Suswianti, Dwi; Kurniyanti, Mizam Ari; Apryanto, Frengky
Asam urat merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yaitu >7,0 mg/dL pada laki-laki dan >6,0 mg/dL pada perempuan. Kondisi ini sering dialami lansia akibat penumpukan kristal urat yang dapat menimbulkan nyeri dan gangguan mobilitas. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah senam ergonomik berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inovasi senam ergonomik berbasis budaya terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (10 responden) dan kelompok kontrol (10 responden). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,046; p<0,05), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,317; p>0,05). Perbandingan kadar asam urat pascaintervensi antara kedua kelompok juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001; p<0,05). Dengan demikian, inovasi senam ergonomik berbasis budaya yang dilakukan sebanyak empat kali selama dua minggu terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang.