Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 48

Analytics

Samosir, Triwira; Siregar, Tiara Anggrini; Clarissya Shatala Revi; Lubis, Nabila; Silaban, Putri Sari Margaret Julianty

Indonesia merupakan produsen padi terbesar di kawasan ASEAN dengan produksi mencapai 60,3 juta ton pada tahun 2025. Meskipun demikian, tingginya produksi tersebut belum mampu meningkatkan ekspor beras secara signifikan dan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan output pertanian belum tentu mencerminkan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi yang mendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah, jumlah petani, dan penyaluran pupuk bersubsidi terhadap produksi padi di Indonesia menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data cross section pada 10 provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah model memenuhi pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi dengan elastisitas sebesar 1,038743. Sebaliknya, jumlah petani berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan penyaluran pupuk bersubsidi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi padi lebih dipengaruhi oleh ketersediaan dan pemanfaatan lahan yang produktif dibandingkan penambahan tenaga kerja maupun subsidi input pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produksi padi memerlukan kebijakan yang berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, perlindungan lahan pertanian produktif, serta penerapan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.

Abas, Mamat; Frans Mitran Ajami; Risti Ristianingsih Badu; Ukhti Nurfajriah Sasmita Ijonu

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Desa Suka Makmur di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo merupakan wilayah beriklim panas dengan kondisi permukiman yang cenderung gersang akibat minimnya pemanfaatan pekarangan rumah. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknologi budidaya sederhana menyebabkan pekarangan dibiarkan kosong dan tidak memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan melalui penerapan teknologi hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) sebagai upaya penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan perakitan instalasi hidroponik, serta praktik budidaya langsung. Pelaksanaan program menghasilkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat secara signifikan, ditandai dengan kemampuan warga merakit sistem NFT, mengelola nutrisi, serta memelihara tanaman hingga masa panen. Selain itu, pekarangan warga mulai mengalami perubahan menjadi ruang hijau produktif yang mampu menurunkan kesan gersang pada lingkungan permukiman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi hidroponik dan pendekatan pemberdayaan masyarakat efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, meningkatkan kemandirian pangan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan.

Budi Santoso; Anita Rahmawati; Jalaluddin Mubarok; Rizky Ramadhan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Model ini diaplikasikan pada Perumahan Green pakis Regency  (PT. Altofindo Sentosa) melalui proses simulasi, berkonsep “Green Area berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 yaitu melindungi lingkungan hidup dan mendukung implementasi target SDGs yang terkait dengan lingkungan, memberikan ruang lebih pada kawasan hijau, menggunakan energi berwawasan yang tidak memicu terjadinya lonjakan carbon, penggunaan material ramah lingkungan. Konsep perencanaan site plan mempertimbangkan kawasan rumah sehat yaitu memberi porsi yang cukup terhadap  ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian. Tujuan dari penelitian ini dengan program “Excel RAB-Pro” mendapatkan model site plan perumahan yang optimal, dari instrumen biaya  perumahan. Metode Penelitian adalah model simulasi site plan dengan merencanakan 3 alternatif untuk rumah type 40, 45, 70 (1 lantai), 68 dan78 (2 lantai) dan Ruko type 90 (2 lantai). Ketiga alternatif site plan tersebut kita ajukan ke perijinan untuk diproses, dievaluasi yang hasilnya ditetapkan satu untuk disetujui dan disyahkan untuk diaplikasikan ke proyek. Instrumen dari biaya meliputi  : biaya tidak langsung, biaya langsung, profit dan biaya penambahan SDGs meliputi eco drainage berupa sumur resapan, penggunaan material sirap dari kayu merbau untuk atap bangunan masjid, penggunaan energi ramah lingkungan untuk penerangan jalan solar panel dan solar water heater yaitu pemanfaatan energi matahari guna memanaskan air untuk kamar mandi.

Frans Mitran Ajami; Abas, Mamat; Iken Meyti Katili; Marwan Bakari Suleman

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pemanfaatan lahan kosong di wilayah perdesaan sering kali belum optimal akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi ruang terbuka hijau dan konsep desain lanskap. Desa Suka Makmur, Kabupaten Pohuwato, merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan terbuka cukup luas namun berada dalam kondisi gersang dan belum tertata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan lahan kosong melalui sosialisasi dan edukasi desain lanskap ruang terbuka hijau sebagai upaya awal pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah KKN-PAR (Participatory Action Research) dengan tahapan identifikasi awal, sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi perubahan pemahaman masyarakat. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test terhadap 24 responden. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat pada seluruh indikator yang diukur, meliputi fungsi ruang terbuka hijau, manfaat ekologis dan sosial, serta konsep dasar desain lanskap. Peningkatan pemahaman ini mengindikasikan terjadinya perubahan perilaku awal masyarakat pada aspek kognitif. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam membangun kesadaran lingkungan dan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.

Dimas Aditiya; Lili Dasa Putri; Solfema Solfema

Jurnal Inovasi Pendidikan 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This literature study examines hydroponic solutions (urban agriculture), particularly through hydroponic methods, as a response to the issue of significant urban agricultural land shrinkage and land conversion. Data shows a drastic reduction in rice fields in Sukawati District, Bali, from 497.24 Ha in 1985 to only 211.42 Ha in 2016, accompanied by a change in the profession of residents from farmers to entrepreneurs. This land conversion not only reduces agricultural areas but also has the potential to eliminate farmers' livelihoods. The method used is a literature review (narrative review) to collect and analyze studies related to the use of hydroponics in maximizing limited land in urban areas. The results of the discussion focus on hydroponic training provided to housewives from the Family Welfare Movement (PKK) and the City Youth Organization (Karang Taruna). This training aims to empower and utilize the free time of housewives, covering materials from the basic concepts of hydroponics, seed preparation, planting, maintenance, to harvesting. Hydroponic practices have been responded to positively by residents, and the PKK/Karang Taruna group is prepared to become mentors for other members. The benefits of hydroponics were emphasized as a highly efficient cultivation method, capable of saving up to 70-90% of water, enabling year-round food production, and providing faster and higher plant growth and yields. The outcome of this activity was the establishment of a communal hydroponic garden and each member's plan to grow hydroponically independently, demonstrating the success of hydroponics as a real solution to improving food security and sustainability in dense urban environments.

Roland Kasim; Mahludin S. Baruwadi; Hasim Hasim

Akhlak : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the compatibility between land use practices and watershed management regulations in Gorontalo Regency through ecological, normative, and axiological approaches. Rapid land cover changes from the upstream to downstream areas, particularly in the Biyonga, Alo-Pohu, and Limboto watersheds, have caused severe impacts such as increased erosion, sedimentation, and reduced hydrological function. The study employs a qualitative analysis using a literature-based method, reviewing key scientific articles from Jurnal Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada, Sustainability (MDPI), and Engineering, Technology & Applied Science Research, as well as regulatory documents such as Government Regulation No. 37 of 2012, Government Regulation No. 27 of 2023, Regional Regulation of Gorontalo Province No. 11 of 2014, and Governor Regulation No. 19 of 2019. The findings reveal that, ecologically, the conversion of agricultural lands into settlements has increased sediment yield and reduced soil infiltration capacity. Normatively, most land use activities remain inconsistent with soil and water conservation regulations. Axiologically, there is a gap between sustainability values embedded in policy and the community’s practical behavior in managing land resources. This study highlights the need for integrating scientific, legal, and ethical perspectives to strengthen sustainable watershed management in Gorontalo. Therefore, the findings are expected to serve as a policy recommendation framework for local governments in developing adaptive and ecologically grounded watershed management strategies.

Roni, Yunisman; Ari Rahmat Aziz; Masrina Munawarah Tampubolon; Nurhanifa Rizky Tampubolon; Niken Yuniar Sari +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Lahan basah merupakan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati, namun juga menjadi habitat yang ideal bagi berbagai vektor penyakit, terutama nyamuk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat Kelurahan Pebatuan sepakat bahwa jumlah nyamuk di daerah kelolaan sangat mengganggu dan kondisi got yang sangat kotor perlu ditangani. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menghindari gigitan nyamuk dan penyakit DBD Metode: Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami yakni kulit jeruk nipis, serai, cengkeh, dan campuran minyak zaitun. Hasil: Meningkatnya pengetahuan warga mengenai DBD perihal pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami dengan adanya peningkatan sebesar 31,4 poin. Dan warga aktif melakukan pencegahan DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar, penyuluhan yang dilakukan memperoleh respon positif dari masyarakat Kesimpulan: Pada kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD melalui pemanfaatan spray anti nyamuk berbahan alami serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit

Clarissa Qurrotu'Ainii; Salsabila Nur Azizah; Zida Fardasyah; Ratna Pangastuti

Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to improve early childhood learning activities by utilizing vacant land as a nature center at Aisyiyah Bustanul Athfal 50 Kindergarten, Surabaya. The underlying problem is the lack of variety in early childhood learning, which tends to be limited to the classroom and the suboptimal use of the surrounding environment as a learning resource. This study used a qualitative approach with the Classroom Action Research (CAR) method, conducted in two cycles. The subjects were 15 children in Group B, characterized by active learning but limited focus on learning and environmental exploration. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data validity was tested through triangulation of sources and techniques. The results showed that children's learning activities increased significantly after the implementation of nature-center-based learning. Children became more active, enthusiastic, and were able to interact better with their environment and peers. Activities such as planting, watering, observing insects, and maintaining garden cleanliness provided meaningful and enjoyable learning experiences. In addition, the utilization of vacant land was an effective solution in creating a contextual and child-friendly learning atmosphere. The environment around the school was optimally utilized as a learning medium appropriate to the development of early childhood. This study concluded that the nature center significantly contributed to increasing children's learning activities. Therefore, this nature-based learning model can be recommended as an innovation in early childhood learning for other educational units. 

Ernawati, Lia; Triwibowo, Rony Nur; Kumala Swandari, Mika Tri; Sudarmaji, Arief; Saparso, Saparso +1 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Desa Karangrau di Kecamatan Banyumas memiliki lahan subur yang sebagian besar ditanami durian hasil persilangan lokal dan Musangking. Pertanian, terutama budidaya durian, menjadi mata pencaharian utama warga. Para petani tergabung dalam Gapoktan Sumber Makmur dan KWT Setia Tani yang berperan dalam pengelolaan hasil panen. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pengetahuan teknik budidaya modern, perawatan tradisional tanpa dukungan teknologi, serta sistem irigasi yang belum optimal. KWT Setia Tani juga menghadapi tantangan dalam pengolahan produk turunan durian akibat minimnya pengetahuan diversifikasi. Padahal, durian berpotensi diolah menjadi roti, selai, tepung, hingga pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif. Melalui peningkatan pengetahuan, teknologi, dan inovasi pengolahan, Desa Karangrau berpeluang menjadi sentra durian unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakatnya.Desa Karangrau di Kecamatan Banyumas memiliki lahan subur yang sebagian besar ditanami durian hasil persilangan lokal dan Musangking. Pertanian, terutama budidaya durian, menjadi mata pencaharian utama warga. Para petani tergabung dalam Gapoktan Sumber Makmur dan KWT Setia Tani yang berperan dalam pengelolaan hasil panen. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pengetahuan teknik budidaya modern, perawatan tradisional tanpa dukungan teknologi, serta sistem irigasi yang belum optimal. KWT Setia Tani juga menghadapi tantangan dalam pengolahan produk turunan durian akibat minimnya pengetahuan diversifikasi. Padahal, durian berpotensi diolah menjadi roti, selai, tepung, hingga pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif. Melalui peningkatan pengetahuan, teknologi, dan inovasi pengolahan, Desa Karangrau berpeluang menjadi sentra durian unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dwi Handayani; Januar Januar; M Khairul; Auliana Okta; Herry Kurniawan +5 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

The community service activity conducted in Toapaya Selatan aimed to introduce an innovative planting and fertilizer applicator tool based on PVC pipes as an appropriate technology. This program was motivated by the persistence of manual farming practices that require excessive labor, time, and costs, while often resulting in uneven fertilizer distribution that reduces crop productivity. The implementation method adopted a participatory approach, consisting of preparation, counseling, demonstrations, field practice, and evaluation involving local farmers. Training sessions included hands-on practice to ensure that participants not only understood the theoretical aspects but also acquired practical skills in using and assembling the tool. The results indicate that the application of the pipe-based tool improved labor efficiency, reduced fertilization time, and enhanced the uniformity of fertilizer distribution on plantation land. These improvements were directly reflected in better crop maintenance and more sustainable use of resources. Farmers’ high enthusiasm and active participation demonstrated the success of this simple yet impactful technology transfer. Nevertheless, several challenges were encountered, including limited technical understanding among some participants, difficulties in replicating the tool independently, and restricted availability of tool-making materials in the local market. Overall, this innovation has the potential to contribute significantly to increasing local agricultural productivity. Further training, continuous mentoring, and institutional as well as financial support from the village government are strongly recommended to ensure the sustainability, scalability, and long-term adoption of this appropriate technology.

Eugenia Marcella Hotmauli Manik; M. Akbari Danasla

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Abandoned mining sites often experience a decline in soil fertility, which impacts soil quality and agricultural sustainability. This study aims to explore the potential of Pseudomonas fluorescens in rehabilitating limestone mining lands and enhancing the growth of Sengon (Falcataria moluccana) trees grown in polybag media. Sengon was selected as a pioneer species due to its resilience in degraded soils and its ability to improve soil structure. This study used an experimental design involving eight different treatments, which included the application of manure and varying concentrations of Pseudomonas fluorescens. Evaluations were conducted on the 25th and 50th days by measuring plant growth parameters such as plant height, root length, and key soil chemical properties, including pH, organic carbon, total nitrogen, total phosphorus, total potassium, and cation exchange capacity (CEC). The results showed that the application of 15 mL of Pseudomonas fluorescens on day 50 resulted in optimal plant growth, as indicated by an increase in plant height, root length, and soil quality improvement. The application of Pseudomonas fluorescens also enhanced soil pH, organic carbon, total nitrogen, and cation exchange capacity, all of which contributed to the improvement of soil fertility in the limestone mining land. This study provides evidence that Pseudomonas fluorescens can play a role in the rehabilitation of abandoned mining lands and improve the growth of Sengon trees, contributing to the recovery of degraded ecosystems.

Ali, Abdullah; Erita Oktasari; Feodora Zefanya Widjaja; Engel Bertus Maray; Diyah Ayu Ningsih

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Isu keterbatasan lahan di wilayah perkotaan mendorong perlunya solusi alternatif untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berfokus pada pengembangan urban farming di Kelurahan Bukit Duri dengan melibatkan kader TP PKK sebagai mitra utama. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan teknis, keterampilan, serta kemandirian warga dalam memanfaatkan ruang mikro melalui sistem hidroponik dan pemanfaatan lahan vertikal maupun horizontal. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, praktik instalasi hidroponik, penyemaian, hingga panen dan pengelolaan pasca panen. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas kader PKK dalam praktik urban farming, terbentuknya kebun percontohan yang aktif dirawat, serta pemanfaatan hasil panen untuk konsumsi rumah tangga dan pengembangan produk melalui branding sederhana. Program ini memberikan manfaat multidimensi: sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta mendorong keberlanjutan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

Ardiansyah, Reza; Roidah, Ida Syamsu; Syah, Mirza Andrian

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Produksi padi di Indonesia, termasuk Kabupaten Sidoarjo, menghadapi berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi produksi padi secara spasial di Kabupaten Sidoarjo dengan memanfaatkan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan meliputi analisis spasial untuk menggambarkan sebaran luas baku sawah, tanam, panen, irigasi, dan produktivitas di tingkat kecamatan, serta analisis deskriptif untuk menafsirkan hasil pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan sistem irigasi teknis dan luas baku sawah yang masih terjaga, seperti Kecamatan Tarik, Sukodono, dan Wonoayu, memiliki produktivitas yang relatif tinggi. Pemetaan spasial berbasis SIG terbukti efektif dalam mengidentifikasi wilayah potensial yang mendukung pengelolaan produksi padi secara lebih terarah. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan SIG sebagai alat strategis dalam perencanaan pertanian dan pengambilan kebijakan yang berbasis data spasial untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo.

Mohamad Hafrison; Ananda Pramuswari; Natzratul Zahira; Nabila Meilia Putri; Gabriel Abdya Pardede +1 more

Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Sitiung is a nagari in West Sumatra. It is located in Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province. This Nagari has an area of about 32.27 km2 and is about 18 km from Punjung Island, the capital of the regency. It is also the administrative center of Sitiung Sub-district. Mapping was conducted in the area to determine the administrative boundaries between jorong and the topography of the nagari. A map is simply defined as a representation of an area in which symbols indicate information about the area. Due to the fact that maps indirectly serve as a communication tool between the creator and the person reading it, the captions relating to the contents of the map are very important. The more detailed and complete the information contained in the map, the better and higher quality it is. In addition, it is easier for readers and users to use it. Data collection in the field can be done in various ways. Administrative and Topographic maps will be produced from the measurements taken.

Retna Nurhidayah; Rahayu Subekti; Purwono Sungkowo Raharjo

Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Rapid population growth in Indonesia, especially in Karanganyar Regency, has contributed to the conversion of agricultural land to non-agricultural land, which has the potential to threaten food security and environmental sustainability. With the main agricultural land protection regulation in Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 with further regulations in Karanganyar Regency through regional regulations on Karanganyar Regional Peraturan Daerah Karanganyar Nomor 19 Tahun 2019 Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013, Peraturan Daerah Karanganyar Nomor 6 Tahun 2020 and the basis for the Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) policy with the Online Single Submission (OSS) system based on the Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Nomor 13 Tahun 2021. However, in the implementation of these various arrangements there are various problems and challenges. This study aims to analyse the various challenges and problems in the efforts to realize the conversion of agricultural land to non-agricultural land in Karanganyar. This study uses a juridical empirical research method, using a legislative approach and a conceptual approach. The research findings show that there are inconsistencies in regulations, weak supervision and law enforcement, and lack of public awareness and participation.

Erick Prayogo Walton; Deya Sumiyati; Karina Karina; Raynoldi Raynoldi; Nopita Sari +7 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Technological developments have brought many changes, especially in the way we interact and do business. Currently, social media is widely used as a marketing platform for MSME products, this is because through social media the dissemination of information occurs quickly and it also allows MSME players to communicate with consumers directly and promote their products at relatively low costs. However, there are still many MSME actors who have not optimally utilized social media, such as dredged fish MSME actors in Air Jukung sub-district who only use Facebook to market their products. Because of this, the aim of this service is to provide assistance and direct practice in using social media to MSMEs in dredging fish in Air Jukung sub-district in optimizing marketing strategies in an interesting and unique way. The method for this service is in the form of training in making unique posters through the Canva application and interesting content on social media and processing it to attract consumer interest. The results of the service activities ran smoothly and received a positive response from social media users.

Risma Nurul Pujiasih; Suryaningsi Suryaningsi; Endang Herliah

Jurnal Inovasi Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Sustainable use of ex-mining land is an important aspect of sustainable development. By teaching students about reusing mined land, we can help develop a generation that cares more about the environment. The aim of this research is to explore the potential for using ex-coal mining land to increase the economic income of local communities and also for learning for students at SMA Negeri 1 Loa Janan. The type of research used is descriptive qualitative, data analysis techniques are data collection, data reduction, and data conclusion. The research results show that ex-coal mining land can help increase the economic income of local communities and can be an effective teaching material in PKN learning. Utilizing ex-coal mining land for economic activities has great potential to increase the income of local communities. This research proves that the use of ex-coal mining land as enrichment material for PKN teaching materials is effective in increasing understanding of PKN teaching materials for students at SMA Negeri 1 Loa Janan.

Rauzatun Jannah; Faisal Yahya; Azmil Umur

Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik 2024 International Forum of Researchers and Lecturers

This study aims to examine the illegal land ownership of the Pusong Reservoir in Banda Sakti Subdistrict, Lhokseumawe City by the local community, viewed from the perspective of Islamic law, specifically the concept of milk al-daulah, and national legislation, particularly Law No. 17 of 2019 on Water Resources. The phenomenon of land ownership in the reservoir has resulted in various impacts, including ecosystem damage and the potential for conflicts between the community and the government. This research uses a juridical-sociological approach with a descriptive-analytical qualitative method. Data were collected through interviews, observations, and literature studies. The findings show that the community’s ownership of the reservoir land, which is used for business and residential purposes, is in conflict with the principle of milk al-daulah and Law No. 17 of 2019, which stipulates that water resources are controlled by the state and must be used for public interest. The weak implementation of government oversight in managing this land has led to an imbalance between the interests of the community and the state. This study recommends better management of the reservoir land to ensure ecosystem sustainability and community welfare.  

Tommi Tommi; Lalu Panji Imam Agamawan

Indonesia Bergerak : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Kampung Mosso is one of the villages located in the Jayapura city government area and is a border area between the Republic of Indonesia and Papua New Guinea. The people in Kampung Mosso work as farmers. The agricultural commodities cultivated in the village are sago, corn, bananas, cassava, etc. However, agriculture in the village is still only to meet the needs of life. Not many people in the village have cultivated agriculture, especially food crops, optimally. Therefore, this community service will try to offer a solution, namely training in the use of home ground land as a strategy to increase food security in border areas. The results of this community service showed that two groups of people in Kampung Mosso were able to cultivate fish and vegetables in buckets, but another group was not able to cultivate fish and vegetables in buckets. The suggestion that needs to be done from this activity is intensive assistance and monitoring to several community groups so that they become more proficient in agricultural and fisheries cultivation.