Publication Search

73,319 articles from 712 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Yantimala Mahmud; Basmalah Harun; Sanghati Sanghati; Heldy Yati Bouty; Reski Ramdani

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2020 Universitas Muhammadiyah Manado

Adolescence is a challenging period because it involves the transition from childhood to adulthood. Physical and psychological changes in adolescents can have an impact on their mental health. To prevent mental disorders in teenagers, various prevention efforts continue to be carried out, including providing education about mental health in teenagers, but at Bawakaraeng High School they have never received education about the importance of recognizing mental disorders in teenagers. The aim of this community service is to provide mental health information including efforts to prevent mental disorders in teenagers with thought stopping and five finger hypnosis. Community service was carried out at Bawakaraeng High School, November 16 2020 with a total of 60 students participating. The results of this service activity showed an increase in knowledge about mental health in adolescents, namely from 16,67% to 83,33% in the good category and participants were able to carry out stress management with mental health and five finger hypnosis.. Adolescent mental health education can provide increased knowledge about adolescent mental health and stress management that can be carried out by adolescents.

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Second language acquisition in English subject at STAI Denpasar Bali is passed by students as a compulsory subject. Tthe number of students from two study programs, namely Syariah Economics and Islamic Religious Education as samples to determine the acquisition of second language through mentalistic theory with behaviorime and naturalistic approaches based on Islamic views. English as a second language for students is a difficult subject for some students because they rarely or never apply it in their daily activity. Students who are able to apply to the English learning in process, because they remember and often apply it in their environment. The potential that students have is different, because every human being has a fitrah of birth according to his talents and potential.   AbstrakPemerolehan bahasa kedua dalam mata kuliah bahasa Inggris di STAI Denpasar Bali dilalui oleh mahasiswa sebagai mata kuliah wajib. Dengan jumlah mahasiswa dari dua program studi yaitu Ekonomi Syariah dan Pendidikan Agama Islam sebagai sample untuk mengetahui pemerolehan bahasa kedua melalui teori mentalistik dengan pendekatan behaviorime dan naturalistik berdasarkan pandangan Islam. Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua bagi mahasiswa, merupakan mata kuliah yang sulit bagi sebagian mahasiswa karena mereka jarang atau tidak pernah menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang mampu dalam mengaplikasikan pada proses perkuliahan bahasa Inggris, karena mereka masing mengingat dan sering menerapkan di lingkungan mereka. Potensi yang dimiliki mahasiswa berbeda, karena setiap manusia memiliki fitrah sejak lahir sesuai dengan bakat dan potensi diri.

Dewi, Ni Made Melati; Daryaswanti, Putu Intan

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background: Cognitive level is a mental process or physical or thought activity that leads to the role of perception, ability, memory and thought processes possessed by every human being. The incidence of cognitive decline in Indonesia in 2019 as many as 47% of elderly experience a decrease in cognitive level. The occurrence of changes and setbacks in the cognitive level in the future will have an impact on the health of the elderly one of which is, a decrease in memory and changes in memory. This study aims to determine the cognitive level in the elderly in the village of more Banjar Duur Kaja Gianyar in 2020. Method: This study used a descriptive research method with cross sectional approach, the measuring instrument used in this study was the MMSE (Mini Mental State Examination) questionnaire. The population in this study is the elderly who live in the village of more Banjar Duur Kaja Gianyar with a total sample of 47 samples. The sampling technique used in this study was purposive sampling. Results: The results of the study of 47 elderly, the cognitive level of the elderly in the category of probable cognitive levels. Respondents with age > 60 are 18 elderly (45%) have a probable cognitive level. Respondents who were not educated 15 elderly (36.59%) had a probable cognitive level. Respondents who did not work 8 elderly (38.10%) had a probable cognitive level. 11 male respondents (44%) had a probable cognitive level. Conclusion: The cognitive level of the elderly in the village of more Banjar Duur Kaja Gianyar is in the category of probable cognitive level of 19 elderly (40.4%).    

Iga Farida, Siti Iba; Rochmani, Rochmani

DINAMIKA HUKUM 2020 Universitas Stikubank

The biggest problem for children who are faced with the law is because of Law no. 3 of 1997 regarding Juvenile Court is no longer relevant, both from the juridical, philosophical and sociological aspects. This law does not provide the right solution for the handling of children as children in conflict with the law. Children who are in conflict with the law that is resolved in court, result in mental and psychological pressure on the child who is in conflict with the law, thus disturbing the child's development and development. Thus, there is a need for a criminal law policy in handling bullying. The research method used in this research is juridical empirical by looking at the facts that exist in practice in the field. The research objective is to explain policies in law enforcement against child bullies. Settlement of the criminal law for bullying offenders against student victims of violence at school has not been going well because bullying has not been regulated in a law that specifically regulates it.   Keywords : children, underage, criminal law, policy, bullying.

Margiyati Margiyati; Novita Wulan sari; Mimin Indah Lestari; Anisa Sulistyaningtyas; Tria Friska Ningrum

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Proses  menua  menimbulkan  permasalahan  baik  secara  fisik,  biologis, mental maupun sosial ekonomi. Lansia merasa terbatas aktivitasnya, sering sakit, lingkungan kurang bersahabat, dan tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya dan ini menjadi tanda rendahnya kualitas hidup lanjut usia karena mereka tidak menikmati masa tuanya.  Hasil  survey menggunakan  Mini  Mental  Status  Exam (MMSE)  diperoleh  data  bahwa  lansia  sebanyak  45  orang  yang  terdaftar  di Posyandu Setya Manunggal III Dusun Lempuyangan Bulan Januari 2020 menunjukkan yang mengalami penurunan kognitif sedang sebanyak 13 orang, penurunan kognitif berat sebanyak 5 orang. Hasil wawancara dengan kader lansia didapatkan data yang banyak mengalami pikun dikarenakan lansia hanya di rumah tanpa  adanya  aktivitas  lain  karena  adanya  keterbatasan  mobilitas  fisik.  Kader sendiri  oleh  penanggunggjawab  BKL  (Bina  Keluarga  Lansia)  dari  kecamatan Bergas sudah diarahkan untuk memberikan edukasi kepada lansia dan keluarga, baik itu bisa berupa permainan ataupun memberikan pelatihan kerajinan tangan, namun karena keterbatasan informasi, minimnya dana operasional, dan kurangnya kemampuan kader menjadikan program tersebut hanya wacana. Analisis fenomena tersebut menjadi latar belakang tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro bekerjasama dengan Puskesmas Bergas untuk melaksanakan kegiatan bertema, “ Penerapan Brain Gym, Puzzle Therapy, dan Handycraft Training  sebagai  Upaya  Meningkatkan  Kualitas  Hidup  Lansia  Dusun Lempuyangan, Gebugan, Kab.Semarang”.    

Sari, Ayu Istiana; Al-Hakim, Lukman

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pembelajaran bahasa Inggris di taman kanak-kanak merupakan fenomena pendidikan. Poin yang paling menonjol adalah kemampuan untuk mempelajari bahasa baru dengan cepat. Anak-anak menggunakan berbagai jenis sumber daya mental untuk memasukkan kata dan makna. Mereka melakukan interpretasi terhadap yang didengarkan dan diamati di sekitar. Guru memainkan peran penting dalam membina perkembangan intelektual dan sosial anak. Pendidikan yang diperoleh siswa adalah kunci untuk menentukan masa depan siswa tersebut. Salah satu tugas guru ada membuat rancangan pembelajaran. . RPP adalah pedoman bagi guru untuk melaksanakan proses pembalajaran di kelas. Pengembangan dan perubahan kreatif dapat dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan merupakan landasan atau acuan agar proses dalam program pengabdian kepada masyarakat ini berjalan secara sistematis, terstruktur, dan terarah. Setelah proses observasi lapangan dan identifikasi permasalahan dilakukan, maka akan dilakukan perancangan solusi. Selanjutnya solusi yang menjadi yang telah direncanakan akan ditawarkan kepada mitra. Metode yang akan digunakan dalam program ini Survey, Implementasi, dan Evaluasi.Pelatihan ini diberikan kepada guru-guru di KB TK IT Alif Smart Kadipiro Surakarta. Hasil dari pelatihan ini adalah berkembangnya kemampuan guru dalam membuat rancangan pembelajaran bahasa Inggris untuk KB dan TK. Produk yang dihasilkan yaitu berupa RPP pembelajaran Bahasa Inggris untuk KB dan TK.

Yenni Yenni; Andi Tenri Angka

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2020 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Antenatal care or pregnancy examination is a service provided to pregnant women by carrying out pregnancy examinations and supervision to optimize the mental and physical health of pregnant women so that they are able to face childbirth, postpartum, preparation for giving breast milk (ASI) and the return of normal reproductive health. In this COVID-19 pandemic situation, there are many restrictions on almost all routine services including maternal and neonatal health services. For example, pregnant women are reluctant to go to community health centers or other health service facilities because they are afraid of being infected. The aim of the research is to determine the influence of the Covid-19 Pandemic on Pregnant Women's Anc Visits at the Tanasitolo Community Health Center, Wajo Regency. The type of research used is a cross sectional study. The sample was 80 pregnant women who visited ANC at the Tanasitolo Community Health Center, Wajos Regency, where random sampling was used as a sampling technique. The results of the research show that based on the chi square statistical results, a p value = 0.000 < ? = 0.05 is obtained, which indicates that there is an influence of the Covid-19 pandemic on ANC visits of pregnant women at the Tanasitolo Community Health Center, Wajo Regency. The conclusion is that there is an influence of the Covid-19 pandemic on ANC visit of pregnant women at the Tanasitolo Community Health Center, Wajo Regency.    

Alfina Wildatul Fitriyah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Sexual needs are one of the factors that often cause rifts in the household, the harmony that should be created is lost little by little because the needs of mental sustenance are not met. This can have a negative impact on the sustainability of the household so that it does not cause a little divorce. To minimize the number of divorce rates, the sexual needs of couples must be considered again. This research uses the field research method, which is research carried out directly into the field to ask and observe the people who are being researched through interactions to learn about them, their life history, their habits, their hopes, fears, and dreams. Researchers meet new people or communities, develop friendships, and discover new social worlds, often considered fun. The results of research on divorce problems caused by factors of sexual need are caused by the lack of good communication between husband and wife in conveying the desire of sexual desire that makes husband and wife no longer able to maintain their domestic relationship. According to Islamic law, sexual relations are one of the obligations of the husband and become the right of isti in his mental sustenance.

Soedjiwo, Novena Ade Fredyarini

Perkembangan zaman berindikasi dengan kemajuan teknologi, berdampak positif dan negatif. Indikasi positif dapat diterima baik oleh masyarakat luas, tetapi indikasi negatif, memerlukan cara pikir dan pandang dalam mengatasi kondisi tersebut. melalui teknologi yang canggih dan kehidupan sosial mulai menurun dalam berinteraksi secara tangible, sehingga memunculkan perilaku tidak baik. Sebagai contoh, siswa kurang mampu berinteraksi sopan dalam mengimlementasikan rasa hormat dengan guru dan orang tua.             Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dari beberapa pendidik keislaman pada jenjang pendidikan menengah pertama atau madrasah di Denpasar, dapat menjelaskan proses pembelajaran ekstrakurikuler berbasis keislaman. Melalui pendekatan penelitian kualitatif deskritif mampu mendeskripsikan secara interpretatif dengan dianalisis berdasarkan teori yang berhubungan dengan perubahan perilaku dan karakter. Penerapan adab melalui pendidikan non akademik berbasis keislaman dapat memberikan perubahan baik segi mental, sikap, dan prestasi.

Fahmi A. Lihu; Rona Febriyona; Annisa Frizke Botutihe; Cahyani Napu

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2020 Universitas Muhamadiyah Manado

 Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Proses menua ini ditandai dengan perubahan pada fisik maupun mental lansia maupun kemunduran fungsi kognitif salah satunya demensia. Salah satu kelainan yang diduga memiliki hubungan dengan penurunan fungsi kognitif ini adalah adanya defisiensi vitamin D. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Antara Keadekuatan Asupan Vitamin D Dengan Kejadian Demensia Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara keadekuatan asupan vitamin d dengan kejadian demensia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Telaga. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di wilayah kerja puskesmas telaga yang menderita demensia sejumlah 38 orang, sampel berjumlah 38 orang yang telah terseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.          

Pranoto Pranoto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Lembaga Pendidikan Profesi Perhotelan sebagai salah satu sumber tenaga kerja terampil, dituntut untuk selalu melakukan inovasi penyesuaian program belajar dan strategi pembelajaran sehingga menghasilkan peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan. Strategi pembelajaran bidang housekeeping yang diterapkan di LPP Graha Wisata Semarang adalah menggunakan strategi geladi karya. Strategi pembelajaran Geladi Karya, disusun untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan di bidang housekeeping, menyiapkan peserta didik dengan pola pikir dan kesiapan mental untuk menjadi seseorang  Integrated Housekeeper.  Langkah strategis ini adalah berupa pembelajaran melalui pembentukan pola pikir sebagai seorang housekeeper, pengembangan  product knowledge, dan pembentukan keterampilan melalui praktikum secara berulang-ulang. Penerapan strategi Geladi Karya menghasilkan peserta didik yang memiliki integritas terhadap bidang housekeeping, memiliki  kemampuan penyesuaian diri di lingkungan industri perhotelan dan mampu bersaing di bursa tenaga kerja baik yang sifatnya lokal maupun internasional. Kendala yang dihadapi yaitu masih munculnya anggapan bahwa housekeeping adalah pekerjaan yang tidak menjadi favorit dan tidak bergengsi di industri perhotelan, sehingga minat peserta didik tidak maksimal. Adapun faktor yang mendukung penerapan strategi ini adalah adanya kebebasan bagi Instruktur untuk mengembangkan bahan ajar dan strategi pembelajaran, serta kesiapan lembaga untuk menyediakan sarana-prasarana pembelajaran. Geladi Karya perlu ditindaklanjuti sebagai sebuah strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih bagi peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasikan dalam diri seorang housekeeper.

Hartoyo Soehari

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

A person's identity can be interpreted as the basic nature, mentality, character, or self-esteem of the person. The character of the Indonesian people is to live a simple life, obey the rules, and like to work together. Gotong royong is a harmonious cooperation that produces products that are beneficial to people's lives. For example gamelan, various types of gamelan instruments are beaten together to produce harmonious musical sounds that are pleasant to hear, useful, and make people relaxed and not stressed.

Rama Noval Pratama; Anwar Effendi; Djoko Darmawan

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang khusus untuk perawatan gangguan mental serius. Rumah sakit jiwa sangat bervariasi dalam tujuan dan metode penyembuhan maupun perawatan. Rumah sakit jiwa kebanyakan menangani penderita kejiwaan mulai dari yang berisiko ringan sehingga hanya memerlukan jangka pendek adapula yang jangka panjang adalah penderita yang mengalamai risiko kejiwaan yang berat sampai rawat inap. Para pasien rumah sakit jiwa biasanya dikhususkan dalam segi perawatannya sebagai akibat dari gangguan psikologis, memerlukan bantuan rutin, perawatan khusus dan lingkungan yang terkendali serta memerlukan perawatan rehabilitasi. Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang belum memiliki Rumah Sakit Jiwa, dengan populasi sekitar 11,83 juta jiwa di Banten dan 7,1% populasi masyarakat di Provinsi Banten mengalami gangguan mental emosional dan gangguan jiwa berat. Penekanan konsep yang akan diterapkan pada Rumah Sakit Jiwa adalah Arsitektur Modern dan Healing Environmet sehingga bentuk yang ditampilkan menjadi lebih nyaman bagi pasien gangguan kejiwaan. Selain itu, modern mampu membawa membawa pesan secara tersirat untuk memberikan ke-khasan suatu bangunan dalam hal citra bangunan dan juga Healing Environment juga dapat memberi kesan pasien nyaman dan dapat merasakan kenyaman dalam penyajian suatu tatanan taman yang dapat memberikan unsur percepatan penyembuhan pasien.