Publication Search

80,083 articles from 756 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 465

Analytics

Nugroho, Zahra Mesvari; Linda Agustina Ningtyas; Mashur Hasan Bisri

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diperkenalkan pada 6 Januari 2025 melalui Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2024, menjadi salah satu inisiatif sosial terbesar di Indonesia dengan dana sebesar Rp71 triliun dan memperkirakan 82,9 juta penerima manfaat. Pengelolaannya ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG. Studi ini menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai alat transparansi dalam manajemen SOP MBG untuk meningkatkan akuntabilitas publik dalam konteks hubungan keuangan antara pusat dan daerah melalui DAK Nonfisik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan analisis dokumen dan konten publik di TikTok. Sumber data terdiri dari dokumen resmi BGN, Juknis No. 401.1 Tahun 2026, laporan dari ICW dan CISDI, akun TikTok SPPG, serta penelitian akademik. Validitas ditentukan melalui triangulasi serta analisis perbandingan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok SPPG berperan dalam tiga dimensi transparansi: verifikasi di tingkat pusat, pengawasan lokal, dan akuntabilitas publik di tingkat nasional. Namun, ada empat tantangan utama, yaitu kurangnya konsistensi konten di berbagai akun SPPG, ketimpangan digital di daerah 3T, ketiadaan mekanisme tindak lanjut resmi, dan potensi kriminalisasi partisipasi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan model optimalisasi yang mencakup standardisasi konten, perlindungan partisipasi masyarakat, serta integrasi dengan sistem pengawasan resmi untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas MBG dengan pendekatan digital.

Sinaga, Jesita

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital pada bidang perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan. Aplikasi SIPANDU dikembangkan sebagai inovasi pelayanan perizinan berbasis elektronik guna mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala teknis sistem, keterbatasan fitur pengaduan, serta belum meratanya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas aplikasi SIPANDU dalam meningkatkan layanan perizinan di DPMPTSP Kota Medan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan 13 informan yang terdiri dari pimpinan, pengelola sistem, dan masyarakat pengguna SIPANDU. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIPANDU secara umum cukup efektif dalam meningkatkan layanan perizinan di DPMPTSP Kota Medan, terutama pada dimensi manfaat bersih, kepuasan pengguna, kualitas informasi, dan kualitas layanan, meskipun masih terdapat kelemahan pada dimensi kualitas sistem dan penggunaan, khususnya terkait kemudahan penggunaan, keandalan sistem, waktu respons, kelengkapan informasi, pemerataan penggunaan aplikasi, dan fitur pengaduan. Dengan demikian, SIPANDU telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pelayanan publik, namun masih memerlukan penyempurnaan teknis dan operasional agar pelayanan perizinan dapat berjalan lebih optimal. Kata Kunci: efektivitas, SIPANDU, pelayanan perizinan, DPMPTSP, pelayanan publik, e-government, sistem informasi

Bumi, Bumi Revaldo; Bumi, Bumi Revaldo; Zulfaedi, Zulfaedi Mahfudz; Afif, Farisi Afif; Army, Army Trilidia Devega

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Pesatnya kemajuan teknologi digital telah mempercepat adopsi *Internet of Things* (IoT) dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. IoT memungkinkan perangkat fisik untuk berkomunikasi dan bertukar data melalui konektivitas internet, sehingga proses menjadi lebih otomatis, efisien, dan responsif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan IoT dalam meningkatkan efisiensi kehidupan sehari-hari melalui pendekatan tinjauan pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah *Systematic Literature Review* (SLR), yang mengkaji dan menyintesis temuan dari berbagai studi terdahulu mengenai penerapan IoT di berbagai sektor, seperti rumah pintar (*smart home*), layanan kesehatan, transportasi, pertanian, dan pemantauan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa IoT berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional, penghematan energi, perbaikan proses pengambilan keputusan, serta peningkatan kenyamanan pengguna. Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk keamanan data, masalah privasi, interoperabilitas antarperangkat, biaya implementasi, dan ketergantungan pada infrastruktur internet yang stabil. Temuan studi ini menunjukkan bahwa IoT telah menjadi salah satu teknologi kunci yang mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas hidup. Pengembangan di masa mendatang diharapkan berfokus pada penguatan aspek keamanan, perluasan standar interoperabilitas, dan integrasi kecerdasan buatan (*artificial intelligence*) guna memaksimalkan efektivitas penerapan IoT dalam aktivitas sehari-hari.  

Yosef Keladu; Fransiskus Bhoga; Fidelis Boli Uran; Gregorius Huin Taen Oes; Bertolomeus Ape Lerek +3 more

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kebijakan kesejahteraan sosial merupakan instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi bantuan publik. Namun demikian, dalam praktik implementasinya di tingkat lokal, kebijakan ini kerap menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait ketepatan sasaran, transparansi, dan keadilan distribusi bantuan. Fenomena tersebut juga terlihat di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, di mana masih ditemukan indikasi ketimpangan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesejahteraan sosial dan ketimpangan distribusi bantuan publik dengan menggunakan tinjauan teori keadilan, khususnya keadilan distributif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat desa dan masyarakat penerima bantuan, serta dokumentasi terkait kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kesejahteraan sosial di Desa Ladogahar belum sepenuhnya berjalan secara optimal, ditandai oleh lemahnya validitas data penerima, adanya pengaruh kedekatan sosial dalam penentuan penerima manfaat, serta kurangnya transparansi dalam proses distribusi. Dalam perspektif teori keadilan, kondisi ini mencerminkan belum terpenuhinya prinsip keadilan distributif yang menekankan pemerataan dan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan distribusi bantuan publik yang lebih adil dan merata.

Damayanti, Fhadila

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Integrasi keilmuan Islam merupakan konsep fundamental untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan pada era kontemporer. Perkembangan sains dan teknologi yang semakin maju mampu menghubungkan dua ilmu yang berbeda, yakni ilmu agama dan ilmu umum yang saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengertian, unsur-unsur, manfaat integrasi ilmu dalam konsep berpikir menurut perspektif Islam, konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian integrasi ilmu, menganalisis unsur-unsur yang membentuknya, menelaah manfaat integrasi ilmu, memganalisis konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan memahami kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber yang kredibel dan relevan terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang ilmu agama dan ilmu umum sebagai satu kesatuan utuh yang saling berkaitan dan berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Globalisasi abad ke-21 mengalami perubahan signifikan dari segi sosial, budaya, dan teknologi, sehingga sektor pendidikan harus beradaptasi. Pendidikan tidak hanya bertujuan sebagai wadah ilmu melainkan menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, dan pola pikir seseorang agar dapat bersaing dalam lingkup global. Teknologi yang semakin berkembang berdampak pada pembentukan pola pikir masyarakat. Konsep unity of knowledge juga menekankan bahwa seluruh cabang ilmu berasal dari sumber yang sama tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi ilmu juga dibangun melalui dua unsur utama, yaitu landasan filosofis yang berperan dalam pembentukan pola pikir dan strategi implementasi yang berperan dalam pembentukan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan integrasi ilmu memberikan dampak positif untuk pemecahan masalah, memperkuat nilai moral dan etika, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membentuk keseimbangan antara spiritual dan intelektual setiap individu.

Lestari, Mustika Ayu; Rosita; Herawati, Meitia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah infeksi pada bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang benar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, omfalitis, bahkan tetanus neonatorum. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komunitas berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui edukasi dan pendampingan secara langsung. Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan fokus pada perawatan tali pusat bayi usia 2 hari untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, interpretasi data, diagnosis potensial, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi pada keluarga Tn. S di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah. Hasil pengkajian menunjukkan bayi laki-laki usia 2 hari dalam keadaan umum baik dengan tanda vital normal, namun tali pusat masih basah sehingga berisiko mengalami infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai tujuan dan manfaat perawatan tali pusat, tanda-tanda infeksi, demonstrasi cara perawatan tali pusat yang benar menggunakan prinsip bersih dan kering, anjuran pemberian ASI eksklusif, serta kunjungan ulang. Pada evaluasi dan kunjungan lanjutan, ibu telah memahami cara perawatan tali pusat, mampu mengenali tanda bahaya, dan tali pusat bayi telah puput tanpa tanda infeksi. Asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi dan pendampingan mengenai perawatan tali pusat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Edukasi berkelanjutan dan kunjungan neonatal perlu terus dilakukan untuk mempertahankan praktik perawatan tali pusat yang sesuai standar

Saputro, Bambang Rinanto Adi; Novitasari, Dian; Febriana, Riska; Pujiastuti, Anasthasia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan wanita usia subur. Rendahnya pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan vitamin B kompleks sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui media leaflet yang dilaksanakan pada masyarakat Gintungan RT 06/RW 02, Desa Gogik, Ungaran Barat. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta yang terdiri atas remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, faktor risiko, manfaat tablet tambah darah dan vitamin B kompleks, aturan konsumsi, efek samping, faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi, serta pola makan bergizi untuk mencegah anemia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,1% setelah penyuluhan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat suplemen, cara konsumsi yang benar, dan upaya pencegahan anemia. Penyuluhan menggunakan media leaflet efektif sebagai sarana edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia.

Lestari, Mustika Ayu; Hidayati , Nurul; Herawati, Meitia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Masa balita merupakan periode emas (golden period) yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya stimulasi yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang, meningkatkan kualitas tidur, nafsu makan, serta membantu peningkatan berat badan balita adalah pemberian pijat bayi/balita sehat. Asuhan kebidanan komunitas berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memberikan stimulasi yang tepat kepada balita. Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. T, khususnya An. R usia 2 tahun, melalui pemberian pijat bayi/balita sehat sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan balita. Artikel ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, identifikasi masalah, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi selama pelaksanaan praktik kebidanan komunitas di Desa Batunyala. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pemberian edukasi dan praktik pijat bayi/balita sehat dapat meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai manfaat pijat balita serta kemampuan keluarga dalam melakukan stimulasi secara mandiri. Balita tampak lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan orang tua memahami pentingnya stimulasi rutin sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pencegahan gangguan gizi dan stunting. Asuhan kebidanan komunitas melalui pemberian pijat bayi/balita sehat merupakan intervensi komplementer yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dan mendukung optimalisasi tumbuh kembang balita. Keterlibatan aktif keluarga dalam melakukan pijat secara rutin di rumah menjadi salah satu strategi promotif dan preventif yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan balita.

Indasari, Susi; Lestari, Hariati; Rusliafa, Jusniar

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini tersebar luas dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam upaya penanggulangan TB, khususnya pada kelompok berisiko seperti kontak serumah pasien TB, pelaksanaan program TPT di Kota Kendari masih belum optimal dan tergolong rendah dan Puskesmas Poasia merupakan puskesmas dengan jumlah kasus TB tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TB dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada Maret 2026. Jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menerima TPT yaitu sebanyak 71 responden (88,8%), sedangkan yang menerima hanya 9 responden (11,2%). Mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan yang rendah, persepsi hambatan yang tinggi, serta efikasi diri yang rendah, sedangkan persepsi manfaat menunjukkan hasil yang cukup berimbang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam Health Belief Model berperan dalam memengaruhi penerimaan TPT. Diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran serta penerimaan TPT.

Novian, Hangga; Budiyanto, Hermawan; Riyono, Slamet; Aji, Maliki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dilaksanakan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada tanggal 3 Januari hingga 1 Februari 2026. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan masyarakat di bidang kesehatan, literasi, keselamatan lingkungan, dan kesejahteraan sosial melalui pendekatan partisipatif yang terintegrasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan Taman TOGA, pembagian buku bacaan bergambar ke sekolah dasar, pemasangan kaca cembung di titik blind spot, penyuluhan pencegahan stunting disertai pembagian makanan bergizi, kerja bakti, serta pendampingan Posyandu, PKK, dan PAUD. Hasil program menunjukkan manfaat nyata: taman TOGA fungsional terbangun di halaman kantor kelurahan, 180 buku tersalurkan ke SDN Purwosari 1 dan 2, 3 kaca cembung terpasang di titik rawan kecelakaan, dan 25 paket makanan bergizi terdistribusi kepada anak PAUD. Program-program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan keselamatan lingkungan.

Wiwit Zuriati Uno; Rifka Anggraini Anggai; Lisa Efriani Puluhulawa; Amelia Regina Arsyad

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya protein, vitamin, dan mineral, serta berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak apabila diolah dalam bentuk yang lebih diterima. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) berbasis data empiris masyarakat sebagai permen pendukung gizi anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tinelo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dengan sasaran ibu yang memiliki anak usia 5–12 tahun. Tahap awal dilakukan pengumpulan data empiris melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan daun kelor dan tingkat penerimaan anak. Selanjutnya dilakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat gizi daun kelor serta pendampingan pembuatan permen herbal kelor sebagai inovasi pengolahan pangan berbasis kearifan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pra dan pasca kegiatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan penerimaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terhadap manfaat gizi daun kelor, dukungan terhadap inovasi pengolahan, penerimaan anak terhadap konsumsi kelor, partisipasi aktif masyarakat, serta minat untuk mengolah daun kelor secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis data empiris dan inovasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai pendukung gizi anak.

Nazuhra, Fadilah; Novratilova, Sinta; Diska Fajar Aprilia; Pramudita, Firda Ganis; Kirainina Violanti Putri +2 more

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Transformasi digital di sektor kesehatan, khususnya melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dan telemedicine, telah membawa perubahan signifikan dalam efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, muncul persoalan serius terkait perlindungan privasi dan keamanan data pasien, interoperabilitas sistem, serta kepastian hukum yang masih belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan RME dalam layanan kesehatan, mengidentifikasi permasalahan keamanan dan perlindungan data pasien, serta menganalisis kepastian hukum dalam layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, dibatasi pada publikasi tahun 2022–2026. Dari 8.780 artikel yang ditemukan, proses seleksi bertahap menghasilkan 3 artikel final yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interoperabilitas RME di Indonesia masih terhambat oleh ketidaksesuaian standar data, keterbatasan infrastruktur, dan regulasi yang belum memadai. Penerapan teknologi mutakhir seperti blockchain, cloud computing, dan kecerdasan buatan terbukti mampu meningkatkan keamanan dan efisiensi pengelolaan data pasien. Sementara itu, regulasi telemedicine yang ada belum terintegrasi secara komprehensif dan belum mampu memberikan kepastian hukum yang memadai bagi tenaga kesehatan maupun pasien. Kesimpulannya, diperlukan harmonisasi regulasi, standardisasi data nasional, peningkatan infrastruktur, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar ekosistem kesehatan digital Indonesia dapat berkembang secara aman, terintegrasi, dan berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Syahrina Zahara Lubis; Khairunnisa Harahap; Tapi Rumondang Sari Siregar

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki peran Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai faktor moderasi. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, penelitian kuantitatif ini mengumpulkan 31 responden dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah pemerintah Kota Medan. Data yang digunakan berasal dari data awal yang dikumpulkan melalui kuesioner. Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS), yang dibantu oleh SmartPLS, digunakan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SAP berdampak positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, tetapi SIPD tidak dapat mengontrol hubungan antara penggunaan SAP dan kualitas laporan keuangan. Studi ini meningkatkan penelitian teori institusional, terutama tentang bagaimana tekanan regulasi dan normatif membantu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan sektor publik dengan menerapkan standar akuntansi. Penelitian ini memiliki manfaat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan konsistensi penerapan SAP dan mengoptimalkan SIPD melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan dukungan teknologi informasi. Penelitian ini terbatas pada jumlah sampel yang relatif kecil serta ruang lingkup yang hanya mencakup OPD di satu daerah, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasi secara luas.

Winarni, Marti; Susanto, Anang

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pemanfaatan sisa-sisa hasil pertanian di Desa Jabung yang berpotensi digunakan sebagai bahan perbaikan tanah masih belum optimal, meskipun ketersediaannya cukup melimpah baik di lahan sawah maupun lahan kering. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi mengenai pemanfaatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan penggunaan bahan kimia pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jabung mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta observasi lapangan. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih efektif melalui pengalaman langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan yang diberi perlakuan biochar memiliki kondisi tanah yang lebih gembur dan mampu mempertahankan kelembapan lebih baik dibandingkan lahan tanpa perlakuan. Selain itu, pembelajaran lapangan memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan biochar dari sisa-sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biochar dapat menjadi alternatif yang ekonomis, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung perbaikan kualitas tanah serta peningkatan hasil pertanian.

Sitti Hadra; Nabila Nabila; Dewi Suci; Firta Dewi; Ketrin Rinayanti Manullang

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Jaringan 5G, sebagai generasi kelima teknologi seluler, menyediakan kecepatan internet ultratinggi, latensi minimal, dan konektivitas superior dibandingkan pendahulunya. Penelitian ini bertujuan mengkaji evolusi, manfaat, serta hambatan implementasi 5G dalam berbagai domain kehidupan. Pendekatan metodologis yang diterapkan adalah studi pustaka (Library Research) dengan pengumpulan data dari literatur primer seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel peer-reviewed. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa 5G menghasilkan dampak transformasional positif pada pendidikan (VRlearning), kesehatan (telesurgery), industri (Industry4.0), transportasi (V2X), dan smart city ecosystems. Meski demikian, deployasi 5G terkendala oleh biaya infrastruktur masif, keterbatasan device ecosystem, serta vulnerabilitas keamanan siber. Rekomendasi: Diperlukan integrasi advanced security frameworks dan dukungan infrastruktur policy-driven untuk optimalisasi adopsi dan sustainability jaringan 5G.

Sitti Hadra; Nabila Nabila; Dewi Suci; Firta Dewi; Ketrin Rinayanti Manullang

JURNAL ILMIAH SAINS TEKNOLOGI DAN INFORMASI (JITI) 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Jaringan 5G, sebagai generasi kelima teknologi seluler, menyediakan kecepatan internet ultratinggi, latensi minimal, dan konektivitas superior dibandingkan pendahulunya. Penelitian ini bertujuan mengkaji evolusi, manfaat, serta hambatan implementasi 5G dalam berbagai domain kehidupan. Pendekatan metodologis yang diterapkan adalah studi pustaka (Library Research) dengan pengumpulan data dari literatur primer seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel peer-reviewed. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa 5G menghasilkan dampak transformasional positif pada pendidikan (VRlearning), kesehatan (telesurgery), industri (Industry4.0), transportasi (V2X), dan smart city ecosystems. Meski demikian, deployasi 5G terkendala oleh biaya infrastruktur masif, keterbatasan device ecosystem, serta vulnerabilitas keamanan siber. Rekomendasi: Diperlukan integrasi advanced security frameworks dan dukungan infrastruktur policy-driven untuk optimalisasi adopsi dan sustainability jaringan 5G.

Adfan Majdi, Muhammad; Puspıta Bhakti, Nabila Hani; Azzahra Zakiya, Lyontin Azka; Muliono Redjosar, Slamet

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini membahas program UKPI Pengajaran yang dilaksanakan oleh UKPI UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, dampak, dan luaran dari program UKPI Pengajaran terhadap mahasiswa maupun siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program UKPI Pengajaran memberikan dampak positif terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi, semangat belajar, kedisiplinan, serta keaktifan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa dalam bidang komunikasi, pengajaran, kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Kehadiran siswa dalam kegiatan pengajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Program UKPI Pengajaran merupakan bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya membantu proses pendidikan di sekolah, tetapi juga mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, dan karakter siswa maupun siswa secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat lingkungan.

Winarno, Edy; Nur, Indah Manfaati; Karim, Abdul; Amri, Saeful; Wirdati, Ismi Elya +1 more

Journal of Computing Theories and Applications 2026 Universitas Dian Nuswantoro

Artificial intelligence has the potential to support radiology workflows by assisting in the identification of cases that may require additional clinical attention. However, alert-oriented medical AI systems should provide not only classification outputs but also interpretable evidence that can be reviewed and audited by clinicians. This study develops and evaluates an explainable multimodal framework for binary chest X-ray alert classification using paired radiology reports and chest X-ray images. The text branch employs TF-IDF n-gram features with a class-balanced Logistic Regression classifier, while the image branch fine-tunes a pretrained ResNet18 model. The two branches are integrated through probability-level late fusion using a validation-selected fusion weight. Explainability is implemented in a modality-specific manner: global coefficient analysis is used to identify influential textual cues, while Grad-CAM heatmaps are used to visualize salient image regions. Experiments were conducted on paired samples from the Open-i/IU X-Ray dataset using text-only, image-only, and fusion-based evaluation settings. Additional analyses include case-level complementarity analysis, bootstrap confidence intervals for ROC-AUC, shortcut-feature inspection, and qualitative Grad-CAM auditing. The results indicate that the text modality provides the dominant predictive signal under the current proxy-label setting. Late fusion produced a small descriptive improvement on the test set, increasing accuracy from 0.8533 to 0.8667, F1-score from 0.8817 to 0.8936, and ROC-AUC from 0.8936 to 0.9025 compared with the text-only baseline. However, the observed ROC-AUC improvement was not statistically conclusive based on bootstrap analysis. These findings suggest that the proposed framework is useful as a reproducible and auditable multimodal prototype, while also highlighting important limitations, including proxy-label ambiguity, potential label leakage from radiology reports, limited image-branch contribution, lack of external validation, and the need for stronger explanation and calibration assessment.

Atanasius Basilika Chrisna Dellon; Aisyah Lovayudina Retang; Anna Triwijayati; Catharina Aprilia Hellyani

Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital 2026 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

This study examines the role of QRIS as a non-cash payment system in supporting the digitalization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. The rapid growth of digital transactions has encouraged MSMEs to adopt more efficient, practical, and secure payment systems. This study aims to integrate the benefits and barriers of QRIS, map its position in the MSME digitalization process, and develop a conceptual framework for future research. A descriptive qualitative approach with a literature study design was employed, utilizing relevant academic sources related to QRIS, MSMEs, digital payments, and user behavior. Data were analyzed using content analysis by comparing, interpreting, and synthesizing findings from selected literature. The results indicate that QRIS contributes to simplifying transactions, improving operational efficiency, reducing cash dependency, and supporting MSMEs’ adaptation to digital payment trends. However, its implementation remains constrained by factors such as digital literacy, user readiness, trust, and infrastructural limitations. The study also highlights that QRIS adoption is influenced not only by technological advantages but also by perceived value and user trust. Therefore, QRIS can be positioned as a strategic instrument in accelerating the digital transformation of MSME payment systems. The findings imply the need for further empirical research to examine the direct impact of QRIS adoption on MSME performance and sustainability.

Mohamamd Makbul; Awan Dharmawan; Muhaimin

Journal of Law and Administrative Science (JLAS) 2026 Universitas Teknologi Surabaya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat yang dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia layanan pangan. Dalam implementasinya, setiap SPPG diwajibkan memiliki sejumlah legalitas keamanan pangan, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), dan Sertifikat Halal guna menjamin mutu serta keamanan produk makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Namun demikian, masih ditemukan SPPG yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi tersebut tetapi telah beroperasi dan ditetapkan sebagai penyedia layanan dalam Program MBG. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk inkonsistensi regulasi dalam sertifikasi keamanan pangan pada SPPG serta mengkaji dampaknya terhadap implementasi Program MBG. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terkait implementasi sertifikasi keamanan pangan pada SPPG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkonsistensi regulasi terjadi akibat disharmoni kebijakan antar institusi, perbedaan standar operasional sertifikasi, lemahnya mekanisme validasi dan audit oleh Badan Gizi Nasional (BGN), serta seringnya pelanggaran administratif dan rendahnya penerapan sanksi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya jaminan kualitas dan keamanan pangan, ketidakpastian standar kandungan gizi produk makanan, serta potensi kerugian bagi penerima manfaat, khususnya siswa, ibu menyusui, dan lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi regulasi, standardisasi mekanisme sertifikasi, serta penguatan koordinasi dan konsistensi penerapan sanksi merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas sertifikasi keamanan pangan pada SPPG guna mendukung keberhasilan implementasi Program MBG secara berkelanjutan.