Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Fifi Amelia Sitinjak; Putrizal Nada Yasmin; Rahmi Anggita Lubis; Zahira Salsabila

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

This research is driven by the significance of examining language meaning, particularly connotative meaning which is often used to convey implicit messages in literary works. Folktales, as one type of oral literature, often utilize character names that carry specific meanings, such as Malin Kundang from Minangkabau. The aim of this research is to uncover the connotative meaning of the character name “Malin Kundang”, as well as its relationship with the moral and cultural values of the society. The methodology involves qualitative research using semantic analysis and a descriptive approach. Data were collected from the Malin Kundang folktale text thru library study and documentation techniques. Next, the processes of identification, classification, and interpretation of meaning were done in order to examine the data. The research result show that denotatively, the name Malin Kundang only functions as the identity of the character, but connotatively, it functions as a symbol of a disobedient child who does not respect their parents. The meaning is formed from the plot of the story and reinforced by the Minangkabau cultural values that uphold respect for parents. The implications of this research indicate that the naming of characters in folklore is not only linguistic but also reflects the moral and cultural values inherited by society.

Kartika Auliyah

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2026 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Semantics is a discipline of linguistics that deeply examines the meaning of words, encompassing the origins of their formation, the process of evolution, and the historical factors that trigger shifts in meaning within a language. In semantic studies, a fundamental distinction is made between denotative meaning, which refers to the literal or actual meaning, and connotative meaning, which carries emotional value or a non-actual, figurative sense. This research focuses on analyzing the variation of both types of meaning in Tere Liye's novel Bulan, with the main objective of comprehensively describing the manifestation of denotative and connotative expressions. The method used is qualitative with a descriptive approach, where the researcher acts as the key instrument (human instrument). This method is also known as the naturalistic approach, as data collection takes place under natural object conditions, with data analysis heavily emphasizing the in-depth qualitative aspects. The results of the study indicate that the use of denotative meaning has a much more dominant frequency than connotative meaning. This dominance occurs because the majority of the narrative in the novel tends to utilize the actual, lexical meaning. This signals the author’s (Tere Liye’s) intention to present the adventure story with straightforward and transparent language, allowing the reader to easily comprehend the storyline without being hindered by the complexity of figurative meaning interpretation.

Siska udilawaty; Udilawaty, Siska

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2025 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini mengkaji identitas visual merek Pia Saronde—salah satu produk kuliner khas Gorontalo—dengan menggunakan pendekatan semiotika yang berlandaskan teori Roland Barthes. Sebagai salah satu UMKM yang bergerak di sektor pangan, merek ini sangat bergantung pada peran logo untuk membentuk persepsi konsumen, memperkuat posisi merek, serta membedakannya dari produk lain dalam persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan menelaah struktur visual yang membentuk logo, menginterpretasikan makna denotatif dan konotatif yang muncul, serta menilai sejauh mana logo tersebut mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan pengamatan visual terhadap logo dan kajian pustaka yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi warna kuning dan coklat pada logo mampu menimbulkan kesan hangat, manis, dan menggugah selera, sedangkan bentuk tipografi yang melengkung menghadirkan citra tradisional, akrab, dan bernuansa rumahan. Selain itu, penggunaan nama “Saronde” menciptakan hubungan simbolis dengan Pulau Saronde yang terkenal, sehingga memperkuat keterikatan merek terhadap identitas daerah. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa logo tersebut berhasil mengomunikasikan keterkaitan budaya dan citra kuliner yang diusung produk. Meskipun demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya pengembangan pada beberapa elemen simbolik dan peningkatan adaptasi visual untuk kebutuhan media digital guna memperkuat daya saing merek.

Muhammad Muhammad; Sayyed Zuhdi

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study examines the denotative and connotative meanings in Mahmoud Darwish's poem "Fakkir Bighairik" using a semantic approach. Language as a sign system has a primary function in conveying meaning, and poetry is the medium of linguistic expression richest in such meaning. Darwish's poem, through dense diction, depicts empathy, humanity, and the struggle of the Palestinian people by inviting readers to "think of the other." This study uses a descriptive-qualitative method with library techniques, where data is taken from the text of Fakkir Bighairik's poem and analyzed based on the theory of denotative and connotative meaning. The results show that the denotative meaning in this poem conveys a direct and straightforward message, while the connotative meaning provides emotional, social, and moral depth that strengthens the humanitarian message. The combination of these two meanings creates a poetic effect that awakens readers' awareness of solidarity and universal human values. In addition, this poem also invites readers to reflect on their role in the humanitarian struggle and reminds them of the importance of fighting for human rights amidst conflict.

Muhammad Muhammad; Sayyed Zuhdi

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study examines the denotative and connotative meanings in Mahmoud Darwish's poem "Fakkir Bighairik" using a semantic approach. Language as a sign system has a primary function in conveying meaning, and poetry is the medium of linguistic expression richest in such meaning. Darwish's poem, through dense diction, depicts empathy, humanity, and the struggle of the Palestinian people by inviting readers to "think of the other." This study uses a descriptive-qualitative method with library techniques, where data is taken from the text of Fakkir Bighairik's poem and analyzed based on the theory of denotative and connotative meaning. The results show that the denotative meaning in this poem conveys a direct and straightforward message, while the connotative meaning provides emotional, social, and moral depth that strengthens the humanitarian message. The combination of these two meanings creates a poetic effect that awakens readers' awareness of solidarity and universal human values. In addition, this poem also invites readers to reflect on their role in the humanitarian struggle and reminds them of the importance of fighting for human rights amidst conflict.

Nuryana, Aurel Naila; Putri, Zaskia Auliana; Rahmawati, Siti Salma; Damayanti, Welsi

Lirik lagu merupakan pesan atau pemikiran yang memiliki nada. Beberapa lirik lagu harus dianalisis terlebih dahulu agar para pendengar mengerti pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh musisi atau penulis lagu. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif biasanya digunakan untuk menganalisis makna yang terdapat pada lirik lagu. Data diperoleh dari analisis lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat banyak makna konotatif pada lirik lagu “Adaptasi” karya Tulus. Setelah penelitian ini selesai, peneliti mengharapkan para pembaca dan pendengar lebih memahami makna lagu tersebut.

Katharina Woli Namang; Desideratio Primus Naitili

Puisi merupakan bentuk karya sastra yang paling tua menurut sejarahnya dan terdapat keunikan serta kepadatan kata, ciri khas dari sebuah puisi adalah pengungkapan kata unik yang indah. Banyaknya remaja yang tidak menyukai membaca sehingga penulis melakukan penelitian ini untuk memastikan minat membaca dan sejauh mana memahami analisis struktur batin dalam puisi “ Dalam Diriku” karya  Sapardi Djoko Damono. Kata-kata dalam puisi bersifat konotatif artinya memiliki kemungkinan makna yang lebih dari satu. kata-katanya juga dipilih yang puitis artinya mempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata yang kita pakai dalam kehidupan sehari hari. ). Struktur fisik puisi adalah struktur pembangun puisi yang bersifat fisik atau  nampak dalam bentuk susunan kata-katanya atau bisa dikatakan sebagai sarana yang digunakan  oleh seoarang penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Analisis struktural menyangkut hal yang berkaitan dengan struktur batin puisi. Untuk memahami isi puisi, pembaca harus memahami isi yang terkandung dalam puisi dengan cara menganalisis puisi tersebut. . Di samping perkembangan teknologi, lingkungan hidup merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gangguan psikologis. Tekanan-tekanan sosial mengantarkan manusia (individu) untuk mengejar keberhasilan yang seakan-akan telah memperoleh kesempurnaan hidup, kepuasan hidup, dan rasa aman. Namun, kenyataannya di sisi lain, dengan keberhasilan itu manusia justru mengalami kebingungan batin, dan ketakutan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu sebuah metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif dianggap juga sebagai gabungan dari penelitian deskriptif dan penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif menggambarkan objek penelitian dengan membuat deskripsi terhadap sejumlah variabel yang diteliti secara sistematis.

Irmaniyatul Khomisah S; Nurus Shobah

Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa 2024 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

For humans, language functions as a vital communication tool in life because language is a communication tool for humans or society to interact, and words are useful in conversation. The thing that will be discussed in this research is connotative meaning, namely the meaning of impressions or associations that are usually emotional in nature that are evoked by a word regardless of the boundaries of the dictionary or its basic definition. The aim of this research is to explain the connotative meaning contained in Dr. YouTube. Richard Lee: Kiki Putra Exposes UN Fraud. In analyzing YouTube content, researchers used a qualitative approach and the type of research was descriptive qualitative. The results of this research contain 10 statements of connotative meaning, including the following: 1). Silence, 2). Buying a chair, 3). Overslept Hero, 4). You are handsome, you are a wolf, 5). Government eyes, 6). Shoot at UI, 7). Mummy, 8). Humble, 9). If you attend high school, 10). Dropout.

Aura Meriska; Rosenta L Situngkir; Felicia Joice Sitinjak; Rivandi Anju Gurning

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2024 CV. Alim's Publishing

This research aims to analyze the lexical and connotative meanings in Indonesian, with a focus on the use of words in the pantun by Dr. Tenas Effendy. In this research, lexical meaning analysis was carried out using qualitative descriptive methods, with data collection techniques in the form of expansion techniques carried out by expanding the lingual units in question using certain elements. The expansion technique is useful for determining the meaning aspect (semantic aspect) of certain lingual units. The research results show that Dr. Tenas Effendy contains lexical meanings related to concepts such as advice, tradition and life. This lexical meaning is found through analysis of the meaning of the text and the meaning of the pantun context. The meaning of the context in question is in the form of symbolic meaning, namely the meaning contained outside the text and related to the context of the event when the pantun is sung. The conclusion of this research is that Dr. Tenas Effendy has a lexical meaning related to concepts related to life and tradition, as well as a connotative meaning related to symbolism and the context of the event.

Nurul Aina Tarigan; Sri Listiana Izar

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai budaya yang terdapat dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo dengan kajian semantik. Sumber data penelitian ini adalah  video pernikahan adat suku Karo yang telah didokumentasikan ke dalam sebuah DVD yang diambil dari desa Lau Kersik, kecamatan Gunung Sitember, kabupaten  Dairi.  Data dari penelitian ini adalah makna dan nilai budaya pedah-pedah yang diutarakan atau disampaikan oleh pihak Kalimbubu, Senina ataupun Anak Beru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi video pedah-pedah yang disampaikan Kalimbubu, senina dan Anak Beru.  Teknik analisis data penelitian ini menggunakan tenik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan terdapat makna konotatif dan makna denotatif dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo. Dan juga terdapat nilai budaya  dalam pedah-pedah pada pernikahan adat suku Karo yang terdiri dari nilai budaya komitmen, nilai budaya religi, nilai budaya kerukunan dan penyelesaian konflik, nilai kesopansantunan, nilai budaya pendidikan, dan nilai budaya kerja keras.

Yosie Irviani

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh daya tarik penggunaan pilihan kata atau diksi yang digunakan oleh grup musik Soegi Bornean. Untuk itu penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan diksi lagu asmaralibrasi pada album Atma. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain literature review. Data dikumpulkan dengan teknik mencatat. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif yang meliputi langkah-langkah sebagai berikut; pemilihan data, pengkodean, klasifikasi data, deskripsi data, dan interpretasi data. Objek penelitian ini adalah lirik lagu asmaralibrasi di album Atma oleh band Soegi Bornean. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas diksi yang terkandung dalam lagu tersebut bersifat konotatif. Hal ini merupakan wujud kreativitas pencipta lagu dalam menciptakan lirik untuk lagu-lagu yang dianalisa dengan tema percintaan dan pernikahan.

Fika Fauziyah Z; Laela Sari; Prasanti Dwigita

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini membahas puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini pada buku Montase Sepilihan Sajak. Puisi tersebut dibahas menggunakan pendekatan stilistika, yakni dengan menganalisis gaya bahasa dan makna diksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menempatkan puisi sebagai data dan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini terdapat gaya bahasa atau majas Metafora, Hiperbola dan Personifikasi. Selain gaya bahasa pada puisi “Sajak Malam” karya Heri Isnaini juga terdapat makna referensial, konotatif, denotatif dan kolokasi.