Publication Search

80,077 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 440

Analytics

Lathifah, Nabilah Nur; Kholifah, Afiyatun

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran SKI tidak hanya diarahkan pada penguasaan aspek kognitif berupa pengetahuan sejarah, tetapi juga memiliki tujuan untuk membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai keteladanan. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memahami, menghayati, serta meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Islam lainnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat SD/MI, materi SKI pada dasarnya telah disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala yang cukup berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Di MI Ar-Rahmah Karawang, pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), permasalahan yang ditemukan meliputi dominasi metode ceramah, terbatasnya variasi media pembelajaran, serta rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap pemahaman siswa pada materi SKI yang cenderung bersifat historis dan abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang memengaruhi pembelajaran SKI serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru SKI, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pembelajaran terletak pada pemanfaatan media video yang membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Kelemahan utama terdapat pada dominasi metode ceramah yang menyebabkan pembelajaran kurang interaktif. Sementara itu, peluang muncul dari tingginya rasa ingin tahu siswa serta perkembangan teknologi pembelajaran, sedangkan ancaman berkaitan dengan kurangnya pengulangan materi yang menyebabkan siswa mudah lupa terhadap materi yang telah dipelajari. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran SKI di MI Ar-Rahmah masih memerlukan peningkatan pada aspek metode dan strategi pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan strategi PAIKEMI direkomendasikan sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan bermakna.

Nugroho, Zahra Mesvari; Linda Agustina Ningtyas; Mashur Hasan Bisri

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diperkenalkan pada 6 Januari 2025 melalui Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2024, menjadi salah satu inisiatif sosial terbesar di Indonesia dengan dana sebesar Rp71 triliun dan memperkirakan 82,9 juta penerima manfaat. Pengelolaannya ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG. Studi ini menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai alat transparansi dalam manajemen SOP MBG untuk meningkatkan akuntabilitas publik dalam konteks hubungan keuangan antara pusat dan daerah melalui DAK Nonfisik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan analisis dokumen dan konten publik di TikTok. Sumber data terdiri dari dokumen resmi BGN, Juknis No. 401.1 Tahun 2026, laporan dari ICW dan CISDI, akun TikTok SPPG, serta penelitian akademik. Validitas ditentukan melalui triangulasi serta analisis perbandingan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok SPPG berperan dalam tiga dimensi transparansi: verifikasi di tingkat pusat, pengawasan lokal, dan akuntabilitas publik di tingkat nasional. Namun, ada empat tantangan utama, yaitu kurangnya konsistensi konten di berbagai akun SPPG, ketimpangan digital di daerah 3T, ketiadaan mekanisme tindak lanjut resmi, dan potensi kriminalisasi partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan model optimalisasi yang mencakup standardisasi konten, perlindungan partisipasi masyarakat, serta integrasi dengan sistem pengawasan resmi untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas MBG dengan pendekatan digital.

Haryanto, Tiara Julianti; Titania, Rahma; Widiyatmoko, Faris

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pelayanan publik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai inovasi pelayanan yang terintegrasi dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip good governance yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, serta partisipasi pada Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, laporan kinerja instansi pemerintah, dokumen resmi DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai sumber literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip transparansi telah diterapkan melalui penyediaan berbagai kanal informasi dan pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Prinsip akuntabilitas tercermin dari capaian kinerja organisasi yang seluruh indikatornya mencapai target dengan predikat sangat berhasil. Responsivitas diwujudkan melalui sistem pengelolaan pengaduan berbasis quick response. Efektivitas dan efisiensi terlihat dari tingginya indeks kepuasan masyarakat serta optimalisasi pelayanan berbasis digital. Sementara itu, prinsip partisipasi diwujudkan melalui pelibatan masyarakat dalam evaluasi pelayanan melalui Survei Kepuasan Masyarakat. Dengan demikian, penerapan prinsip-prinsip good governance pada PTSP DKI Jakarta secara umum telah berjalan dengan baik dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Nurmalasari, Siti; Durrotun Nasikha, Novita; Devian Lumban Gaol, Indra

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pengelolaan keuangan desa yang bersifat transparan dan akuntabel adalah salah satu prinsip utama untuk mewujudkan pemerintahan desa yang baik. Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah desa agar menggunakan teknologi informasi dalam mengelola dan mempublikasikan keuangan desa dengan menerapkan Sistem Keuangan Desa atau SISKEUDES. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa efektif implementasi SISKEUDES dalam mendukung transparansi APBDes melalui media digital di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara semi terstruktur, observasi, dokumentasi, serta analisis isi terhadap media informasi digital desa. Narasumber dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa dan operator SISKEUDES di Desa Rahayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES di Desa Rahayu telah berkontribusi pada peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan desa, mempercepat proses administrasi dan pelaporan, serta mendukung transparansi informasi publik melalui website desa, media sosial, banner APBDes, dan papan informasi pembangunan desa. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan desa tidak hanya berfungsi untuk alat administrasi, tetapi juga bagian dari transformasi digital dalam pemerintahan di tingkat desa. Namun, implementasi transparansi digital masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat yang rendah dalam komunikasi publik secara digital di desa. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas implementasi SISKEUDES dipengaruhi oleh kemampuan pemerintahan desa dalam menggabungkan sistem administrasi keuangan dengan media komunikasi publik yang berbasis digital.

Yosef Keladu; Fransiskus Bhoga; Fidelis Boli Uran; Gregorius Huin Taen Oes; Bertolomeus Ape Lerek +3 more

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kebijakan kesejahteraan sosial merupakan instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi bantuan publik. Namun demikian, dalam praktik implementasinya di tingkat lokal, kebijakan ini kerap menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait ketepatan sasaran, transparansi, dan keadilan distribusi bantuan. Fenomena tersebut juga terlihat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, di mana masih ditemukan indikasi ketimpangan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesejahteraan sosial dan ketimpangan distribusi bantuan publik dengan menggunakan tinjauan teori keadilan, khususnya keadilan distributif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat desa dan masyarakat penerima bantuan, serta dokumentasi terkait kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesejahteraan sosial di Desa Ladogahar belum sepenuhnya berjalan secara optimal, ditandai oleh lemahnya validitas data penerima, adanya pengaruh kedekatan sosial dalam penentuan penerima manfaat, serta kurangnya transparansi dalam proses distribusi. Dalam perspektif teori keadilan, kondisi ini mencerminkan belum terpenuhinya prinsip keadilan distributif yang menekankan pemerataan dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan distribusi bantuan publik yang lebih adil dan merata.

Khoirunnazwa, Zahrani; Afiyatun Kholifah

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman sejarah Islam, karakter, serta nilai-nilai keislaman peserta didik. Namun, pelaksanaan pembelajaran SKI di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, rendahnya partisipasi siswa, serta perbedaan kemampuan belajar peserta didik. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pembelajaran SKI kelas VII di MTs Al-Fathimiyah Karawang sehingga diperlukan analisis yang mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran SKI di kelas VII MTs Al-Fathimiyah Karawang menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) serta merumuskan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan madrasah berbasis pesantren dan budaya religius menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembelajaran SKI. Sementara itu, penggunaan metode ceramah yang masih dominan serta perbedaan kemampuan belajar siswa menjadi kelemahan dan tantangan yang perlu diatasi. Ketersediaan fasilitas Smart TV memberikan peluang untuk mengembangkan pembelajaran berbasis media yang lebih interaktif. Berdasarkan hasil analisis, strategi pembelajaran kolaboratif yang dipadukan dengan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, pemahaman, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran SKI. Oleh karena itu, analisis SWOT dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di madrasah.

Luthfiyyah Nabilah; Erna Budi Setiawati; Rahimatul Faradila; Nazwa Isfalana Idris

Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to examine the role of community participation in supporting cleanliness programs to create a clean and healthy residential environment in Baru Village, Pasar Rebo District, East Jakarta. This research employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving local residents and the neighborhood head (RT). The collected data were analyzed descriptively to identify the forms of community participation and the factors influencing it. The findings indicate that community participation plays an important role in supporting the success of environmental cleanliness programs. Such participation is reflected in regular community service activities, drainage cleaning, household waste management, proper waste disposal, environmental greening, and maintaining the cleanliness of homes and surrounding areas. Factors influencing community participation include residents’ awareness, support from neighborhood heads and community leaders, cooperation among residents, the availability of sanitation facilities, and the regular implementation of cleanliness activities. Community participation also provides positive impacts, including a cleaner and healthier environment, reduced risk of water stagnation, improved environmental comfort, and stronger social relationships among residents. Therefore, community participation needs to be continuously enhanced to ensure the sustainability of cleanliness programs and the ongoing realization of a clean and healthy residential environment.

Maria Yohana Wio; Hendrik Toda; Aspri Budi Oktavianto; Umbu T. W. Pariangu

Student Research Journal 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Community participation is an important factor in supporting the success of village infrastructure development. This study aims to analyze community participation in infrastructure development in Kila Village, Aimere District, Ngada Regency. The research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving village officials, community leaders, and local residents. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that community participation in infrastructure development has not been evenly distributed across all stages of development. Participation at the planning stage remains relatively low due to limited community involvement in development planning meetings. In contrast, participation during the implementation stage is relatively high, particularly through mutual cooperation activities and labor contributions. At the utilization stage, the community has benefited from the infrastructure development; however, awareness regarding the maintenance and preservation of development outcomes remains low. Factors supporting community participation include public awareness, the culture of mutual cooperation, and support from the village government. Meanwhile, inhibiting factors include limited time, educational background, low community initiative, and inadequate socialization. The study concludes that community participation in infrastructure development in Kila Village needs to be strengthened, particularly at the planning and maintenance stages, in order to achieve more participatory and sustainable village development.

Rahman; Mersatika H, Agnes Mersatika H; Wulandari, Windi; Tanzil, Zahra Sa’ada Fatiyyah; Damayanti, Yunita Dewi +1 more

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Kesehatan mental mahasiswa merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tingginya tekanan akademis yang dialami mahasiswa berpotensi menambah tingkat stres serta berbagai masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, sangat penting untuk melaksanakan upaya pencegahan dan promosi melalui pendidikan mengenai kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek pendidikan kesehatan mental dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa di Universitas Halu Oleo, Kendari, tentang kesehatan mental dan stres yang berkaitan dengan akademik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pre-eksperimental yang melibatkan pendekatan pre-test dan post-test dalam satu kelompok dengan partisipasi sebanyak 76 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui aplikasi Quizizz, baik sebelum maupun setelah sesi edukasi kesehatan mental yang dilakukan secara online melalui Zoom Meeting, dengan dukungan materi dari PowerPoint dan diskusi interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan, dari 6,83 pada pre-test menjadi 8,71 pada post-test. Analisis menggunakan uji t berpasangan mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara skor yang diperoleh sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pembelajaran kesehatan mental melalui platform daring efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang kesehatan mental serta tekanan akademik. Pembelajaran kesehatan mental bisa berfungsi sebagai salah satu pendekatan pendorong dan pencegahan yang mendukung pengembangan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa, dan dapat diperluas sebagai program yang berkelanjutan dalam konteks perguruan tinggi.

Delfi Verlita Kurniawan; Aditya Romadhon; Dimasrizal Dimasrizal

Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study aims to analyze the effect of public satisfaction on political participation in the 2024 single-candidate regional election (Pilkada) in Batanghari Regency. Political participation in elections is an important indicator of democratic quality, especially in a single-candidate contest where electoral competition is limited. The research employed a quantitative explanatory approach with a sample of 151 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using simple linear regression with IBM SPSS Statistics to determine the relationship between public satisfaction and political participation. The results indicate that public satisfaction has a positive and significant effect on political participation, with a coefficient of determination (R²) of 0.510. This means that 51% of the variation in political participation can be explained by public satisfaction, while the remaining percentage is influenced by other factors not included in this study. However, voter turnout in the 2024 election declined compared to the previous regional election. These findings suggest that public satisfaction is not the sole factor influencing political participation, as the level of political competition in a single-candidate election also plays an important and contextual role in shaping voter behavior and turnout.

Anita; Wahyudi Hidayah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK N 1 Abung Selatan, Lampung Utara, serta pengaruhnya terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PAI yang cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, aktif, dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi keaktifan siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian, model Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK.

Nurlaila Nurlaila; Ahmad Syahrul Hendrawan; Fitriana Selvia; Imanuel Jaya

Student Research Journal 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Community participation around tourist destinations is one of the key factors in achieving sustainable conservation-based tourism management. This study aims to analyze the involvement of local communities in the management of sustainable nature tourism in Danum Bahandang, Palangka Raya City. The study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews with relevant informants, field observations, and documentation studies of various relevant sources. The findings indicate that the level of community involvement in managing the tourist destination remains suboptimal. Local residents only participate in certain tourism activities and have not been actively involved in the planning, management, and decision-making processes related to destination development. This condition shows that the role of the community is still limited and does not yet fully reflect participatory tourism management. Based on Arnstein's ladder of participation theory, the level of community participation falls within the category of *tokenism*. Therefore, greater efforts are needed to enhance community involvement so that sustainable tourism management can be implemented more effectively while supporting environmental sustainability and improving the welfare of local communities.  

Silfiani, Sinta

Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses formulasi kebijakan smart city di Kota Magelang pada periode 2017-2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD) dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses formulasi kebijakan Smart City di Kota Magelang berlangsung melalui empat tahapan utama, yaitu perumusan masalah, penyusunan agenda kebijakan, perumusan alternatif kebijakan dan penetapan kebijakan. Temuan penelitian juga mengungkapkan peran dominan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai aktor utama dalam proses formulasi, sementara keterlibatan aktor non negara dan partisipasi publik relatif terbatas. Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap studi kebijakan publik dan smart city dengan menunjukkan bahwa implementasi konsep smart city di tingkat lokal cenderung masih bersifat state centric, dimana proses formulasi kebijakan lebih didominasi oleh aktor pemerintah dibandingkan dengan mekanisme kolaboratif yang melibatkan pemangku kepentingan non negara. Temuan ini memperkaya diskursus mengenai tata kelola smart city dengan menegaskan adanya kesenjangan antara idealitas smart city sebagai pendekatan kolaboratif dan praktik formulasi kebijakan masih hierarkis. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pemahaman empiris mengenai smart city di Kota Magelang, namun juga memberikan implikasi konseptual bagi pengembangan model formulasi kebijakan smart city yang lebih partisipatif dan inklusif.

Wiwit Zuriati Uno; Rifka Anggraini Anggai; Lisa Efriani Puluhulawa; Amelia Regina Arsyad

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya protein, vitamin, dan mineral, serta berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak apabila diolah dalam bentuk yang lebih diterima. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) berbasis data empiris masyarakat sebagai permen pendukung gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tinelo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan sasaran ibu yang memiliki anak usia 5–12 tahun. Tahap awal dilakukan pengumpulan data empiris melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan daun kelor dan tingkat penerimaan anak. Selanjutnya dilakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat gizi daun kelor serta pendampingan pembuatan permen herbal kelor sebagai inovasi pengolahan pangan berbasis kearifan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pra dan pasca kegiatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan penerimaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terhadap manfaat gizi daun kelor, dukungan terhadap inovasi pengolahan, penerimaan anak terhadap konsumsi kelor, partisipasi aktif masyarakat, serta minat untuk mengolah daun kelor secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis data empiris dan inovasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai pendukung gizi anak.

Nur Vika Zahara; Halimatussadiah Maulidya Ulfa; Muhammad Kaulan Karima

This research was motivated by the importance of public relations management in building cooperation among schools, parents, and communities to support the improvement of educational quality in elementary schools. This study aimed to analyze public relations management in increasing parent and community participation in elementary schools. The research used a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, parents, and community members as informants. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that public relations management was implemented through direct communication in parent meetings, the use of digital media such as WhatsApp Groups, parental involvement in school activities, and collaboration with the community in supporting educational programs. Parent participation was reflected in mutual cooperation activities, assisting students’ learning, and supporting school programs. The obstacles found included parents’ limited time, low digital literacy among some parents, and the lack of optimal evaluation of school public relations programs. The implications of this study indicate that effective public relations management can increase parent and community involvement in supporting the educational process in elementary schools.

Yuliana, Rita; Abrori, Rian; Emilia Sula, Atik

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian ini bertujuan memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana pembangunan masjid melalui penyusunan informasi keuangan berbasis ISAK 335. Pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, wawancara, dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan dilakukan melalui klasifikasi transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta analisis efisiensi dan partisipasi donatur. Hasil pengabdian berupa tersusunnya laporan keuangan pembangunan masjid yang lebih sistematis dan informatif. Takmir memperoleh pemahaman mengenai efisiensi penggunaan dana dan pola partisipasi masyarakat. Transparansi laporan keuangan juga memperkuat kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana pembangunan. Pengabdian ini berdampak pada penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan keberlanjutan partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid.

Huliandro Di’Almon Pan

Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study aims to analyze the participation of the faithful in the Sacrament of Penance and to identify the pastoral challenges influencing its practice in the Vicariate of West Sulawesi, Archdiocese of Makassar. Theologically, the Sacrament of Penance serves as a means of reconciliation that restores the relationship between humanity, God, and the Church. However, in contemporary contexts, its practice encounters various social, psychological, and pastoral dynamics. This research employed a descriptive quantitative approach involving 267 respondents from four parishes through questionnaire distribution. The data were analyzed using percentage-based statistics to map participation frequency, spiritual motivation, level of understanding, post-sacramental experiences, and perceived obstacles. The findings indicate that although most respondents demonstrate strong theological understanding, sincere spiritual motivation, and positive spiritual experiences after receiving absolution, participation remains largely seasonal and periodic. The principal challenges include psychological factors such as shame and anxiety, structural limitations related to schedule and accessibility, and formative deficiencies such as insufficient ongoing catechesis. The study concludes that the primary issue is not a crisis of faith in the sacrament itself, but a gap between theological awareness and concrete practice, thus calling for more dialogical, communicative, and contextual pastoral renewal.

Hariyanto, Yakup

Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2026 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Pluralisme agama merupakan realitas sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Keberagaman agama, suku, dan budaya yang ada menjadikan Indonesia sebagai ruang interaksi lintas iman yang sangat kompleks sekaligus dinamis. Dalam konteks ini, teologi misi menghadapi tantangan untuk merumuskan kembali pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pewartaan Injil, tetapi juga memperhatikan dimensi dialog, toleransi, dan keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana teologi misi dapat dijalankan secara relevan di tengah pluralisme agama di Indonesia tanpa kehilangan esensi Injil. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan teologis dan kontekstual melalui analisis literatur. Kajian literasi yang diulik seputar Teologi Misi Di Tengah Pluralisme Agama Di Indonesia. Hasil penelitian sedang menunjukkan bahwa teologi misi yang kontekstual akan menuntut adanya pendekatan inkarnasional, dialogis, dan transformatif. Gerakan misi tidak lagi dipahami semata-mata sebagai konversi, tetapi sebagai partisipasi dalam karya Allah (Missio Dei) untuk menghadirkan damai sejahtera di tengah masyarakat majemuk. 

Lumbantobing, Minar Trisnawati; Barus, Maria; Marasi Siagian, Yosua; Lamriana Hutagalung, Salome

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan suatu program pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan prinsip-prinsip pragmatis dan prosedural yang berusaha untuk mengembangkan sifat kemanusiaan, budaya, serta memberikan kekuatan kepada individu, hususnya siswa, agar mereka dapat menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntutan yang diakui secara moral dan konstitusional oleh  negara. Pada pembelajaran kewarganegaraan ada tiga yang menjadi dasar dalam pembelajaran yang salah satunya adalah mengembangkan kecerdasan warga negara, membina tanggung jawab warga negara, serta mendorong partisipasi warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan Prioritas yang dihadapi adalah di SD Negeri 095207 Sorba Tonduhan, yaitu keterbatasan pembelajaran berbasisi proyek, tidak tersedianya fasilitas pendukung seperti computer yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kompetensi Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran kurang Kreatif: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berbasis konteks lokal masih terbatas. Penggunaan metode pembelajaran tradisional cenderung mendominasi, sehingga kurang menarik bagi siswa. Solusi yang diberikan adalah berupa pembelajaran proyek penerapan model pembelajaran berbasis proyek, Dimana pembelajaran berbasis proyek melibatkan antara guru dengan siswa. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru mempunyai masukan dan kreativitas yang besar serta dapat meningkatkan motivasi belajar untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang baik, (Magdalena et al., 2024). Menurut (Norhikmah et al., 2022), Model pembelajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk membuat proyek yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait. Proyek pada pembelajaran ini dibangun berdasar ide-ide para siswa yang berasal dari keresahan permasalahan riil, sehingga peserta didik terjun secara langsung dalam memecahkan masalah.

Siti Mei Saroh; Syamzaimar Syamzaimar

Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to analyze reflection and citizenship discussion as strategies to strengthen democratic awareness and student participation in Civic Education learning. The background of this research is the prevalence of traditional, teacher-centered teaching strategies, which hinder student engagement and understanding of democratic principles. This study combines library research with a qualitative approach. Data on citizenship education, democracy education, reflections, and discussions were collected from various sources, including books, papers, scientific journals, and related documents. The results show that reflection can improve students’ awareness of democratic values, responsibility, tolerance, and the importance of deliberation. Meanwhile, citizenship discussion effectively increases active student participation, argumentation skills, cooperation, and confidence in expressing opinions. The integration of reflection and discussion creates Civic Education learning that is more interactive, critical, and meaningful. The main obstacles include limited learning time, low teacher readiness, and passive student learning culture. Therefore, learning innovation that encourages active student involvement is needed. This study concludes that reflection and citizenship discussion are effective strategies to develop young generations who are democratic, responsible, and participative in national and civic life