Naomi Agustina, Amelia
Pemurnian vitamin E dari berbagai sumber bahan alami dan limbah agroindustri terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri pangan, nutraseutikal, kosmetik, dan farmasi. Berbagai metode pemurnian telah diterapkan meliputi saponifikasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan distilasi molekuler. Studi ini mengkaji secara sistematis perkembangan metode pemurnian vitamin E dari berbagai sumber serta mengevaluasi keunggulan, keterbatasan, serta prospek penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap publikasi dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh dari jurnal nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sumber alami vitamin E banyak terdapat pada minyak nabati, sedangkan sumber dari limbah agroindustri dengan kandungan vitamin E tertinggi diperoleh pada Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Kandungan vitamin E yang bervariasi tergantung dari jenis bahan baku, kondisi proses, dan metode pemurnian yang digunakan. Studi komparatif terkait potensi kandungan vitamin E pada bahan alam dan limbah agroindustri lokal Indonesia masih terbatas, khususnya yang mempertimbangkan variasi varietas genetik. Dari aspek teknik pemurnian, metode ekstraksi konvensional memerlukan beberapa tahapan proses sehingga perlu ditinjau dari sisi efisiensi operasional dan keekonomian. Hasil kajian menunjukkan penggunaan green solvent seperti ekstraksi dengan scCO2 dan DES yang berpotensi meningkatkan keamanan proses dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan metode pemurnian yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan menjadi kunci dalam mendukung pemanfaatan berbagai sumber vitamin E secara berkelanjutan.