Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 158

Analytics

Zala, Marcella Valeria; Suoth , Vanny N.

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Kepemimpinan pelayan gereja merupakan aspek penting dalam membangun kehidupan iman jemaat, karena integritas seorang pemimpin menjadi cerminan nilai-nilai kekristenan yang dihidupi. Permasalahan yang ditemukan ialah adanya kesenjangan antara ajaran, sikap, dan perilaku pelayan gereja yang dapat memengaruhi kepercayaan serta pertumbuhan iman jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integritas kepemimpinan pelayan gereja dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan iman jemaat di GMIM Moria Darunu berdasarkan teori kepemimpinan Peter G. Northouse. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka untuk memahami pengalaman serta pandangan jemaat dan pelayan khusus. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian integritas kepemimpinan gereja dalam konteks lokal sebagai faktor pembentuk kepercayaan dan kedewasaan spiritual jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas pemimpin yang terlihat melalui kesesuaian perkataan dan tindakan, karakter melayani, serta keteladanan iman berperan penting dalam memperkuat kepercayaan jemaat dan mendorong pertumbuhan iman yang lebih dewasa.

Utami, Sri Ayu Dyah

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Perkembangan era sekarang ini membawa pada kenyataan disrupsi dan semakin rusaknya generasi penerus yang menjadi harapan bagi generasi muda yang sedang aktif dan produktif di masa kini. Para pemuda yang akan menjadi generasi penerus perlu memperoleh pendidikan karakter untuk dapat bertahan menghadapi kemajuan dan perkembangan era yang semakin mengaburkan nilai-nilai kebenaran menjadi jauh dari ajaran Alkitab. Penelitian yang menggunakan metode kajian pustaka ini meneliti berbagai literatur terkait untuk menganalisis data dan ditemukannya berbagai unsur pendidikan karakter bagi pemimpin muda menurut Surat Titus. Surat Titus ditujukan sebagai petunjuk untuk pelaksanaan penggembalaan sehingga sarat dengan pesan dan arahan bagi pembacanya untuk dapat mengambil ajaran-ajaran yang ditujukan bagi generasi penerus. Penelitian ini bertujuan untuk menangkap ajaran Paulus bagi generasi penerusnya agar dapat menghadapi berbagai tantangan zaman hingga kini. Hasil penelitian menemukan berbagai ajaran Paulus kepada Titus yang dapat dirumuskan menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda yang dipersiapkan menjadi pemimpin di tengah era yang semakin mengalami disrupsi.

Timotius Ferry Setiawan; Alyacitra Eka Dewi2; Dedi Hermawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas peran kepemimpinan Kristen dalam pendidikan sebagai sarana untuk membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dalam konteks globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, penting untuk menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika Kristiani dalam setiap aspek pendidikan. Kepemimpinan Kristen di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dengan mengintegrasikan ajaran kasih, pengampunan, dan kerendahan hati. Artikel ini mengkaji bagaimana para pemimpin pendidikan Kristen dapat menjadi teladan bagi siswa, memotivasi mereka untuk hidup dengan integritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Diharapkan, melalui penerapan nilai-nilai Kristiani, generasi mendatang dapat tumbuh dengan wawasan yang holistik, mengedepankan kedamaian, dan saling menghormati dalam menghadapi tantangan dunia.

Nababan, Christon; Siagian, Riris Johanna; Panjaitan, Key; Sihombing, Ridho; Bako, Stevan +1 more

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2026 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Dualisme yang terjadi antara iman Kristen dan adat Batak sering sekali menjadi suatu hal yang digumulkan, khususnya bagi jemaat HKBP, terkait bagaimana kehidupan sehari-hari terkait kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang bagaimana sebenarnya dualisme tersebut dialami oleh jemaat HKBP Karang Bangun Resort Dame serta bagaimana pemimpin gereja menjadi jembatan bagi ketegangan yang terjadi antara aturan gereja dan tradisi adat. Dengan pendekatan yang kualitatif yakni studi pustaka dan wawancara yang mendalam terhadap empat narasumber yaitu: Jemaat, Sintua, Naposobulung/pemudi, dan pemimpin gereja/pendeta. Data ini kemudian dianalisis secara sistematis dengan teori otoritas antara Thomas F. O'Dea dan Max Weber, serta konsep Sahala yang dikaitkan dengan budaya Batak. Hasil menunjukkan bahwa dualisme yang terjadi tidak dianggap sebagai konflik di mana Gereja ditempatkan sebagai prioritas utama. Pemimpin gereja menerapkan tiga otoritas yang diungkapkan oleh Thomas F. O'Dea dan Max Weber, yaitu tradisional, kharismatik, dan legal-rasional , yang dalam tradisi atau budaya Batak seakan-akan perwujudan Sahala. Penelitian ini sendiri seakan-akan menawarkan kontribusi yang orisinal dengan menunjukkan keberhasilan pengelolaan dualisme adat dan Gereja tanpa sistem birokratis.

Anggun Sari; Dewi Anggraeni; Murjainah Murjainah; Putri Gerry Sandari

Jurnal Ilmu Bahasa dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study was conducted based on the low level of student activeness and understanding in IPAS learning at the elementary school level. The objective of this research was to determine the effectiveness of the role play method in improving students’ activeness and learning outcomes. This study employed a classroom action research approach involving 27 students. The data were collected through observation and evaluation of student learning outcomes. The findings revealed a significant improvement in both student participation and understanding after the implementation of the role play method. Students became more active in asking questions, responding to the teacher, and participating in classroom activities. In terms of learning outcomes, 85.2% of students were able to answer questions correctly and demonstrated good understanding, while the remaining 14.8% also achieved the minimum criteria. These results indicate that learning through direct experience enhances students’ comprehension. The implication of this study suggests that the role play method can be used as an effective alternative teaching strategy to create an interactive, engaging, and student-centered learning environment in elementary education.

Darmaka, Benediktus James Widya; Indratno, Yohanes Twintarto Agus; Kalalo, Ventje Noldy; Suhariono, Agus

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Penelitian ini mengkaji kegagalan kepemimpinan dalam Kitab Hakim-Hakim dengan menyoroti bagaimana kelemahan moral dan etika tokoh-tokoh seperti Gideon, Samson, Yefta, dan Debora memengaruhi perjalanan Israel serta memberikan pelajaran bagi kepemimpinan modern. Tujuan penelitian adalah menggali wawasan moral yang tetap relevan dengan tantangan masa kini melalui jembatan antara etika biblika dan teori kepemimpinan. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutik dan tinjauan literatur, penelitian ini menafsirkan konteks sosial-historis keputusan para hakim serta mengevaluasi dampaknya. Hasilnya menunjukkan bahwa kegagalan moral sering berujung pada kekacauan dan penindasan, sementara kepemimpinan yang berorientasi visi dan berbasis komunitas menghasilkan dampak positif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penafsiran ulang narasi Alkitab bukan hanya sebagai catatan sejarah, tetapi sebagai model reflektif yang dapat menuntun pemimpin masa kini dalam membangun integritas, akuntabilitas, dan tanggung jawab etis.

Pieter Tauran; Asep Afaradi

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Church leadership with integrity is a major challenge today. Melchizedek, a biblical figure of leadership (Genesis 14 and Hebrews 7), serves as a special example because he was both a priest and a king who had no beginning or end. This study aims to determine how Melchizedek's leadership with integrity can be applied by the leaders of the Indonesian Bethel Church in Manokwari. The method used in this research is a qualitative study through reading and reviewing various books and writings. The results indicate that Melchizedek's leadership principles, such as justice, a love of service, and remaining faithful to God, are highly suitable for application in today's church. In conclusion, integrity is crucial in church leadership because it can build trust and create a healthy church community.

Melki Solon; Yap Hok Gi; Anderson Daniel Sudarto

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Entering the third decade of the 21st century, the church faces the urgency of redefining its existence amidst the shift to a digital ecosystem. This research aims to analyze the synergy between church management and transformational leadership toward the effectiveness of leader multiplication in the Digital 4.0 era. Using a qualitative method with a descriptive-analytical approach through library research, this study explores the integration of modern management theories and theological principles. The findings indicate that church management serves as a vital infrastructure providing operational stability, while transformational leadership acts as a catalyst for innovation and behavioral change in facing VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) conditions. The synergy between these two elements creates a “Digital Shepherding” model, where the digital space is transformed into a theological medium for character formation and spiritual transmission. The study concludes that the effectiveness of leader multiplication is determined by a shift from person-centered leadership to a system-inspired approach that integrates digital capabilities with biblical integrity. Strategic implications suggest that churches must adopt a digital mindset and establish digital leadership laboratories to ensure the sustainability of their mission among Generation Z.

Fendi Fendi

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Modern urban churches, specifically Gereja Bethel Indonesia (GBI) PRJ Jakarta, face challenges in bridging the intergenerational gap in leadership regeneration. This research aims to reformulate the paradigm of church leadership towards the next generation by exploring the theological meaning of Jesus' act of washing His disciples' feet based on the text of John 13:12-17. Using a qualitative method through a library research approach as well as textual and contextual biblical analysis, this study deconstructs the concept of worldly elitist power into a servant leadership model. The results of the expository analysis show that Jesus validated His historical and political authority not through social status distance, but through incarnational ministry, relational proximity, and role modeling. As a practical implication for the quality of ministry at GBI PRJ Jakarta, these findings recommend a strategic transition from a one-way communication leadership style to relational mentoring, the empowerment of the younger generation through the delegation of authority, and the tangible modeling of integrity. In conclusion, the improvement of shared ministry quality highly depends on the willingness of church leaders to lay aside structural egos and disciple the younger generation through the example of humility centered on the work of the cross of Christ.

Arsyiatin Arroby

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2026 Universitas Palan

This research deconstructs the manipulative architecture in the propaganda trilogy of the Japanese Army in 1942, namely Nippon Tjahaja Asia, Nippon Pelindoeng Asia, and Nippon Leader Asia, which have often been reduced to mere political euphemisms. With a descriptive-qualitative design, this study integrates Malcolm Coulthard and Alison Johnson's parameter-based Forensic Linguistics as the grand theory, as well as the three-dimensional model of Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (AWK) as an operational analysis instrument. The results of the analysis show that lexical manipulation through the messianic triptych "Light, Protector, Leader" and the use of assertive clauses without copula are engineered to produce false consciousness. Forensic Linguistic Parameters confirm the existence of a planned mens rea (malicious intent) from Sendenbu, with an extreme disparity between commissive speech in the form of a promise of protection and military actus reus in the form of romusha slavery and logistical seizure. This condition fulfills the elements of mass deception. Furthermore, the doctrinal repetition of the slogan is a form of linguistic coercion that exploits power asymmetry to castrate the people's critical reasoning. In conclusion, the invasion of Japanese fascism in Indonesia did not only take place through military equations, but also through a cognitive dictatorship based on language fabrication. This study is relevant as a historical mirror for detecting the anatomy of structural lies in the contemporary post-truth era.

Moh Choirus Samroni; Arikatul Jannah; Najnatul Mismah; Mochammad Isa Anshori

Jurnal Pemimpin Bisnis Inovatif 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Digital transformation has driven organizations to adopt the metaverse as a 3D virtual workspace that enables employee interaction through avatars, thereby introducing new challenges in managing organizational identity, work culture, and employee loyalty. This study aims to analyze the role of human resource leadership in establishing organizational identity, transforming work culture, and sustaining employee loyalty within a metaverse-based work environment. The study employs an integrative literature review approach by systematically collecting and synthesizing relevant scholarly sources from reputable publications within the last five years. The findings indicate that organizational identity in the metaverse is constructed through avatar representation and virtual environment design, while work culture undergoes a transformation toward flexible digital interaction patterns that still require reinforcement of organizational values. Furthermore, employee loyalty is influenced by the quality of virtual experiences and the effectiveness of leadership communication. In this context, digital-based HR leadership emerges as a critical factor in fostering employee engagement and trust in a non-physical interaction setting. This study contributes conceptually by integrating leadership, identity, culture, and loyalty within the metaverse framework, and provides practical implications for organizations in designing adaptive human resource management strategies in response to the advancement of immersive technologies.

Siti Rahmadani; Yoga Prastiyo; Rania Shabira Aryani; Mochammad Isa Anshori

Jurnal Pemimpin Bisnis Inovatif 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

The global rise in life expectancy toward the 100-year threshold has accelerated the emergence of the silver economy, significantly affecting organizational leadership structures, particularly in terms of succession stagnation risks and potential loss of institutional knowledge. This study aims to develop a comprehensive longevity leadership strategy to manage senior leaders and optimize leadership succession in the context of demographic transition. The research employs an integrative literature review with thematic analysis of reputable international and national journal articles published within the last five years. The findings reveal that effective longevity leadership strategies emphasize repositioning senior leaders from operational roles to strategic mentors through knowledge-sharing mechanisms and phased retirement approaches. Furthermore, successful succession in an aging workforce depends on role flexibility and the establishment of new psychological contracts that recognize and value the wisdom of senior leaders. This study contributes theoretically by proposing a dynamic succession model that bridges intergenerational gaps. Practically, it offers guidance for human resource practitioners in designing age-inclusive retention strategies and leadership transition policies.Overall, the proposed strategy supports organizational stability while fostering sustainable innovation through the optimal utilization of senior human capital.

Julia Wulandari; Nabila Helmalia P; Auliya Putri; Mochammad Isa Anshori

JURNAL RISET MANAJEMEN DAN EKONOMI 2026 Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

The development of artificial intelligence (AI) has significantly transformed human resource management, particularly in recruitment and employee selection processes. AI-based recruitment systems utilize algorithms to enhance efficiency, speed, and objectivity in evaluating candidates. These systems allow organizations to process large volumes of applications more quickly and identify suitable candidates based on data-driven criteria. However, despite these advantages, the use of AI also presents challenges, especially concerning algorithm transparency and the potential for bias, which may compromise fairness in decision-making. Therefore, the role of human resource (HR) leaders becomes crucial in ensuring that AI systems are implemented in a transparent, accountable, and ethical manner. This study aims to analyze the application of algorithm transparency in AI-based recruitment and examine the role of HR leaders in overseeing and auditing these technologies to minimize algorithmic bias. The research adopts a Systematic Literature Review (SLR) approach by analyzing various scholarly articles related to AI in recruitment, algorithmic bias, and AI governance. The review process includes stages of identification, selection, evaluation, and synthesis of relevant literature from multiple scientific databases. The findings indicate that algorithm transparency is a key factor in developing fair and accountable recruitment systems. HR leaders play a strategic role through oversight mechanisms, algorithm audits, and the establishment of governance policies. Without proper supervision, AI systems risk perpetuating historical biases embedded in training data. Therefore, integrating AI with responsible HR leadership is essential to achieving transparent, fair, and sustainable recruitment practices.

Labobar, Jerson; Rengkung, Yansye; Kawatu, Gloria; Sahempa, Amazia; Natary, Dyara +1 more

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Kajian ini membahas tentang factor-faktor yang mempengaruhi relasi antar umat beragama dengan berfokus pada interaksi antara umat Kristen dan Buddha dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Tomohon. Kota Tomohon dipilih sebagai sebagai Lokasi penelitian karena memiliki reputasi sebaga salah satu daerah dengan Tingkat toleransi agama yang relative kuat di tengaah kemajemukan sosial dan budaya. Penelitian ini menggunaakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui analisis terhadap literatur ilmiah, pemberitaan media, serta dokumen yang relevan dengan konteks sosial keagamaan. Temuan kajian menunjukkan bahwa hubungan harmonis antara umat Kristen dan Buddha terbangun melalui praktik sosial yang menekankan dialog, kerja sama, dan partisipasi lintas agama. Peran pemuka agama, pemimpin lokal, dan tokoh masyarakat menjadi factor penting dalam menjaga stabilitas relasi sosial antar umat beragama. Selain itu, kearifan lokal Minahasa seperti mapalus dan Sitou Timou Tumou Tou, berfungsi sebagai landasan nilai yang memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan. Pendidikan multikultural dan penguatan literasi keagamaan turut berperan dalam membentuk sikap keberagamaan yang inklusif dan saling menghormati. Kajian ini menyimpulkan bahwa relasi Kristen dan Buddha di Kota Tomohon mencerminkan praktik kerukunan umat beragama berbasis komunitas yang memiliki signifikansi sosiologis serta relevan sebagai rujukan dalam pengembangan kajian toleransi dan kehidupan beragama di Indonesia.

Rayden Soegiarto; Elvira Wijaya

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Bangunan Landhuizen Kelengan di Kota Semarang, merupakan salah satu bangunan yang memiliki arsitektur Indische Empire Style. Arsitektur Indische Empire Style merupakan arsitektur yang bukan murni arsitektur Belanda, tetapi sudah beradaptasi dengan iklim setempat. Arsitektur Indische Empire Style hadir melalui karya arsitek Belanda dan diperuntukkan bagi bangsa Belanda yang tinggal di Indonesia, pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia. Bangunan Landhuizen Kelengan dibangun pada awal abad ke 18, tetapi tidak ada data pasti mengenai tahun berdirinya bangunan tersebut. Fungsi awal bangunan ini merupakan sebuah rumah tinggal dari seorang pejabat VOC (Vereeniging van Oost-Indische Compagnië) yang bernama Tuan Klein, kemudian berpindah tangan kepada Be Biauw Tjoan, seorang pedagang, pebisnis, serta pemimpin masyarakat Tionghoa (opsir) di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya karakter arsitektur Indische Empire Style pada bangunan Landhuizen Kelengan di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi, pengukuran, pengambilan foto, serta dokumentasi  secara langsung di lapangan. Hasil penelitian pada bangunan Landhuizen Kelengan berupa temuan elemen penyusun fasad pada bangunan yang berarsitektur Indische Empire Style.

Aripin Marpaung

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study stems from a classic question in the study of political hadith regarding leadership, specifically the hadith "The Imams are from Quraysh," which is often understood textually as requiring leaders to be from the Quraysh tribe. This kind of understanding often stops at the normative and historical level, without considering the socio-political context of modern society, which is fundamentally different from the early Islamic era. As a result, a gap emerged between the moral message of the hadith and the reality of the leadership system in democratic countries like Indonesia. This research aims to reanalyse the meaning of hadiths about Quraysh and non-Quraysh leadership, and to trace their relevance to the concept of state leadership in the Indonesian constitutional system, placing Islamic political theory and modern leadership theory on an equal footing (theory = theory). This research employs a qualitative approach based on library research, with the primary sources being political hadiths and classical references such as al-Ahkam al-Sulthaniyyah by al-Mawardi, supplemented by contemporary literature on the modern Indonesian government system. The analysis was conducted using comparative methods and content analysis to explore the commonalities and differences between the concept of Imamah in Islam and leadership in modern democratic systems. The research findings indicate that the hadith about Quraysh leadership cannot be understood rigidly as a limitation of lineage, but rather as an ethical guideline emphasising the principles of justice, trust, responsibility, and public interest. The ethical values in the hadith align with the basic principles of the presidential system in Indonesia, such as public accountability, limitation of power, and popular sovereignty, as regulated in the 1945 Constitution. Despite challenges such as corruption, the politicisation of religion, and weak leadership morality, the values of the hadith remain relevant if translated into public norms and modern governance practices. This research confirms that leadership in Islam and Indonesian democracy can complement each other, with Islam providing a moral and spiritual foundation, while democracy offers the legal and political structure to realise it.

Sitinjak , Jeremia Sampe Tumpal; Munthe, Denyka

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kritik profetis nabi Yeremia terhadap kepemimpinan korup dalam Yeremia 23:1–6 serta menggali implikasinya bagi teologi kepemimpinan Kristen masa kini. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana teks ini merefleksikan bentuk penyimpangan kepemimpinan di Yehuda dan bagaimana pesan profetis Yeremia tetap relevan bagi gereja modern yang menghadapi krisis integritas pemimpin rohani. Penelitian ini menggunakan metode analisis eksegetis dan teologi biblika dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur terhadap teks Alkitab, tafsiran akademik, serta tulisan-tulisan teologi kepemimpinan kontemporer. Temuan utama penelitian ini terletak pada penekanan bahwa kritik profetis Yeremia tidak hanya bersifat destruktif (menghukum penyimpangan), tetapi juga konstruktif, yaitu menghadirkan harapan eskatologis melalui figur “Tunas Adil” yang menggenap dalam diri Kristus sebagai model kepemimpinan yang adil, setia, dan penuh belas kasih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan Yeremia 23:1–6 menegaskan panggilan kepemimpinan yang berakar pada keadilan, kesetiaan, dan tanggung jawab moral di hadapan Allah. Dengan demikian, teks ini memberikan koreksi teologis sekaligus arah pembaruan bagi gereja dalam membangun kepemimpinan yang profetis, etis, dan Kristosentris.

Sutrisno, Rheinhard David

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) berbasis Pancasila sebagai strategi pembentukan karakter anti-bullying di sekolah. Maraknya praktik perundungan menunjukkan lemahnya internalisasi secara moral dan spiritual, sehingga diperlukan pendekatan kepemimpinan guru yang integratif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis kritis terhadap buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan kepemimpinan guru PAK, nilai-nilai Pancasila, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan guru PAK yang meneladani nilai kasih, kerendahan hati, keadilan, pengampunan, dan tanggung jawab sosial berperan strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang menolak perundungan. Integrasi nilai-nilai kepemimpinan guru PAK dengan Pancasila khususnya kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial menciptakan pendekatan pendidikan karakter yang holistik, relevan dengan konteks kebangsaan, dan berorientasi pada pembentukan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bermartabat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan kepemimpinan guru PAK sebagai pemimpin moral dan spiritual yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai iman Kristen dan ideologi Pancasila dalam upaya pencegahan bullying di sekolah.

Maluw, Fanda Wilhelmina; Tumiwa, Evi S.E.

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Penelitian ini berangkat dari realitas kepemimpinan gereja yang masih cenderung hierarkis, kurang membuka ruang partisipasi, serta belum peka terhadap persoalan sosial, sehingga hubungan antara pemimpin dan jemaat sering kehilangan kedalaman etis dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan etika solidaritas sebagai dasar teologis dan praksis bagi pembaruan kepemimpinan gereja yang bersifat transformatif. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, untuk menelusuri pengalaman, makna, dan praktik kepemimpinan gerejawi dalam konteks tertentu. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan etika solidaritas sebagai paradigma utama kepemimpinan gereja dengan mengintegrasikan empati, partisipasi, keadilan relasional, dan kenosis Kristus ke dalam kerangka kepemimpinan transformatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa etika solidaritas mampu menggeser kepemimpinan dari pola dominatif menuju model yang relasional, partisipatif, dan kontekstual. Kepemimpinan yang berlandaskan solidaritas memungkinkan pemimpin hadir bukan sebagai pusat kuasa, melainkan sebagai pelayan, rekan seperjalanan dan penggerak iman. Dengan demikian, gereja dapat berkembang sebagai komunitas yang inklusif, dialogis dan profetik serta relevan dalam menjawab tantangan sosial dan kemanusiaan di tengah dunia modern.

Darmaka, Benediktus James Widya; Saragih, Etty Justiana; Deo, Yohanes De; Laksono, Joko Sapto Puji

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Artikel ini menganalisis krisis moral yang dihadapi oleh raja-raja dalam Kitab 2 Tawarikh serta implikasinya terhadap etika kepemimpinan dan pemerintahan kontemporer. Dengan menggali pelajaran dari sejarah, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana pemimpin modern dapat menghindari kesalahan yang sama dan membangun pemerintahan yang lebih etis dan bertanggung jawab. Metodologi yang digunakan meliputi analisis hermeneutik dan kajian literatur, dengan fokus pada teks-teks skriptural dan konteks sejarahnya. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan moral sering kali berasal dari ketidakcocokan antara cita-cita kepemimpinan dan pemerintahan yang praktis, menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam kepemimpinan. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang pemerintahan etis dengan menarik paralel antara teks kuno dan tantangan kepemimpinan saat ini.