Publication Search

67,429 articles from 568 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 24

Analytics

Yaqin, Moh. Ainol

Dinamik 2022 Universitas Stikubank

Ibadah haji adalah rukun islam yang kelima, dimana hukumnya wajib bagi yang mampu dan beragama Islam dan dilaksanakan satu tahun sekali secara serentak di Negara Arab Saudi tepatnya di Mekkah. Manasik ialah tata cara beribadah, sedangkan definisi dari Manasik Haji adalah pembelajaran, pembinaan, pelayanana dan perlindungan terhadap jama’ah haji. Kegiatan tersebut identik dengan berkerumunan atau secara bersama-sama. Pada saat ini kondisi tersebut bertentangan dengan protokol kesehatan Covid-19, yaitu physical distancing (Jaga Jarak) dan melarang untuk berkerumun. Salah satu contoh kasus Klaster Asrama Haji di Surabaya 81 orang terpapar positif Covid-19, setelah melakukan kegiatan manasik haji. Maka dari itu, dengan memanfaatkan teknologi yang sedang trending yaitu VR (Virtual Reality). Virtual Reality secara gampang merupakan ruang digital yang sebelumnya sudah berisikan data-data dan objek-objek yang dibentuk secara nyata sesuai dengan benda aslinya. Metode yang digunakan sudah tersaji dalam kerangka pemikiran dari awal sampai proses evaluasi. Dengan adanya peneraan VR dapat mencegah terpaparnya Covid-19.

Bambang Hermanu

Jurnal Agrifoodtech 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Fenomena yang sering dilihat dan didengar, tidak sedikit kasus yang terjadi terkait dengan pencantuman tanggal daluwarsa pada produk makanan. Masih banyak ditemukannya produk-produk kemasan yang tidak mencantumkan label tanggal kadaluarsa terutama produk industri rumah tangga, yang tentunya akan sangat merugikan bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan konsumen. Perlindungan konsumen harus mendapatkan perhatian yang lebih, tidak saja terhadap barang-barang berkualitas rendah, akan tetapi juga terhadap barang-barang yang membahayakan kehidupan masyarakat. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan  merupakan landasan hukum bagi pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap kegiatan atau proses produksi, peredaran  dan atau perdagangan pangan. Peraturan yang mengatur tentang  produk pangan sampai saat ini sebenarnya sudah dirasakan cukup memadai, namun permasalahannya adalah sampai seberapa jauh para produsen pangan mampu menerapkan atau menindaklanjuti setiap ketentuan dimaksud. Perlindungan terhadap konsumen dipandang dari aspek materiil maupun formal makin terasa sangat penting dan sangat dibutuhkan, mengingat produk pangan yang beredar luas di masyarakat ada indikasi tidak memenuhi standar sebagai produk yang tidak layak.  Dalam rangka mengejar dan mencapai kedua hal tersebut akhirnya baik langsung maupun tidak langsung perlu adanya upaya-upaya untuk memberikan perlindungan yang memadai terhadap kepentingan konsumen. Peran  BPOM  terhadap  konsumen  dan pembinaan  kepada  pelaku  usaha  merupakan  bentuk  perlindungan  hukum  kepada  masyarakat  melalui  proses  sosialisasi,  pembinaan,  pemeriksaan,  dan  pengawasan  terhadap peredaran produk pangan yang beredar di pusat atau sarana pembelanjaan konsumen. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui penerapan undang-undang perlindungan konsumen  terhadap  produk  pangan  daluwarsa  dan  bagaimana  upaya pengawasan dan pencegahan  produk pangan / makanan  dan  minuman daluwarsa  yang  beredar  di  masyarakat. 

Sarah Silalahi; Segen Pasaribu; Angelina Pasaribu; Ramayanti Pangaribuan; Maria Widiastuti

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Older people tend to stay at home, a condition that poses new problems for older people. They are alienated from their environment and forgotten by people, resulting in rejection and loss of self-esteem. Therefore, church ministry to the elderly must be viewed as a specific ministry and taken seriously by special workers and servants of God who truly understand the problems of the elderly. These categorical services morally oblige the church to treat its congregation members, the elderly, seriously and responsibly. Ultimately it means striking a balance between being careful and acting responsibly. A church is an institution with an organization. But more than that, the church is a community of believers. According to God's command in Matthew 28: 18-20, After becoming a disciple of Christ and being baptized, a disciple of Christ must be taught the doctrine of the Christian faith, how to live the Christian life.

Nurreka Sekar Arum; Meydika Wahista Putri

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini memiliki tujuan studi guna meninjau pelanggaran yang dilakukan oleh ASN/PNS terhadap aturan asas netralitas yang telah diberlakukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS yang telah dijelaskan bahwa para ASN dinyatakan secara tegas agar menghindari permasalahan kepentingan pribadi ataupun kelompok (golongan). Oleh sebab itu ASN/PNS tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang sebagaimana hal tersebut mengarah pada suatu perilaku yang membuktikan adanya partisipasi dalam politik. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melaksanakan penelitian kepustakaan dari bermacam-macam sumber yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa bagi para ASN yang telah melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi hukum berupa diberhentikan dengan paksa secara tidak hormat. Sebagaimana yang telah ditetapkan bahwa larangan PNS menjadi bagian daripada parpol juga diatur dalam PP Nomor 37 Tahun 2004. Hal ini untuk memastikan bahwa ASN tidak terlibat dalam politik dan tidak dipengaruhi oleh kelompok manapun sehingga dalam penyelenggaraan pelayanan publik tidak ada diskriminasi dan pengangkatan pejabat publik dilakukan saat ini independen, sehingga tidak relevan dengan konteks politik yang ada. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut, asas netralitas khas ASN/PNS tetap dipertahankan dan tercermin dalam pelaksanaan tugas serta tanggung jawab sebagai aparatur Negara.

Eka Yolanda Siregar; Ester Magdalena Nababan; Eunike Rehulina Ginting; Benita A Nainggolan; Dian Lorensa Ritonga +1 more

Early adulthood is a period of livelihood, discovery, consolidation and reproductive period, which is a period full of problems and emotional tension, a period of social isolation, a period of commitment and dependence, changes in values, creativity and adjustment to a new lifestyle. During this transition period he will enter his Developmental Task. On the other hand, he will be faced with a problem, including problems within himself (personal hazard), his physique (Physical hazard), and problems with society (social hazard). The method used in this paper is a qualitative method with a library approach. A literature study was conducted by reviewing various sources related to the topics discussed as a conclusion that early adulthood is a period that is not easy, many developmental tasks will be faced, problems that come and go so that many early adults do not know the direction of their life, therefore it is necessary to have a coaching to direct and guide early adults so that they become strong and strong adults in facing the tasks they will carry.        

Eka Yolanda Siregar; Ester Magdalena Nababan; Eunike Rehulina Ginting; Benita A Nainggolan; Dian Lorensa Ritonga +1 more

Early adulthood is a period of livelihood, discovery, consolidation and reproductive period, which is a period full of problems and emotional tension, a period of social isolation, a period of commitment and dependence, changes in values, creativity and adjustment to a new lifestyle. During this transition period he will enter his Developmental Task. On the other hand, he will be faced with a problem, including problems within himself (personal hazard), his physique (Physical hazard), and problems with society (social hazard). The method used in this paper is a qualitative method with a library approach. A literature study was conducted by reviewing various sources related to the topics discussed as a conclusion that early adulthood is a period that is not easy, many developmental tasks will be faced, problems that come and go so that many early adults do not know the direction of their life, therefore it is necessary to have a coaching to direct and guide early adults so that they become strong and strong adults in facing the tasks they will carry.        

Eneng Martini; Aji Noor Nugraha; Poppy Aprilio Beladona

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis, serta memahami penerapan karakter disiplin bagi peserta didik melalui peran dari ekstrakurikuler polisi taruna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di SMK Taruna Nusantara Jaya desa Cisomang, Data di peroleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitiannya sebagai berikut: 1) kondisi kedisiplinan peserta didik mengalami perkembangan yang lebih baik, tetapi masih ada beberapa peserta didik yang melakukan tindak indisipliner (ringan) diantaranya indisiplner dalam waktu masuk sekolah, rambut panjang, tidak membawa atribut, dan tidak membawa helm saat berkendara. 2) pandangan peserta didik mengenai ekstrakurikuler polisi taruna bahwasannya adalah ekstrakurikuler yang baik terutama dalam hal penekanan kedisiplinan diantaranya kedisiplinan waktu dan tanggung jawab. 3) Peran ekskul POLTAR terhadap kedisiplinan peserta didik yaitu dengan melakukan kegiatan pelaksanaan kedisiplinan diantaranya mengawasi, mencatat, memperingatkan, memberi pengarahan dan menindak sesuai intruksi dari pembina dan kesiswaan.

Tiarma Fitri Malau; Lydia Nivea Indah Permatasari Silaban; Seventina Sibagariang; Enjelina; Putri Amelia Siahaan +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembinaan Warga Gereja yang Marturia atau bersaksi, Gereja sebagai tubuh Kristus dan tanda iman serta ketundukannya kepada Tuhan, gereja harus bersaksi, terutama dengan mewartakan anugerah, kebenaran, dan keadilan Tuhan kepada masyarakat dalam segala situasi dan tantangan, serta tentang anugerah Tuhan kepada seluruh ciptaan Nya. Bersaksi yang dimaksud adalah membuktikan kasih setianya kepada Kristus yang rela mati dikayu salib, bangkit, dan naik ke surga, supaya manusia kiranya mendapatkan hidup yang kekal dari Tuhan. Tulisan ini bertujuan untuk menggabungkan gereja yang Marturia dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimana PAK adalah pendidikan yang berpusat pada Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai dasar atau titik acuan. PAK berperan untuk bersaksi kepada masyarakat dengan mendasarkan Alkitab dan Pendidikan Agama Kristen memberikan pengajaran yang sifatnya mendidik serta memberikan bimbingan kepada warga Gereja. Tulisan ini menggunakan metode  kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Dengan mencari berbagai sumber-sumber yang terkait dengan topik yang dibahas. Peneliti menggunakan berbagai sumber-sumber data baik berupa buku teks, jurnal ilmiah serta artikel ilmiah yang diambil dari sumber internet. Melalui tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam gereja, dan dapat mengatasi tantangan-tantangan Pembinaan Warga Gereja yang Marturia, terutama di zaman modern ini melalui gereja dan Tenaga PAK, supaya jemaat dan peserta didik terbimbing atas Terimplikasinya pembinaan warga gereja terhadap PAK, sehingga warga jemaat dan peserta didik mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang daripada kesaksian hidup Kristus dengan melaksanakan tugas dan panggilan gereja terutama dengan Marturia atau Bersaksi.

Herlina Dewi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Melalui hasil Peneilitian Tindakan Sekolah (PTS) ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui pembinaan dan pelatihan memiliki dampak positif dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan bagi  guru produktif dalam rangka pengembangan sekolah menuju lulusan yang mampu berdaya saing di dunia usaha, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman guru dan terhadap pembinaan yang disampaikan kepala sekolah   ketuntasan guru meningkat dari siklus I, II, dan III ) yaitu masing-masing 20% ; 60% ; 100%. Dan nilai rata-rata juga mengalami peningkatan yang signifikan, 68 pada siklus I menjadi 74 pada siklus II dan 86 pada Siklus III. Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas guru dalam meningkatkan kompetensinya guru dalam proses pembelajaran daring pada setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap capaian mutu guru, yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata guru pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Dari analisis data di atas bahwa pembinaan kompetensi kewirausahaan bagi guru produktif oleh kepala sekolah melalui pembinaan dan pelatihan penerapan model pembelajaran Berbasis Proyek efektif diterapkan dalam upaya meningkatkan capaian mutu guru, yang berarti proses pembinaan kepala sekolah lebih berhasil dan dapat meningkatkan mutu guru dalam proses pembelajaran,khususnya SMK Negeri 5 Telkom, oleh karena itu diharapkan kepada para kepala sekolah dapat melaksanakan pembinaan melalui work shop secara berkelanjutan.

Junedi Junedi; Kabul Laksono; Mukh Nursikin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to determine the strategy of Islamic religious education teachers in carrying out student religious moral development: a case study of SMK Saraswati Salatiga. In this study using qualitative methods sourced from the method of observation, interviews, and documentation. The data collection used in this study was carried out through primary data and secondary data, namely in the form of observations and interviews with school principals, Islamic religious education teachers, and students. These findings indicate that the implementation of student religious moral development carried out by Islamic religious education teachers in schools includes extra-school and social activities, congregational prayers, and reading the Koran and Asmaul Husna. Through this strategy, the implementation of the religious moral development of students at the Saraswati Salatig Vocational School is going well and is an action that is an affective rational action, traditional rationale, and oriented to religious values.

Hatijah Hatijah

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Supervisi pembelajaran merupakan salah satu tugas Kepala Madrasah sebagai supervisor untuk melakukan pengamatan dan penilaian terhadap kompetensi (kemampuan guru) dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, ditemukan masalah diantaranya pelaksanaan pembelajaran masih berpusat kepada guru. Supervisi pembelajaran masih belum maksimal dilakukan bimbingan kepada guru. Oleh karena itu, berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti di lapangan, maka peneliti sebagai kepala madrasah ingin melakukan suatu penelitian tindakan yang bertujuan untuk mengetahui penerapan dan keefektifan supervisi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan tugas mengajar berbasis PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) pada MIS Maarif NU Silanggaya Kec. Tombolopao Kab. Gowa Tahun Pelajaran 2021-2022. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilakukan dalam 3 siklus. Peningkatan kinerja guru terhadap daya serap kelompok pada siklus I, II, dan III sebesar 69,40%; 77,50%; dan 85,36%. Sedangkan peningkatan kinerja guru terhadap ketuntasan kelompok pada siklus I, II, dan III sebesar 69,40%; 73,33%; dan 86,67%. Dan peningkatan kinerja guru terhadap daya serap individu pada siklus I, II, dan III sebanyak 7 guru, 11 guru, dan 13 guru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan melalui penerapan supervisi pembelajaran memiliki efektivitas dan dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan tugas mengajar berbasis PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).    

Mufti Fahrizal Harahap

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Fokus masalah dalam tulisan ialah menelusuri Paralelisme Prinsip Tauhid dengan Manajemen Kinerja Pegawai pada Perkebunan Kelapa Sawit Kab. Asahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang digolongkan kepada penelitian lapangan (field research), yang menghasilkan data deskriptif yaitu metode yang berusaha mencari dan menyajikan data-data dari objek yang akan diteliti. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian yang diperoleh ialah; Pertama, pengaruh prinsip Tauhid dalam kehidupan pegawai tampak dalam sikap dan tingkah lakunya yang dilandaskan pada suatu keyakinan yaitu memiliki jiwa kepemimpinan, moral yang bersih, menghargai waktu, bertanggung jawab dan berorientasi pada produktivitas. Kedua, Prinsip Tauhid penting dalam meningkatkan manajemen kinerja pegawai PTPN IV Ashan, terdapat beberapa faktor yang mempe-ngaruhi semnagat kerja di antaranya,  agama, motivasi, penilaian prestasi dan pembinaan. Prinsip Tauhid selalu mengambil posisi dan memainkan peranan positif, dinamis, dan kreatif dalam memajukan kinerja pegawai.  

Irna Juita; Elfindri Elfindri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi  pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) oleh Penderita Hipertensi di Puskesmas Agam Barat Kabupaten Agam. Penelitian ini mengunakan metode penelitian (mixed methods)/Metode pengumpulan data kuantitatif dan penelitian kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian sebanyak 728 orang Puskesmas maninjau dan Puskesmas Lubuk Basung 320 orang menggunakan Purposive sampling. Penelitian kualitatif menggunakan wawancara, telaah dokumen dan observasi pada informan dan penelitian kuantitatif menggunanakan Analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pendidikan, pengetahuan, kemudahan akses dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posbindu PTM oleh penderita hipertensi. Faktor yang yang paling berpengaruh adalah kemudahan akses. Input SDM sudah cukup dan untuk dari segi kualitas perlu dilakukan pelatihan, pembinaan, Dana sudah cukup dari BOK dan Nagari. Tempat sarana dan prasana yang kurang, proses pelaksanaan Pelaksanaan skrining PTM sudah maksimal seperti penyuluhan, pemeriksaan labor dan ditindak lanjuti jika ada masalah yang ditemukan saat pelaksanaa. Output PTM yang baik dan berkelanjutan belum mencapai target sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal, hal ini terlihat masih adanya masyarakat usia 15-59 tahun belum terskrining dengan baik. advokasi dan koordinasi kepada camat dan wali Nagari untuk membentuk Masyarakat dan Kampung Peduli Hipertensi, ambilance desa, peningkatan promosi kesehatan.

Ardiansyah Ardiansyah; Inang Raeni; Harfiani Harfiani; Asria Asria

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Strengthening spirituality in early childhood plays a crucial role in shaping character and moral values for the future. Baubau City, with its rich cultural heritage and strong Islamic traditions, offers a strategic context for implementing spiritual guidance programs for young learners. This Community Service Program (PKM) was conducted at TK Negeri Pembina Kokalukuna in Baubau to provide spiritual guidance for early childhood students. The program employed a storytelling approach, focusing on the exemplary life of the Prophet as a model for cultivating moral values. The findings indicate an improvement in children’s basic understanding of spiritual values, particularly in recognizing the sirah of the Prophet, including his historical legacy and virtuous character. The study recommends collaborative efforts among teachers, parents, and the wider community to strengthen children’s spirituality from an early age.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Galuh Wicaksono; Antonius Denny Firmanto

Pembinaan calon imam merupakan bagian penting untuk menyiapkan tenaga pastoral yang mampu memimpin sebuah paroki. Lima aspek pembinaan: kepribadian, intelektual, komunitas, pastoral, komunitas menjadi bagian utama dalam proses formasi. Berbagai bentuk pembinaan dibuat guna mencetek para pemimpin yang baik. Saat ini dunia yang sedang manghadapi wabah virus corona juga mempengaruhi proses pembinaan calon imam. Merujuk pada dokumen gereja mengenai pembinaan calon imam Optatam Totius yang mengatakan bahwa pembinaan calon imam adalah bagian penting bagi Gereja. Fokus penulisan yaitu meneliti proses pembinaan selama masa pandemi. Tujuan dari tulisan ini adalah memahami proses pembinaan seminari dalam masa pandemi. Permasalahan yang hendak diangkat yaitu: mengapa formasi calon imam itu perlu dalam Gereja Katolik? Mengapa fenomena pandemi covid-19 ini perlu didalami dalam konteks pembinaan seminari? Mengapa pandemi covid-19 di Seminari Tinggi San Giovanni XXIII perlu diteliti? Metodologi penulisan menggunakan analisis deskriptif-naratif dengan menelaah pembinaan seminari selama pandemi. Temuan dari penulisan ini adalah pembinaan di seminari Giovanni selama pandemi mengalami keterbatasan. Keterbatasan ini tidak menciutkan semangat untuk terus memformat para calon imam.

Elisabeth Marito Gultom; Sugiyana Sugiyana; Wuriningsih Wuriningsih

Adolescence is when a person begins to learn to be an adult human being. Therefore, there is a need for coaching. On the other hand, adolescence also experiences resilience. For this reason, faith formation is needed. This also happened to the students of St. Fransiskus Vocational School Semarang. Therefore, faith-building at St. Fransiskus Vocational School affects student resilience. To discuss this problem, the researcher conducted a study entitled The Correlation Between Faith Development and Resilience in Catholic Adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang as the subject of the study was a Catholic student at St. Fransiskus Vocational School Semarang. The method used is descriptive quantitative with correlational techniques. This research was conducted from July to September 2021. The variables of this research are independent variables of Catholic faith development and dependent variables of adolescents. The research population was all St. Fransiskus Vocational School Semarang students, and samples were taken using simple random sampling techniques. The theoretical basis used is the theory of faith development and adolescent resilience. The results showed that the calculated r-value (rxy) was 0.6373, which was included in the relatively strong or high category (the calculated r-value was 0.41 - 0.70). Based on the data analysis, it was concluded that there is a correlation between faith development and resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School in Semarang. The percentage of contribution of faith development to resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang is 40.61%, based on calculations using the product-moment correlation formula.

Elisabeth Marito Gultom; Sugiyana Sugiyana; Wuriningsih Wuriningsih

Adolescence is when a person begins to learn to be an adult human being. Therefore, there is a need for coaching. On the other hand, adolescence also experiences resilience. For this reason, faith formation is needed. This also happened to the students of St. Fransiskus Vocational School Semarang. Therefore, faith-building at St. Fransiskus Vocational School affects student resilience. To discuss this problem, the researcher conducted a study entitled The Correlation Between Faith Development and Resilience in Catholic Adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang as the subject of the study was a Catholic student at St. Fransiskus Vocational School Semarang. The method used is descriptive quantitative with correlational techniques. This research was conducted from July to September 2021. The variables of this research are independent variables of Catholic faith development and dependent variables of adolescents. The research population was all St. Fransiskus Vocational School Semarang students, and samples were taken using simple random sampling techniques. The theoretical basis used is the theory of faith development and adolescent resilience. The results showed that the calculated r-value (rxy) was 0.6373, which was included in the relatively strong or high category (the calculated r-value was 0.41 - 0.70). Based on the data analysis, it was concluded that there is a correlation between faith development and resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School in Semarang. The percentage of contribution of faith development to resilience in Catholic adolescents at St. Fransiskus Vocational School Semarang is 40.61%, based on calculations using the product-moment correlation formula.

Muhammad Ibnu Faruk Fauzi

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Habituation in education is very much needed because psychologically, students model more behavior or figures they idolize, including their teachers. Habituation is also no less important in learning activities. This is because any knowledge or behavior gained by habituation will be very difficult to change or eliminate it so that this method is very useful in educating children. Moral development activities for students are carried out at Dharma Wanita Sumberrejo Kindergarten through the habituation method of learning Islamic Religious Education (PAI). The research method used is a service method that describes the phenomenon that occurs as it is, data sources are obtained through school leaders, teachers and parents of children. The analysis is carried out with reference to the stages of tabulation, coding and giving meaning to the data. The results of the service show that the implementation of child moral development through the habituation method already contains the main teachings of Islam, namely Akidah (faith), Sharia (Islamic) and Akhlak (Ihsan). The method of habituation given by means of getting used to the behavior or moral attitude of the child repeatedly and continuously. In addition to the habituation carried out by teachers in schools, the role of parents is actually important for children's habituation in practicing Islamic teachings that have been taught through habituation in schools, but this role will not be maximized when parental involvement is not full on the development of children's behavior and morals.

Kasmawati Kasmawati

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Proses belajar mengajar di kelas merupakan suatu proses yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa guru belum dapat membuat perencanaan pembelajaran dengan baik, pembuatan perencanaan pembelajaran dilakukan setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan, dan masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Permasalahan tersebut mendorong peneliti sebagai Kepala Madrasah untuk melakukan penelitian tindakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan dan keefektifan supervisi akademik Kepala Madrasah sebagai upaya peningkatan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajar MTs Darul Muttaqin Bungasunggu Kab. Gowa Tahun Pelajaran 2021-2022. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah yang dilakukan dalam 3 siklus. Peningkatan kinerja guru pada siklus I, II, dan III sebesar 73,90%, 80,40%, dan 89,10%. Sedangkan ketuntasan individu pada siklus I, II, dan III sebesar 40%, 60%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan melalui penerapan supervisi akademik Kepala Madrasah dapat meningkatkan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajar mengajar. Selain itu juga, kegiatan supervisi akademik ini juga efektif dalam meningkatkan kinerja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses belajarn mengajar.