Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,457 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Zahiya Zahiya

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2025 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis audio-visual menggunakan kesenian Madihin dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks tanggapan, serta menganalisis efektivitas pendekatan tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 14 Banjarmasin dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah pengajar Bahasa Indonesia kelas 7 yang menerapkan inovasi pembelajaran CRT berbasis budaya lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Formulir, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CRT dengan media Madihin mampu meningkatkan hasil belajar siswa, membangun keterlibatan aktif, serta menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran. Inovasi ini juga mampu menghubungkan materi pelajaran dengan latar belakang budaya siswa sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Kendala teknis terkait keterbatasan akses teknologi berhasil diatasi melalui strategi kolaboratif dalam kelas. Secara keseluruhan, pendekatan CRT berbasis audio-visual Madihin terbukti efektif dan layak dikembangkan sebagai model pembelajaran yang adaptif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Fadhilah Nursyaviqa Putri; Arifuddin Uksan; Eko G. Samudro

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study examines the role of the martial art Silat Pangean in Kuantan Singingi  Regency, Riau, in reducing crime rates in Singingi Subdistrict. Silat Pangean serves not only as a local cultural heritage but also plays a crucial role in shaping character and moral values within the community. By focusing on the values embedded in the teachings of Silat Pangean, this martial art becomes a constructive medium for enhancing social cohesion and the safety of practitioners, the community, and the broader society from criminal threats. The research method used is descriptive qualitative, applying security theory and cultural communication analysis to explain the impact of this cultural practice on daily life and community security. The research findings indicate that the practice of Silat Pangean contributes to strengthening the social, educational, cultural, economic, and health foundations in Kuantan Singingi Regency and helps in reducing crime rates.