Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 77

Analytics

Simanjuntak, Ayub; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam lingkungan pendidikan multikultural di SDS Unity Primary School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kompleksitas keberagaman di lingkungan sekolah yang menuntut adanya pengelolaan peserta didik yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga mampu membangun sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan karakter yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumentasi sekolah, kemudian dianalisis menggunakan kerangka SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan di SDS Unity Primary School diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, integritas, tanggung jawab, kerendahan hati, dan pelayanan ke dalam berbagai kebijakan dan program kesiswaan. Keberagaman peserta didik yang terdiri atas berbagai agama dan etnis dikelola melalui pendekatan inklusif yang mendorong interaksi lintas budaya dan lintas agama. Analisis SWOT menunjukkan bahwa identitas spiritual sekolah, program pembinaan rohani, kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan orang tua menjadi kekuatan utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Di sisi lain, keterbatasan pembina rohani dan tantangan sekularisasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa harmonisasi program kerohanian, ekstrakurikuler, dan program anti-perundungan berbasis pendekatan restoratif berkontribusi terhadap terciptanya iklim sekolah yang aman, toleran, dan harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi manajemen kesiswaan berbasis nilai Kristiani efektif mendukung pembentukan karakter peserta didik serta dapat menjadi model pengelolaan pendidikan multikultural yang inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter secara holistik.

Thomson Siallagan

FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Churches and Christian institutions frequently face the challenge of congregations whose understanding of ministry remains confined to the spiritual dimension alone, while the holistic ministry mandate calls for active engagement across social, educational, and economic spheres. This study examines two primary objectives: first, how Christian Religious Education (CRE) shapes congregational understanding of holistic church ministry; and second, how CRE equips congregants with the concrete capacity to serve comprehensively. A qualitative approach with a case study design was employed at Yayasan Sola Gratia Medan. Data were gathered through in-depth interviews with seven informants comprising foundation leaders, program coordinators, active church members, volunteers, and beneficiaries. Analysis followed a thematic framework encompassing data reduction, display, and conclusion drawing. Findings reveal that: (1) consistent CRE implementation at Yayasan Sola Gratia has successfully shifted the congregational ministry paradigm from exclusively spiritual to holistically transformative; and (2) congregants who have internalized CRE values demonstrate more structured ministry capacity, stronger theological motivation, and significant cross-dimensional engagement. This research contributes a contextual CRE model relevant for church-based institutions operating in multidimensional urban environments.

Manafe, Yunus

Jurnal Silih Asah 2026 LPPM - STT Kadesi Bogor

Misi gereja tidak hanya terbatas pada penginjilan dan pelayanan sosial, tetapi juga mencakup pendidikan. Pendidikan Agama Kristen menjadi alat penting dalam mewujudkan misi tersebut. Tujuan dari Pendidikan Agama Kristen bukan sekadar menanamkan nilai keimanan, tetapi juga sebagai manifestasi nyata dari misi gereja di dunia. Artikel ini memahami misi gereja sebagai pemberitaan Injil, pemuridan, dan pelayanan kasih yang dapat direalisasikan melalui pendidikan, terutama melalui karakter dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami misi gereja dalam konteks pendidikan agama Kristen dengan metode studi pustaka dan analisis data deskriptif. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa makna misi gereja dalam konteks pendidikan agama Kristen dipengaruhi oleh peranan pendidikan agama Kristen dalam mendukung misi tersebut.

Bernadeta Erni; Diah Ayu Dwi Satiti; Windy A. V. Fanggi; Filpin L.A. Haning; Oktaviana T.M.B. Adam +1 more

Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Health issues are complex and require new ideas for their resolution. Public health focuses on disease prevention, health promotion, and physical, mental, and social therapy. Maternal and Child Health (MCH) and women’s health throughout their life cycle are crucial public health issues as they have a significant impact on the quality of human resources in a generation. In Pukdale Village, East Kupang District, Kupang Regency, problems such as the lack of knowledge among pregnant women about Chronic Energy Deficiency (CED), pregnancy anemia, Exclusive Breastfeeding (EBF), balanced nutrition, and weaning have been identified. To address these issues, a Community Midwifery Care program based on community service was carried out, which included counseling, training, demonstrations, and simulations. The results of this activity showed a positive response and active participation from the community in Pukdale Village in the programs implemented by the students. There was a significant improvement in the knowledge of pregnant women about CED, pregnancy anemia, EBF, as well as the knowledge of mothers of infants about balanced nutrition and weaning. This is expected to improve the overall health status of the community in the village.

Marthen Mau

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Community service in the neighborhood association (RT) of 07 Dusun/Village Pusat Damai is a concrete manifestation of loving service in Christian religious education. Sometimes, certain individuals in the neighborhood association (RT) are not directly involved in community service activities due to age and busy schedules. People who are not directly involved in community service activities indicate that their faith has not yet been expressed through concrete actions. The purpose of this community service research is to ensure that each person's faith is expressed through concrete actions in the neighborhood association (RT) as a form of loving service in Christian religious education. To produce good community service research, a qualitative research method is required through literature and documentation. The results found through this community service research are that faith that is expressed can be realized through community service carried out by all residents of RT 07 Dusun/Village Pusat Damai, demonstrating a high level of enthusiasm. This community service research can be concluded that every believer must have faith that is expressed through concrete actions, namely community service in the neighborhood, to be further enhanced in the future.

Nasichuddin Nasichuddin; Sapto Pramono; Sri Roekminiati

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This research focuses on examining the innovation of licensing and accreditation services for educational institutions within the Department of Education and Culture of Sidoarjo Regency, as a strategy to ensure effective, transparent, and accountable education governance in the digital age. This research is based on bureaucratic intricacies, poor integration of information systems, and inadequate digital skills among civil servants in overseeing public education services. This research utilized a qualitative descriptive method, gathering data via in-depth interviews, observations, and documentation involving department personnel, school leaders, and representatives from educational institutions benefiting from the services. The results indicate that service innovation via the deployment of digital systems like the Sidoarjo Education Online System and e-Accreditation has effectively expedited licensing procedures, enhanced administrative efficiency, and bolstered transparency and public information release. Nonetheless, the primary obstacles persist in coordination between departments, opposition to changes in organizational culture, and insufficient human resource skills in managing digital systems. This research highlights that the effectiveness of public service innovation in education relies not just on adopting technology but also on improving collaborative governance and increasing bureaucratic capabilities. The research suggests creating a cooperative, data-informed, and participatory innovation framework to guarantee the sustainability and inclusivity of educational service innovation in Sidoarjo Regency.

Hasan Bisri; Ika Devy Pramudiana; Aris Sunarya

RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan 2025 Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

This research seeks to examine the incorporation of information technology in educational data management as a tactic to improve public service accountability in Sidoarjo Regency. The context of this study stems from the regional government’s requirement to enhance educational data management systems that are still only partially integrated and lack transparency for making decisions based on evidence. By implementing interconnected digital educational systems, Sidoarjo aims to create effective, transparent, and performance-driven governance. Employing a qualitative case study methodology, this study included participants from the Department of Education and Culture, school administrators, data managers, digital system creators, and members of the community. Data were gathered through thorough interviews, observations, and examination of documents related to policies on educational digitalization. The results show that the incorporation of information technology has enhanced administrative efficiency, accuracy in reporting, and public access to educational data. Nonetheless, obstacles persist in digital literacy, uneven infrastructure across schools, and restricted coordination between agencies. The research emphasizes the significance of teamwork in leadership, clear processes, and community involvement in enhancing public accountability. Suggestions involve establishing a regional education data center and ongoing training initiatives for teachers to maintain thorough digital transformation within the Sidoarjo education framework

Umamul Muslikhin; St. Nur Azizah; Muhammad Taufiq Hidayatullah; Mu’alimin Mu’alimin

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Service excellence has become a strategic issue in modern educational management because it is directly related to service quality, customer satisfaction, and the image of educational institutions. In the context of global competition and demands for public transparency, educational institutions are required to provide services that are effective, efficient, and oriented to the needs of students and the community. This study aims to systematically examine how the concept of service excellence is implemented in educational institutions and its impact on customer satisfaction. The method used was a systematic literature review, searching articles in national databases such as Google Scholar, Garuda, and campus journal portals using the keywords "service excellence," "service excellence," "education," and "customer satisfaction." Of the 20 articles found, seven met the analysis criteria. The results of the study revealed three main themes: improving the professionalism of educational staff, implementing the TQM concept in service, and strengthening a customer-oriented service culture. This literature synthesis concluded that service excellence significantly increases customer satisfaction and loyalty in educational institutions. Future research should focus on an integrative model of digital-based service excellence in educational institutions.  

Purwasih, Intan

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Instalasi gawat darurat merupakan unit pelayanan di rumah sakit yang menangani pasien dalam kondisi darurat, kritis, dan membutuhkan tindakan segera. Pelayanan yang berkualitas sangat penting dalam kondisi ini karena berkaitan dengan nyawa seseorang. Dalam kondisi yang menuntut pelayanan cepat dan tepat, kepuasan pasien menjadi penilaian utama terhadap keberhasilan layanan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah respon emosional yang muncul karena terpenuhinya ekspetasi pasien terhadap pelayanan. Kepuasan pasien IGD dapat memengaruhi citra rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan antara faktor usia, tingkat pendidikan, dan fasilitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 109 pasien. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah fasilitas pelayanan (p=0,018). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah usia (p=0,475) dan tingkat pendidikan (p=0,340). Saran dari penelitian ini adalah diharapkan institusi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di IGD, terutama pada aspek kenyamanan ruang tunggu.

Hatmoko, Haru; Windarti, Maria Titik

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Profesi guru dalam perspektif pendidikan modern dipahami bukan sekadar sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi moral, etika, dan spiritual. Dalam konteks pendidikan Kristen, peran guru semakin signifikan karena dipanggil untuk menghadirkan teladan Kristus dalam seluruh aspek kehidupannya. Penelitian ini mengkaji relevansi keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:13–16 dengan praktik pendidikan guru agama Kristen di sekolah. Teks ini menampilkan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol kerendahan hati, kasih, dan pelayanan, yang menjadi dasar teologis bagi peran guru Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis dan pendidikan, melalui studi pustaka dan wawancara dengan guru-guru di SMA PGRI 22 Serpong. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama. Pertama, teladan guru Kristen berfungsi sebagai model nyata yang membentuk iman dan karakter siswa. Kedua, praktik mentoring dalam perspektif Alkitab menegaskan pentingnya relasi personal dalam pendidikan iman. Ketiga, keteladanan Yesus menampilkan dimensi servant leadership yang relevan bagi kepemimpinan guru Kristen. Keempat, integritas guru Kristen menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan karena konsistensi hidup lebih berpengaruh daripada sekadar instruksi verbal. Kelima, keteladanan Yesus tetap relevan di era modern karena mampu menuntun peserta didik menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi dengan iman yang tangguh. Dengan demikian, guru agama Kristen dipanggil untuk melayani dengan kasih, rendah hati, dan penuh integritas, sehingga mampu membentuk generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.

Achmad Widodo; Izzuni Khoirun Nissa

Jurnal Ekonomi dan Keuangan 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Perkembangan produktivitas tenaga kerja Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, di mana pada periode 2018–2022 produktivitas meningkat sebesar 4,8% dengan capaian tertinggi pada tahun 2022 mencapai Rp86,55 juta per pekerja per tahun. Potensi kelautan dan perikanan yang besar menjadi salah satu modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,9% hingga 5%, yang didorong oleh belanja publik yang terarah serta peningkatan investasi di berbagai sektor strategis. Pada tahun 2024, jumlah lapangan kerja diperkirakan mencapai 144,64 juta orang dengan pertumbuhan lapangan kerja baru yang berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan dari 71,92 pada tahun 2023 menjadi target 72,51 pada tahun 2025, yang mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat. Rasio Gini, sebagai indikator ketimpangan pendapatan, menurun menjadi 0,380 pada akhir tahun 2024, menunjukkan peningkatan pemerataan pendapatan. Dari sisi pelayanan kesehatan, data alokasi BPJS Kesehatan pada tahun 2024 mencatat 102,8 juta data sampel yang tersedia, mencerminkan cakupan layanan kesehatan yang luas. Sementara itu, dari sisi fiskal, total penerimaan pajak dalam APBN 2024 diperkirakan mencapai Rp2.309,86 triliun dengan realisasi sementara sebesar Rp869,50 triliun, di mana penerimaan pajak termasuk pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.325,12 triliun yang diharapkan mampu mendukung pemerataan dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Laia, Idaman; Madjan, Herman P

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini membahas relevansi integritas Kristus sebagaimana dicontohkan dalam Matius 4:1–11 sebagai dasar etika profesional dan spiritual bagi guru-guru Kristen. Dalam kisah pencobaan di padang gurun, Yesus menunjukkan keteguhan hati dan kesetiaan terhadap firman Tuhan, tanpa kompromi terhadap godaan kuasa, kekayaan, dan pengakuan. Sikap ini menjadi model sempurna integritas, yang tidak hanya bersifat moral tetapi juga spiritual. Guru Kristen sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi masa depan, diharapkan hidup selaras antara ucapan, prinsip, dan tindakan, sebagaimana Kristus meneladankan.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip integritas Kristus dan implikasinya dalam dunia pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas guru Kristen berdampak langsung terhadap efektivitas pendidikan karakter, kepercayaan peserta didik, dan kredibilitas lembaga pendidikan. Namun, tantangan besar juga diidentifikasi, seperti tekanan profesional, relativisme moral, dan godaan kompromi nilai.Strategi pembinaan integritas meliputi penguatan disiplin rohani, pelatihan etika Kristen, mentoring oleh figur teladan, serta dukungan institusional dari gereja dan sekolah. Guru Kristen dipanggil tidak hanya mengajar pengetahuan, tetapi juga menjadi pemimpin rohani yang mencerminkan kehidupan Kristus. Dengan menjadikan integritas sebagai inti dari pelayanan pendidikan, guru mampu menjadi terang dan garam bagi dunia pendidikan yang tengah menghadapi krisis moral. Oleh karena itu, implementasi integritas Kristus menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk guru Kristen yang profesional, beriman, dan berpengaruh secara transformatif.

Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Putri Nadila; Nureliani Amni; Tiara Surena Br Sitepu +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Di Indonesia, menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BBKBN) 2015, menunjukkan 51 % remaja di Jabotabek telah melakukan seks di luar nikah telah dilakukan sejumlah remaja usia sekolah. Dan semua sampel penelitian menunjukkan 85 % remaja melakukan mastrubasi sebagai rutinitas kesehariannya. Hal i i juga menunjukkan bahwa pendidikan seks di sekolah, di terima baik hanya 7 % dan 93 % masih menganggap hal ini tabu untuk membicarakan tentang sex buat anak – anak mereka.Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan data primer tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri terhadap sex education pada 40 remaja putri di SMP Etislandia Medan Periode Maret – April 2020. Dengan menggunakan 20 pertanyaan hasil penelitian didapat 40 responden bahwa responden dengan kategori baik sebanyak 10 orang ( 25 % ), pengetahuan cukup 18 orang ( 45 % ), berpengetahuan kurang 8 orang ( 20 % ) dan berpengetahuan buruk 4 ( 10 % ) .Disarankan pada remaja putri agar mencari informasi mengenai pengetahuan terhadap sex education kepada petugas agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan penyuluhan tentang sex education.  

Adriana Bangun; Sabariana Tarigan; Jeanee Oktaviana Br Sitepu; Putri Nadila; Christin Venolima Lase +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Menurut WHO World Health Organization usia bayi pada bebrapa bulan pertama kehidupanya yakni 1 sampai 6 bulan merupakan tahap yang sangat penting bagi bayi, karena pada usia ini bayi memerlukan pijat bayi dalam memenuhi tingkat pertumbuhan dan perkembangan secara optimal, Pijat bayi disebut sebagai Stimulasi Touch atau terapi sentuhan tertua dan terpopuler yang dikenal manusia sejak berabad-abad. Di indonesia tahun 2017 tercatat jumlah anak melakukan pijat bayi sebanyak 300 ribu bayi sedangkan di sumatera utara sebanyak 10,179 bayi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer, bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi di Klinik Irma Suskila Medan dimana semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa pengetahuan responden tentang pijat bayi di Klinik Irma Suskila Medan Periode Juni-Juli 2022 mayoritas paling paling banyak tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 orang (50). Berdasarkan umur mayoritas 20-35 tahun sebanyak 21 orang (70%). Berdasarkan pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 16 orang (53,33%). Berdasarkan sumber informasi mayoritas tenaga kesehatan sebanyak 16 orang (53,33%). Dari hasil penelitian disarankan bagi petugas kesehatan khususnya bagi bidan agar dapat memberikan penyuluhan bagi ibu yang memiliki bayi untuk melaksanakan pijat bayi, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi khususnya tentang pijat bayi bagi ibu.

Anggara, M. Rainaldy Ardha; Simanjuntak, Ferry

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2025 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Aborsi merupakan salah satu isu etis paling kompleks yang terus menjadi perdebatan dalam diskursus publik dan keagamaan, termasuk dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan bagaimana prinsip-prinsip deontologi dan teleologi dalam etika Kristen membentuk pandangan terhadap praktik aborsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka normatif-deskriptif dengan analisis etika komparatif melalui kajian literatur teologi dan dokumen gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan deontologis menekankan nilai intrinsik kehidupan sejak konsepsi berdasarkan perintah ilahi yang mutlak, sementara teleologi mempertimbangkan konsekuensi aborsi bagi individu maupun masyarakat guna mencapai kebaikan terbesar atau mengurangi penderitaan. Kedua pendekatan ini saling melengkapi, meski sering menciptakan ketegangan dalam menentukan sikap. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya diskursus etika Kristen di Indonesia serta menawarkan kerangka analitis bagi pelayanan pastoral dan pendidikan teologi.

Andi Sri Yusnani Yasin; Andi Anwar; Adityanto Adityanto; Daryono Daryono

Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi 2025 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber meliputi Kepala Bagian Dinas dan staf terkait. Penelitian yang dilaksanakan di Samarinda ini menerapkan teknik analisis data interaktif meliputi reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan sumber daya manusia di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan belum memenuhi standar yang diharapkan, dengan kekurangan dalam pengambilan keputusan kebijakan, pembinaan, pengembangan, promosi, dan optimalisasi pengembangan koleksi. Motivasi dari pimpinan kepada staf perpustakaan serta pelatihan, pendidikan, dan pengalaman kerja yang memadai sangat diperlukan untuk mengembangkan pustakawan berkualitas. Penelitian ini menyarankan agar kebijakan pengembangan sumber daya manusia lebih memperhatikan aspek-aspek yang mendukung kesuksesan, seperti melengkapi perpustakaan dengan teknologi yang dapat meningkatkan kinerja pustakawan dan menghasilkan karya-karya terbaik.

Anna Akhirul Rokhmawati; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti

Jurnal Inovasi Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to examine in depth the role of special guidance teachers at Madrasah Ar Roihan in implementing inclusive learning, as well as to analyze the pedagogical strategies applied in educating students with special needs. The implementation of inclusive education requires attention to a number of fundamental aspects, including the provision of a safe, comfortable, and friendly classroom environment for all students, including those with special needs. In addition, it is important to foster a school culture that upholds the values ​​given to differences and acceptance of diversity. The results of the study indicate that special guidance teachers have been able to create a learning atmosphere that supports the active participation of students with special needs. To gain a comprehensive understanding of the dynamics of inclusive learning, the researcher conducted direct observations of classroom learning activities. These findings indicate the need for further training for special guidance teachers, in order to strengthen their professional competence in managing inclusive classes, designing adaptive curricula, and implementing learning strategies that are responsive to the individual needs of students. Therefore, this study emphasizes the importance of providing ongoing support for the development of the capacity of special guidance teachers, as a strategic effort to improve the quality of the implementation of inclusive education in educational units.

Situmeang, Diva Angel; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Purba, Novridah Reanti; Hutajulu, Tivani Angelina; Harita, Riskamawati +2 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Alba, A. and Kurniawan, R. (2019) ‘Kebijakan Pemberian Bantuan Sosial Bagi Keluarga Miksin “Studi Kasus di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara”’, UNIMAL Press, 1, pp. 1–128. Alviyah, E.N. et al. (2023) ‘Beasiswa KIP-K: Apakah Beasiswa Dapat Menjadi Motivasi Belajar Mahasiswa?’, Journal of Creative Student Research, 1(2), Asyahbuddin, A. (2022) ‘Welfare Society Dalam Sistem Kesejahteraan Sosial Di Indonesia’, ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 3(1), Elia, A. and Dkk (2023) Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitaif. Ilhami, M.W. et al. (2024) ‘Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif’, Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), pp. 462–469. Available at: https://doi.org/10.5281/zenodo.11180129. Khaliq, M.N. (2024) ‘E-ISSN : 2792-0876 Demokrasi dan Kebijakan Publik dalam PP Nomor 21 Tahun 2024 Tentang Tabungan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat’,          5(1),    pp 113–128.            Available        at: https://doi.org/10.37274/mauriduna.v5i1.1307. Kurniati, I.D. et al. (2015) ‘Buku Ajar’. Lamangida,  T.  (2015)  ‘Pengaruh  Program  Bantuan  Langsung  Sementara Masyarakat Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Miskin Di Desa Omayuwa Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Trisusanti Lamangida Program Studi Administrasi Publik , Universitas Muhammadiyah Gorontalo’, Jurnal Analisis Kebijakan dan Pelayanan Publik, 1(2), pp. 193–202. Martins, E.K. and Toletina, N.T. (2024) ‘Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Program KIP-K Di Indonesia’, Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik,        11(1),  Pra-sejahtera, K. et al. (2025) ‘Pemanfaatan Dana KIPK untuk Mendukung Pendidikan Mahasiswa dari’. Rivai, A.B. (2017) ‘Kebijakan Afirmasi Pendidikan Tinggi Untuk Papua’, CosmoGo 1(2) p.266. Available        at: https://doi.org/10.24198/cosmogov.v1i2.11838. Suryani, A.S. (2018) ‘Pengaruh Kualitas Lingkungan Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Dasar di Provinsi Banten’, Jurnal Aspirasi, 9(1), pp. 35–63. Available at: https://doi.org/10.22212/aspirasi.v9i1.99

Uli Lutvianingsih

Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This research aims to analyze the level of student satisfaction with academic administration services at the Catholic Religious Education Study Program (PKK) STPKat Santo Fransiskus Assisi Semarang in the 2024/2025 Academic Year. Effective and efficient academic administration services are an important factor in supporting the smooth teaching and learning process and improving the overall quality of education. The research method used is descriptive quantitative with a survey approach. Data was collected through a questionnaire distributed to active students of the PKK Study Program. The variables studied include speed of service, accuracy, attitude of officers, ease of procedures, and supporting facilities. The research results show that in general students feel quite satisfied with the academic administration services provided. Aspects of officer attitude and correct information received the highest satisfaction scores, while aspects of ease of procedures and supporting facilities still require improvement. It is hoped that these findings can provide input for the management of the PKK Study Program to improve the quality of academic administration services, so as to create a more conducive academic environment and support student achievement.

Benaja, Semuel; Suharto, Daniel; Lontoh, Julien

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Penelitian ini meneliti peran pemuridan gereja dalam mendorong pertumbuhan dan kedewasaan rohani jemaat, dengan menggunakan Gereja Gerakan Pentakosta Immanuel Bogor sebagai studi kasus. Gereja dipanggil untuk berfungsi sebagai sekolah rohani, memperlengkapi jemaat untuk menerapkan iman mereka dalam kehidupan sehari-hari dan bertumbuh dalam karakter yang selaras dengan ajaran Kristen. Meskipun telah melakukan ibadah rutin dan berbagai kegiatan pastoral, jemaat sering kali tidak mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan, yang disebabkan oleh kurangnya fokus pada program pemuridan yang terstruktur.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang didasarkan pada prinsip-prinsip alkitabiah, penelitian ini mengungkapkan korelasi yang signifikan antara upaya pemuridan dan pertumbuhan rohani jemaat. Temuan-temuan menyoroti bahwa materi pemuridan yang sistematis dan relevan secara kontekstual secara efektif meningkatkan pertumbuhan rohani. Lebih lanjut, Efesus 4:11-16 menggarisbawahi pentingnya memperlengkapi jemaat untuk pelayanan, mencapai kesatuan dalam iman, dan menjadi dewasa di dalam Kristus.Studi ini menekankan perlunya pemuridan strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan jemaat, yang mencakup anak-anak, remaja, wanita, dan orang dewasa. Penelitian ini menyerukan pergeseran prioritas gereja dari infrastruktur fisik ke pendidikan rohani para anggota. Selain memberikan wawasan yang berharga, penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan rohani dalam konteks gereja yang berbeda, untuk memastikan keberlanjutan dampak pemuridan.