Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 198

Analytics

Yosef Keladu; Fransiskus Bhoga; Fidelis Boli Uran; Gregorius Huin Taen Oes; Bertolomeus Ape Lerek +3 more

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kebijakan kesejahteraan sosial merupakan instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi bantuan publik. Namun demikian, dalam praktik implementasinya di tingkat lokal, kebijakan ini kerap menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait ketepatan sasaran, transparansi, dan keadilan distribusi bantuan. Fenomena tersebut juga terlihat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, di mana masih ditemukan indikasi ketimpangan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesejahteraan sosial dan ketimpangan distribusi bantuan publik dengan menggunakan tinjauan teori keadilan, khususnya keadilan distributif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat desa dan masyarakat penerima bantuan, serta dokumentasi terkait kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesejahteraan sosial di Desa Ladogahar belum sepenuhnya berjalan secara optimal, ditandai oleh lemahnya validitas data penerima, adanya pengaruh kedekatan sosial dalam penentuan penerima manfaat, serta kurangnya transparansi dalam proses distribusi. Dalam perspektif teori keadilan, kondisi ini mencerminkan belum terpenuhinya prinsip keadilan distributif yang menekankan pemerataan dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan distribusi bantuan publik yang lebih adil dan merata.

Abdul Tahir; Duddy Arisandi

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penilaian kinerja merupakan elemen krusial dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan efektivitas organisasi dan pengembangan karyawan. Namun, banyak sistem penilaian tradisional masih bergulat dengan masalah subjektivitas, kurangnya transparansi, dan minimnya fokus pada pengembangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penilaian kinerja yang berlaku di Politeknik XXX dan mengusulkan kerangka model yang mengintegrasikan 360-Degree Feedback dan Critical Incident Technique (CIT) untuk mengatasi kelemahan tersebut. Menggunakan analisis survei deskriptif dan analisis kesenjangan (gap analysis) pada data Politeknik XXX , ditemukan bahwa sistem saat ini bersifat top-down, minim umpan balik multi-sumber (rekan sejawat dan mahasiswa 0%), lemah dalam pencatatan kejadian kritis (18.5% untuk prestasi, 29.6% untuk pelanggaran), serta memiliki skor komunikasi hasil penilaian (2.07/5.00), kepuasan, dan keadilan yang moderat (2.96/5.00). Kesenjangan signifikan teridentifikasi pada aspek transparansi (gap 2.29), orientasi perbaikan (gap 2.08), dan rekam kejadian kritis/CIT (gap 2.07). Implikasi dari temuan ini menunjukkan urgensi transformasi menuju sistem manajemen kinerja modern yang mengedepankan objektivitas, transparansi, dan pengembangan profesional berbasis data. Integrasi 360-Degree Feedback dan CIT diyakini mampu menyediakan perspektif holistik dan bukti perilaku faktual yang diperlukan untuk penilaian yang lebih adil dan formatif.

Andrianto, Rival; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. PT XYZ, a wooden furniture manufacturing company, served as the research site for this study which applied the Theory of Constraints (TOC) method to analyze production performance and identify bottlenecks. The company faces capacity imbalances between workstations, resulting in production targets that have not been achieved optimally. Data collection involved direct observation and interviews with related parties in the production area. The analysis was conducted by comparing the required capacity with the available capacity at each production workstation. The findings reveal that solid processing, machining, sanding, assembling, painting, and packing have sufficient available capacities to meet production requirements, thus categorized as non-bottleneck processes. In contrast, the panel processing station is identified as the main bottleneck due to its highest workload among all processes. By implementing the Theory of Constraints, the company can identify major constraints and establish improvement priorities to enhance production flow smoothness. It is expected that improvements in bottleneck processes will increase production efficiency, balance capacity among workstations, and support more optimal achievement of production targets. Keywords: bottleneck; capacity; manufacturing; production performance; theory of constraints   Abstrak. PT XYZ sebuah perusahaan manufaktur furnitur kayu, menjadi lokasi penelitian ini yang menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kinerja produksi dan mengidentifikasi bottleneck. Perusahaan menghadapi ketidakseimbangan kapasitas antar stasiun kerja yang menyebabkan target produksi belum terdengar secara optimal. Pengumpulan data meliputi observasi langsung dan wawancara dengan pihak terkait di area produksi. Analisis dilaksanakan dengan membandingkan kapasitas yang dibutuhkan terhadap kapasitas yang tersedia pada setiap stasiun kerja produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembahanan solid, machining, sanding, assembling, painting, dan packing memiliki kapasitas yang tersedia yang masih mampu memenuhi kebutuhan produksi, sehingga termasuk kategori non-bottleneck. Sebaliknya, stasiun kerja pembahanan panel diidentifikasi sebagai bottleneck utama karena memiliki tingkat beban kerja tertinggi di antara seluruh proses. Dengan penerapan Theory of Constraints, perusahaan dapat mengidentifikasi kendala utama dan menentukan prioritas perbaikan untuk meningkatkan kelancaran aliran produksi. Diharapkan perbaikan pada proses bottleneck dapat meningkatkan efisiensi produksi, menyeimbangkan kapasitas antar stasiun kerja, serta mendukung pencapaian target output perusahaan secara lebih optimal. Kata kunci: bottleneck; kapasitas; kinerja produksi; manufaktur; theory of constraints

Ivander, Davin Danny; Khiroh, Siti Muhimatul

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Ketidaksesuaian kualitas pada proses assembly sepatu kulit kerap memicu siklus rework berulang yang menguras sumber daya waktu maupun biaya produksi secara signifikan. Penelitian ini mengkaji mekanisme pengendalian cacat yang diterapkan pada Product D-01 di Lini C PT XYZ, dengan menggunakan DMAIC sebagai kerangka perbaikan utama serta Pareto, P-Chart, Fishbone Diagram, 5 Whys, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan Cost of Quality (COQ) sebagai alat pendukung. Data primer bersumber dari catatan produksi internal perusahaan, pengamatan lapangan, dan wawancara terstruktur bersama pengawas produksi dan staf quality control. Pengukuran baseline menunjukkan bahwa Lini C menyumbang volume cacat paling tinggi di antara seluruh lini yang ada, dengan Product D-01 mencatat 10.487 pair cacat dari total output 80.387 pair, sehingga menghasilkan defect rate sebesar 13,05%. Distribusi Pareto mengidentifikasi wrinkle, incorrect colour, dan not straight sebagai tiga kategori cacat paling kritis. Penilaian FMEA menetapkan Risk Priority Number tertinggi sebesar 245 pada perilaku operator yang terburu-buru selama proses lasting dan brushing. Tindakan korektif mencakup pemasangan SOP visual, implementasi checklist QC pra-shift, verifikasi kondisi mesin secara rutin, dan penyediaan sampel referensi warna serta bentuk yang terstandar. Pemantauan selama dua periode berikutnya mengkonfirmasi penurunan defect rate secara bertahap menjadi 12,80% dan kemudian 11,65%, disertai penurunan estimasi biaya kegagalan internal dari Rp 2,36 juta menjadi Rp 1,86 juta per periode.

Moch Nizar Dava Ramadhan S; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. This research aims to analyze the effectiveness and reliability of production machines in the process of making public street lighting poles (PJU) at PT. XYZ The main problem faced by the company is high machine downtime so that production targets are not achieved. Therefore, a method is needed that is able to measure machine effectiveness as a whole and identify the main causes of production losses. The method applied includes Overall Equipment Effectiveness (OEE) to measure machine effectiveness based on three components, namely availability, performance and quality. The Total Productive Maintenance (TPM) approach is used to identify factors causing low effectiveness through Six Big Losses analysis. Apart from that, Mean Time To Repair (MTTR) and Mean Time Between Failure (MTBF) are calculated to determine the level of machine reliability. The data used includes machine working hours, downtime, operating time, production quantities, defective products, as well as machine damage and repair data. The analysis results are expected to show the level of machine effectiveness and identify the dominant factors causing downtime. Based on these results, improvement proposals are prepared to reduce downtime, increase machine reliability and improve production productivity Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime, Efektivitas   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan keandalan mesin produksi pada proses pembuatan tiang penerangan jalan umum (PJU) di PT. XYZ Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah downtime mesin yang tinggi sehingga target produksi tidak tercapai. Oleh karena itu, diperlukan metode yang mampu mengukur efektivitas mesin secara menyeluruh dan mengidentifikasi penyebab utama kerugian produksi. Metode yang diterapkan meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen, yaitu availability, performance, dan quality. Pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya efektivitas melalui analisis Six Big Losses. Selain itu, dilakukan perhitungan Mean Time To Repair (MTTR) dan Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mengetahui tingkat keandalan mesin. Data yang digunakan mencakup jam kerja mesin, downtime, waktu operasi, jumlah produksi, produk cacat, serta data kerusakan dan perbaikan mesin. Hasil analisis diharapkan dapat menunjukkan tingkat efektivitas mesin dan mengidentifikasi faktor dominan penyebab downtime. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan untuk mengurangi downtime, meningkatkan keandalan mesin, dan memperbaiki produktivitas produksi Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime Mesin, Efektivitas Mesin

Amelia Oktavia; amaliyya, nita; Rindiani Indah P

Jurnal Nusantara Berbakti 2026 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Sukabanjar Village is one of the villages striving to improve basic infrastructure quality, particularly in drainage construction and road repair. However, limited understanding among village officials and communities regarding standardized construction cost estimation methods, specifically the Unit Price Work Analysis (AHSP), has become an obstacle in preparing accurate and efficient Budget Plans (RAB). This community service program (PKM) aims to improve the understanding of village officials, village hall staff, and Sukabanjar Village community regarding AHSP-based construction cost estimation planning as the standard reference for construction work cost calculation in Indonesia. The program involved socialization and training for 20 participants, consisting of village officials (RW/RT), village hall staff, and general public, introducing the basic concepts of AHSP, RAB component elements, and simple simulations of drainage and road work cost calculations. Evaluation was conducted through pre- and post-tests. The results of the activity showed a very significant improvement in participants' understanding. The average pre-test score was 42, which then increased to 75 in the post-test, reflecting an increase of 33 points (78.6%). In conclusion, the AHSP-based cost estimation planning socialization was effective in improving the village community's understanding of construction infrastructure budget management, although continued mentoring is still needed for optimal and sustainable implementation.

Nur Miftakhan Ilmi Tsabitul Azmi; Owin Bambang Wijanarko; Khilmi Maulana Syifa

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Latar Belakang: Kehilangan seluruh gigi (complete edentulism) dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, fonetik, estetika, serta menurunkan kualitas hidup dan kepercayaan diri pasien. Gigi tiruan lengkap (GTL) berbahan resin akrilik masih menjadi pilihan rehabilitasi yang banyak digunakan karena memiliki sifat estetik yang baik, mudah dimanipulasi, dan relatif ekonomis. Laporan Kasus: Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri Surakarta dengan keluhan kehilangan seluruh gigi pada rahang atas dan rahang bawah sejak tiga tahun yang lalu. Pasien mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, dan merasa kurang percaya diri terhadap penampilannya. Pemeriksaan klinis menunjukkan kondisi edentulous lengkap pada kedua rahang disertai penurunan dimensi vertikal wajah. Rencana perawatan berupa pembuatan gigi tiruan lengkap berbahan resin akrilik heat-cured. Tahapan perawatan meliputi pencetakan anatomis dan fisiologis, pembuatan sendok cetak individual, pencatatan hubungan rahang, penyusunan gigi tiruan, try-in, insersi, serta evaluasi pasca pemasangan. Hasil: Setelah pemasangan gigi tiruan lengkap, diperoleh retensi dan stabilisasi yang baik, oklusi yang harmonis, serta perbaikan fungsi mastikasi, fonetik, dan estetika. Pada evaluasi satu minggu pasca-insersi, pasien tidak mengeluhkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan, kondisi jaringan pendukung dalam keadaan sehat, dan pasien menyatakan puas terhadap hasil perawatan. Kesimpulan: Rehabilitasi pasien edentulous lengkap menggunakan gigi tiruan lengkap resin akrilik memberikan hasil klinis yang baik dalam mengembalikan fungsi pengunyahan, bicara, dan estetika. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh ketepatan prosedur klinis, kualitas pembuatan gigi tiruan, serta kerja sama yang baik antara dokter gigi dan pasien.

Hariyono Rakhmad; Agus Purwadi; Surateno; Elly Antika

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan pada usaha jasa pengetikan Metronet di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, melalui optimalisasi tiga fitur produktivitas Microsoft Office: autocorrect, autoformat, dan template dokumen. Tim pelaksana memakai metode riset tindakan partisipatif dengan menggabungkan metode ini dengan pelatihan dan bimbingan. Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang jelas pada semua parameter evaluasi. Kemampuan karyawan meningkat sekitar 93,2%. Waktu penyelesaian dokumen berkurang rata-rata 58%. Tingkat kesalahan juga turun menjadi 1,2%. Kapasitas layanan bertambah 40%, dan adanya pelanggan baru dari kecamatan lain yang dapat dilayani. Ditemukan bahwa perbaikan kecil ini dengan tetap terfokus pada perangkat lunak perkantoran sehari-hari mampu mempertajam kualitas pelayanan usaha mikro dan memperluas jangkauan pasarnya dalam waktu relatif singkat.

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.

M. Andrean Maulana

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This household appliance and machine repair and maintenance program is designed to promote economic independence for the community in Sedati Village, Sidoarjo, by strengthening technical skills based on local potential. The underlying problem of this activity is the community's high dependence on external repair services and limited ability to handle household appliance damage independently. Therefore, the Asset-Based Community Development (ABCD) approach is used, which focuses on utilizing the assets, potential, and capacity already possessed by the community. The program is implemented in a participatory manner, with stages including identification and mapping of local assets, joint planning, technical skills training, hands-on practice, and activity evaluation. The results show an increase in the community's ability and understanding in performing simple household appliance maintenance and repairs. Furthermore, the community is beginning to recognize economic opportunities from their skills, thus potentially developing independent repair service businesses. Thus, the application of the ABCD approach in this activity has proven effective in strengthening the community's economic independence in a sustainable manner through optimizing local assets. Going forward, ongoing mentoring efforts are needed to ensure that the potential that has been established can continue to develop and provide broader economic benefits.

Gafar, Arvan; Waskito Waskito

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The use of moldboard plows in agricultural land preparation often faces wear problems on the share component, leading to increased maintenance time and reduced operational efficiency. This study aims to design and analyze a modular concept for the plow share to improve maintenance and repair efficiency without compromising structural performance. The research methods include field observation, component dimension measurement, design modeling using CAD software, and structural analysis using the Finite Element Analysis  (FEA) method. In addition, maintenance ease was evaluated through a questionnaire based on a rating scale. The results show that the modular design significantly improves maintenance and repair efficiency, with an average score of 4.59 categorized as very good. Structural analysis indicates that the modular design reduces maximum stress on the moldboard and slightly decreases deformation, reflecting improved structural stiffness compared to the conventional design. However, the Safety Factor on the share component remains below the acceptable limit, indicating the need for further development. Overall, the modular design provides an effective solution to enhance maintenance efficiency while maintaining the structural performance of the moldboard plow.

Raudah Nurul Qotimah; Nur Augus Fahmi; M. Nelson Pinem

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kinerja karyawan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya motivasi kerja dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Istana Mitra Furnindo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 35 karyawan dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi kerja serta perbaikan lingkungan kerja dapat mendorong peningkatan kinerja karyawan secara optimal. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya bagi perusahaan untuk meningkatkan motivasi kerja melalui pemberian penghargaan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif guna mendukung produktivitas dan efektivitas kerja karyawan.

Dio Bella Yung; Afni Nooraini

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study investigates collaborative governance in road infrastructure repair in Pekanbaru City, Riau Province, driven by the urgent need to address the high number of damaged roads and the limitations of local government capabilities. Utilizing a qualitative method with a descriptive approach, data were gathered from interviews with five stakeholders, field observations, and supporting documents. The study applies collaborative governance theory by Emerson and Nabatchi to analyze road repair efforts in Pekanbaru, highlighting effective collaborative dynamics. Key findings reveal the establishment of a Coordination Team, role clarity, trust, and commitment among stakeholders as factors of success. Essential contributing elements include shared cooperation needs, consequential incentives, leadership support, and sufficient resources. However, challenges such as a volatile political climate, unequal information distribution, and power imbalances pose barriers to collaboration. Overall, the study concludes that collaborative governance in Pekanbaru's road infrastructure enhancement has yielded positive outcomes but calls for improvements in transparency, communication strategies, and the establishment of an integrated information system for effective progress monitoring. Additionally, independent oversight mechanisms are recommended to sustain equitable role distribution and responsibilities among all parties involved.

Sari, Nirmala; Anwar Sidik

Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Islamic leadership faces significant challenges related to personal integrity and institutional governance, requiring a comprehensive theoretical study to bridge these gaps. This research aims to examine the integration of prophetic values with system improvement to strengthen Islamic leadership in the modern context. The study employs a qualitative approach based on literature review and textual analysis, exploring Islamic leadership theories, public administration practices, and historical experiences of Islamic civilization. The findings indicate that Islamic leadership becomes more effective when the personal integrity of leaders is aligned with adaptive, transparent, and accountable institutional systems. These results emphasize that system improvement is necessary to ensure moral values are not limited to individual practice but embedded within organizational governance and social institutions. The study also highlights the relevance of Islamic leadership in addressing the era of disruption, where synergy between prophetic character and institutional reform is essential for sustainability. The research recommends emphasizing the synergy between moral values and system improvement so that Islamic leadership can sustainably address social challenges while remaining relevant to modern demands and contemporary societal needs.   

Roby Ramdan; Fajar Rizky Ramdhani; Osep Hizuzaman

Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

This study aims to analyze product failures and propose improvement actions for cabinet products at CV. Arafah Jaya Purwakarta. Based on production data from November 2024 to April 2025, cabinet products showed the highest defect rate compared to other products, reaching 13%. The most common defects include wood cracks, warped wood, and brittle wood. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) was applied to identify and prioritize potential failures based on the Risk Priority Number (RPN), while Fault Tree Analysis (FTA) was used to systematically determine the root causes of failures. The analysis results indicate that the main causes of defects are related to substandard raw material quality, environmental conditions, and insufficient supervision during the production process. Based on the results of FMEA and FTA, improvement proposals were developed using the 5W+1H approach, focusing on improving raw material selection, controlling wood storage conditions, and enhancing work procedures and production supervision. These improvement efforts are expected to reduce defect rates and improve the overall quality of cabinet products.

Achmad Muhaimin, Nadzifurrohman; Aniq Barlian, Akhmad; Muldiyana, Tya

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kefarmasian di apotek yang berperan besar dalam menjamin kualitas, stabilitas, dan keamanan obat sampai ke tangan pasien. Khususnya pada obat-obatan yang termasuk kategori High Alert dan Look-Alike Sound-Alike (LASA), penyimpanan yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat (medication error) yang berpotensi menimbulkan efek samping serius hingga membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu, diperlukan sistem penyimpanan yang sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengocok penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang, Kabupaten Pemalang, berdasarkan standar yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional langsung dan wawancara terstruktur kepada tenaga kefarmasian yang bekerja di apotek. Evaluasi dilakukan terhadap aspek identifikasi, penandaan khusus, dan pemisahan fisik pada penyimpanan obat High Alert dan LASA. Hasil pengamatan Kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan obat LASA di Apotek Kaligelang yang mengacu pada Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, diperoleh bahwa sebagian besar aspek penyimpanan telah sesuai. Untuk obat High Alert, diperoleh Jumlah Total Prosentase 80% sudah sesuai, Sedangkan untuk obat LASA, diperoleh Jumlah Total Prosentase 75% sudah sesuai. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penyimpanan obat High Alert dan LASA di Apotek Kaligelang mencapai rata-rata 77,5%, menunjukkan bahwa sistem pengelolaan obat berisiko tinggi di apotek ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, masih diperlukan beberapa perbaikan untuk meningkatkan keselamatan pasien (patient safety) serta mencegah terjadinya kesalahan pengobatan di lingkungan Apotek.

Agus Sarwo Edy Sudrajat; Akbar Diva Mahendra

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Pertumbuhan kawasan industri sebagai dampak urbanisasi turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia. Kawasan Industri Candi di Kota Semarang menjadi salah satu contohnya, namun belum sepenuhnya ditunjang oleh infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan dan prioritas pemenuhan infrastruktur berdasarkan persepsi pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 pekerja dari 111 perusahaan, dengan teknik multi-stage random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis. Hasil menunjukkan bahwa dari total infrastruktur yang dianalisis, sebelas telah memenuhi standar, empat cukup memenuhi, dan satu belum memenuhi pedoman teknis kawasan industri. Tingkat kepuasan pekerja terhadap ketersediaan dan kondisi infrastruktur mencapai 72% (kategori puas), sedangkan tingkat kesesuaian antara kepentingan dan kepuasan sebesar 99%. Meski demikian, lima infrastruktur jaringan jalan, jaringan air bersih, sistem pengolahan sampah, unit pemadam kebakaran, dan sarana Kesehatan masih memerlukan pemenuhan atau perbaikan segera. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi pengelola dan pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan infrastruktur, guna mendukung keberlangsungan industri dan kesejahteraan pekerja secara optimal.

Pramukti Dian, Setianingrum; Anis, Khotimah; IStika Dwi, Kusumaningrum; Vita, Kumalasari; Shafiyyaturrohmah , Az-zahro

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Anemia pada remaja putri (27,2% nasional) berdampak pada penurunan konsentrasi dan prestasi belajar. Di SMA Negeri 1 Cawas, ditemukan 100% sampel (70 siswi) mengalami anemia (92,9% ringan, 7,1% sedang), yang menunjukkan urgensi penanganan khusus.Tujuan: Menganalisis hubungan dismenore, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMA Negeri 1 Cawas Klaten tahun 2025.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 70 siswi kelas XI dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, pengukuran IMT/U, dan pemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil: Mayoritas responden mengalami anemia ringan (92,9%) dan sisanya anemia sedang (7,1%). Hasil uji statistik menunjukkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia ($p=0,046$), sedangkan dismenore ($p=0,161$) dan status gizi ($p=0,556$) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Kesimpulan: Seluruh responden terdeteksi anemia, dengan aktivitas fisik sebagai faktor yang berhubungan secara signifikan. Diperlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi kesehatan reproduksi, perbaikan pola makan, dan penguatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) di lingkungan sekolah.

Revian Devo Aryton Putra; Yekti Condro Winursito

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Punctuality is a crucial factor in ship repair projects because it directly affects operational efficiency, project costs, and the utilization rate of shipyard facilities. Delays in work completion can lead to increased costs, disruption of ship operational schedules, and decreased shipyard productivity. Therefore, this study aims to analyze and optimize the repair scheduling of Ship X at PT XYZ using the Critical Path Method (CPM). The research data were obtained from the actual project schedule compiled using Microsoft Project software, including the duration of each activity and the dependency relationships between tasks. The analysis results show that the project has one main critical path with a total duration of 74 hours. Most activities are on the critical path with a float value of 0 hours, while the Non-Destructive Test Penetrant Testing activity has a time slack of 1 hour. The application of the CPM method has proven effective in identifying critical activities, improving schedule control, and supporting managerial decision-making in optimizing ship repair projects.  

Ahmad Zulfikar; Syamsul Hadi; Marshel Oscar Himawan; Mus’ab Idzharul Huda; Rahmad Fardani +1 more

Jurnal Kendali Teknik dan Sains 2026 International Forum of Researchers and Lecturers

Problems in the transmission box of the Drilling Machine 438-02-814-0925 type (0.75 HP, 230/400V, 1425 rpm, produced in 1988) are the degradation of mechanical components for the pulley, V-belt, and rolling bearing. The purpose of maintenance and repair planning is to obtain maintenance costs, maintenance schedules in the period 2026, and the ratio of maintenance costs to profits. The maintenance and repair planning method includes collecting previous maintenance data; application of the inspection-replace-repair-overhaul (IRRO) method; evaluation of the working conditions of components, especially on the pulley, V-belt, spindle pulley (driven pulley), and rolling bearing; prediction of component service life; prediction of repairman costs; prediction of supporting equipment that will be used in maintenance; prediction of spare part replacement time or reinstallation of components after repair; estimation of maintenance and repair costs in 2026; and calculation of the ratio of maintenance costs to profits. The results of maintenance and repair planning obtained maintenance costs in 2026 amounting to Rp 4,627,000 with an estimated Drilling Machine rental rate of Rp 75,000/hour which has the opportunity to be rented for 400 hours/year, and a maintenance cost to profit ratio of 15.42% which implies that the Drilling Machine still has the opportunity to generate profits and is suitable for use in the coming years.