Publication Search

70,511 articles from 610 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Rosyi Prabowo, Fatika Puteri; Suningdyastiningrum , Arin Oktaviani; Ferry Erwana , Agam

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Karies gigi termasuk penyakit infeksi kronis yang biasanya terjadi akibat bakteri kariogenik yang menempel pada gigi yang akan memetabolisme gula sehingga menghasilkan asam, yang seiring dengan waktu akan mendemineralisasi struktur gigi. Anak-anak usia sekolah sangat menyukai makanan dan minuman manis dengan kandungan glukosa tinggi, dan sering kali kurang memahami teknik menggosok gigi yang benar, serta jarang memeriksakan gigi mereka ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar serta pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Oktober 2025 mulai pukul 08.00 WIB di SD Negeri Bakalan 01, Kecamatan Polokarto dengan peserta sebanyak 25 siswa. Siswa diberikan soal pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuannya terhadap kesehatan gigi dan rongga mulut sebelum dan setelah diberikan edukasi, serta dilakukan demonstrasi cara menggosok gigi yang benar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut.

Azis, Tengku Abdillah; Azzarah, Regita Asiah; Harahap, Muhammad Alfi; Gultom, Maria Joito; Harefa, Meilinda Suriani +1 more

Jurnal Agrifoodtech 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kue Malaka merupakan salah satu kuliner tradisional khas wilayah pesisir Sumatera yang identik dengan cita rasa manis dan tekstur lembut. Namun, seiring perkembangan zaman, eksistensi makanan tradisional seperti kue Malaka mulai terpinggirkan oleh kehadiran makanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk kue Malaka dengan isian gula nipah sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan tahapan mencakup pengumpulan bahan, pengembangan resep, pembuatan produk, uji organoleptik oleh 20 panelis, serta analisis data secara deskriptif. Inovasi dilakukan dengan mengganti isian gula aren menjadi gula nipah dan menambahkan taburan parutan buah nipah. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kue Malaka dengan isian gula nipah diterima baik oleh panelis dari segi rasa, aroma, dan tekstur, serta memiliki potensi sebagai produk alternatif yang menarik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kuliner tradisional berbasis potensi lokal untuk mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dwi Arismawati; Faruq Lamusa; Harnida Wahyuni Adda

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Usaha ini didirikan agar pelanggan yang menyukai makanan ringan makaroni dapat membelinya dalam berbagai rasa.  Selain itu, para penjual berkesempatan untuk mengasah ketajaman bisnisnya melalui usaha makaroni goreng ini agar bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Cinlok (Camilan Lokal) merupakan produk makanan berbahan dasar makaroni yang memiliki konsep lebih beragam dari kebanyakan produk makaroni lainnya karena memiliki tampilan yang menarik dan rasa yang banyak dan bervariasi dari makaroni lainnya yaitu rasa original, jagung bakar, jagung manis, balado,daun jeruk pedas, pedas keju, pedas manis dan extra pedas. Konsumen biasanya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal untuk mencapai tindakan melakukan pembelian.  Salah satu faktor internal yang paling signifikan untuk membujuk pelanggan membeli adalah kualitas produk, sehingga pelaku bisnis harus memperhatikan faktor-faktor tersebut untuk membujuk pelanggan melakukan pembelian.  Sugesti atau pengaruh yang diterima dari orang lain berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri dan pengalaman orang yang dikenalnya merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi minat konsumen untuk membeli suatu produk.

Sanna Sanna; Faruq Lamusa; Niluh Putu Evvy Rossanty

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

CINLOK berdiri sejak tanggal 30 Oktober 2020 dan terhenti akibat Wabah Covid-19 dan dimulai lagi pada saat mengikuti program MBKM kegiatan wirausaha mandiri yaitu pada Senin, 29 Agustus 2022 . CINLOK sendiri bergerak dibidang penjualan makanan Ringan berupa makaroni goreng. CINLOK (makaroni goreng) dihadirkan dengan berbagai varian rasa yaitu : balado pedas, balado pedas manis, jangung bakar, jagung manis, keju, daun jeruk pedas dan extra hot.Untuk meningkatkan volume penjualan CINLOK menerapkan strategi bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah strategi pemasaran yang menekankan pada berbagai faktor yang disebut 4P (product, price,palce dan promotion), tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan strategi bauran pemasaran CINLOK dapat meningkatkan penjualan.

Adinda Yuliani; Muhammad Xavier Saputra

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Dough Darlings merupakan salah satu brand di Jakarta yang bergerak di bidang makanan manis atau disebut dengan Dessert. Dough Darling mulai bergerak di tahun 2016 dengan menu utama yaitu donat. Makanan ini tampi pertama kali dengan melakukan penjualan  dengan online. Dough Darling mulai berjualan dari dunia online dengan cara pemesanan by Whats App atau dari aplikasi online. Setelah Sukses melakukan penjualan online dough darlings membuka outlet di daerah bali dan Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan analisis SWOT terhadap strategi pemasaran pada usaha Dough Darlings Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini sendiri dapat disimpulkan bahwa usaha ini mempunyai peluang bagus dalam hal nama (branding) yang dikelola oleh manajemen sendiri, selain itu kedepannya harus lebih berinovasi dan lebih kreatif lagi dalam pengenalan menu-menu baru serta harus selalu menjaga kualitas dari bahan-bahan baku yang digunakan.

Afrizal Norcahya Putra; Suparno; Samudi

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Bawang merah merupakan tanaman hortikultura unggulan dan telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditi hortikultura ini termasuk kedalam kelompok rempah tidak bisa disubstitusi dan berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Tanaman bawang merah merupakan sumber pendapatan bagi petani dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pengembangan ekonomi pada beberapa wilayah. Indonesia adalah salah satu negara eksportir bawang merah di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi nutrisi POC dan macam media terhadap bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara konsentrasi POC terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik, untuk mengetahui pengaruh antara macam media tanam terhadap Pertumbuhan bawang merah varietas batu ijo sistem hidroponik. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan 11 Desember  2021 sampai  5 February 2022. Bertempat Digreenhouse universitas islam kadiri-kediri, kelurahan maniserenggo, kota kediri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perlakuan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan setiap faktor di lakukan tiga ulangan. Faktor pertama adalah macam media dengan 3 level yang di lambangkan (M) dan faktor kedua adalah konsentrasi POC nasa yang dilambangkan (D) yang di ulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi konsentrasi nutrisi POC dan macam media media tanam pada variabel pengamatan jumlah daun di umur tanaman 35 hst hasil uji lanjut DMRT rerata terpanjang 46.80 cm .Pada perlakuan tunggal konsentrasi nutrisi POC ada pengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun umur 35 hst dengan rerata tertinggi 38.16 helai, sedangkan  Perlakuan tunggal macam media tidak ada pengaruh.

Sardi, Idrus; Putra, Kadek Agus Dwija

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Latar Belakang : Karies gigi disebabkan oleh multi faktor, salah satunya yaitu terjadi karena anak gemar mengkonsumsi makanan manis dan lengket yang digolongkan sebagai makanan kariogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian karies gigi dan tingkat konsumsi makanan kariogenik pada anak usia prasekolah. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrpitif. Dengan menggunakan teknik sampling nonprobability (purposive sampling), jumlah sampel 33 anak dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdapat 10 pernyataan, analisa data dengan analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan responden sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, Sebagian besar berumur 5 tahun, tingkat konsumsi makanan kariogenik paling banyak pada  kategori sedang (60,6%), serta 87,9% anak mengalami karies gigi. Simpulan: Dari hasil penelitian didapatkan tingkat konsumsi makanan kariogenik pada anak usia prasekolah memiliki tingkat konsumsi makanan kariogenik pada tingkat sedang dan menyebabkan hampir seluruh anak mengalami karies gigi.

Pradita, Nanda; Widanti, Yannie Asrie; Wulandari, Yustina Wuri

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2021 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Egg roll merupakan makanan ringan dengan rasa paduan manis, gurih, renyah, berbentuk gulungan panjang berlubang, beraroma khas yang berasal sesuai dengan perpaduan bahan yang digunakan. Produk ini diolah dengan metode pemanggangan. Kacang kedelai digunakan sebagai bahan baku karena cukup ekonomis, memiliki nilai gizi tinggi seperti, protein, vitamin, mineral, dan serat. Ubi jalar mengandung zat gizi yang berpengaruh positif pada kesehatan dan sumber karbohidrat, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan olahan diversifikasi pangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formulasi egg roll yang tepat, antara perbandingan tepung ubi jalar dan kacang kedelai sehingga dihasilkan produk yang tinggi protein dan memiliki nilai kesukaan tinggi; menentukan kandungan gizi serta sifat organoleptic egg roll ubi jalar yang meliputi wama cerah, flavor tampak dan tekstur renyah. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi egg roll ubi ungu-kuning dan putih dengan substitusi kacang kedelai terbaik adalah perlakuan tepung ubi jalar 60% dengan kacang kedelai 40%, dengan karakteristik produk meliputi nilai kadar air 5,01%, kadar abu 2,62%, kadar protein 11,63%, kadar lemak 14,47%, dengan warna produk cerah dan bertekstur renyah.

Alfi, Aulia

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2020 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah bahan alami yang memiliki sifat antimikroba (antivirus, antibakteri, dan antijamur). Sehingga VCO dapat memberikan efek pengawet pada bahan makanan, salah satunya adalah roti manis. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh VCO terhadap karakteristik (fisik dan kimia) dan umur simpan roti manis. Roti manis dianalisis secara fisik (tekstur dan porositas) dan kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kandungan karbohidrat), dan analisis umur simpan dengan FFA, uji organoleptik dan jamur setiap dua hari selama delapan hari penyimpanan di suhu ruang. Variasi perlakuan roti manis adalah dari rasio konsentrasi VCO: margarin: mentega, K (0%: 8%: 8%); A (4%: 6%: 6%); B (8%: 4%: 4%), C (12%: 2%: 2%); D (16%: 0%: 0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa VCO tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik fisik dan karakteristik kimia roti manis. Namun, VCO berpengaruh signifikan terhadap kadar air roti manis yang dihasilkan, roti manis K memiliki kadar air tertinggi (22,36%) dan berbeda dengan sampel roti manis lainnya. VCO secara efektif menghambat pertumbuhan jamur di roti manis pada konsentrasi 8%, 12%, dan 16%. Roti manis K dan A memiliki masa simpan 4 hari, sedangkan roti manis B, C, dan D memiliki masa simpan 6 hari.Kata kunci: VCO, roti manis, karakteristik, umur simpanABSTRACTVirgin Coconut Oil (VCO) is a natural ingredient that has antimicrobial (antiviral, antibacterial, and antifungal) properties. So that VCO can provide a preservative effect on food ingredients, one of which is sweet bread. This research was conducted to evaluate the effect of VCO on characteristics (physical and chemical) and shelf life of sweet bread. Sweet bread was analyzed physically (texture and porosity) and chemistry (moisture content, ash content, fat content, protein content, and carbohydrate content), and shelf life analysis with FFA, organoleptic and mold tests every two days for eight days of storage at ambient temperature. Treatment variations of sweet breads is from the ratio of the concentration of VCO: margarine: butter, K (0%: 8%: 8%); A (4%: 6%: 6%); B (8%: 4%: 4%), C (12%: 2%: 2%); D (16%: 0%: 0%). The results showed that VCO did not have a significant effect on the physical characteristics and chemical characteristics of sweet bread. However, the VCO has a significant effect on the water content of the sweet bread produced, sweet bread K has the highest moisture content (22,36%) and it is different from other sweet bread samples. VCO effectively inhibits the growth of sweet bread mold at concentrations of 8%, 12%, and 16%. K and A sweet bread has a shelf life of 4 days, while sweet breads B, C, and D have a shelf life of 6 days.Keywords: VCO, sweet bread, characteristics, shelf life

Yannie Asrie Widanti, Fikha Andita Puspitasari, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Buah naga merah merupakan buah tropis yang kaya akan antioksidan, namun kurang disukai karenarasanya yang tidak begitu manis. Buah naga merah juga sangat mudah mengalami kerusakan karenakandungan kadar air yang tinggi. Fruit leather adalah jenis olahan produk makanan yang berasal dari buburdaging buah yang dikeringkan sampai kadar air berkisar 10-15%. Pembuatan fruit leather memerlukan buahyang memiliki kandungan serat yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristikfruit leather dengan perbandingan buah naga merah dan pepaya serta mengkaji suhu pengeringan yangtepat untuk mendapatkan karakteristik fruit leather yang baik.Perlakuan yang diberikan meliputi perbandingan buah pepaya: naga merah, yaitu 20:80, 30:70,dan 40:60. Perlakuan yang kedua adalah suhu pengeringan, yaitu 140, 150, dan 1600C. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perbandingan buah naga merah - pepaya dan suhu pengeringan berpengaruh nyataterhadap karateristik kimia dan organoleptik fruit leather. Berdasarkan tujuan penelitian diperoleh fruitleather terbaik pada perlakuan perbandingan daging buah pepaya:daging buah naga (20:80) dan suhupengeringan 1400C. Fruit leather yang dihasilkan memiliki kadar air 14,41%, kadar abu 2,91%, kadar gula total48,91%, kadar vitamin C 25,24 mg/100, dan derajat keasaman (pH) 4,83. Uji sensori yang didapatkan padaperlakuan tersebut adalah warna orange kemerahan dengan nilai 3,51, rasa tidak begitu manis dengan nilai3,71, tekstur agak kenyal dengan nilai 2,93, kesukaan keseluruhan sangat suka dengan nilai 3,67.Kata kunci: buah naga merah, pepaya, fruit leather, suhu pengeringan.

Yannie Asrie Widanti, Brigitta Rizky Ade Herawati Nanik Suhartatik

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2018 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Cookies merupakan makanan ringan yang sudah banyak dijumpai di masyarakat. Pada umunyapembuatan cookies menggunakan bahan baku tepung terigu yang tinggi gluten. Ketergantungan bahanbaku industri kue terhadap impor gandum harus dikurangi, sebagai upaya pencapaian ketahanan panganjangka panjang. Salah satu solusinya dapat dilakukan melalui penyediaan alternatif sumber pangan lainyaitu penggunaan beras merah dan tepung mocaf sebagai pengganti tepung terigu. Pada cookies berasmerah – mocaf ini ditambahkan bubuk kayu manis sebagai flavor agar rasa cookies lebih enak. Penelitian inibertujuan untuk menentukan konsentrasi bubuk kayu manis yang tepat untuk menghasilkan cookies yangdisukai konsumen, mengetahui formulasi yang tepat pada proses produksi, dan mengetahui karakteristikcookies tepung beras merah-mocaf dengan penambahan bubuk kayu manis. Penelitian ini dilakukan denganmetode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu rasio tepung beras merah : tepungmocaf ( 3:1, 1:1, 1:3) dan konsentrasi bubuk kayu manis (0,5;1;1,5%). Hasil penelitian yang terbaik adalah padarasio tepung beras merah 1 : tepung mocaf 3 dan konsentrasi bubuk kayu manis 0,5%. Hasil cookies yangterbaik mengandung kadar air 1,05%; kadar abu 0,88%; kadar lemak 25,17%; kadar protein 2,87%; kadargula total 50,52%; volume pengembangan 0,26%; warna coklat (2,73); ada rasa dan aroma kayu manis (3,00);kerenyahan (3,20); dan disukai panelis (3,26).Kata kunci: cookies, tepung beras merah, tepung mocaf, bubuk kayu manis

Nanik Suhartatik, Samuel Bayu Saputro, Merkuria Karyantina &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit merupakan produk kering dengan daya awet yang relatif tinggi dan salah satu produk makananyang popular di masyarakat. Bahan baku biskuit adalah tepung terigu, yang sampai saat ini masih impordari luar negeri, sehingga ketergantungan terhadap tepung terigu cukup besar. Pemanfaatan tepung sorgumsebagai substitusi dalam pembuatan produk pangan akan mengurangi impor tepung terigu dan menambahnilai fungsional sorgum, serta lebih membudayakan bahan baku lokal dengan maksimal. Penelitian inibertujuan untuk menentukan formulasi dan mengetahui karakteristik biskuit dengan substitusi tepungsorgum dan penambahan ekstrak jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi tepung sorgum (10, 20, dan 30%) dan penambahanekstrak jahe (10, 15, dan 20 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi tepung sorgum20% dan penambahan ekstrak jahe 10 ml adalah yang paling disukai. Biskuit dengan perlakuan ini memilikikadar air 4,01%; kadar gula total 34,28%; kadar protein 6,39%; kadar lemak 21,33%; rasa terasa manis (2,8000);aroma jahe sedikit terasa (2,0000); kerenyahan terasa renyah (2,8000); dan kesukaan keseluruhan disukai(2,6000).Kata kunci: Biskuit, tepung sorgum, ekstrak jahe, substitusi.

Merkuria Karyantina, Adam Anasti Apriyanto, Nanik Suhartatik &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Salak merupakan buah asli Indonesia yang sangat melimpah serta sudah banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan makanan misalnya: dodol, manisan salak, selai salak, keripik salak, dan lain sebagainya. Industri olahan salak ini memiliki limbah yang cukup melimpah serta belum dimanfaatkan masyarakat, yaitu biji salak. Biji salak dapat diolah menjadi kopi biji salak dan tepung biji salak. Oleh karena itu peneliti memiliki gagasan untuk mengolah kopi biji salak sebagai bahan baku pembuatan kue kuping gajah. Kue kuping gajah merupakan makanan kecil tradisional khas Indonesia yang banyak terdapat di pasar maupun pusat oleh-oleh, memiliki bentuk yang unik serta rasa yang manis, enak dan renyah, tipis serta bermotif. Penambahan ekstrak jahe pada pembuatan kue kuping gajah diharapkan akan menambah flavor pada kue kuping gajah. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu substitusi kopi biji salak (10, 15, dan 20%) dan penambahan ekstrak jahe (5g, 10g, dan 15g/ml air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan substitusi kopi biji salak dan penambahan ektrak jahe yang memiliki sifat kimia yang baik, dan secara keseluruhan lebih disukai panelis adalah 10% kopi biji salak dan penambahan ekstrak jahe 10 g/15 ml air. Hasil penelitian kue kuping gajah mengandung aktivitas antioksidan 66,96% RSA DPPH; kadar lemak 26,17%; kadar abu 1,05%; kadar protein 8,78%; kadar air 3,54%; dan kadar gula total 59,76%.Kata kunci: kue kuping gajah, kopi biji salak, ekstrak jahe.