Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-8 of 8

Analytics

Trezita A. S. Onibala; Rosiah J. Pulukadang; Anetha L. F. Tilaar

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kesulitan belajar yang terlihat saat observasi di SMA Negeri 1 Tompaso menjadi pemicu dilakukannya penelitian ini. Masalah muncul dari beberapa kendala, seperti kemungkinan peningkatan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil penggunaan model Problem Based Learning berbasis blended learning. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain kelompok eksperimen pra dan pasca tes. Sampel diambil dari kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 1 yang masing-masing berjumlah 22 siswa. Kelas-kelas ini normal dan homogen dan masing-masing berfungsi sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan menggunakan uji-t untuk menguji data penelitian, diketahui bahwa nilai thitung = 3,7598 > ttabel = 1,6819 dengan taraf signifikansi = 0,05 menunjukkan menolak H0 dan menerima H1. Konsekuensinya, keefektifan model blended learning problem based learning berdampak pada hasil belajar siswa.

Muhartini, Muhartini; Amril Mansur; Abu Bakar

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai adalah penelitian murni kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan bacaan yang diperoleh peneliti dari buku-buku, artikel-artikel yang termuat dalam cetak. Data dikumpulkan dan dipilah-pilah untuk mengisi jawaban dari pertanyaan penelitian yang dirumuskan. Analisa menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) untuk mendapatkan informasi terkait Pembelajaran Kontekstual  Dan Pembelajaran Problem Based Learning. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran kontekstual merupakan suatu pembelajaran yang mengkaitkan kontekstual sehari-hari pada materi pembelajaran sehingga siswa mampu memaknai pengetahuan/ ketrampilan yang dipelajarinya serta secara fleksibel dapat menerapkan pengetahuan/ ketrampilan yang dimilikinya dari suatu permasalahan/konteks ke permasalahan yang lainnya. Pendekatan kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yaitu : konstruktivisme (contruktivisme), menemukan (inquiri), bertanya (question), masyarakat belajar (learning comunity), pemodelan (modeling), refleksi, penilaian yang sebenarnya (aunthentic asesment). Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) merupakan salah satu model yang tepat dikembangkan  dalam pembelajaran teknologi untuk merespon isu-isu peningkatan kualitas pembelajaran teknologi dan antisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia kerja. Karakteristik dan Tahapan Pembelajaran Model Problem-Based Learning. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terutama untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar tentang berbagai peran orang dewasa dengan melibatkan diri dalam pengalaman nyata atau simulasi, dan menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri.  

Rahmatiah, Rahmatiah; Besse Syukuroni Baso

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui Implementasi Model Problem Based  Learning  (PBL)  dalam  Meningkatkan  Hasil  Belajar  Bahasa  Indonesia  V UPT  SDN  11  Kabupaten  Soppeng.  Skripsi  Sarjana  Pendidikan  Guru  Sekolah Dasar   meningkatkan   hasil  belajar   bahasaindonesiadi  Kelas  V  UPT  SDN   11 Kabupaten  Soppeng. Adapun  jenis  penelitian  ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dan  subjek  penelitian  ini adalah  murid  di kelas V UPT SDN  11Soppeng yang  berjumlah  28 orang.  Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  observasi,  tes, dan   dokumentasi.   Teknik   analisis   data   menggunakan   rumus   rata-rata   nilai, persentase  ketuntasan belajar dan data observasi.  Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa  pembelajaran  menggunakan  model Problem  Based  Learning  (PBL) dapat meningkatkan   hasil  belajar   bahasaindonesiadi  UPT   SDN   11Soppeng.   Hal  ini dapat   dibuktikan   dari   rata-rata   nilai   murid   yang   sebelum  diterapkan   model pembelajaran  Problem   Based   Learning   (PBL)   adalah   68,   dan   murid   yang mendapatkan nilai di atas 72  adalah 43%.  Dari hasil siklus I rata-rata nilai murid memperoleh 63, dan murid yang mendapatkan nilai di atas 72 adalah 50%. Setelah siklus  II  diperoleh  rata-rata  nilai murid  77,91,  dan murid  yang mendapatkan nilai di atas  70  adalah  90.55%  menunjukkan  bahwa  adanya  peningkatan  hasil belajar bahasaindonesiadengan  menggunakan  model  pembelajaran  Problem  Based Learning (PBL).    

M. Farhan Faranza Alfansa; Utin Desy Susiaty; Marhadi Saputro

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari self-regulated learning. Adapun bentuk penelitian yang digunakan yaitu desain faktorial (factorial design) modifikasi dari desain true experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1 Kembayan yang terdiri dari tiga kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Instumen penelitian berupa soal tes dalam bentuk essay. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis satu jalan sel tak sama dengan uji normalitas menggunakan uji Lilifors dan homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Hasil penelitian setelah diterapkannya model pembelajaran problem based learning diperoleh bahwa: (1) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning sedang, (2) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning tinggi lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning rendah, dan (3) hasil belajar siswa dengan kategori self regulated learning sedang lebih baik dari pada siswa yang memiliki kategori self regulated learning rendah.    

Musfira Musfira

Concept: Journal of Social Humanities and Education 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

This research aims to improve student learning outcomes in class I at SD Cordova Indonesia through the application of the trade a problem learning model assisted by concrete media. The problem in this research is the low mathematics ability of students in class I at SD Cordova Indonesia. The method used in this research is the classroom action research method (PTK). The subjects in this research were all 27 class I students at SD Cordova Indonesia. The indicator of success in implementing the action is that students achieve a minimum of 70% completeness with an average learning outcome score of at least 70 from the total number of students. Based on data processing from research results, the average value of student learning outcomes in the pre-cycle was 54.44, then after the first cycle actions were carried out it increased to 63.70. The first cycle action was then continued to the second cycle action and obtained an average score of 71.85 with student completion reaching 74.10% of the total students who took the learning outcomes test. Based on the results in cycle II, it shows that the application of the trade a problem learning model assisted by concrete media is effective in improving students' mathematics learning outcomes in class I at SD Cordova Indonesia.

Yeni Widiawati; Nurmaningsih Nurmaningsih; Rahman Haryadi

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif yang menggambarkan penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod terhadap kemempuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan bentuk pre-Eksprimental Designs. Alasan peneliti menggunakan bentuk penelitian ini karena peneliti menggunakan satu kelas sampel, dimana satu kelas tersebut akan dijadikan sebagai kelas eksperimen. Pada kelas sampel pertama akan diberikan tes awal (pre-test) kemudian siswa diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod pada materi SPLTV, setelah itu dilakukan pengukuran terhadap siswa dengan memberi tes akhir (pos-test). Penelitian ekperimen ini menggunakan rancangan One-Grup Pretest-Posttest Design. Pada rancangan ini terhadap Pretest sebelum diberikan perlakuan sehingga hasil perlakuan Posttest dapat diketahui lebih akurat, karena membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran problem based learning berbantuan edugame interaktif nearpod dalam materi SPLTV kelas X MAN Bengkayang berjalan dengan efektif sehingga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

Sri Kuntari

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2022 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The problem in this study is the low quality of learning Business Economics class X Office Automation and Governance, which is known from the average student learning outcomes in the subject of Business Economics only reaching 67.43, in other words it has not reached the specified KKM, which is equal to 78, this is due to the lack of use of media images with learning models in the teaching and learning process, lack of student interest, and low student learning outcomes in learning Business Economics. Therefore, this research discusses the use of media images with the Examples Non Examples learning model to improve student learning outcomes in class X Business Economics Automation and Office Management at SMK Negeri 8 Samarinda. This study uses the Classroom Action Research (PTK) method, the research procedure used is in the form of cycles and each cycle is carried out through four stages, namely: planning, implementing, observing, and reflecting. The data collection technique was carried out using qualitative techniques, while the data collection tool used was a question instrument. The subjects of this study were class X students of Office Automation and Governance at SMK Negeri 8 Samarinda with a total of 35 students. The results showed that the use of media images with the Examples Non Examples learning model can improve student learning outcomes in learning Business Economics. This can be seen from the completeness of student learning outcomes in the pre-cycle, namely 18 students (51.43%), there was an increase in cycle I, namely 27 students (77.14%) and in cycle II it increased to 35 students (100%). Based on the results of the study, it can be concluded that the use of media images with the Examples Non Examples learning model can improve student learning outcomes in the subject of Business Economics class X Office Automation and Management at SMK Negeri 8 Samarinda.

Rodiyah, Siti Kholidatur

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In choosing the right learning model, a teacher must pay attention to students' abilities and choose a learning model that can motivate them to learn and develop their potential so they can overcome problems in life. Problem-Based Learning is considered a learning model that can help students maximize their potential and develop skills in solving problems in everyday life. This study aims to critically analyze the application of problem-based learning models in the field of study of Islamic Religious Education. Through a literature study approach, this study focuses on a critical analysis of the basic concepts, principles, and procedures for applying the Problem-Based Learning method in learning Islamic Religious Education. The results of the research show that in order to implement PBL in the learning process, teachers should follow the procedures or implementation stages. The procedure for implementing PBL is divided into several steps, namely: problem orientation, organizing students to study (in groups), investigation or data collection, developing and presenting work results, and finally; evaluation and reflection.