SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

49,117 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Vita Meylani Susanti; Sigit Irianto

Notary Law Research 2023 Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Nominee agreement sebagai salah satu perkembangan hukum kontrak atau perjanjian di luar KUHPerdata merupakan suatu praktik yang sering terjadi Di Indonesia. Mengenai hak milik atas tanah terhadap Warga negara asing tidak diatur lengkap dalam UUPA.Tujuan penelitian: 1. Untuk mengetahui, menganalisis factor-faktor yang menyebabkan terjadinya Pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli dengan Pembeli Warga Negara Asing serta 2. Pertimbangan Hukum bagi Hakim dalam memutus suatu perkara pada putusan Nomor489/PK/Pdt/2021 dan 3. Akibat hukum yang ditimbulkan.  Metode penelitian yang digunakan tipe penelitian yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, sumber data sekunder dan metode analisis datanya kualitatif. Hasil penelitian sebagai berikut: 1. Faktor-Faktor yang menyebabkan terjadinya pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Dengan Pembeli Warga Negara Asing yaitu adanya wanprestasi yang dilakukan oleh salah satu pihak dalam perjanjian. 2. Pertimbangan hukum bagi hakim dalam memutus suatu perkara pada Putusan Nomor 489 PK/Pdt/2021 yaitu menolak permohonan Peninjauan Kembali dari pemohon NICHOLAS JOHN HYAM dan menghukum pemohon untuk membayar biaya perkara dan 3. Akibat hukum yang ditimbulkan yaitu tanggung jawab secara perdata oleh Notaris yakni dengan tanggung gugat berupa ganti rugi yang didasarkan pada suatu hubungan hukum antara Notaris dengan penghadap. Notaris yang membuat perjanjian nominee yang akibatnya akta tersebut batal demi hukum Pasal 1320 KUHperdata, Sanksi terhadap pelanggaran kode etik yaitu dapat berupa: teguran, peringatan, pemecatan sementara, pemecatan dari keanggotaan dan pemberhentian dengan tidak hormat.

Victoria Tabita

Jurnal Relasi Publik 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The practice of the Nominee Agreement, which involves an agreement between the legal shareholder and the beneficiary, is often the method used for shareholding in limited liability companies, especially Joint Ventures. In this agreement, the registered shareholder (nominee) is the shareholder, while the beneficiary is the party who actually controls and receives direct benefits from the company. Even though this practice is expressly prohibited in foreign investment in Indonesia, especially based on Article 48 UUPM, and the agreement can be canceled by law because it does not meet the requirements of a legal cause in accordance with Article 1338 Paragraph (1) of the Civil Code, the use of nominee shareholders has not been prohibited explicitly by the government. Therefore, this can be considered as an attempt to circumvent the law or an act of legal manipulation. The type of research used in this study is empirical research, which includes research on legal identification and research on legal effectiveness.