini menganalisis kerusakan pekerjaan jalan menggunakan metode PCI untuk mengidentifikasi jenis, tingkat, dan kuantitas kerusakan yang terjadi serta memberikan alternatif solusi perbaikannya..
An investigation into the building is carried out to determine the suitability and safety of the building and the strength of the structure. The investigations to be carried out include field and laboratory investigations. This is done to determine the feasibility and safety of existing structures. Apart from that, it is also hoped that this investigation can provide recommendations regarding repair or strengthening methods if necessary, referring to the requirements for Structural Concrete for Buildings SNI 2847:2019 and Procedures for Earthquake Resistance Planning for Building and Non-Building Structures SNI 2847:2019. From the results of structural testing using UPV and Hammer Test, it was found that the structural system is an open frame consisting of plates, beams and columns using concrete material, while the joists use steel plinths. The reinforcing steel used uses plain iron U40 as flexible reinforcement with shear reinforcement with U24. The quality of concrete obtained respectively for column f'c 25 MPa, beam f'c 22 MPa and floor slab f'c 22 MPa. Based on the results of the floor leveling survey to record the potential for building subsidence or floor sagging using a water level, it was concluded that there was no slope found in the building as a whole. The deflection that occurs is local and relatively flat. To meet the requirements, strengthening was carried out by increasing the dimensions of the columns and beams, adding plates to the steel profiles on the flange and web.
Pohon kelapa (nocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan dimana hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia dan diolah sebagai produk industri. Salah satu perusahaan yang mengolah sabut kelapa adalah CV. Kosapa yang berlokasi di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah cocofiber, cocopeat, dan baby fiber yang merupakan bahan dasar produk lain dengan nilai dan harga jual yang lebih tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah pada proses penjemuran cocofiber dan produk yang dihasilkan belum dikelola dengan baik. Tujuan kegiatan adalah memberikan usulan perbaikan dan ide kreatif pemanfaatan cocofiber menjadi produk lainnya. Dengan metode wawancara dan pengamatan langsung, dihasilkan ide bagi pengelola industri baik dalam hal perbaikan proses produksi maupun pengembangan ide kreatif untuk meningkatkan nilai produk. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh CV. Kosapa-PMG, maupun industri-industri sejenis di sekitar Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak strategi pemasaran terhadap preferensi wisatawan ke Objek Wisata Pemandian Pandan Sili di Desa Ngampungan, Kabupaten Bareng Jombang. pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini . lokasi pengambilan sampel aksidental dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan sampling probabilitas .Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Dampak strategi promosi pada Pemandian Pandan sili berdampak terhadap minat berkunjung (2) Fasilitas pada Pemandian Pandan sili berdampak positif dan signifikan untuk tujuan visitasi (3) rencana perbaikan dan fasilitas sekaligus berdampak signifikan terhadap tujuan visitasi Pemandian Pandan sili Desa. Ngampungan Kec.Bareng Kab.Jombang.Kata kuci: Strategi Prmosi, fasilitas, minat berkunjung.
Suprapto, Rhisa Aidilla;Sofyan, Amir Fatah;Hudanto, Yusril Akhmad
Jurnal Teknik Sipil•2023•Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang
Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi karena itu, konstruksi bangunan harus didesain sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku struktur dan skema terjadinya plastifikasi pada elemen struktur, serta menentukan level kinerja struktur gedung agar tetap kokoh saat terjadi gempa. Analisis pushover dengan displacement coefficient methode FEMA 440 (2005) yang berbasis statik nonlinier digunakan untuk mengetahui level kinerja struktur bangunan. Studi kasus dilakukan pada gedung beton bertulang RND PT Bernofarm Sidoarjo yang berfungsi sebagai kantor dan laboratorium di bidang farmasi. Gedung tersebut dibangun pada tahun 2015 dengan 6 lantai dan tinggi 28 meter. Sendi plastis baru dapat diketahui dengan melakukan analisis pushover. Digunakan program ETABS v.19 dan SAP2000 v.22 untuk analisis pushover sehingga diperoleh nilai perpindahan untuk arah X dan Y sebesar 0,311 m sehingga level kinerja struktur gedung ialah Damage Control. Pada kategori ini, bila terjadi gempa, elemen struktural gedung mengalami kerusakan minimal sehingga gedung masih dapat digunakan setelah terjadi gempa, namun fasilitas atau kelengkapan operasional gedung mungkin ada yang tidak dapat digunakan sehingga diperlukan perbaikan sebelum digunakan kembali. Ancaman terhadap korban jiwa sangat kecil.
Pengalaman pengguna yang baik dalam aplikasi mobile menjadi faktor kunci dalam keberhasilan sebuah platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis User Experience (UX) aplikasi SOCO by Sociolla yang merupakan aplikasi di bidang kecantikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan design thinking untuk menganalisis kebutuhan pengguna dalam menggunakan aplikasi SOCO by Sociolla. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi fitur-fitur yang membutuhkan perbaikan ataupun peningkatan. Hasil analisis menujukkan ada beberapa masalah yang harus diperbaiki dari mulai bahasa, tata letak, kekonsistenan tampilan dan yang lainnya. Dari masalah-masalah yang ditemukan dibuatlah desain baru yang diujikan kepada reponden dan mendapatkan hasil yang baik dari perancangan ulang yang baru terhadap aplikasi SOCO by Sociolla.
Menghadapi tantangan dan peluang di pasar ini, Indonesia telah mengadopsi berbagai strategi. Fokus utama strategi ini termasuk peningkatan produksi domestik, diversifikasi energi, peningkatan infrastruktur migas, dan kerja sama regional dan internasional. Meskipun telah dilakukan upaya yang signifikan, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti peningkatan efisiensi produksi, mengurangi ketergantungan pada impor migas, peningkatan daya saing global, dan menghadapi perubahan kebijakan. Dalam rangka menghadapi tantangan ini, rekomendasi termasuk peningkatan investasi, perbaikan kebijakan energi, penguatan regulasi perdagangan, dan pengembangan kapasitas pengelolaan sumber daya migas. jurnal ini memberikan wawasan bagi pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor migas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
SK JAYA adalah perusahaan manufaktur lokal yang sudah berproduksi secara komersial dan memiliki beberapa kegiatan usaha yaitu perdagangan panel-panel listrik, Box metal. Namun, dalam melakukan perencanaan dan pengendalian bahan baku, perusahaan mengalami kendala karena belum dilakukannya suatu perencanaan yang tepat dalam menentukan kebutuhan bahan baku. Kendala ini tentunya berpengaruh terhadap proses produksi dan pengelolahan biaya dalam melakukan pengadaan bahan baku. Untuk Box Panel, dengan metode perusahaan yang diterapkan sebelumnya, perusahaan hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 2.880 pcs sedangkan kebutuhan yang dibutuhkan sebesar 3.150 pcs. Untuk membantu masalah yang terjadi pada CV. SK JAYA, maka diterapkan suatu metode Material Requirement Planning (MRP) yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan bahan baku secara tepat. Dengan menggunakan metode MRP, perusahaan mampu menentukan kebutuhan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu proses produksi dengan biaya yang efisien. Bahan baku yang dikeluarkan perusahaan dalam melakukan pengadaan bahan baku selama satu tahun plat besi untuk komponen pintu box, bagian belakang box, samping box, bagian bawah box, dan kepala box membutuhkan sebanyak 3.147 lembar plat besi , komponen kunci membutuhkan 3.048 pcs, komponen tombol membutuhkan 9.441 pcs, komponen plat nama membutuhkan 2.081 pcs , komponen ensel membutuhkan 3.048 set, komponen BG lubang kabel membutuhkan 3.048 pcs. Dengan teknik Fixed Periode Requirement (FPR) mendapatkan biaya sebesar Rp6.659.790,00. Hal ini membuktikan bahwa penerapan metode MRP dapat berperan dalam melakukan perbaikan perencanaan dan pengendalian bahan baku dengan biaya yang efisien pada perusahaan.
Jasa asuransi di Indonesia semakin lama semakin diminati oleh khalayak masyarakat umum di indonesia. Hampir setiap risiko transaksi menggunakan jasa asuransi telah menjadi kebutuhan hidup sebagaian masayarakat Indonesia, kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi tumbuh pesat dilihat dari jumlah premi yang berhasil dihimpun oleh perusahaan asuransi.oleh karena itu kepercayaan masyarakat terhadap asuransi harus didukung dengan perbaikan kinerja perusahaan asuransi. KUHP, KUHD dan UU No. 2 Tahun 1992 Tentang usaha perasuransian sebagaimana diperbaharui melalui UU No. 40 Tahun 2014 tentang Usaha Perasuransian memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen pemegang polis asuransi. UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. UU Perlindungan Konsumen menetapkan tentang bagaimana perlindungan bagi perusahaan asuransi untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen yang dilakukan oleh Perusahaan Jasa Asuransi. Sengketa yang dilakukan oleh perusahaan asuransi merupakan sebuah sengketa yang lazim untuk dialami oleh konsumen dikarenakan perusahaan jasa asuransi tidak mampu memberikan kewajiban yang menjadi sebuah hak oleh konsumen pemegang polis asuransi sehingga sudah seharusnya terdapat sanksi pidana bagi pelanggar UUPK termasuk bagi perusahaan asuransi.
Outbond training ini diikuti oleh 91 peserta yakni karyawan PT Capella Medan. Kita telah melalui Pandemi yang telah berlangsung hingga 3 tahun, dimana Hubungan antar divisi / unit yang semakin renggang sehingga Komunikasi yang semakin jauh karena dilaksanakannya pertemuan online, Kolaborasi yang tidak maksimal dan tidak menyeluruh akibatnya masih banyak Banyak divisi yang belum bisa proaktif secara optimal dalam bekerja. Dengan demikian kinerja menurun sehingga perlu ada perbaikan dengan melaksanakan Outbond Training agar tiap unit /divisi dapat membaur dan melebur Kembali menjadi lebih kompak dan harmonis. Komunikasi menjadi lebih terjalin Kembali serta mesra dan harmonis sehingga kinerja semakin meningkat.. Mengoptimalkan peran serta kayawan dalam hal bekerja secara proaktif dimana dituntt bisa berubah dalam setiap kondisi, punya integritas dan inisiatif, bersinergi satu dengan yang lain serta memiliki sense of belonging yang tinggi dan akhirnya bisa menyatakannya dalam ACTION.
PT. Z merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi pelat baja yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Proses produksi di PT. Z memanfaatkan sepenuhnya mesin yang berjalan sepanjang waktu. Hambatan dalam pembuatan pelat baja adalah bahwa sering ada kerusakan yang disebabkan oleh manusia, material, dan mesin. Seringkali, kerusakan mesin pada faktor mesin menghentikan jalanya proses produksi. Kerusakan pada mesin produksi mencegah proses produksi bekerja dengan lancar. Waktu henti yang tinggi sering disebabkan oleh perawatan dan penggantian komponen pada bagian-bagian mesin tertentu. Akibatnya, peralatan membutuhkan perbaikan atau pemeliharaan (maintenance). Diantara semua mesin produksi, mesin rolling mill merupakan mesin dengan angka downtime tertinggi. Komponen pada mesin rolling mill yang menyebabkan downtime paling tinggi sebesar 12.851 menit yakni komponen roll. Studi ini bermaksud membuat rencana penjadwalan penggantian roll pada mesin rolling mill. Metodelogi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Preventive Maintenance dengan menghitung keandalannya dan membuat jadwal penggantian roll. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata penggantian roll setiap 6 hari dengan keandalan 63,21%, dan rata-rata waktu proses penggantian roll adalah 131 menit.
AUTO2000 Basuki Rahmat is one of the branches dealer Toyota, which is located in the city of Surabaya, is engaged in services such as sales, maintenance, repair and supply of Toyota spare parts whose management is fully handled by the Astra Group. The company always strives to provide fast and accurate service, but customers spend quite a long time waiting because the car service process is relatively long. The long service time is caused by an unorganized operational system that causes waste (waste). Based on these problems, it is necessary to analyze Basuki Rahmat's car service services at AUTO2000 using the concept lean service by using the method value stream mapping, fishbone, and 5 whys. The research results obtained weight waste motion or transportation of 0.1481; waiting or delay of 0.1325; incorrect inventory of 0.1273; lack of customer’s focus of 0.1195; defect of 0.1065; duplication of 0.0935; overproduction of 0.0779; unclear communication of 0.0675; underutilized employees of 0.0675; And variation of 0.0597. Research recommendations that can be proposed to reduce waste including repairs layout, adding monitors on the service floor for matters of sending and receiving information, increasing the number of mechanics, making plans booking with different hours, making and applying the system tracking of the presence of the tool. Therefore, lead time the initial service service process of 170 minutes becomes lead time 128 minutes.
STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH
PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO
DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR
Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id
ABSTRAK
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
ABSTRACT
In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.
PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ
(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah [2]:83
Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab.
Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan.
Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan.
Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991).
Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan. Pendekatan bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata).
Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002)
Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif.
Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini.
Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam.
Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal.
Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia.
Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023.
Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis.
Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada.
Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)?
Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain.
Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo.
Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri, serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur
Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri.
Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar.
Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini.
Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.
Sumber : foto dari panitia
Sumber: foto dari panitia
Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023).
Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023)
Metode Dakwah Bil Hal
Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah".
Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016).
Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya.
Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018).
Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.
Kesimpulan
Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.
Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah.
Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.
Daftar Pustaka
Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.
Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).
Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.
A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5
Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).
Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.
Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).
Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.
Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press
Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.
Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5 No 2
Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Analisis Kode Statis (Static Code Analysis) masuk ke dalam metode white box testing yang digunakan pada pengembangan aplikasi. Analisis ini dilakukan dengan cara mengevaluasi source code untuk mendeteksi pelanggaran kode apa saja yang terdapat dalam project aplikasi open source To Do List berbasis website menggunakan Laravel dan Vue.js. Proses analisis kode statis bertujuan memberikan pemahaman serta memastikan basic code pada project telah memenuhi standarisasi pengkodean yang telah ditetapkan. Teknik pengujian source code dilakukan melewati proses scanning pada project dengan standarisasi pengkodean yang telah ditetapkan dan diatur dalam Quality Gate SonarQube sebagai acuan untuk seberapa tinggi kualitas kode yang harus dilalui. Hasil analisis yang diperoleh melalui tool SonarQube menunjukkan pelanggaran kode yang ditemukan secara keseluruhan pada project To Do List dengan beberapa kategori issues, yaitu 4 bug, 2 security hotspots, 31 code smell, dan 117 duplicate lines of code dengan density sebesar 18,3% yang membutuhkan total waktu estimasi pengerjaan untuk perbaikan pelanggaran kode sebanyak 2 jam 35 menit.
Penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning pada Siswa Kelas III SD Negeri III Bluluk” bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pecahan melalui model pembelajaran contextual teaching learning pada siswa kelas III SD Negeri III Bluluk. Penelitian ini disusun melalui metode penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan wawancara, dan tes. Dengan tindakan yang dilakukan oleh peneliti menggunakan model CTL, pada siklus 1 rata-rata nilai adalah 57,9. Kemudian peneliti melakukan perbaikan pada siklus 2, dan diperoleh rata-rata nilai 82. Dapat disimpulkan bahwa peneliti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan siswa kelas III SD Negeri III Bluluk..
Evaluasi adalah sebuah metode yang digunakan dalam mengumpulkan, menganalisis serta menyajikan hasil data yang didapatkan dalam pelaksanaan program, data-data yang diperoleh dapat menjadi sebuah masukan dalam melakukan perbaikan. Tindak lanjut merupakan sebuah upaya yang dilakukan dalam memaksimalkan sebuah pelayanan yang diberikan sehingga dapat menentukan kecukupan, efektfan serta ketepatan waktu dari pelaksanaan program yang sudah diberikan sebelumnya. Penulisan artikel ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan evaluasi tindak lanjut di CV.Radar Teknologi Komputer dengan wawancara dan observasi langsung kepada pemiliki perusahaan. Dalam penulisan artikel ini penulis memilih metode kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi serta diperkuat dengan kajian literatur. Hasil yang ditemukan pada lapangan adalah penggunaan metode matrikulasi dalam mengevaluasi tindak lanjut peserta pelatihan web programing. Namun penggunaan metode matrikulasi kurang efektif dalam membantu peserta mengetahui sejauh mana perkembangan mereka.
Muhaiminul Aziz, Aat;Ridwan, Mochamad;Wardoyo, Tri
Jurnal Teknik Sipil•2023•Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang
Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi karena itu, konstruksi bangunan harus didesain sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku struktur dan skema terjadinya plastifikasi pada elemen struktur, serta menentukan level kinerja struktur gedung agar tetap kokoh saat terjadi gempa. Analisis pushover dengan displacement coefficient methode FEMA 440 (2005) yang berbasis statik nonlinier digunakan untuk mengetahui level kinerja struktur bangunan. Studi kasus dilakukan pada gedung beton bertulang RND PT Bernofarm Sidoarjo yang berfungsi sebagai kantor dan laboratorium di bidang farmasi. Gedung tersebut dibangun pada tahun 2015 dengan 6 lantai dan tinggi 28 meter. Sendi plastis baru dapat diketahui dengan melakukan analisis pushover. Digunakan program ETABS v.19 dan SAP2000 v.22 untuk analisis pushover sehingga diperoleh nilai perpindahan untuk arah X dan Y sebesar 0,311 m sehingga level kinerja struktur gedung ialah Damage Control. Pada kategori ini, bila terjadi gempa, elemen struktural gedung mengalami kerusakan minimal sehingga gedung masih dapat digunakan setelah terjadi gempa, namun fasilitas atau kelengkapan operasional gedung mungkin ada yang tidak dapat digunakan sehingga diperlukan perbaikan sebelum digunakan kembali. Ancaman terhadap korban jiwa sangat kecil.