Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,457 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Rikza Anjani Lutfiyah; Darmansjah Tjahja Prakasa; Ibrahim Tohar

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Wayang thengul merupakan salah satu kesenian tradisional dari Kabupaten Bojonegoro yang sudah diakui oleh Hak Kekayaan Intelektual dan diperkenalkan oleh pemerintah sebagai seni pertunjukan khas Bojonegoro. Akibat pengaruh modernisasi, kesenian ini sudah mulai luntur dan dilupakan karena berkurangnya minat dan motivasi generasi muda untuk melestarikannya. Apalagi di Bojonegoro sendiri sangat minim akan fasilitas yang mampu mewadahi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kesenian wayang thengul baik sebagai pelatihan hingga pertunjukan. Kebanyakan fasilitasnya hanya sebatas rumah sang dalang yang digunakan juga sebagai sanggar pelatihan. Untuk mempertahankan nilai-nilai dari kearifan lokal tersebut diperlukan upaya sebuah fasilitas yang berperan sebagai wadah wisata edukasi budaya kepada masyarakat dengan menerapkan tema Extending Tradition sebagai pendekatan arsitekturnya. Tema ini diterapkan agar masyarakat dapat mempelajari ilmu budaya yang ada sehingga tertanam suatu kebanggaan terhadap budaya di daerahnya. Metode pendekatan desain ini menggunakan tradisi lokal sebagai ide dasar desain dan memodifikasinya agar sesuai dengan masyarakat modern. Konsep desainnya meliputi pada bagian pertapakan, perangkaan, peratapan, persungkupan dan persolekan.

Hafizh Ahmad Fajar Rizal Hadi; Zulfatuz Zakiyah; Izatil Hidayah Sajidah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini memuat sebuah analisis yang berasal dari penelitian dengan metode etnografi yaitu melalui wawancara dengan tokoh Reog Ponorogo dan juga observasi Reog Ponorogo di Jember. Reog Ponorogo merupakan kesenian asli Ponorogo, Jawa Timur yang tersohor di Indonesia bahkan juga beberapa wilayah di dunia. Sebagai kesenian tradisional, Reog Ponorogo erat dengan sesuatu yang bersifat mistis dalam praktik kebudayaannya, seperti yang terjadi dalam upacara ritual yang biasa dilakukan. Ritual-ritual yang biasa disajikan merupakan perwujudan dari penghormatan kepada harimau yang digunakan sebagai ikon dari Reog. Dengan keadaan tersebut menjadikan Reog dapat diidentifikasi sebagai kesenian yang didalamnya memuat prinsip totemisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kesenian Reog Ponorogo memuat keadaan yang merupakan bagian dari prinsip totemisme yang sejalan dengan praktik dasar dalam dasar kehidupan agama sebagaimana yang dijelaskan oleh Emile Durkheim. 

Raissa Shafa Argyanti; Syakilla Putri Syahrani

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Dalam pembelajaran tari tentunya kreativitas dalam tari dapat dikembangkan dalam berbagai stimulus dan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Salah satunya melalui lagu cangkurileung, dari lagu tersebut penari diharapkan untuk dapat mengembangkan kemampuan kreativitas gerak melalui lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan lagu cangkurileung yang digunakan pada pengembangan kesenian tari. Saung Angklung Udjo adalah salah satu destinasi yang rutin melaksanakan pertunjukan Kesenian Sunda. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan seni pertunjukan Saung Angklung Udjo dilihat dari aspek nilai budaya pariwisata, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan Saung Angklung Udjo adalah seni pertunjukan kesenian khas Jawa Barat yang berlatar belakang budaya Sunda, seperti wayang golek, haleran, tari topeng, calung, angklung, dengan alat musik tradisional, seperti calung dan angklung. Seni pertunjukan tersebut, menggambarkan seni tradisional yang memiliki daya tarik wisata dengan nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya, yaitu nilai kehidupan manusia, nilai hubungan manusia dengan alam sekitar, nilai manusia dari aspek waktu, nilai manusia dari makna kerja dan amal perbuatan, serta nilai hubungan manusia dengan manusia yang lain. Maka dapat disimpulkan jika penerapan stimulus lagu cangkurileung pada pengembangan tari untuk meningkatkan kreativitas ini cocok dalam pembelajaran tari, serta stimulus diyakini dapat meningkatkan kreativitas para penari di Saung Angklung Udjo. Saung Aklung Udjo melakukan pertunjukan secara teratur serta mewariskan budaya sunda kepada anak-anak dengan mendidik mereka untuk menguasai seni tradisi sunda dan angklung secara gratis. Anak-anak tersebut akan tampil dalam pertunjukan, diberi honor sehingga diberi bantuan biaya sekolah. Saung Angklung Udjo di dirikan sebagai upaya untuk menyatukan kecintaan kepada anak-anak, seni tradisional, flora dan fauna, alam, serta lingkungan menjadi suatu harmoni, yang nyaman dilihat, didengar, dan dirasakan.