Publication Search

69,815 articles from 602 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Utami, Ni Putu Meiling; Ni Nyoman Dian Sudewi; Ni Ketut Ping Purnama Sari; Ica Rika Candraningrat

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The financial sector plays an important role in promoting Indonesia's economic recovery. This study was conducted to determine the effect of credit to priority sectors on economic growth on the island of Sumatera. The data analysis technique used is dynamic panel data regression analysis with the system-GMM approach. The results of this study indicate that credit for the agricultural, forestry, and fishery sectors; manufacturing sector; the accommodation and food and drink provision sector can increase economic growth on the island of Sumatera, while the construction sector credit; wholesale and retail trade sector; and the transportation and warehousing sectors have a negative influence on economic growth. This shows that the credit of the banking sector has a positive and negative influence on economic growth on the island of Sumatera. Therefore, banks and the government are expected to increase financial literacy to the community and improve internet facilities, especially in rural areas.

Achmad Widodo; Izzuni Khoirun Nissa

Jurnal Ekonomi dan Keuangan 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Perkembangan produktivitas tenaga kerja Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, di mana pada periode 2018–2022 produktivitas meningkat sebesar 4,8% dengan capaian tertinggi pada tahun 2022 mencapai Rp86,55 juta per pekerja per tahun. Potensi kelautan dan perikanan yang besar menjadi salah satu modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,9% hingga 5%, yang didorong oleh belanja publik yang terarah serta peningkatan investasi di berbagai sektor strategis. Pada tahun 2024, jumlah lapangan kerja diperkirakan mencapai 144,64 juta orang dengan pertumbuhan lapangan kerja baru yang berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan dari 71,92 pada tahun 2023 menjadi target 72,51 pada tahun 2025, yang mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat. Rasio Gini, sebagai indikator ketimpangan pendapatan, menurun menjadi 0,380 pada akhir tahun 2024, menunjukkan peningkatan pemerataan pendapatan. Dari sisi pelayanan kesehatan, data alokasi BPJS Kesehatan pada tahun 2024 mencatat 102,8 juta data sampel yang tersedia, mencerminkan cakupan layanan kesehatan yang luas. Sementara itu, dari sisi fiskal, total penerimaan pajak dalam APBN 2024 diperkirakan mencapai Rp2.309,86 triliun dengan realisasi sementara sebesar Rp869,50 triliun, di mana penerimaan pajak termasuk pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Belanja negara diperkirakan mencapai Rp3.325,12 triliun yang diharapkan mampu mendukung pemerataan dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Khoiriyah, Siti; Pratama, Gama

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2025 FEB Universitas Maritim Semarang

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, UMKM menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta kendala dalam pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi UMKM, mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dan sektor swasta, serta merumuskan strategi pengembangan yang aplikatif dan berkelanjutan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang mencakup pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi akses pasar dan teknologi dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM secara signifikan. Selain itu, peningkatan proses pembelajaran dalam UMKM sangat penting untuk mendorong inovasi produk dan perbaikan kinerja usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan UMKM harus terintegrasi dengan pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan akses permodalan, dan pemanfaatan teknologi digital. Dukungan kebijakan yang memudahkan akses pembiayaan dan regulasi yang ramah terhadap UMKM juga menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan sektor ini. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM yang lebih efektif, sehingga UMKM dapat tumbuh dan berkontribusi lebih optimal terhadap perekonomian nasional.

Aprieni; Farida Ratna Meilantika; Lastriana Sihotang; Febrina Vidya Rachma S

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu sektor yang paling dominan, UMKM menyumbang sekitar 99% dari total unit usaha di negara ini dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), mencapai sekitar 60,5%. Dalam Konteks sejarah, UMKM telah ada sejak lama di Indonesia yang berfungsi sebagai tulang punggung ekonomi lokal bahkan sebelum munculnya perusahaan-perusahaan besar. Salah satu alasan utama mengapa UMKM dianggap sebagai pilar ekonomi adalah ketahanannya dalam menghadapi krisis. Contohnya, selama krisis ekonomi tahun 1997-1998, banyak perusahaan besar yang gagal beroperasi, sementara UMKM tetap mampu bertahan dan bahkan berkembang. Struktur organisasi yang lebih fleksibel dan ketergantungan yang rendah pada modal besar menjadi faktor kunci dalam daya tahan UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dapat menjadi strategi utama dalam memperkuat perekonomian nasional.

Syafitri, Aulia Daisy Arsy; Nisa, Fauzatul Laily

JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (JISE) 2024 CV. ALIM'SPUBLISHING

Ekonomi kreatif telah menjadi fokus penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia sejak diperkenalkan pada tahun 2006. Sektor ini telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, terbukti dari sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan ekspor produk kreatif. Meskipun demikian, dengan perkembangan teknologi dan globalisasi, subsektor digital seperti aplikasi dan permainan telah menguasai panorama ekonomi kreatif. Kendati begitu, masih ada tantangan yang dihadapi sektor ini, seperti kekurangan infrastruktur pendukung, akses pembiayaan yang terbatas, dan rendahnya tingkat pendidikan kreatif. Untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di masa depan, diperlukan strategi yang menyeluruh dan kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengevaluasi perkembangan serta peran ekonomi kreatif di Indonesia, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada, serta menyusun rekomendasi kebijakan untuk pengembangan sektor ini ke depan.

Nurul Aflah Harahap; Khairina Tambunan

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berikut suatu data dari kementerian koperasi maupun UMKM pada tahun 2014, terdapat sebanyak 57,8 jt pelaku UMKM di indonesia pada tahun 2017. Diperkirakan beberapa tahun kedepan jumlah pelaku UMKM akan terus bertambah dan UMKM memiliki peran serta strategis dalam perkembangan ekonomi nasional. UMKM juga berperan sebagai  distribusi hasil dan sejauh ini telah berkontribusi sekitar 57,60% produk domestic bruto (PDB) serta memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja sebanyak 97% dari seluruh tenaga kerja nasional ( profil bisnis UMKM oleh LPPI dan BI, 2015). Dari data yang tercantum pad badan puasat statistic menunjukkan bahwa setelah krisis ekonomi tahun 1997-1998 jumlah UMKM tidak berkurang, UMKM bertambah, bahkan menyerap 85jt hingga 107jt pekerja hingga tahun2012. Dari jumlah tersebut UMKM menduduki jumlah sebanyak 99,99%, selebihnya sekitar 0,01% atau 4.968 unit ialah pengusaha besar. Contohnya dari kebijakan UMKM dipemerintah kabupaten blora terkait dengan peran UMKM terhadap pembangunan, secara khususnya dikabupaten blora sendiri. Banyak Langkah dan proses yang harus dilewati agar mencapai tujuan tersebut, sehingga dibutuhkan keseriusan antara pihak terkait maupun Kerjasama antar daerah. Bentuk nyata populisme ekonomi merupakan dalam suatu bentuk dukungan kepada UMKM, sehingga produksi UMKM tidak hanya dipasarkan dipasar local namun merambah kepasar yang lebih luas. Selain itu jika terdukung menggunakan informasi teknologi, pemasaran produk tidak lagi terhambat oleh waktu maupun tempat. Kata Kunci : , , 

Nafisah Nurulrahmatiah; Kartin Aprianti; Mulyadin, Mulyadin; Intisari Haryanti; Aliah Pratiwi +1 more

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

UMKM adalah salah satu sektor yang memberikan manfaat besar baik bagi daerah maupun masyarakat, dengan kemampuannya untuk menyerap banyak tenaga kerja, sektor ini menjawab ketimpangan antara pertumbuhan penduduk usia produktif dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, selain itu UMKM juga mempunyai kontribusi positif dalam meningkatkan PDB suatu daera. Adapun permasalahan prioritas yang mendasari kegiatan pelatihan ini adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan mengingat sebagian besar diantara mereka masih berumur mudah. Secara khusus masalah dalam pengabdian ini adalah upaya-upaya apa yang dilakukan untuk memberikan bimbingan agar dapat mengetahui dan memahami kewirausahaan adalah bukan harus memulai suatu usaha dan mengelola usaha dengan baik, dengan kata lain harus memiliki usaha, akan tetapi juga mampu menjawab tantangan-tantangan dan memanfaatkan peluangpeluang yang ada. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan mitra pendamping. Hasil yang dicapai dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyrakat ini menambah pengetahuan masyarakat terkait kewirausahaan yaitu konsep dasar UMKM, pengembangan sumber daya manusia UMKM, dan upaya pemerintah untuk memajukan UMKM Indonesia.  

Oktavia, Shindy

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

The purpose of this study was to find out the relationship between GDP, inflation and exchange rates on imports in Indonesia in 1991 – 2020. Import is the process of legally transporting goods or commodities from one country to another, generally in the process of trade. If in a country imports increase then the country's national income will decrease. Countries that often import are developing countries, for example Indonesia. Therefore, the method that can be used is the VAR method. and the data used is quantitative data, because the data used to calculate the effect on import variables. The source of financial data is used as secondary data, which is data obtained from official sites or websites. The results of this study are that the inflation variable has a greater relationship than GDP and exchange rates.

Aulia Rizky, Putri; Amelia Tasya, Adisti; Rahmadani Harahap, Yunita; Desmawan, Deris

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2022 FEB Universitas Maritim Semarang

Foreign Investment (PMA) and Domestic Investment (PMDN) are indicators that clearly have influence over the state of the economy in a certain country. The goal of this study is to understand and analyze the impact of asing and local government investments on gross domestic product (PDB). The methodology used is a quantitative method that makes use of second-level data from the Badan Pusat Statistics (BPS). The information used is a time series that spans the years 2017 to 2021. . This study was analyzed using the Classical Assumption test and Multiple Regression With PMA and PMDN serving as variables X or independent variables and PDB serving as variables Y or dependent variables, The results of studies found that foreign investment or (PMA) have no significant impact on GDP, whereas domestic investment or (PMDN) has significant impact on GDP.

Fungsiawan , Fungsiawan

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pada Agustus 2022 inflasi sudah mencapai angka 4,69, dengan adanya kenaikan BBM dan diikuti dengan kenaikan tarif transportasi bisa mengerek inflasi jauh lebih tinggi lagi. Indef telah menghitung jika kenaikan tarif ojek online bisa memicu kenaikan inflasi hingga 2%, maka secara makro akan mengurangi PDB hingga Rp1,76 triliun dan menyebabkan gaji atau upah tenaga kerja nasional secara riil turun 0,0094%. Keputusan kenaikan tarif ojek online tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Penyesuaian biaya jasa penggunaan sepeda motor yang berlaku mulai 10 September 2022 akan mendorong inflasi, selain itu kenaikan tarif ojek online juga akan mendorong masyarakat pengguna ojek online pindah ke moda transportasi lain atau bahkan kendaraan pribadi. Jika banyak masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan pribadi akan menambah kemacetan dan kerugian ekonomi,