Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Muhammad Fodhil; Muhammad Jamaluddin; Rahmadhani Agus Salim; Harisma Dewi Rohmawati; Adinda Yulia Nur Faizza +1 more

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Media papan pintar merupakan suatu media yang didalamnya terdapat komponen seperti gambar dan teks. Media papan pintar termasuk media pembelajaran berjenis Alat Permainan Edukatif (APE) yang berbentuk papan dari kertas karton. Media ini mengacu pada pembelajaran Matematika pada materi perkalian dan pembagian.. Media ajar ini diterapkan di SDN Bendungan pada siswa kelas 3 SD dengan jumlah 17 siswa. Tim melakukan pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap respon siswa kelas 3 SD dengan menerapkan media pembelajaran Papan Pintar Perkalian dan Pembagian (PaPi Pe-An). Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa belajar dengan baik dan mempermudah pemahaman mereka tentang pelajaran. Hasil yang diperoleh adalah siswa di kelas 3 SD di SDN Bendungan melihat dampak positif dari penggunaan media pembelajaran papan pintar perkalian dan pembagian. Metode ini meningkatkan keterampilan siswa dalam kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Disimpulkan bahwa penggunaan media memudahkan pendidik dalam kegiatan belajar mengajar, lebih bervariasi dalam metode pembelajaran, dan membuat belajar menjadi efektif. Media pembelajaran papan pintar perkalian dan pembagian pada pelajaran matematika dapat membantu dan menunjang keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan antusias dan memusatkan perhatian siswa.

Eva Putri Sari Silitonga; Lasmaria Lumban Tobing; Ronny Simatupang; Binur Panjaitan; Tianggur Medi Napitupulu

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2024 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan antara  Keterampilan Mengajar Bervariasi Oleh Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Motivasi Belajar Siswa kelas XI SMA Swasta HKBP 2 Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara T.A 2023/2024. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan populasi 215 siswa dan sampel penelitian ini sebanyak 36 siswa dengan menggunakn tehnik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup sebanyak 52 item soal pertanyaan yang dimana 19 item angket untuk variabel X dan 33 item untuk variabel Y yang telah di uji cobakan kepada 35 siswa di luar sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Keterampilan Mengajar Bervariasi Oleh Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Motivasi Belajar Siswa kelas XI SMA Swasta HKBP 2 Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara T.A 2023/2024. 1) Uji hubungan rhitung>rtabel yaitu 0,606>0,329; 2) Uji signifikan thitung>ttabel yaitu 4,442>2,042; 3) Uji determinasi yaitu 36,72%, 4) Persamaan regresi diperoleh dari ; 5) Uji hipotesis dengan menggunakan uji F diperoleh Fhitung>Ftabel = ( = 0,05,dk pembilang k =13,dk penyebut = n-2 = 36-2=34) yaitu 19,76>2,05. Dengan demikian Ha yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Keterampilan Mengajar Bervariasi Oleh Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Motivasi Belajar Siswa kelas XI SMA Swasta HKBP 2 Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara T.A 2023/2024 diterima dan H0 ditolak.

Lasmaria Sihaloho; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai perpanjangan tangan Allah yang dipakai untuk mengembangkan suasana dan pengalaman belajar yang berporos pada kasih, pengetahuan, dan keterampilan. Guru Pendidikan Agama Kristen bertanggung jawab memampukan siswa agar sadar akan kasih Allah yang menolong mereka agar bertumbuh sebagai anak Allah, hidup sesuai kehendak Allah dan menerapkan hubungan hidup dengan persekutuan Kristus. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru Pendidikan Agama Kristen harus mampu menyesuaikan gaya mengajarnya dengan gaya mengajar Yesus sebagai guru agung. Seorang guru diharapkan mampu untuk  membimbing, mengarahkan, dan menciptakan kondisi belajar siswa. Guna mencapai hal tersebut guru berusaha mengurangi metode ceramah dan mulai mengembangkan metode lain yang melibatkan siswa aktif. Menciptakan proses belajar yang secara efektif dan efesien merupakan faktor utama dalam pembelajaran, sehingga terbentuk kegiatan nyata, menarik, dan bermanfaat, serta dapat bersikap kritis dan memiliki keterampilan yang memadai.

Jessy Monica Ompusungggu; Dorlan Naibaho

Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2023 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh

Metode kreatif dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan Kristen. Tujuan pembelajaran tidak hanya menguasai konsep-konsep pengetahuan dan terampil dalam keterampilan motorik, tetapi juga mengubah sikap. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan studi literatur yaitu Alkitab dan buku referensi. Hasilnya, baik siswa sekolah maupun non sekolah merasa puas dengan perubahan karakter yang terjadi pada diri siswa, sehingga metode yang digunakan sangat efektif. Metode tidak boleh menjadi hal yang utama dengan mengabaikan pengajaran. Metode digunakan untuk menunjang pengajaran agar tujuan pendidikan tercapai. Metode yang bervariasi akan membantu siswa dalam memahami materi ajar yang disampaikan. Proses belajar mengajar harus dilaksanakan dengan menggunakan berbagai metode. Guru harus mempunyai kemampuan mengajar baik secara kognitif, psikomorik maupun afektif untuk mencapai tujuan pendidikan agama Kristen. Pegang semua yang telah Anda dengar dari saya sebagai contoh doktrin yang sehat dan lakukan itu dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

Anita Trisiana, Feri Agus Nugroho, Sugiaryo &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2019 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaranPendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 26 Surakarta. 2) Untuk mengetahui faktorapa saja yang dapat mendukung dan menghambat siswa dalam meningkatkan keterampilankewarganegaraan pada Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Untuk mengetahui upayamengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran PendidikanKewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber datamenggunakan data primer dan data sekunder. Subjek penelitian ini adalah guru PendidikanKewarganegaran, kepala sekolah dan siswa, untuk memperoleh data mengenai pendidikankewarganegaraan dalam penguatan keterampilaan kewarganegaraan di SMP Negeri 26Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dandokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraandi SMP Negeri 26 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan gurumenyusun perangkat pembelajaran, baik berupa silabus, RPP dan lembar penilaian siswa,selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagaimetode pembelajaran, misalnya ceramah bervariasikan tanya jawab, diskusi dan resitasi(penugasan). 2) Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Pelajaran Kewarganegaraanguna membentuk keterampilan kewarganegaraan yaitu adanya dukungan dari kepalasekolah yang mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan sekolah serta kompetensiguru PKn dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Sedangkan faktor yang menghambatsiswa dalam mengikuti Mata Pelajaran Kewarganegaraan yaitu terlalu banyak materi yangharus dikuasai oleh siswa, materi Pendidikan Kewarganegaraan terkesan overload,tumpang tindih, begitu banyak hal yang harus diajarkan dan dihafalkan oleh siswa,sehingga membebani siswa, keterbatasan metode dan media pembelajaran, latar belakangsiswa yang beraneka ragam, keterbatasan waktu dalam mengajar, kurangnya minat siswaterhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 3) Upaya mengatasi hambatantersebut adalah setiap pertemuan diberikan informasi terbaru terkait persoalan yang sedangterjadi untuk menarik perhatian siswa agar lebih fokus dalam pembelajaran, menerapkanpembelajaran yang sifatnya non-akademik atau ekstrakulikuler seperti lewat kegiatanupacara, kegiatan kepramukaan, serta pemberian motivasi di setiap kegiatan pembelajaranguna menumbuhkan semangat dan minat siswa terhadap pembelajaran PendidikanKewarganegaraan.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Keterampilan Kewarganegaraan