Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 48

Analytics

Sarah Azami; Abi Yazid Albustomi; Ananda Putra Syach Fadhilah; Muhammad Said Ramdan Hardiana; Hikmatullah Hikmatullah

Marriage at an early age remains widespread, especially among communities with limited education and financial resources. This study aims to analyze the impact of early marriage on harmony in household life. The research model we employed was a library research design. The approach used was descriptive qualitative through literature review, referring to scholarly sources and secondary data from reputable journals published in the last five years. Findings indicate that the mental unreadiness of both parties (husband and wife) who marry at an early age can lead to instability in household life and increase the risk of marital failure or reduced family harmony. Young couples commonly face challenges in maintaining healthy communication, making joint decisions, and coping with financial pressures, all of which contribute to domestic conflict. In addition, emotional immaturity and limited life experience are also primary causes of disharmony within the family. Therefore, there is a need to improve education and public awareness about the importance of age maturity and mental readiness before marriage in order to create stable and harmonious households. Thus, it is necessary to increase education and public awareness about the importance of age maturity and mental readiness before marriage, in order to create a stable and harmonious household.

Putri Festiyanti, Wilda; Pipit Miranti, Indira; Puji Lestari, Fina; Nur'aeni, Jihan

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Desa Kotayasa merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan pariwisata. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani serta pelaku usaha di sektor pariwisata yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Namun demikian, masih terdapat siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sehingga memilih bekerja untuk membantu keluarga. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya akses pendidikan, termasuk kemampuan bahasa Inggris yang penting dalam mendukung sektor pariwisata dan komunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami kosakata bahasa Inggris yang berkaitan dengan empon-empon sebagai komoditas lokal unggulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris peserta didik PKBM Desa Kotayasa melalui pelatihan simple present tense, simple past tense, dan pengenalan kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, latihan terstruktur, diskusi, dan permainan edukatif berbasis gamifikasi. Kegiatan dilaksanakan secara komunikatif dan menyenangkan agar peserta lebih aktif dan mudah memahami materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun kalimat sederhana menggunakan simple present tense dan simple past tense, serta meningkatnya pemahaman kosakata empon-empon dalam bahasa Inggris. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kontekstual dan aplikatif bagi PKBM lainnya, khususnya pada wilayah berbasis pertanian dan pariwisata.

Teuku Nabhan Zuhdi; Sri Nurhayati Selian

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Diabetes mellitus is a chronic disease with a steadily increasing prevalence in Indonesia. This condition not only affects physical health but also requires patients to make significant lifestyle changes to maintain stable blood glucose levels. Efforts to adopt a healthy lifestyle such as regulating diet, exercising regularly, and managing stress are often met with various challenges. In this context, family support plays a crucial role in helping patients adapt and remain consistent in self-management. This study aims to describe the experiences of type 2 diabetes patients in maintaining a healthy lifestyle and the forms of family support they receive. A qualitative phenomenological approach was used, involving three participants undergoing outpatient treatment at RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed thematically. The findings show that patients face challenges in maintaining dietary control, consistent exercise, and emotional balance. However, family support such as reminding patients to take medication, providing healthy meals, and offering emotional motivation serves as a key factor that strengthens patients’ commitment to a healthy lifestyle. The study concludes that the success of diabetes management is highly influenced by active family involvement. Therefore, educational and health intervention programs should integrate families as essential partners in supporting patients with diabetes.

Mutiara Rahma Eldita; Yanladila Yeltas Putra

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Many young people in Indonesia have a strong interest in starting their own businesses; however, only a small portion are able to turn this interest into a sustainable entrepreneurial career. This study aims to explore in depth how family support plays a role in the journey of young entrepreneurs, from the early stages of entrepreneurial exposure to the formation of entrepreneurial identity and personal values. The research employs a qualitative method with a narrative-biographical approach. Participants were selected using purposive sampling, and data were collected through semi-structured interviews with the main subject and significant others who have close relationships with the subject. The data were analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis technique, which focuses on identifying meaning and patterns within the subject’s life experiences. The findings reveal four main themes: (1) the process of early entrepreneurial learning and exposure, (2) the role and dynamics of family support in fostering entrepreneurial resilience, (3) turning points in career transformation and the formation of entrepreneurial identity, and (4) personal principles and values that guide business practices. The results emphasize that family support is not only material but also serves as a psychological and emotional factor that plays a crucial role in the success of young entrepreneurs in building and sustaining their businesses.

Adriana Bangun; Kiki Khoiriyani; Putri Nadila; Gembira Pasaribu; Citra Anggreni Br Ginting +1 more

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Pernikahan dini yang berkembang dikalangan masyarakat Indonesia, dipandang sebagai sebuah komitmen untuk mengikat dua insan lawan jenis yang masih remaja dalam suatu ikatan keluarga. Usia remaja perempuan yang melakukan pernikahan dini diusia muda adalah mereka yang berusia dibawah umur-20 tahun yang melakukan pernikahan dini. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data primer yang ditinjau langsung yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang tantang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Dusun VI desa Telaga Sari Tahun 2023 populasi penelitian ini seluruh remaja putri di Dusun Telaga Sari. Seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian mengenai Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang dampak Pernikahan Dini diperoleh berdasarkan umur, mayoritas umur 16-18 tahun sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas umur 19-20 tahun sebanyak 2 orang (7%), berdasarkan pendididkan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas berpendidikan SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan sumber informasi mayoritas pada kelompok tenaga kesehatan sebanyak 13 orang (43%) dan minoritas pada media cetak sebanyak 3 orang (10%), dan  mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (60%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 5 orang (17%). Diharapkan kepada seluruh remaja putri agar lebih meningkatkan pengetahuannya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini dan untuk mengetahui dampak dalam pernikahan dini, hal ini bertujuan untuk menghindari remaja putri dari dampak melakukan pernikahan dibawah umur dan mengurangi resiko dalam resiko kesehatan reproduksi.

Adriana Bangun; Eka Ristin Tarigan; Putri Nadila; Gembira Pasaribu; Citra Anggreni Br Ginting +1 more

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Pernikahan dini yang berkembang dikalangan masyarakat Indonesia, dipandang sebagai sebuah komitmen untuk mengikat dua insan lawan jenis yang masih remaja dalam suatu ikatan keluarga. Usia remaja perempuan yang melakukan pernikahan dini diusia muda adalah mereka yang berusia dibawah umur-20 tahun yang melakukan pernikahan dini.           Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data primer yang ditinjau langsung yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri tentang tantang dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi di Dusun VI desa Telaga Sari Tahun 2023 populasi penelitian ini seluruh remaja putri di Dusun Telaga Sari. Seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian mengenai Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang dampak Pernikahan Dini diperoleh berdasarkan umur, mayoritas umur 16-18 tahun sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas umur 19-20 tahun sebanyak 2 orang (7%), berdasarkan pendididkan mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 19 orang (63%) dan minoritas berpendidikan SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan sumber informasi mayoritas pada kelompok tenaga kesehatan sebanyak 13 orang (43%) dan minoritas pada media cetak sebanyak 3 orang (10%), dan  mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (60%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 5 orang (17%). Diharapkan kepada seluruh remaja putri agar lebih meningkatkan pengetahuannya untuk mencegah terjadinya pernikahan dini dan untuk mengetahui dampak dalam pernikahan dini, hal ini bertujuan untuk menghindari remaja putri dari dampak melakukan pernikahan dibawah umur dan mengurangi resiko dalam resiko kesehatan reproduksi.

Nisa Wening Asih Sutrisno; Inggar Saputra

Proceeding of the International Conference on Global Education and Learning 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

The vulnerability of the younger generation to negative exposure to new media (internet and social media) has the potential to weaken national resilience, especially the aspect of family resilience. Family resilience as a fundamental element is disrupted by negative broadcasts, the rise of hate speech and information (fake news and misleading narratives) that are widely found in new media. For this reason, it is necessary to strengthen national solidarity through the idea of ​​forming Pancasila family resilience that protects the younger generation from the destructive threats of social media. This study aims to determine the extent to which Pancasila family resilience can strengthen the spirit of national solidarity of the younger generation. The study used a literature study method with a qualitative approach. Data collection techniques used primary and secondary sources with data collection techniques using data triangulation. The results of the study stated that (1) The threat of weakening national values ​​arises from digital developments marked by the rise of new media in the form of the internet and social media; (2) The negative influence of new media appears in negative video broadcasts, the phenomenon of hate speech and misleading narratives, and fake news that creates social unrest in society; (3) The concept of Pancasila family resilience is needed to strengthen the spirit of national solidarity and prevent the negative impacts of new media among the younger generation. The conclusion of the research is that the concept of Pancasila family resilience is expected to be able to encourage the spirit of Pancasila in preventing various negative impacts of the digital technology phenomenon, especially the negative influence of new media on the spirit of nationalism among the young generation of Indonesia.

Aulia Chintya Sari; Aulia Chintya Sari; Andriyani

Medical Laboratory Journal 2025 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Rokok adalah salah satu barang yang berbahaya yang paling mematikan di dunia mengkonsumsi rokok secara berkelanjutan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Rokok di bedakan menjadi tiga jenis berdasarkan bahan bakunya yaitu rokok putih , rokok kretek dan rokok klembek. Faktor merokok pada remaja yaitu dari faktor interpersonal yang terdiri dari pengaruh teman sebaya. Pengaruh keluarga. Dukungan informasi dan dukungan appraisal. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistematis faktor sosial dalam perilaku merokok remaja dan pada penelitian kali ini saya menggunakan metode literature riview dengan meneliti berbagai jurnal yang di publikasikan pada tahun 2020-2025 dengan menggunakan database seperti Google Scholar Web garuda dan PuMed. Merokok di usia muda banyak sekali yang membuat sakit untuk itu dukungan orang tua terhadap anaknya merupakan faktor pengaruh sosial yang paling besar untuk remaja agar tidak merokok. Saran untuk penelitian ini yaitu dapat lebih bervariasi lagi untuk database agar lebih mengetahui lebih banyak tentang faktor yang di sebabkan oleh rokok itu sendiri dan mungkin lebih dalam lagi untuk pembahasan mengenai masalah merokok di kalangan remaja.  

Elisabeth Henderika Dua Neang; Trisnawati Bura; Fathia Aulia Mutmainnah; Anastasia Yuanti

WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study examines the roots of the source of debate and differences of opinion about the reality of patriarchal family relationship patterns that dichotomize the roles of men (husbands) and women (wives) in the household, where the husband is the head of the family (public) and the wife is the housewife (domestic). The purpose of the study was to determine gender equality in modern family households in the application of the married couple environment (young brides and grooms, This research method uses a qualitative approach with a descriptive research type., The results of the study in the form of a dichotomous family relationship pattern, resulting in injustice and gender inequality. This condition certainly requires the construction of a relationship pattern based on justice and gender equality, so that a gender partnership is realized towards a harmonious family. The construction of a gender relationship pattern that is just and gender equal, is realized if there is cooperation and equal and fair division of roles between husband and wife, which refers to the planning and implementation of family resource management, so that family members have a division of roles in various activities (domestic, public, and community).

Chilmia Nurul Fatiha; Rina Wijayanti; Noveri Aisyaroh

Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat 2025 STIKES Columbia Asia Medan

Pandemi Covid-19 telah mengubah aspek kehidupan masyarakat, terbukti dengan peningkatan angka kasus terkonfirmasi positif di Jawa Tengah. Data nasional di 2021 menunjukkan proporsi yang terpapar di usia anak dan remaja cukup besar, kelompok usia 16-18 tahun atau usia SMA adalah kelompok masyarakat yang rentan tertular dan menularkan pada anggota keluarga. Perlu adanya upaya untuk membangun kesadaran yang dapat menjangkau lapisan masyarakat secara luas termasuk kalangan remaja. Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) adalah wadah pendidikan bagi remaja yang dapat menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman serta berbagi pada masyarakat. Anggota Pramuka dianggap potensial menjadi agen yang menumbuhkan kesadaran di kalangan sesama remaja mengenai pencegahan Covid dan menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi suplemen kesehatan. Anggota Pramuka Ambalan Soekarno-Fatmawati SMA Negeri 2 Mranggen memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan untuk memberikan solusi permasalahan di masa pandemi. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi kurangnya pengetahuan anggota Pramuka mengenai pencegahan Covid-19 serta kurangnya ketrampilan dalam menjaga daya tahan tubuh dengan suplemen kesehatan. Solusi yang ditawarkan dari kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan edukasi mengenai suplemen kesehatan sehingga anggota Gerakan Pramuka untuk dapat menerapkan pengetahuan dan kecakapannya serta menggunakan suplemen kesehatan sesuai kebutuhan. Melalui edukasi, terdapat peningkatan skor pengetahuan siswa mengenai suplemen kesehatan sebagai upaya meningkatkan sistem imun di masa pandemi Covid-19.

Jingga Pramesti Pujianingsih; Raditya Bagus Jati Wibowo; Rizqan Rusnamba Prandika; Endrise Septina Rawanoko

Upacara bendera di sekolah dasar memiliki peranan penting dalam menanamkan sikap nasionalisme pada siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara bendera secara rutin dapat membantu peserta didik memahami dan tanah air dan penghargaan terhadap keragaman budaya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung dalam menaati aturan, seperti berpakaian rapi dan berperilaku disiplin, yang merupakan bagian dari pembentukan karakter yang bertanggung jawab dan disiplin. Namun, tantangan yang dihadapi adalah penurunan semangat nasionalisme dikalangan generasi muda, termasuk siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, keluarga, dan pihak sekolah sangat diperlukan untuk mengembangkan program yang dapat menguatkan jiwa nasionalisme secara berkelanjutan. Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai ini melalui pendekatan pembelajaran yang relevan, baik di dalam maupun di luar kelas. Saran untuk kepala sekolah dan pengajar adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penanaman sikap nasionalisme, serta memberikan motivasi kepada siswa mengenai pentingnya pelaksanaan upacara bendera. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan karakter yang bermoral. 

Anwar SA

Journal Economic Excellence Ibnu Sina 2024 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to explore the role of families in supporting young entrepreneurs, which is often a determining factor in the success or failure of their business. Families can provide various forms of support, such as financial, emotional, knowledge, skills, and access to social networks that can accelerate business development. Using a qualitative research approach, data was collected through in-depth interviews with 8 young entrepreneurs in various business sectors in Sumbawa. The results of the study show that family support, both in the form of initial capital, knowledge guidance, and emotional motivation, has a significant role in increasing the confidence and resilience of young entrepreneurs. Nonetheless, some young entrepreneurs face challenges in convincing families who have a conservative view of entrepreneurship. This study indicates that the family is not only a provider of resources, but also as a psychological factor that can affect the success of young people's businesses. Therefore, the role of the family in young people's entrepreneurship needs to be strengthened through increased understanding and better support from the family.

Sember Sawo, Emilianus

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2024 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

This research aims to develop a family-based marriage catechesis module as a foundation for post-wedding accompaniment of young Catholic couples. Using a qualitative approach with document study, the research identifies five key gaps in Catholic couple accompaniment: discontinuity of pastoral care, non-transformative pedagogical approaches, minimal involvement of experienced families, lack of content contextualization, and weak communal support. In response, a module with spiral structure was developed for continuous accompaniment during the first four years of marriage, integrating theological-spiritual, relational-psychological, social-communal, and practical-contextual dimensions. This module operationalizes the concept of "family as pastoral subject" through a mentoring model where experienced couples accompany newly married couples. Implementation requires systematic selection and formation of mentor couples, balanced accompaniment structures, and adaptive approaches. Integration strategies within parish systems include institutional support, appropriate ecclesiological approaches, a "hub and spoke" model, gradual implementation, and utilization of digital technology. This research offers a more participatory, relational, and contextual approach to marriage pastoral care.

Evi Pani Simarmata; Grytta Tondang; Maga Siringo-Ringo; Amando Sinaga

Nursing Applied Journal 2024 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Diet is a description or daily eating habits that characterize a person and are important behaviors that can influence a person's nutrition. This is because the food and drinks consumed will affect a person's nutrition. Knowledge also provides understanding to families, especially in caring for family members with hypertension in terms of serving foods that are recommended, those that are avoided and those that are not recommended. As well as daily habits that can trigger increased blood pressure. Aim: To find out the picture of family knowledge about eating patterns, risk of hypertension in Dusun III, Tanjung Muda Village, Air Putih Subdistrict, Batubara Regency, Year. Research Method uses a quantitative design with approaches to empirical studies to collect, analyze and display data in numerical form (numbers), rather than narrative. The sample in the study was 66 families. The sampling technique uses purposive sampling, which is a sample determination technique by selecting samples from the population according to what the researcher desires. Instrument: The instrument used is a questionnaire. The results of the study found that the frequency distribution of family knowledge about the frequency of food for hypertension was that of the 66 respondents, the majority were in the good category, 58 respondents (87.9%) and the minority in the fair category, 8 respondents (12.1%), the distribution of the frequency of eating patterns in the disease. hypertension, that of the 66 respondents, the majority were in the poor category, 35 respondents (53.0%) and the minority in the sufficient category, 8 respondents (12%). Suggestions: The results of this research can be used as a basis for developing further research in expanding the assessments that have been carried out, especially regarding family knowledge about eating patterns.  

Tsani Dermawan; Alfika Safitri; Hasan Basri

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2024 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Gouty arthritis or often known as gout is a disease that attacks the joints, this is caused by high uric acid levels caused by genetic or hereditary factors and a lifestyle that often consumes foods that contain lots of purines. Purine substances are the core part of protein, and protein is widely obtained in offal foods, meat and beans (Uric Acid, 2023). Complementary therapy is a natural therapy including herbal therapy. Herbal therapy can utilize surrounding fruits / plants such as pineapple fruit, soursop fruit, bay leaves, and soursop leaves. This research uses a case study method with a family nursing care approach with gout. data collection instruments use family nursing care assessment formats through the nursing process of assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation. Based on the results of the study after implementation in the patient, the results showed a decrease in the pain scale and an increase in the patient's sense of comfort. Non-pharmacological pain management carried out is by drinking pineapple juice and honey regularly. Evaluation results found after treatment for 3 days with reduced pain data, pain scale 1-2. The evaluation found after treatment for 3 days of ineffective family health management problems related to the family's inability to care for sick family members with family data can understand about gout and its actions.

Kapti Rahayu K, Merkuria Karyantina &

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Warga perumnas Mojosongo terdiri dari 26% usia sangat produktif (25-40 tahun) yaitu masih mampu untuk melakukan banyak hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kelompok usia produktif tersebut ternyata kurang produktif, sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ibu-ibu rumah tangga di wilayah perumnas Mojosongo yang dipilih menjadi mitra dalam kegiatan ini sehingga diharapkan memiliki tambahan ketrampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu usaha yang berkembang di sekitar wilayah Perumnas Mojosongo adalah usaha pembuatan tahu. Usaha pembuatan tahu ini cukup prospektif, karena merupakan makanan favorit masyarakat. Permasalahan yang timbul adalah limbah dari usaha tahu, yaitu limbah sisa air perasan tahu dan ampas tahu, yang menimbulkan bau yang kurang sedap. Ampas tahu sering diolah menjadi tempe gembus, namun tidak semuanya yang terolah, sehingga masih ada limbah yang belum dimanfaatkan. Manfaat Pelatihan Pembuatan aneka olahan ampas tahu bagi warga adalah diharapkan mampu meningkatkan keterampilan para anggota dalam bidang pengolahan pangan, terutama dalam hal pembuatan olahan ampas tahu, sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Ampas tahu masih mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga berpotensi diolah menjadi produk pangan yang bergizi. Olahan ampas tahu adalah stik, kerupuk, rengginan, kue kering dan lain-lain. Bahan dan cara pembuatan olahan ampas tahu mudah diperoleh dan dipraktekkan.Kata Kunci : ampas tahu, pengolahan, produk pangan, perumnas Mojosongo

Philipus Willy Adi Nugroho; Intansakti Pius X

Jurnal Magistra 2023 STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Originating from the word "Katekese," this term is derived from the Greek language, namely "Katecho." When translated into Indonesian, it consists of "Kat," meaning downward/square/wide, and "Echo," which signifies proclaiming/teaching. Consequently, "katekese" in Indonesian means religious teaching or education, particularly for baptismal candidates, explaining catechism lessons to children, and the general public. In this context, katekese will be discussed in more detail, specifically focusing on "Family Catechesis," which forms the foundation of human faith.

Heni; Rifai’i, Muhamad Nanang

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk membantu membentuk kepribadian seseorang. Penerapan dan penguatan karakter peserta  didik di era modern saat ini mempunyai tantangan sendiri terkhusus untuk para guru di Indonesia. Tantangan itu juga dihadapi oleh siswa itu sendiri di era perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan mudah  dijangkau. Di era modern ini sebagai bangsa yang kuar harus mempunyai prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Implementasi pendidikan karakter disekolah sangat membutuhkan kompetensi guru yang bisa bersaing diera modern ini. Di era modern saat ini penerapan dan pengembangan yang terjadi di sekitar siswa. Maka dari itu kreativitas dan inovasi antara keluarga atau orang tua dan guru dilakukan di dua arah yakni memosisikan diri menjadi pendengar yang bagi anak atau siswa saat di rumah atau disekolah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah berupaya untuk menanamkan karakter yang tetap berpegang teguh terhadap kebudayaan dan adat istiadat yang ada di Indonesia tetapi tidak tertinggal dengan kemajuan di era modern seperti sekarang ini. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi yang terdiri atas empat komponen proses analisis yaitu, pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.   Kata kunci :  peran orang dan lingkungan modern karakter siswa atau peserta didik guru Indonesia.

Muryani, Ni Made Sri; Apriana, Gusti Ngurah Dwi

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Latar Belakang : Merawat orang dengan gangguan jiwa memang tidak mudah. Pasalnya, selain harus membantu pasien untuk melakukan kegiatannya sehari-hari, pasien juga sering menunjukkan perilaku yang agresif dan emosi yang tidak terkendali. Orang yang merawat pasien gangguan jiwa bisa mengalami stress, bahkan terganggu mentalnya. Stres keluarga yang muncul bisa berupa rasa malu, isolasi sosial, dan juga rasa kebingungan dalam pemenuhan kebutuhan treatment anggota keluarga yang sakit yang harus dilakukan secara terus menerus. Tujuan umum dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stress pada keluarga yang merawat pasien dengan gangguan jiwa  di wilayah kerja Puskesmas 1 Tegallalng. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu simpel random sampling.   Populasi penelitian ini adalah keluarga yang merawat pasien gangguan jiwa, dengan jumlah sampel yaitu 41 keluarga. Instrumen penelitian yang dipakai yaitu berupa kuesioner PSS-10, untuk mengukur tingkat stress. Kemudian dijumlahkan. Jangka skor PSS-10 antara 0- 40. pada pasien gangguan jiwa. Data  kemudian diolah menggunakan SPSS dengan uji univariat. Hasil : Hasil penelitian keluarga di Puskesmas 1 Tegallalang memiliki tingkat stress dalam kategori sedang yaitu sebanyak 37 responden (90.2%), dari karakteristik usia bahwa dari 41 responden, karakteristik responden sebagian besar berumur 18 – 40 tahun sebanyak 23 responden (56.1%), berdasarkan jenis kelamin, dari 41 responden Sebagian besar berjenis kelamin laki – laki sebanyak 22 responden (53.7%). Simpulan : Tingkat Stress keluarga yang merawat yang  merawat pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas 1 Tegallalng dominan memiliki tingkat stress sedang.

Amelia Putri Zalika; Anzu Elvia Zahara; Laily Ifazah

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karet merupakan mata pencaharian utama petani di desa sarang burung darat dari 360 penduduk berdasarkan kepala keluarga. Saat ini harga karet di Desa Matang gajah yaitu Rp 6000/Kg, rendahnya harga karet ini telah terjadi sejak tahun 2014. Penelitian dengan judul “Analisis dampak penurunan harga karet terhadap pola konsumsi petani karet di desa sarang burung darat kabupaten muaro jambi”, bertujuan untuk mengetahui dampak penurunan harga karet terhadap pola konsumsi dan pola produksi petani karet di desa sarang burung darat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif  deskriftif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Landasan teori yang digunakan adalah teori konsumsi Keynes “bahwa pengeluaran konsumsi masyarakat tergantung dengan tingkat pendapatannya disposibel, dan teori produksi soekarti (1990) ”harga dan produktivitas merupakan sumber dari faktor ketidakpastiian, sehingga bila harga dan produksi berubah maka pendapatan yang diterima petani juga berubah. Berdasarkan Analisa data yang tinggi, produksi karet petani tinggi dan pendapatan juga tinggi, sehingga konsumsi sehari-hari rumah tangga mudah dipenuhi kemudian pada saat harga karet rendah, produksi petani karet rendah, dan pendapatan juga sangat rendah, sehingga konsumsi sehari-hari dirumah tangga sulit dipenuhi. Karet merupakan mata pencaharian utama yang telah lama menjadi penopang hidup rumah tangga petani di desa Sarang Burung Darat Kabupaten Muaro Jambi dengan keadaan budidaya mudah dan yang pasti memberikan pendapatan yang pasti setiap hari, maka petani karet berharap kepada pemerintah agar menaikan harga karet.