Publication Search

80,088 articles from 767 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 3,916

Analytics

Lathifah, Nabilah Nur; Kholifah, Afiyatun

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran SKI tidak hanya diarahkan pada penguasaan aspek kognitif berupa pengetahuan sejarah, tetapi juga memiliki tujuan untuk membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai keteladanan. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memahami, menghayati, serta meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Islam lainnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat SD/MI, materi SKI pada dasarnya telah disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala yang cukup berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Di MI Ar-Rahmah Karawang, pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), permasalahan yang ditemukan meliputi dominasi metode ceramah, terbatasnya variasi media pembelajaran, serta rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap pemahaman siswa pada materi SKI yang cenderung bersifat historis dan abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang memengaruhi pembelajaran SKI serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru SKI, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pembelajaran terletak pada pemanfaatan media video yang membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Kelemahan utama terdapat pada dominasi metode ceramah yang menyebabkan pembelajaran kurang interaktif. Sementara itu, peluang muncul dari tingginya rasa ingin tahu siswa serta perkembangan teknologi pembelajaran, sedangkan ancaman berkaitan dengan kurangnya pengulangan materi yang menyebabkan siswa mudah lupa terhadap materi yang telah dipelajari. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran SKI di MI Ar-Rahmah masih memerlukan peningkatan pada aspek metode dan strategi pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan strategi PAIKEMI direkomendasikan sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan bermakna.

Haryanto, Tiara Julianti; Titania, Rahma; Widiyatmoko, Faris

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan publik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai inovasi pelayanan yang terintegrasi dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip good governance yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, serta partisipasi pada Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, laporan kinerja instansi pemerintah, dokumen resmi DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai sumber literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip transparansi telah diterapkan melalui penyediaan berbagai kanal informasi dan pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Prinsip akuntabilitas tercermin dari capaian kinerja organisasi yang seluruh indikatornya mencapai target dengan predikat sangat berhasil. Responsivitas diwujudkan melalui sistem pengelolaan pengaduan berbasis quick response. Efektivitas dan efisiensi terlihat dari tingginya indeks kepuasan masyarakat serta optimalisasi pelayanan berbasis digital. Sementara itu, prinsip partisipasi diwujudkan melalui pelibatan masyarakat dalam evaluasi pelayanan melalui Survei Kepuasan Masyarakat. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip good governance pada PTSP DKI Jakarta secara umum telah berjalan dengan baik dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kurniawan, Rafi; Mulyawan, Budy; Widayat, Wisnu

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Indonesia, khususnya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, masih menghadapi kesenjangan signifikan dalam implementasi prinsip pelayanan publik ramah Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk hambatan fisik dan prosedural. Meskipun ada kebijakan afirmatif, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak pemohon disabilitas masih mengalami kesulitan. Kendala ini mencakup aspek normatif, kelembagaan, sumber daya, infrastruktur, dan budaya pelayanan yang belum sepenuhnya menjadikan HAM sebagai inti orientasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan penerapan prinsip ramah HAM dalam pelayanan paspor bagi pemohon disabilitas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, serta mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) untuk menggali dan menganalisis urgensi implementasi prinsip pelayanan publik ramah HAM, didukung oleh studi kasus kontekstual dari analisis kebijakan, laporan lembaga, dan publikasi daring. Penerapan prinsip keselamatan, kemudahan, kegunaan, dan kemandirian di Kantor Imigrasi Semarang menunjukkan arah positif dalam pelayanan paspor yang selaras dengan semangat pelayanan publik ramah HAM. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan standar teknis, kurangnya petugas terlatih, fasilitas fisik yang belum universal, dan orientasi kinerja yang fokus pada efisiensi administratif. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang telah berada pada jalur pelayanan publik yang inklusif dan berdimensi HAM, namun memerlukan penguatan melalui standar operasional eksplisit, pelatihan SDM berkelanjutan, penataan fasilitas universal, dan reformasi budaya pelayanan untuk mewujudkan pelayanan yang manusiawi dan nondiskriminatif.

Bumi, Bumi Revaldo; Bumi, Bumi Revaldo; Zulfaedi, Zulfaedi Mahfudz; Afif, Farisi Afif; Army, Army Trilidia Devega

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Pesatnya kemajuan teknologi digital telah mempercepat adopsi *Internet of Things* (IoT) dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. IoT memungkinkan perangkat fisik untuk berkomunikasi dan bertukar data melalui konektivitas internet, sehingga proses menjadi lebih otomatis, efisien, dan responsif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan IoT dalam meningkatkan efisiensi kehidupan sehari-hari melalui pendekatan tinjauan pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah *Systematic Literature Review* (SLR), yang mengkaji dan menyintesis temuan dari berbagai studi terdahulu mengenai penerapan IoT di berbagai sektor, seperti rumah pintar (*smart home*), layanan kesehatan, transportasi, pertanian, dan pemantauan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa IoT berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional, penghematan energi, perbaikan proses pengambilan keputusan, serta peningkatan kenyamanan pengguna. Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk keamanan data, masalah privasi, interoperabilitas antarperangkat, biaya implementasi, dan ketergantungan pada infrastruktur internet yang stabil. Temuan studi ini menunjukkan bahwa IoT telah menjadi salah satu teknologi kunci yang mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas hidup. Pengembangan di masa mendatang diharapkan berfokus pada penguatan aspek keamanan, perluasan standar interoperabilitas, dan integrasi kecerdasan buatan (*artificial intelligence*) guna memaksimalkan efektivitas penerapan IoT dalam aktivitas sehari-hari.  

Siti Andriani; Ade Kemala Jaya

JURNAL RISET MANAJEMEN DAN EKONOMI 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

 The development of information technology encourages government agencies to implement digital systems in administrative management, including the filing of financial documents. This study aims to analyze the application of digitization of financial document archives in the General and Administration Section of the South Sumatra National Road Implementation Center, find out the benefits obtained, and identify obstacles faced in its implementation. The research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data was obtained through direct observation during internship activities, documentation, internship logbooks, and literature studies. The results of the study show that the digitization of financial document archives is carried out through the stages of document completeness, scanning, digital storage, archive grouping, and document retrieval. The implementation of archive digitization provides benefits in the form of easier document searching, reducing the risk of losing archives, increasing work effectiveness and efficiency, saving storage space, improving data security, and supporting the digital transformation of government agencies. However, there are still several obstacles such as the large volume of documents, the need for high precision in the scanning process, file naming errors, device and system interference, the risk of digital data loss, limited human resources, and the simultaneous management of physical and digital archives. Therefore, it is necessary to improve the quality of digital archive management so that the benefits obtained can be more optimal.

Muhamad Budi Nursabari; Nisaun Nabilah; Nurhayati Nurhayati

Jurnal Pajak dan Analisis Ekonomi Syariah 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Studi ini meneliti peran digitalisasi pajak dalam memoderasi hubungan antara kesadaran wajib pajak dan kepatuhan pajak penghasilan. Isu ini relevan karena Indonesia terus memperkuat layanan pajak elektronik, sementara kepatuhan wajib pajak masih bergantung pada kesadaran internal dan kemudahan praktis dalam memenuhi kewajiban pajak. Studi ini menggunakan pendekatan kausal kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 170 wajib pajak perorangan yang memiliki nomor identifikasi wajib pajak, telah melaporkan SPT pajak penghasilan, dan telah menggunakan layanan pajak digital seperti DJP Online atau e-Filing. Sampel dipilih melalui purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan analisis regresi moderasi. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan pajak penghasilan. Digitalisasi pajak juga mendukung kepatuhan dengan meningkatkan akses, kecepatan, transparansi, dan efisiensi administrasi. Lebih penting lagi, digitalisasi pajak memperkuat pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan pajak penghasilan. Wajib pajak dengan kesadaran yang lebih kuat lebih cenderung menerjemahkan niat mereka menjadi perilaku patuh ketika sistem digital mudah digunakan dan bermanfaat. Studi ini berkontribusi pada penerapan Teori Perilaku Terencana dan Model Penerimaan Teknologi dalam penelitian kepatuhan pajak dan menawarkan masukan praktis untuk meningkatkan kebijakan pajak digital, panduan pengguna, dan pendidikan wajib pajak.

Adrian Hartanto Darma Sanputra; Apriana Rahmawati; Evi Fitriana; Ervina Dwi Aprilia; Ghina Mufidatus Salma

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Gatot, a fermented-cassava food, is the culinary icon of Gatot Tourism Village in Sumberpucung Subdistrict, Malang Regency. Cafe Koka, the pioneering gatot business in the area, faces two problems that hold back its growth. Its drying process still relies on sunlight, so production stops during the rainy season and the failure rate reaches 30–40%, while product presentation lacks adequate display facilities, lowering its appeal and selling value. This community-service program installed a 5 kg-per-batch cabinet dryer and two display refrigerators, accompanied by dried-gatot packaging development and staff training. The work followed a Plan-Do-Check-Act cycle combined with participatory mentoring over eight months, evaluating production and marketing indicators. After the program, drying time dropped from 2–4 days to about 4–5 hours, the product failure rate fell to 8–10%, and drying uniformity rose to about 90%. On the marketing side, impulse purchases increased by more than 40%, customer satisfaction with product display reached 4.5 of 5 (n=50), and monthly revenue grew about 175% owing to the new packaged-gatot line. Combining production and marketing technology strengthened the self-reliance of this local-food micro-enterprise.

Marlyani Gewe; Labu Djuli; Semuel Hajai Nitbani

Student Research Journal 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

This study aimed to improve students' speaking skills in news text learning through the implementation of the Two Stay Two Stray (TSTS) learning model. The research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles involving Grade VIII students of SMP Negeri Satu Atap Kujiratu. Data were collected through observation, performance assessment, and learning outcome tests. The findings indicated that the application of the TSTS model contributed positively to students’ speaking skills and learning outcomes. In Cycle I, 16 students achieved mastery learning, while 13 students did not, with a class average score of 43.15. In Cycle II, learning outcomes improved, with 18 students achieving mastery learning and 11 students not yet meeting the minimum criteria, resulting in an average score of 73.11. The improvement was supported by increased student participation, confidence in expressing ideas, and collaborative interaction during group discussions. The study concludes that the Two Stay Two Stray learning model is effective in enhancing students’ speaking skills in news text learning and can serve as an alternative cooperative learning strategy in Indonesian language instruction.

Arisyana, Dwi Jaya

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Perkembangan komik digital di Indonesia telah mendorong transformasi mitologi Indonesia ke dalam bentuk visual kontemporer. Salah satu representasi tersebut adalah karakter Roro Kidul dalam komik digital Nusantara Droid War, yang menampilkan tokoh mitologi Jawa dalam setting futuristik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis representasi visual Roro Kidul menggunakan Teori Bahasa Visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menggunakan teknik observasi visual, dokumentasi panel komik, dan tinjauan pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi isi wimba (komik tradisional Indonesia), metode wimba (komik tradisional Indonesia), dan bentuk ekspresi internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Roro Kidul direpresentasikan melalui elemen visual seperti pakaian yang didominasi warna hijau, ornamen emas, gerak tubuh yang tenang, dan manifestasi naga putih dan hitam sebagai simbol kekuatan ganda. Penerapan skala, perspektif, dan komposisi panel memperkuat hierarki visual dan posisi karakter sebagai tokoh utama. Bentuk ekspresi internal dan eksternal membangun kesinambungan makna dan menekankan otoritas simbolik karakter. Studi ini menunjukkan bahwa komik digital dapat menjadi media komunikasi budaya yang efektif dalam mentransformasikan mitologi Indonesia tanpa menghilangkan struktur makna budayanya, dan menekankan relevansi Teori Bahasa Visual dalam analisis visual media populer.

Annisa Dwi Sandy; Febby Maharani; Sarah Adelia Hasibuan; Abdurrozzaq Hasibuan

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Industrial hygiene is a branch of public health research that aims to prevent illness and promote Industrial hygiene is an aspect of public health that prioritizes health protection measures for workers through the identification, evaluation, and control of various elements of the work environment that can cause health problems. The goal of implementing industrial hygiene is to prevent work-related illnesses and create a safe, healthy work environment that supports workers’ well-being. Industrial Safety and Health (IS&H) encompasses these various components, including risk identification, risk assessment, risk mitigation, and worker health monitoring, waste management, and emergency response planning. Workplace risks can include physical, chemical, biological, psychological, and ergonomic hazards. Hazard analysis is a crucial step in industrial hygiene as it helps identify and document potential health risks in the workplace. The hazard analysis process includes hazard identification, risk assessment, hazard prioritization, and risk control. The implementation of Occupational Safety and Health aims to ensure the protection of employees’ safety and health from potential hazards arising from work, while ensuring a safe and sustainable work environment. The implementation of OSH and environmental health also provides broad strategic benefits such as worker protection, cost efficiency, increased productivity, regulatory compliance, and enhanced corporate reputation.  

Wardani, Afifah Layla; Yuliani Natalia; Yasmin Eka Febrianti

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a national priority program aimed at improving students’ nutritional status as part of efforts to enhance the quality of human resources. The success of this program is determined not only by nutritional fulfillment but also by the quality of governance in its implementation. This study aims to analyze the application of Good Governance principles in the Free Nutritious Meal Program at SMP Negeri 13 Surabaya. A qualitative method with a case study approach was employed. Data were collected through observation, interviews, documentation, and document analysis involving students, parents, teachers, and personnel from the Jemur Wonosari 1 Nutrition Program Service Unit (SPPG). Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the Free Nutritious Meal Program has reflected most Good Governance principles, particularly in terms of regulatory compliance, equitable service access, implementation effectiveness, and stakeholder coordination. However, improvements are still needed in beneficiary participation, information transparency, evaluation mechanisms, and program feedback systems. These findings provide important implications for strengthening the governance of the Free Nutritious Meal Program to become more participatory, transparent, accountable, and sustainable.

Intan Dwi Febriyana; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Yufitriana Amir

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Project-Based Learning (PjBL) is a learning method that emphasizes students' active involvement in completing real-world projects relevant to nursing education. Evaluating the implementation of PjBL is essential to assess its application at the Faculty of Nursing, Universitas Riau. This study aimed to analyze the implementation of the PjBL method among nursing students at Universitas Riau. The study employed a descriptive evaluative quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 123 fourth-semester students were selected using a purposive sampling technique. The research instrument was a closed-ended questionnaire consisting of 25 Likert-scale items that had been validated through expert judgment and demonstrated good reliability with a Cronbach’s alpha coefficient of 0.80. The instrument covered the dimensions of project planning, collaboration and communication, motivation and creativity, critical thinking and independence, understanding and application of learning materials, interest and satisfaction, as well as lecturer assessment and feedback. Data were analyzed using univariate analysis with frequency and percentage distributions. Most respondents were 20 years old (55.3%), female (87.0%), and had a Semester Grade Point Average (SGPA) and Cumulative Grade Point Average (CGPA) above 3.50. The implementation of PjBL was categorized as high (63.4%), moderate (35.8%), and low (0.8%). Overall, the implementation of PjBL was considered optimal and effectively supported students’ active engagement, collaboration, and understanding of learning materials.

Intan Dwi Febriyana; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Yufitriana Amir

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Project-Based Learning (PjBL) is a learning method that emphasizes students' active involvement in completing real-world projects relevant to nursing education. Evaluating the implementation of PjBL is essential to assess its application at the Faculty of Nursing, Universitas Riau. This study aimed to analyze the implementation of the PjBL method among nursing students at Universitas Riau. The study employed a descriptive evaluative quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 123 fourth-semester students were selected using a purposive sampling technique. The research instrument was a closed-ended questionnaire consisting of 25 Likert-scale items that had been validated through expert judgment and demonstrated good reliability with a Cronbach’s alpha coefficient of 0.80. The instrument covered the dimensions of project planning, collaboration and communication, motivation and creativity, critical thinking and independence, understanding and application of learning materials, interest and satisfaction, as well as lecturer assessment and feedback. Data were analyzed using univariate analysis with frequency and percentage distributions. Most respondents were 20 years old (55.3%), female (87.0%), and had a Semester Grade Point Average (SGPA) and Cumulative Grade Point Average (CGPA) above 3.50. The implementation of PjBL was categorized as high (63.4%), moderate (35.8%), and low (0.8%). Overall, the implementation of PjBL was considered optimal and effectively supported students’ active engagement, collaboration, and understanding of learning materials.

Nilam Sari, Putti; Kian, Lia

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan implementasi manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia, dengan fokus pada proses perizinan, pengelola SDM dan Knowledge transfer. Peningkatan jumlah TKA di Indonesia menunjukan kebutuhan Perusahaan terhadap kompetensi global yang tidak sepenuhnya tersedia dipasar tenaga kerja lokal. Menurut data Kementerian ketenagakerjaan jumlah TKA meningkat dari 102.902 orang (2021) menjadi 183.964 orang (2024), menunjukan tren peningkatan signifikan yang membutuhkan sistem manajemen SDM  yang efektif dan adaptif. Metode penelitian menggunakan pendekatan  metode kualitatif deskriptif melalui studi Pustaka dengan menggunakan sumber primer berupa peraturan perundang-undangan serta sumber sekunder dari jurnal ilmiah dan dan laporan penelitian terdahulu. Analisis menggunakan perspektif Manajemen sumber daya manusia (HRM) dan Resource-Based View (RBV) untuk memahami bagaimana Perusahaan memanfaatkan tenaga kerja asing sebagai sumber daya strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen SDM dalam proses perizinan dan pengelolaan tenaga kerja asing telah dilakukan  melalui proses administrasi perizinan, perekrutan, penempatan kerja, pelatihan, pengawasan, serta evaluasi kinerja tenaga kerja asing. Namun, perusahaan masih menghadapi beberapa kendala seperti perubahan peraturan ketenagakerjaan, hambatan administrasi terkait otorisasi, perbedaan budaya ditempat kerja, dan proses knowledge transfer kepada tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan koordinasi antara perusahaan dan pemerintah serta memperkuat sistem manajemen SDM agar pengelolaan tenaga kerja asing dapat beroperasi dengan cara yang lebih efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Damayanti, Fhadila

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Integrasi keilmuan Islam merupakan konsep fundamental untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan pada era kontemporer. Perkembangan sains dan teknologi yang semakin maju mampu menghubungkan dua ilmu yang berbeda, yakni ilmu agama dan ilmu umum yang saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengertian, unsur-unsur, manfaat integrasi ilmu dalam konsep berpikir menurut perspektif Islam, konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian integrasi ilmu, menganalisis unsur-unsur yang membentuknya, menelaah manfaat integrasi ilmu, memganalisis konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan memahami kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber yang kredibel dan relevan terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang ilmu agama dan ilmu umum sebagai satu kesatuan utuh yang saling berkaitan dan berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Globalisasi abad ke-21 mengalami perubahan signifikan dari segi sosial, budaya, dan teknologi, sehingga sektor pendidikan harus beradaptasi. Pendidikan tidak hanya bertujuan sebagai wadah ilmu melainkan menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, dan pola pikir seseorang agar dapat bersaing dalam lingkup global. Teknologi yang semakin berkembang berdampak pada pembentukan pola pikir masyarakat. Konsep unity of knowledge juga menekankan bahwa seluruh cabang ilmu berasal dari sumber yang sama tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi ilmu juga dibangun melalui dua unsur utama, yaitu landasan filosofis yang berperan dalam pembentukan pola pikir dan strategi implementasi yang berperan dalam pembentukan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan integrasi ilmu memberikan dampak positif untuk pemecahan masalah, memperkuat nilai moral dan etika, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membentuk keseimbangan antara spiritual dan intelektual setiap individu.

Andrianto, Rival; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. PT XYZ, a wooden furniture manufacturing company, served as the research site for this study which applied the Theory of Constraints (TOC) method to analyze production performance and identify bottlenecks. The company faces capacity imbalances between workstations, resulting in production targets that have not been achieved optimally. Data collection involved direct observation and interviews with related parties in the production area. The analysis was conducted by comparing the required capacity with the available capacity at each production workstation. The findings reveal that solid processing, machining, sanding, assembling, painting, and packing have sufficient available capacities to meet production requirements, thus categorized as non-bottleneck processes. In contrast, the panel processing station is identified as the main bottleneck due to its highest workload among all processes. By implementing the Theory of Constraints, the company can identify major constraints and establish improvement priorities to enhance production flow smoothness. It is expected that improvements in bottleneck processes will increase production efficiency, balance capacity among workstations, and support more optimal achievement of production targets. Keywords: bottleneck; capacity; manufacturing; production performance; theory of constraints   Abstrak. PT XYZ sebuah perusahaan manufaktur furnitur kayu, menjadi lokasi penelitian ini yang menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kinerja produksi dan mengidentifikasi bottleneck. Perusahaan menghadapi ketidakseimbangan kapasitas antar stasiun kerja yang menyebabkan target produksi belum terdengar secara optimal. Pengumpulan data meliputi observasi langsung dan wawancara dengan pihak terkait di area produksi. Analisis dilaksanakan dengan membandingkan kapasitas yang dibutuhkan terhadap kapasitas yang tersedia pada setiap stasiun kerja produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembahanan solid, machining, sanding, assembling, painting, dan packing memiliki kapasitas yang tersedia yang masih mampu memenuhi kebutuhan produksi, sehingga termasuk kategori non-bottleneck. Sebaliknya, stasiun kerja pembahanan panel diidentifikasi sebagai bottleneck utama karena memiliki tingkat beban kerja tertinggi di antara seluruh proses. Dengan penerapan Theory of Constraints, perusahaan dapat mengidentifikasi kendala utama dan menentukan prioritas perbaikan untuk meningkatkan kelancaran aliran produksi. Diharapkan perbaikan pada proses bottleneck dapat meningkatkan efisiensi produksi, menyeimbangkan kapasitas antar stasiun kerja, serta mendukung pencapaian target output perusahaan secara lebih optimal. Kata kunci: bottleneck; kapasitas; kinerja produksi; manufaktur; theory of constraints

Maulida Asnawati Rohmadina; Bintis Tianatud Diniati; Alfianis Setiyaning Nur Rohma; Intan Adilia Putri; Rizqy Mufida

JURNAL RISET MANAJEMEN (JURMA) 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

The development of sustainability concepts in the banking sector has encouraged companies to implement Environmental, Social, and Governance (ESG) principles and develop Green Investment initiatives as part of their long-term business strategies. This study aims to examine the effect of ESG implementation and Green Investment on the firm value of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2025 period. The research employed a quantitative approach using panel data regression analysis. Model selection was conducted through the Chow, Hausman, and Lagrange Multiplier tests, which indicated that the Random Effect Model (REM) was the most appropriate model for the analysis. The results reveal that ESG has a positive and significant effect on firm value, indicating that better implementation of Environmental, Social, and Governance practices enhances a company's value in the perception of investors and the market. Conversely, Green Investment has a negative and significant effect on firm value. This finding suggests that Green Investment is still perceived as a costly activity and has not yet generated direct economic benefits in the short term. Simultaneously, ESG and Green Investment significantly influence firm value, with the model explaining 35.1% of the variation in firm value. The findings imply that banking companies should continuously improve the quality of ESG implementation and optimize the management of Green Investments to create greater firm value and support long-term business sustainability.

Rista Nurul Hidayah; Sukini Sukini; Nanik Herawati

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This study aims to describe the learning process and explain the improvement of popular scientific article writing skills using the blog-media-based Genre-Based Approach (GBA) model among Grade VIII E students at SMP Negeri 2 Mlati Sleman. This study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, with all 32 students of Grade VIII E as subjects. Data analysis was performed using descriptive quantitative techniques to measure the increase in the average writing performance score and the percentage of learning mastery based on the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 80. The results showed a significant improvement in each cycle. In the initial condition (pre-cycle), the average writing score was only 68.67 with 19% mastery (6 students), then increased to 79.06 with 50% mastery (16 students) in Cycle I, and reached optimal results in Cycle II with an average of 89.53 and 81% mastery (26 students). Thus, the implementation of the blog-media-based Genre-Based Approach (GBA) model is proven to significantly improve popular scientific article writing skills and the learning mastery of Grade VIII E students at SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran serta menjelaskan peningkatan keterampilan menulis artikel ilmiah populer menggunakan model Genre-Based Approach (GBA) berbasis media blog pada murid kelas VIII E SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek seluruh murid kelas VIII E yang berjumlah 32 siswa. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif untuk mengukur peningkatan rata-rata nilai unjuk kerja menulis dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 80. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada kondisi awal (pra-siklus), rata-rata nilai menulis hanya 68,67 dengan ketuntasan 19% (6 siswa), kemudian meningkat menjadi 79,06 dengan ketuntasan 50% (16 siswa) pada Siklus I, dan mencapai hasil optimal pada Siklus II dengan rata-rata 89,53 serta ketuntasan 81% (26 siswa). Dengan demikian, penerapan model Genre-Based Approach (GBA) berbasis media blog terbukti secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah populer serta ketuntasan belajar murid kelas VIII E SMP Negeri 2 Mlati Sleman.

Alifa Septiani Putri; Fafi Inayatillah

This study aims to describe the process of implementing the Sympathy Mailbox media in writing expressions of concern by knowing the improvement in student learning outcomes and their responses. This study uses experimental research with a quantitative descriptive approach and a pretest-posttest control group design. The subjects involved were 64 seventh-grade students of SMP Negeri 47 Surabaya. Data collection included observation, tests, and questionnaires with data analyzed in the form of percentages, means, and t-tests. The results obtained showed that the learning process ran very well starting from the preparation stage in the form of providing two sympathy boxes, the implementation stage and the evaluation stage through the final test and response questionnaire. This can be proven by the percentage of student activity of 93.75% and educators 90%. The average student learning score increased in the pre-test from 75.12 to 84.37 with a gain value of 9.31. The t-test produced a t-count value of 9.23 which was higher than the t-table, this proved that there was a significant influence of the sympathy mailbox media on the ability to write expressions of concern. The students' response to the learning was very positive, so it can be concluded that the process of implementing the sympathy box media in learning was successful.

Annisa Kurnia Utami; Ariyana Damayanti; Romadhona Chusna Tsani

Jurnal Pengembangan IPTeks Seni Kuliner, Tata Rias, dan Desain Mode 2026 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

Indonesia is an archipelagic country that has a diversity of ethnic groups as well as a rich heritage of arts and culture. One form of art found is weaving with clove flower motifs. The purpose of this study is “The Application of Clove Flower Motif Weaving Technique on Ready to Wear.” The main material used is shoelaces, as a weaving material that is easy to shape and unique. The method applied is Research and Development (R&D), which includes: identifying potential and problems, data collection through literature study, observation, documentation, product design, design validation, to the process of making and evaluating the final product. The results of the study show that the clove flower motif weaving technique can be well applied to ready to wear, especially on the vest and pants parts, producing a modern fashion. Applying this technique requires high precision, especially in the process of arranging the weaving pattern and integrating it with the main material. This study is expected to serve as a reference in developing innovative designs. The conclusion of this research is that the weaving technique gives a unique and aesthetic impression on ready to wear. The suggestion for making woven products applied to ready to wear is that during the process of ironing glue on the weave, the heat should not be too high because the shoelace material is easily burned, and the ends of the weave should be burned to prevent fraying.