Publication Search

59,950 articles from 482 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Zubair, Zubair; Wa Ode Dian Purnamasari; Suardin, Suardin; Irman Matje; Tarno, Tarno

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Kegiatan Kuliah Kerja Amaliyah, mahasiswa akan menjumpai berbagai pola interaksi sosial, yang secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori: (1) interaksi antar individu; (2) interaksi antara individu dengan kelompoknya, dan (3) interaksi antar kelompok. Adapun tujuan pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) adalah memacu percepatan pelaksanaan roda pembangunan Desa dengan menerapkan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni (IPTEKS) yang sesuai dengan budaya masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu: metode sosialisasi dengan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, agar program kerja KKA dapat terlaksana dengan baik. Hasil pengbadian menghasilkan program kerja nonfisik, diantaranya:1) Jum’at bersih, 2) Melaksanakan Program Pengajian, 3) Senam pagi setiap hari minggu, 4) pengajaran bagi mahasiswa FKIP telah mencapai kinerja yang terealisasi sebesar 100%, serta program kerja fisik, diantaranya:1) Pembuatan papan nama untuk Desa Walando, 2) Pembuatan papan nama posyandu Desa Walando, 3) Pembuatan papan struktur, dan papan 10 program pokok PKK, 4) Pembuatan tugu di simpang 4 Desa Walando telah teralisasi 100%.  

Ahmad Daholu; Abdul Rahim; Muhamad Nur Intan Ode

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Pengembangan budidaya rumput laut di Desa Lakambau Kabupaten Buton Selatan merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat pesisir. Keunggulannya adalah memiliki produk akhir dengan kegunaan yang beragam, tersedianya lahan yang luas untuk budidaya, dan kebutuhan akan peralatan yang sederhana. Desa Lakambau memiliki perekonomian yang cukup beragam. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian masyarakat yang tinggal di Desa Lakambau yang berprofesi sebagai nelayan, pegawai pemerintah, petani, pemilik usaha, pembudidaya rumput laut, dan pekerjaan lainnya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan menggunakan persuasif kepada masyarakat. Kegiatan ini akan dilakukan melalui ceramah dan bincang-bincang dengan tokoh desa dan masyarakat pesisir tentang cara mengubah rumput laut menjadi barang baru dengan nilai ekonomi lebih tinggi yang tidak hanya dipasarkan sebagai rumput laut basah atau kering. Hasil pengebdian ini menunjukan bahwa terdapat permasalahan pemanfaatan sumber daya, khususnya rumput laut, yang belum dikelola secara optimal. Rumput laut dipanen, kemudian dijual mentah. Penyelesaian solusi tersebut yaitu pelatihan pengolahan rumput laut sehingga dapat diolah oleh masyarakat.