Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-19 of 19

Analytics

Moch Nizar Dava Ramadhan S; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. This research aims to analyze the effectiveness and reliability of production machines in the process of making public street lighting poles (PJU) at PT. XYZ The main problem faced by the company is high machine downtime so that production targets are not achieved. Therefore, a method is needed that is able to measure machine effectiveness as a whole and identify the main causes of production losses. The method applied includes Overall Equipment Effectiveness (OEE) to measure machine effectiveness based on three components, namely availability, performance and quality. The Total Productive Maintenance (TPM) approach is used to identify factors causing low effectiveness through Six Big Losses analysis. Apart from that, Mean Time To Repair (MTTR) and Mean Time Between Failure (MTBF) are calculated to determine the level of machine reliability. The data used includes machine working hours, downtime, operating time, production quantities, defective products, as well as machine damage and repair data. The analysis results are expected to show the level of machine effectiveness and identify the dominant factors causing downtime. Based on these results, improvement proposals are prepared to reduce downtime, increase machine reliability and improve production productivity Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime, Efektivitas   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan keandalan mesin produksi pada proses pembuatan tiang penerangan jalan umum (PJU) di PT. XYZ Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah downtime mesin yang tinggi sehingga target produksi tidak tercapai. Oleh karena itu, diperlukan metode yang mampu mengukur efektivitas mesin secara menyeluruh dan mengidentifikasi penyebab utama kerugian produksi. Metode yang diterapkan meliputi Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen, yaitu availability, performance, dan quality. Pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya efektivitas melalui analisis Six Big Losses. Selain itu, dilakukan perhitungan Mean Time To Repair (MTTR) dan Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mengetahui tingkat keandalan mesin. Data yang digunakan mencakup jam kerja mesin, downtime, waktu operasi, jumlah produksi, produk cacat, serta data kerusakan dan perbaikan mesin. Hasil analisis diharapkan dapat menunjukkan tingkat efektivitas mesin dan mengidentifikasi faktor dominan penyebab downtime. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan untuk mengurangi downtime, meningkatkan keandalan mesin, dan memperbaiki produktivitas produksi Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Productive Maintenance (TPM), Six Big Losses, Downtime Mesin, Efektivitas Mesin

Aprilia Putri Santoso; Eti Sulandari; Siti Mayuni

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Pemda Road in Kapur Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan is a district road that functions as an alternative route connecting Tanjung Raya II Road and Kapur Village Main Road. Along with increasing traffic loads and limited maintenance, this road section has experienced various surface pavement distresses that reduce driving comfort and compromise road safety. This paper seeks to detect the types and severity levels of pavement damage and to determine appropriate preservation actions using the Pavement Condition Index (PCI) method. The research method involved a visual field survey by dividing the road into several segments, identifying damage types and severity levels, calculating PCI values, and determining suitable preservation measures based on the Asphalt Institute MS-17 guidelines. The results indicate that the flexible pavement section has a PCI value of 21.643, classified as very poor, with dominant damages consisting of potholes and edge cracking. Meanwhile, the rigid pavement section shows a PCI value of 94.960, which falls into the excellent category. The results of this research are anticipated to facilitate decision-making in determining maintenance priorities and road preservation strategies to improve pavement performance and extend service life.

YUSHILA, DWI MAHARDIKA; Suprapto Hadi; Muhammad Fathan Junaidi; Satria Tegar Basudewa Mufid

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Kerusakan jalan adalah permasalahan infrastruktur yang berdampak pada keselamatan dan efisiensi lalu lintas. Penelitan ini memiliki tujuan mengevaluasi kondisi lapangan perkerasan ruas jalan Banjaran Muhammad Yamin, Kabupaten Tegal, menggunakan dua metode: Pavement Condition Index (PCI) dan Binamarga. Metode PCI menilai kondisi secara visual dengan indeks numerik, sedangkan Bina Marga menilai jenis dan Tingkat kerusakan serta menentukan urutan prioritas perbaikan. Survei dilakukan pada 30 segmen jalan sepanjang 2,9 km. hasil menunjukan bahwa Sebagian besar segmen tergolong Poor hingga Very Poor berdasarkan PCI, bahkan terdapat segmen yang masuk kategori Failed. Sebaliknya, metode Bina Marga menunjukkan semua segmen cukup untuk pemeliharaan rutin dengan nilai prioritas 8-11. Perbedaan ini menunjukkan bahwa PCI lebih sensitif terhadap kerusakan struktual dan permukaan, sedangkan Bina Marga bersifat konservatif. Disarankan untuk mengombinasikan kedua metode guna memperoleh penilaian kondisi jalan yang lebih akurat dan menjadi dasar perencanaan penanganan yang komprehensif.

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi mengembang dan menyusut secara signifikan akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada struktur perkerasan jalan, pondasi bangunan, maupun infrastruktur lainnya. Upaya stabilisasi kimia merupakan metode yang umum digunakan untuk meningkatkan sifat teknis tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas campuran semen dan magnesium carbonate (MgCO₃) dalam meningkatkan karakteristik fisik dan mekanis tanah ekspansif. Metodologi penelitian mencakup pengambilan sampel tanah ekspansif dari lapangan, pengujian sifat fisik serta pengujian mekanis meliputi uji pemadatan dan uji CBR. Variasi campuran semen sebesar 5% dan MgCO₃ sebesar 5-15% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan penambahan semen dan MgCO₃ mampu menurunkan plastisita, meningkatkan kepadatan dan nilai CBR secara signifikan dibandingkan kondisi tanah asli. Variasi paling efektif diperoleh pada 5% semen dan 15% MgCO₃ dengan nilai CBR unsoaked sebesar 16,35% dan CBR soaked sebesar 7,13%. Hasil ini menunjukkan MgCO₃ berperan sebagai aktivator mineral yang mempercepat reaksi pozzolanik dan meningkatkan pembentukan matriks pengikat pada butiran tanah. Campuran semen dan MgCO₃ dapat menjadi alternatif bahan stabilisasi yang efektif untuk perbaikan tanah ekspansif.

Heni Purwati Ningsih; Lily Oktavia; Miftahur Rohman

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The Sugio–Tlanak Road Section, Sugio District, Lamongan Regency, is a vital transportation infrastructure as it connects interregional activities, both in economic, social, and community mobility aspects. This road is the main route used by various types of vehicles, from light vehicles to heavy vehicles with quite high traffic intensity. This condition has a significant impact on the quality of the road pavement, as indicated by the presence of various types of damage at several points, such as cracks, potholes, and road surface deformation. Therefore, a comprehensive evaluation is needed to determine the level of road damage as a basis for consideration in planning maintenance and repairs. This study uses two assessment methods, namely the Bina Marga method and the Pavement Condition Index (PCI). The Bina Marga method assesses road conditions based on the Surface Distress Index (SDI) value obtained from direct identification in the field. The evaluation results show that the road condition on the Sugio–Tlanak section is classified as severely damaged at 60%, moderately damaged at 30%, and good condition at only 10%. Meanwhile, the PCI method provides results in the form of more detailed quantitative values. The analysis results obtained an average PCI score of 58.6, which is included in the Fair category. A comparison of the two methods shows that the Bina Marga method has advantages in terms of speed and ease of implementation, but its assessment is relatively subjective. In contrast, the PCI method provides more accurate and measurable results because it uses a quantitative approach with clear damage condition parameters. Therefore, although the Bina Marga method can still be used for rapid assessments in the field, the PCI method is more recommended as a basis for technical decision-making in planning road maintenance and quality improvement programs.

Faidlul Haqriyadi; Adnan Adnan; Hamka Hamka

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2024 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Pavement conditions affect the comfort, security and safety of road users. However, pavement conditions are increasingly decreasing due to road damage factors that can be divided into two parts, namely structural damage which includes pavement failure or damage to one or more pavement components that result in the pavement no longer being able to bear traffic loads, and functional damage which includes safety and comfort. This study aims to analyze the level of road damage using the PCI method. The results of the study showed that the average value of damage to the main road section of General Ahmad Yani Km 7, Parepare City was 38, which indicated that the quality of the road pavement was in fair condition with a level of road damage to Alligator cracking of 11%, longitudinal cracking of 7%, potholes of 10%, patching and utility cut patching of 60%, weathring/raveling of 2%, depression of 3%, curvature of 6%, swell of 05%, and shoving of 1%.      

Faishol, Akhmad; Wijayanti, Linda; Mulyadi, Melisa

Jurnal Teknik Sipil 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Bidang pembangunan infrastruktur kontemporer berada pada titik balik dalam sejarahnya, terjebak di antara tuntutan akan metode pembangunan yang ramah lingkungan dan pencarian inovasi yang tiada henti. Integrasi Geofoam Expanded Polystyrene (EPS) merupakan terobosan struktural yang menjanjikan perubahan revolusioner dalam berbagai aplikasi teknik terkait konstruksi infrastruktur modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan Geofoam Expanded Polystyrene (EPS) dalam pembangunan infrastruktur modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jurnal ilmiah, makalah, buku, laporan penelitian, dan publikasi teknis terkait yang diterbitkan oleh instansi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga penelitian merupakan sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Expanded Polystyrene (EPS) Geofoam merupakan bahan bangunan yang memiliki kualitas berbeda-beda sehingga menjadi pilihan tepat untuk pembangunan infrastruktur masa kini. Bobotnya yang rendah, kekuatan tekan yang tinggi, kualitas isolasi termal yang kuat, stabilitas dimensi yang konstan, ketahanan terhadap kerusakan kimia, beragam penggunaan, kelestarian lingkungan, dan keterjangkauan adalah beberapa atribut utamanya. Penggunaan EPS Geofoam pada berbagai proyek bangunan, seperti dinding penahan tanah, bandara, jalan tol, jembatan dan infrastruktur lainnya telah terbukti memberikan keuntungan besar dalam hal efektivitas biaya, kinerja struktural dan kelestarian lingkungan.

Fauzan, Muhammad; Manggala, Bayu Suryadi; Nasution, Ali Imran

DINAMIKA HUKUM 2024 Universitas Stikubank

Jalanan merupakan suatu pengantar yang dimana dinamikanya mempermudah pengguna jalan dan terhindarnya dari hal yang membawa pada kecelakaan dan seringkali terjadi kerusakan. Beberapa kasus kerusakan jalan sering terjadi kelambatan pemerintah di dalam meresponnya. Rumusan masalah yang diangkat, yakni: 1) bagaimana pertanggungjawaban pemerintah daerah terhadap jalanan yang rusak ditinjau dengan status pengelolaan jalan; dan 2) bagaimana sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam merespon kesenjangan kewenangan atas jalanan yang rusak di daerah. Metode penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan di dalam memperbaiki jalanan rusak yang merupakan ranahnya dengan ditambah kewenangan penindaklanjutan sementara atas jalan nasional. Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam penindaklanjutan jalanan yang rusak baik jalan nasional maupun jalan provinsi atau kabupaten/kota dapat dilakukan dengan cara mendirikan atau membangun suatu sistem satu pintu dalam hal pelaporan atas jalanan yang rusak tersebut.  

Saputra, Ade Iyan

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2023 Politeknik Negeri FakFak

Jembatan Brang Leppu II merupakan akses utama yang menghubungkan antara Desa Sekokat dan Desa Mbawi. Jembatan dibangun karena jalan utama penghubung kedua desa dipisahkan oleh sungai dengan lebar 10m. Diketahui bahwa tanah pada daerah pembangunan jembatan merupakan tanah yang berjenis tanah lempung yang bercampur dengan kerikil dan kerakal. Tanah yang berjenis tanah lempung ini yang bersifat keras dalam kondisi kering dan bersifat plastis pada kadar air sedang namun pada kadar air yang lebih tinggi tanah lempung ini akan bersifat lengket (kohesif) dan sangat lunak dan mudah mengalami pengikisan (abrasi). Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian terkait analisis kestabilan abutment terhadap gaya guling dan gaya geser pada jembatan leppu II yang bertujuan untuk menambah kekuatan jembatan dalam menahan beban dan meminimalisir kerusakan jembatan. Dari hasil perhitungan stabilitas guling jembatan Leppu II, kombinasi beban arah X dan Y telah memenuhi syarat dimana nilai dari kombinasi beban arah X dan Y lebih besar dari syaratnya yaitu >2, untuk stabilitas geser mendapatkan nilai yaitu >1.5 dan > 1.1 dan stabilitas terhadap gaya dukung mendapatkan hasil lebih besar dari syaratnya yaitu > 3.

Sari, Ribut; Kartono, Sumudi; Sucipto, Sucipto

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2023 Politeknik Negeri FakFak

Laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat di suatu daerah dapat mengakibatkan perubahan fungsi penggunaan lahan, seperti perubahan lahan persawahan, kebun, lahan kosong bahkan rawa talah menjadi area permukiman dan perindustrian. Dampak dari perubahan penggunaan lahan tersebut adalah menurunnya daerah resapan, kerusakan pada jalan, banjir dan meningkatkan limpasan permukaan (Run Off). Perumahan Green Nirwana Residence Desa Timbang Kecamatan Ciganda Mekar Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat yang mempunyai luas lahan 30.767 m2. Di Kabupaten Kuningan hujan rata-rata sebesar 18,561 mm/per bulan. Perumahan ini berdiri sebanyak 211 buah rumah dan 1 buah Masjid yang dulunya adalah persawahan yang kemudian beralih fungsi menjadi perumahan. Limpasan permukaan yang terjadi sebesar 54,450 m3/detik, terjadi akibat dari penambahan atap rumah yang tidak menggunakan talang air, kondisi tanah yang tidak mampu lagi menyerap air hujan mengakibatkan kerusakan jalan dan genangan air pada jalan. Dengan limpasan permukaan yang cukup besar ini maka metode yang mudah untuk mengurangi limpasan permukaan tersebut dengan cara Pemanenan Air Hujan (PAH), yaitu air hujan yang jatuh pada luasan atap bangunan yang kemudian ditampung dengan tandon air. Air hujan yang dapat dipanen dengan luasan atap bangunan keseluruhan sebesar 11083 m2 dengan air hujan yang dapat dipanen sebesar 37,131 m3/detik. Dari hasil perhitungan limpasan permukaan yang terjadi sebesar 54,450 m3/detik dengan efisiensi yang di dapat dari Pemanenan Air Hujan (PAH) sebesar 37,131 m3/detik atau sebesar 68,193% dan volume air yang masih mengalir ke permukaan tanah sebesar 17,319 m3/detik atau sebesar 31,807%. Pemanenan Air Hujan (PAH) yang dapat dipanen dapat dimanfaatkan sebagai air bersih untuk rumah tangga dengan volume pemakaian air 80 liter/hari dan air wudu untuk masjid dengan  volume pemakaian air sebesar 300 liter/hari semuanya terpenuhi dengan durasi hujan 1500 detik/hari atau 25 menit.

Suseno, Dhony Priyo

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Kerusakan jalan merupakan suatu fenomena dimana penggunaan jalan yang berlebihan dan penggunaannya melebihi kapasitas dari kriteria perencanaan jalan serta kesadaran akan perawatan jalan yang kurang dari penggunanya. Berbagai jenis kerusakan pada perkerasan kaku (rigid pavement) yang umum terjadi di lapangan adalah retak sudut, retak slab terbagi atau badan jalan terbagi, retak lurus, tambalan, dan cacat permukaan. Penyebab kerusakan jalan ada berbagai sebab yakni umur rencana jalan yang telah dilewati, genangan air pada permukaan jalan yang tidak dapat mengalir akibat drainase yang kurang baik, beban lalu lintas berulang yang berebihan (overloaded) yang menyebabkan umur pakai jalan lebih pendek dari perencanaan (Sukirman 1999). Ruas   jalan   Kaligawe   Raya   STA   0+000   –   1+000   (depan   kampus UNISSULA) merupakan jalur lintas nasional utama penghubung antar kota serta di jalur yang seringnya truk-truk logistic bermuatan berat melintas untuk mengirimkan barang yang berasal dari pelabuhan peti kemas menuju kearah timur pulau jawa atau menuju arah barat. Sehingga seiringnya aktivitas truk-truk yang melintas menyebabkan pada ruas jalan tersebut mengalami kerusakan dikarenakan tidak mampunya menahan beban yang melintas diatas jalan dan seringnya terjadi banjir rob yang melanda di ruas tersebut serta kurangnya perawatan pada jalur tersebut. Upaya penelitian ini menganalisis kerusakan pekerjaan jalan menggunakan metode PCI untuk mengidentifikasi jenis, tingkat, dan kuantitas kerusakan yang terjadi serta memberikan alternatif solusi perbaikannya..

Lambang Basri Said; Musyafir Turu; Andi Alifuddin

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2023 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Roads are infrastructure that really supports people's living needs. In a broader dimension, the road network has a very important role in regional development, both national, regional and district/city areas according to the function of the road network. The condition of the road damage that occurred on a number of roads in the Makassar city area is increasingly worrying. The reason is that the condition of the road, which was initially slightly damaged due to being abandoned, is now getting worse with deep potholes. As a result, the smoothness of traffic and the safety and comfort of road users are disrupted. This research is intended to provide information regarding the types of road damage that occur, factors causing road damage and mitigation efforts carried out on the Tanjung Bunga metro road, Makassar city. The data collection method is in the form of a visual survey of types of road damage carried out directly in the field and data analysis using the Bina Marga method. The results of research in the field show that the greatest road damage on rigid pavement is grain release with a percentage of 0.076 percent on the left section and 0.089 percent on the right section, while the smallest type of road damage is corner cracking with a percentage of 0.0035 percent on the left section. and 0.0027 percent on the right side. The biggest type of road damage on flexible pavement is grain shedding with a percentage of 0.121 percent on the left section and 0.088 percent on the right section, while the smallest type of damage on the left section is edge cracking with a percentage of 0.003 percent and the type of damage sinking on the right section with a percentage 0.002 percent. Among the most dominant types of damage is grain release.

Muhammad Dimas Widyanto

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2023 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

In human life, roads have an important role as a means of land transportation (Kristina et al., 2021), especially to support national development in the economic and socio-cultural fields. Apart from that, highways also act as community mobility, requiring good service in line with capacity requirements (Rahmanto, 2016). If there is damage to the road it can cause an accident. So it is necessary to improve the quality of roads and road infrastructure to increase the safety and comfort of road users.

Dimas Ubaidillah; Totok Yulianto; Meriana Wahyu Nugroho; Titin Sundari; Rahma Ramadhani

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The Kabuh – Tapen thruway is included within the category of Course III Collector road type which may be a interfacing street between Kabuh and Tapen streets. In this ponder, the point was to get the esteem of the harm list along the Kabuh - Tapen street. as a work reference and sort of street harm dealing with. Analysts will utilize the PCI and Bina Marga 1990 strategies as a reference. From the examination of the condition of the Kabuh – Tapen street segment on unbending asphalt at STA. 0+000 – 7+340 based on the Asphalt Condition Record (PCI) strategy, a esteem with an normal of 99% is gotten, demonstrating that the asphalt is in exceptionally great condition. On the adaptable asphalt at STA. 7+340 – 9+234, an normal esteem of 40% is gotten, showing that the street asphalt is in a awful condition. The comes about of the Bina Marga strategy on unbending asphalts gotten a priority order esteem of 7 so that the street is included within the schedule support program, whereas on flexible asphalts a need arrange esteem of 3 is gotten, hence it is included within the street enhancement program.

Galang Hafiidh Bernanda; Wahudin Diantoro; Imron Imron

Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The Slawi city ring road is a road that connects several villages in the Tegal district, especially the Pangkah and Slawi sub-districts. This road is often passed by heavy vehicles such as trucks and other cars carrying goods, many motorized vehicles also pass on this road, especially students. With the volume of vehicles that are quite dense at certain hours and with minimal maintenance on road conditions, this causes a decrease in the quality of the road surface. With these problems, it is necessary to analyze the condition of road damage at STA 0+000 to STA 1+720. This study aims to determine the type and level of road damage using the Bina Marga 1990 method, determine the percentage value of each damage and calculate the priority order of the road as a reference for determining the repair program for the road. Data collection using the LHR survey is also needed to determine road condition values. Factors that cause road damage are the lack of routine maintenance on the road and the absence of drainage so that a lot of water stagnates during the rainy season which causes road damage to become more severe. The types of damage found on the Slawi City ring road are pothole damage, grain release, fatness and crocodile skin cracks.

Martina De Pores Rio Gani; I Nyoman Lokajaya

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

PT. Z merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi pelat baja yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Proses produksi di PT. Z memanfaatkan sepenuhnya mesin yang berjalan sepanjang waktu. Hambatan dalam pembuatan pelat baja adalah bahwa sering ada kerusakan yang disebabkan oleh manusia, material, dan mesin. Seringkali, kerusakan mesin pada faktor mesin menghentikan jalanya proses produksi. Kerusakan pada mesin produksi mencegah proses produksi bekerja dengan lancar. Waktu henti yang tinggi sering disebabkan oleh perawatan dan penggantian komponen pada bagian-bagian mesin tertentu. Akibatnya, peralatan membutuhkan perbaikan atau pemeliharaan (maintenance). Diantara semua mesin produksi, mesin rolling mill  merupakan mesin dengan angka downtime tertinggi. Komponen pada mesin rolling mill yang menyebabkan downtime paling tinggi sebesar 12.851 menit yakni komponen roll. Studi ini bermaksud  membuat rencana penjadwalan penggantian roll pada mesin rolling mill.  Metodelogi yang diterapkan dalam  penelitian ini adalah Preventive Maintenance dengan menghitung keandalannya dan membuat jadwal penggantian roll. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata penggantian roll setiap 6 hari dengan keandalan 63,21%, dan rata-rata waktu proses penggantian roll adalah 131 menit.

Adelia Maharani; Rifqi Fahrozi; Adelita Ayu Nurhaliza

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This study aims to find out the parties who are related and responsible according to Law Number 38 of 2004 concerning roads (Road Law), for various damage to road infrastructure in the city of Bandar Lampung and their handling and government accountability to parties who are disadvantaged in problems this (273 Law Number 22 of 2009). This study uses normative juridical research with data sources consisting of primary, secondary and tertiary data, analyzed using qualitative data analysis techniques. Data that can be obtained from written materials such as laws, books and documents. And also by using empirical legal research, by using a statutory approach and a case approach, data collection was carried out by means of literature studies and interviews, the data collected was descriptive. (113) Law enforcement for traffic accidents caused by damaged roads, especially in the city of Bandar Lampung, is not only a form of public service, but is a responsibility mandated by law, which if not implemented can lead to serious legal consequences. This study aims to determine law enforcement against traffic accidents caused by damaged roads in the city of Bandar Lampung and what factors become obstacles to law enforcement against traffic accidents caused by damaged roads in the city of Bandar Lampung. The results of research on traffic accident law enforcement due to damaged roads in the city of Bandar Lampung show the weak handling of the traffic police and the Bandar Lampung city government in implementing Law number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation, especially article 273. As well as the effectiveness of law enforcement and implementation that occurred in the implementation of the current road is still considered lacking.

Susono Susono; Arif Sudaryanto; Erny Erny

Jurnal Sipil Terapan 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Assessment of road surface conditions is a form of road maintenance and repair efforts. The two methods used in assessing road conditions are the Bina Marga method and the PCI (Pavement Condition Index) method. This study aims to compare the condition values ​​of the Peranap Napal road sections based on the two methods. The types of damage that can be found on the Napal Peranap road section are 7 types of damage consisting of: crocodile skin cracks (1.66%), elongated cracks (0.16%), edge cracks (0.08%), road joint cracks (0.01%), fillings (0.74%), holes (0.02%) and grain discharge (3.62%) with a total damage area of ​​2644.02 m2 or (6.30%) of 42000 m2 the area of ​​the Peranap Napal road studied. The Bina Marga method obtained a Priority Order (UP) value of 4 (included in the periodic maintenance program), while the PCI method obtained a damage level value of 66.16 (in fair condition with yellow color). The results of these two methods turned out to produce relatively the same assessment, namely the condition of the road section still required maintenance and repair, including: providing additional layers, making and repairing drainage, widening and compacting the shoulders, filling gaps with a mixture of asphalt and sand, and dismantling the pavement layer. and then re-coated with the same material.    

Azmiyati Mutoharoh; Wahidin Wahidin; Yulia Feriska; Muhammad Taufiq

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Ruas jalan pada Kabupaten Brebes merupakan jalan Kabupaten yang menghubungkan dua ibu kota kecamatan yaitu Kecamatan Kersana dan Kecamatan Tanjung. Seiring berkembang dunia industri dan dunia usaha di dua kecamatan terseebut, berakibat semakin bertambah volume kendaraan di ruas jalan Tanjung – Kersana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi, jenis dan tingkat kerusakan pada ruas jalan tersebut. Penelitian dilakukan dengan cara survei untuk mendapatkan data primer, untuk dapat dijadikan acuan untuk penanganan pemeliharaan jalan. Metode yang digunakan adalah metode PCI (pavement condition index). Pada ruas jalan Tanjung – Kersana STA 0+000 s.d. 6+000 didapatkan jenis kerusakan retak kulit buaya, retak tepi, lubang, tambalan dengan nilai PCI = 75 yang termasuk kategori sangat baik (very good). Haal ini dalam metode bina marga, masuk dalam kategori pemeliharaan rutin. Penanganan yang dilakukan berupa pengaspalan (P2), mengisi retakan (P4), penambalan lubang (P5). Jalan tersebut harus segera dilakukan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah.