Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-7 of 7

Analytics

Evi Pebri Ila Rachma

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study analyzed the writing skills in English expository text. There are five indicators in writing expository text: content, organization, grammar, vocabulary, and mechanics. This study aimed to investigate the students' writing skill on expository text related to the five indicators of English expositorytext and investigated the difficulties in writing English expository text. This research study used a descriptive quantitative research design. The participants were first semester students at English Literature Study Program of Universitas Trunojoyo Madura. The data collected from students' writing expository text test and analyzed by using Heaton’s theory. The result data analysis showed that: 1) 47% of students were average to good in writing content, 2) 51% of students were average to good in writing organization, 3) 31% of students were average to good in using grammar, 4) 36% of students were very good to excellent in using vocabulary, 5) 44% of students were very good to excellent in writing mechanics. This research found some difficulties the students when writing expository text. First, students cannot develop their ideas. Second, students are unable to develop their idea based on topic that they have to explain in expository text. Third, students struggle with grammatical structure of expository text. That means, they have to more understand about the simple present tense. Fourth, they were difficult to select appropriate vocabulary when writing expository text. The last, they miss-spelt words and were unsure of proper punctuation that was causing an error of mechanics.    

Sukinem Sukinem; Wasilah Wasilah; Musyarapah Musyarapah

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Permasalahan penelitiannya terlihat kepala sekolah, selama ini kepala sekolah melaksanakan tugas supervisi akademiknya dengan menerapkan pendekatan supervisi langsung secara individual, dengan cara mendatangi guru yang sedang bertugas, mengamati kinerjanya dan melakukan penilaian. Pendekatan supervisi individual ini tidak terlalu efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya khususnya yang berkaitan dengan kompetensi profesionalnya. Hasil kajian empirik yang peneliti lakukan terhadap guru-guru di SD IT Al Manar   Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun Kalimantan Tengah  menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru masih rendah terutama pada kompetensi guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Tujuan penelitinnya adalah  untuk mendeskripsikan supervisi kolaboratif  dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SD IT Al Manar   Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun Kalimantan Tengah . Rancangan penelitian yang akan dilakukan adalah menggunakan Penelitian Tindakan sekolah (PTS). Metode yang pengumpulan data melalui     observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah:    pelaksanaan tindakan    terdapat   peningkatan dalam kompetensi profesional guru  melalui proses perbaikan, yakni dari 61.81% menjadi 83.18%. Berarti ada peningkatan sebanyak 22% dari siklus I ke siklus II.  Dengan demikian  menunjukkan peningkatan yang signifikan, ketercapaian hasil penilaian kompetensi profesional guru sesuai dengan yang diharapkan yaitu  jika supervisi kolaboratif  dilakukan dengan maksimal, maka dapat kompetensi profesional guru   akan meningkat.

Orry Adrianus Mokola

JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, popada saat ini dengan sistem stup. Sarang lebah adalah sel-sel yang terbentuk hexagonal yang terdiri dari prisma hexagonal dan limas hexagonal yang dibuat dari malam lebah dan campuran perekat (propolis) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sarang lebah digunakan untuk meletakkan madu, tepung sari dan larva. Jumlah produksi madu ditentukan oleh banyaknya sel yang berisi madu. Untuk mengatahui jumlah produksinya, harus dilakukan perhitungan volume pembetuk sel yang dikalikan dengan jumlah sel yang berisi madu. Karena tidak semua sel berisi madu maka diperlukan deteksi sel mana saja yang berisi madu atau sel yang berisi selain madu. Banyak cara untuk mendeteksinya salah satunya menggunakan image processing. Dari hasil pengolahan Image processing maka akan diketahui jumlah sel yang berisi madu. Setelah diketahui jumlah selnya, tinggal dikalikan volume setiap sel maka akan diketahui hasil produksi madu dalam satuan milli liter (ml) untuk setiap sarang lebah.    

Ulfaturrokhmah; Nur Ngazizah; Arum Ratnaningsih

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas V di SD Gugus Nyi Ageng Serang dan hasil perolehan PISA pada tahun 2019 menunjukkan bahwa kemampuan problem solving peserta didik masih rendah. Oleh sebab itu, perlu dibuatnya soal untuk menganalisis kemampuan problem solving peserta didik melalui penilaian IPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan problem solving peserta didik di SD gugus Nyi Ageng Serang baik itu perempuan maupun laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil analisis kemampuan problem solving peserta didik melalui penilaian IPA materi suhu dan kalor kelas V SD Gugus Nyi Ageng Serang memperoleh nilai rerata yaitu 81,89% dengan kategori tinggi. Hasil analisis perbedaan kemampuan problem solving peserta didik laki-laki dan perempuan di SDN Jatimalang dan SDN Maduretno yaitu terdapat perbedaan nyata antara peserta didik laki-laki dan perempuan karena nilai signifikan <5%. Sedangkan di SDN Jatinegoro, SDN Geparang, SDN Nampurejo tidak terdapat perbedaan nyata antara peserta didik laki-laki dengan perempuan karena nilai signifikan >5%.

Ria Angelina Jessica Rotinsulu; Hindun Rahim

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2022 Universitas Muhamadiyah Manado

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman pendamping (termasuk air jeruk, madu, air gula), yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan. Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi 0 – 12 bulan. Jenis penelitian retrospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Analisis data digunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Puskesmas Bengkol Kota Manado (p value = 0,338 > α = 0,05) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Puskesmas Bengkol Kota Manado (p value = 0,001 < α = 0,05). Saran yaitu Suami dan keluarga tetap berperan aktif dalam mendukung/mendorong, memotivasi dan memberi nasehat kepada istri agar memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa susu formula dan makanan lain, juga Tenaga kesehatan dalam hal ini bidan selalu memotivasi ibu untuk tetap menyusui bayi sejak lahir sampai 6 bulan serta memberikan informasi tentang manfaat ASI eksklusif.    

Akmal Nugraha Ramadhan; Ika Sari Tondang

Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian 2022 International Forum of Researchers and Lecturers

This article discusses the process of rebranding the product photo of Madu Riduwan UMKM in Gebang Putih Village. Product photo rebranding is an important strategy in strengthening brand identity, increasing visual appeal, and achieving marketing success. Through photo analysis prior to rebranding and planning for photo concept selection, Madu Riduwan UMKM managed to produce more attractive, professional product photos and strengthen their brand image. The results of this product photo rebranding are expected to expand market reach, increase brand awareness, and build closer relationships with consumers.

Mohammad Hilman Fauzi; Djoko Darmawan; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2022 Universitas 17 Agustus 1945

Masjid biasa diartikan tempat sujud, dan sebutan masjid di Indonesia adalah musala, langgar, atau surau, yang diperuntukkan bagi masjid yang tidak digunakan untuk salat Jumat, dan biasanya berukuran kecil. Potensi dalam perancangan Masjid Raya di Pulau Madura diantaranya banyaknya Masyarakat yang mayoritas beragama Muslim juga banyaknya pondok pesantren yang tersebar di Pulau Madura, kemudian dengan menanggapi adanya potensi wisata religi juga wisata alam. Pendekatan filosofi terhadap Masjid Raya Jawa Timur di Pulau Madura yaitu merupakan bangunan yang menjadi pusat dari pelaksanaan ibadah berjamaah yang berisi ruang lapang yang berisi shaf luas sebagai tempat untuk ibadah. Mempunyai tujuan memberikan wadah kepada masyarakat Indonesia khususnya wilayah Provinsi Jawa Timur di Pulau Madura dalam memfasilitasi kegiatan peribadatan. Dengan menggunakan Konsep Arsitektur Modern dan Arsitektur Islam membuat desain Masjid Raya ini memberikan kesan yang elegant dan simetris, serta penggunaan material batu alam dari kearifan lokal menjadi desain Masjid Raya ini semakin terlihat sederhana dengan mementingkan fungsi agar terlihat kontekstual dan ikonik. Masjid Raya ini mewadahi sebuah kegiatan ibadah islami pada masyarakat sekitar yang berfungsi untuk melakukan kegiatan peribadatan juga menjalin ukhuwah Islamiyah dan insaniyah. Pengaplikasiannya dilakukan baik secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini dapat berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.