Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 34

Analytics

Fajri, Al’; Hidayati , Fajrina; Nasutio, Helmi Suryani; Lesmana, Oka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) menunjukkan tingginya potensi penyebaran nyamuk dan risiko kejadian DBD. Berdasarkan observasi awal di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri ditemukan adanya jentik nyamuk pada sebagian besar rumah yang diperiksa serta adanya kasus positif DBD di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan pendekatan kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 7.723 rumah tangga, dengan sampel 121 rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran lingkungan, dan wawancara terstruktur menggunakan lembar observasi.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05), serta besar hubungan dinilai menggunakan Prevalence Ratio (PR). hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa hanya variabel warna TPA yang memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p=0,00; PR=3,31; 95%CI=1,40–2,47), sedangkan variabel lain seperti letak TPA (p=0,80; PR=1,01), sumber air (p=0,70; PR=1,10), jumlah TPA (p=0,75; PR=1,10), suhu TPA (p=0,08; PR=1,45), kelembaban (p=0,99; PR=1,01), dan pH air (p=0,50; PR=0,76) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya warna TPA yang memiliki hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.

Ramadhan, Aditya Galang; Hidayati , Fajrina; Perdana, Silvia Mawarti; Lesmana, Oka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan Personal Hygiene dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang terdiri dari 23 kasus dan 23 kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran menggunakan lux meter, thermohygrometer, meteran, serta wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda metode Backward LR. analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pencahayaan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,039; OR=4,286; 95%CI=1,240–14,730) dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,018; OR=5,313; 95%CI=1,498–18,840). Sementara itu, luas ventilasi (p=0,429; OR=0,521), kepadatan hunian (p=0,343; OR=0,216), dan Personal Hygiene (p=0,167; OR=3,550) tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kelembaban rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,010; OR=5,312; 95%CI=1,498–18,840). penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pencahayaan dan kelembaban rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Kelembaban rumah merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Tahun 2026. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan rumah, terutama menjaga kelembaban dan pencahayaan agar memenuhi standar kesehatan guna mencegah penularan tuberkulosis paru.

Ahmad, Erwan; Nopriyanto, Dwi; Muda, Iskandar

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Keselamatan pasien pada layanan perawatan di rumah (homecare) menjadi perhatian penting di wilayah tropis yang memiliki tantangan lingkungan serta ketergantungan tinggi pada caregiver keluarga. Kondisi lingkungan dengan suhu dan kelembaban tinggi berpotensi memengaruhi pengelolaan obat dan praktik pencegahan infeksi di lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko keselamatan pasien pada layanan homecare dari perspektif caregiver, khususnya terkait pengelolaan obat dan pencegahan infeksi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei yang melibatkan 105 caregiver non-profesional berusia 20–70 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup aspek self-efficacy caregiver, pengelolaan obat, dan praktik pencegahan infeksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy caregiver berada pada kategori sedang. Risiko kesalahan pengelolaan obat cenderung rendah, namun masih terdapat potensi risiko yang dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman caregiver serta kondisi penyimpanan obat di lingkungan tropis. Pengetahuan caregiver mengenai pencegahan infeksi tergolong baik, tetapi praktik pencegahan infeksi masih berada pada kategori sedang. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas caregiver melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan dari layanan kesehatan primer untuk meningkatkan keselamatan pasien pada layanan homecare di wilayah tropis.

Amellia, Ramadhani

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2026 Institut Teknologi Indonesia

Instalasi Pengelolaan Limbah Radioaktif (IPLR), yang mencakup Instalasi Pengolahan LimbahRadioaktif (IPLR) dan Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Nuklir Bekas(KHIPSB3), memiliki potensi paparan partikulat udara akibat aktivitas mekanis, termal,transportasi, dan penyimpanan limbah radioaktif, yang dapat menjadi media transport kontaminanbila tidak dikendalikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi konsentrasi partikulat udaradan tingkat kontaminasi udara sebagai indikator keselamatan inhalasi pekerja di kedua fasilitas.Pemantauan partikulat dilakukan pada fraksi 0,3–10 μm menggunakan Fluke 985 Airborne ParticleCounter pada tanggal 13 Agustus 2025 (IPLR) dan 9 April 2025 (KHIPSB3). Data jumlah partikulatdihitung rata- ratanya, dikonversi menjadi konsentrasi massa (mg/m³), dan dibandingkan denganNilai Ambang Batas (NAB) partikulat respirabel 2 mg/m³ sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018.Hasil menunjukkan seluruh ruangan di IPLR dan KHIPSB3 memiliki konsentrasi partikulat jauh dibawah NAB, dengan nilai tertinggi berada pada area proses seperti kompaksi, insinerasi, dan panelsementasi, sedangkan nilai di KHIPSB3 cenderung lebih rendah akibat kelembaban area kolamyang menurunkan suspensi partikulat. Pengukuran tingkat kontaminasi udara juga menunjukkanseluruh nilai α dan β berada jauh di bawah batas keselamatan yang ditetapkan fasilitas. Secarakeseluruhan, kondisi udara di kedua instalasi berada dalam kategori aman, namun hasil penelitianmenegaskan perlunya pemantauan partikulat dan kontaminasi udara secara berkala sebagai bagiandari upaya mempertahankan keselamatan radiasi dan higiene industri di fasilitas nuklir

Oktavia, Putri Eka; Auliq, Muhammad A'an; Fitriana; Fitriana

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Suhu dan kelembaban merupakan parameter lingkungan yang harus dijaga pada ruang kubikel untuk memastikan peralatan distribusi listrik tetap bekerja secara optimal. Pada multi-kubikel, perbedaan fungsi dan beban menyebabkan karakteristik suhu dan kelembaban pada tiap ruang kubikel tidak sama, sehingga pemantauan secara manual menjadi kurang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototype sistem monitoring dan kontrol suhu-kelembaban pada multi-kubikel berbasis Internet of Things (IoT) yang terdiri dari tiga buah kubikel. Sistem ini menggunakan ESP8266 sebagai mikrokontroler utama dan sensor DHT20 sebagai sensor suhu dan kelembaban yang masing-masing dipasang pada kubikel dengan kondisi lingkungan berbeda. Sistem dilengkapi dengan aktuator kipas dan lampu, serta notifikasi real-time melalui LCD dan Telegram. Meskipun kontrol dan monitoring dilakukan secara terpisah pada tiap kubikel, notifikasi kondisi seluruh kubikel terintegrasi pada satu kanal Telegram yang sama. Pengujian kinerja sistem dengan memberikan variasi suhu dan kelembaban yang berbeda untuk tiap kubikel. Kubikel 1 diberi kondisi normal (suhu 35°C-40°C dan kelembaban 50%-70%), kubikel 2 diberi kondisi overheat (suhu di atas 40°C), sedangkan kubikel 3 diberi kondisi overhumidity (kelembaban > 70%). Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu melakukan kontrol suhu dan kelembaban dalam ruang multi-kubikel serta mengirimkan notifikasi melalui Telegram dengan tingkat keberhasilan 100% dan rata-rata delay 5,6 detik.

Sandy Nova Pradana Kusuma; Haris Ihsanil Huda; Bagus Sudirman

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi penjualan berbasis web untuk meningkatkan efektivitas pencatatan transaksi pada Toko Bangunan Subur Kaliwungu yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi pencatatan yang tidak efisien, kesulitan pencarian data, serta kurangnya ketepatan dalam laporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model Prototype. Sistem dikembangkan dengan menerapkan metode akuntansi berbasis Akrual (Accrual Basis) agar laporan keuangan dapat disusun lebih akurat dan real time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mencatat transaksi penjualan dan pembelian, mengelola data barang dan pelanggan, serta menyajikan laporan penjualan dan laporan keuangan secara digital. Fitur tambahan seperti histori transaksi, informasi stok barang, serta perhitungan laba rugi juga membantu pemilik toko dalam pengambilan keputusan. Implementasi sistem memberikan dampak positif, di antaranya peningkatan efisiensi, keakuratan data, dan kemudahan monitoring aktivitas penjualan.

Supriyanto Supriyanto; supriyanto supriyanto; Nuris Dwi Setiawan

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Pemantauan suhu dan kelembaban secara real-time merupakan kebutuhan penting dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian, industri, dan pengelolaan lingkungan, guna menjaga stabilitas kondisi ruangan dan mencegah kerusakan pada peralatan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis mikrokontroler ESP32 dengan sensor DHT22. Sistem dirancang untuk menampilkan data secara langsung melalui layar OLED dan aplikasi Blynk sehingga memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian pada dua skenario, yaitu ruang tertutup dan area terbuka, dengan titik kendali kelembaban relatif (RH) sebesar 65%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara efektif dalam kondisi ruang tertutup, di mana kelembaban meningkat dari 54,5% menjadi 65% RH dalam waktu 10 menit dan kemudian dapat dipertahankan stabil melalui mekanisme kendali otomatis. Namun, pada area terbuka, sistem tidak menunjukkan peningkatan kelembaban yang signifikan karena adanya sirkulasi udara bebas yang mempercepat dispersi uap air. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem monitoring berbasis ESP32 ini efektif digunakan pada ruang dengan kondisi lingkungan yang terkontrol, serta memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut pada aplikasi rumah pintar (smart home) dan sistem industri berbasis Internet of Things (IoT).

Muhammad Bintang; Muhammad Bintang; Mochamad Fajar Wicaksono

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

This research aims to be able to meet the water supply of lettuce plants automatically by using three sensors such as soil moisture, water level, and water discharge. The goal is to provide water needs to plants automatically and regularly. The developed tool uses YL-96 sensor for soil moisture, HC-SR04 for water level and YF-S201 for water discharge. Sensor data is sent to the arduino to be processed using the fuzzy mamdani method so that these three data values affect the movement of the tap servo motor that flows to the lettuce plant. Fuzzy logic here as a decision maker from the value of 3 sensor data and then processed automatically by arduino using fuzzy mamdani to determine how many degrees the servo motor moves. The result is that the Lettuce Plant Water Needs Analysis System Automation Tool is able to maintain the water supply of lettuce plants and soil moisture ideally at 76% with a servo motor movement system success rate of 100%.

Aji Mutakin; Aji Mutakin; Yudi Barnadi; Ase Suryana

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Due to the busy activities outside the home, some people do not have time or forget to water their plants, so when they return home they find that the plants have died from drought. Therefore, to overcome this problem by conducting research using Internet of Things technology. The aim of this research is to design an automatic watering tool to overcome manual watering and support learning. This prototype uses a NodeMCU ESP8266 as the main controller, a soil moisture sensor is used to read soil moisture.  Soil moisture sensors are used to detect soil moisture. If the soil humidity is below the minimum limit, the watering process will be active and the watering process will be active if the NodeMCU ESP8266 receives commands from the smartphone.

Endah Dwi Astuti; Ratna Wulan Febriyanti; Anis Kusumawati; Paramita Septianawati

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

CBT Room 2 at the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, is used for computer-based lectures and practicums, which may lead to exposure to pathogenic microorganisms from device surfaces, such as computer mice. This study aims to identify pathogenic bacteria and fungi present on mouse surfaces and to evaluate the influence of room temperature and humidity on microbial growth. A total of 60 mouse samples were tested using Nutrient Agar (NA) for bacteria and Sabouraud Dextrose Agar (SDA) for fungi. The recorded room temperature was 25.6°C with a humidity level of 74%. The identification results revealed the presence of Bacillus sp., Escherichia coli, Staphylococcus sp., and Streptococcus sp. on NA media, with Gram-positive bacteria dominating (78.33%). Meanwhile, Aspergillus sp. (40.00%) and Penicillium sp. (38.33%) were found on SDA media. These findings indicate that, although the room's temperature and humidity are not at optimal levels, they still support the growth of mesophilic microbes. The implications suggest the need for routine sterilization efforts to prevent cross-infection risks in the learning environment.  

Moniaga, Catharina Sagita; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Zhalila, Zhillan; Marcella, Agnes

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Adequate skin hydration is essential for maintaining skin elasticity, softness, and overall barrier function. Insufficient hydration can lead to various skin health issues, one of the most common being dry skin. This condition is more prone to irritation, itching, and cracking, which can increase the risk of infection. The Community Service Program (PKM) conducted in Tanjung Duren Selatan aimed to raise public awareness about the importance of maintaining skin moisture through educational activities and hydration level screening using a skin analyzer. This program was carried out using the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach, including skin hydration assessments and education on risk factors, the impact of skin dehydration, and appropriate skincare strategies. Of the 104 participants, 68 individuals (65.38%) were found to have low skin oil levels, and 82 individuals (78.85%) had low skin water content, indicating dry skin conditions. These results highlight the importance of skin hydration screening as an early detection tool for skin health risks and as a foundational step to promote preventive skincare awareness in support of overall health and quality of life.

Kresna Hadi Wijaya; I Nyoman Setiawan; I Wayan Sukerayasa

Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Oka Jamur Bali is one of the oyster mushroom cultivation farmers. Lack of efficiency in regulating temperature and humidity in mushroom barns is an important factor in the growth of mushroom fruiting bodies. This condition requires an innovative solution to regulate and monitor temperature and humidity in the barn area. This research aims to build a prototype using Arduino UNO, ESP32, DHT11, pump and Internet of Things (IoT) technology.  The monitoring system design uses Arduino UNO, NodeMCU ESP32, DHT11 and DC pump with 12V voltage. Arduino UNO functions as a control system to manage and control the temperature and humidity parameters of the mushroom barn environment with the DHT11 sensor used to accurately measure temperature and humidity. The combination of NodeMCU ESP32 and Arduino UNO aims for monitoring through the ThingSpeak platform which can be accessed with a smartphone connected to the internet network. Based on the results of the prototype of the automatic temperature and humidity control system, the system is able to measure the environmental conditions of the mushroom barn with humidity measurement results in the range of 79% - 82% and the average temperature during the test reached 29.35°C. The application of the system was able to reduce the temperature by 2.28% with an average temperature of 28.19°C and increase the relative humidity by 6.27% with an average humidity of 81.1% in the mushroom barn area. The results of income between the income generated by using the automatic temperature and humidity control system tool and the income of farmers without using the tool increased by Rp. 16,416.

Hartanto, Mika Respati

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Kelembapan dan suhu merupakan faktor yang penting dalam budidaya jamur karena jamur membutuhkan kelembapan dan suhu tertentu untuk tumbuh dengan baik. Aspek lingkungan perlu diperhatikan dalam budidaya jamur adalah selama masa pemeliharaan dan suhu di dalam rumah jamur harus dijaga di kisaran 15-30°C. Suhu di bawah 15°C mengakibatkan tubuh buahnya mengecil dan tangkainya panjang, tetapi kurus. Jika suhunya di atas 30°C, suhu akan menyebabkan payung jadi tipis dan ukurannya kerdil. Kelembapan udara optimum yang dibutuhkan antara 80-90%. Jika kelembapan udara terlalu tinggi, jamur akan cepat membusuk dan jika kelembapan terlalu rendah, jamur akan menjadi kerdil dan kurus. Untuk memonitor tingkat kelembaban dan suhu dalam budidaya jamur tiram dibutuhkan sistem monitoring yang berguna untuk mengetahui kondisi tanaman secara otomatis dan real-time. Internet of Things (IoT) memiliki konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat yang tersambung dalam koneksi internet secara terus-menerus. Penggunaan Internet of Things (IoT) dalam memonitor suhu dan kelembapan dapat membantu efisiensi dan mempercepat pengiriman informasi kelembapan dan suhu udara tempat jamur dibudidaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development) dengan jenis model pengembangan prototyping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem otomasi dan pemantauan berbasis IoT bekerja dengan baik, dengan tingkat kesalahan pembacaan sensor suhu DHT11 dibandingkan thermometer digital berada di bawah 5% (dengan nilai error antara 0,37% hingga 3,10%). Selain itu, alat dapat mengirimkan notifikasi kepada pengguna ketika suhu atau kelembapan berada di luar rentang yang telah ditentukan, sehingga membantu menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan jamur.

Rafael, Rafael Dwi Prasetiyo; Rini Puji Astutik

Jurnal Elektronika dan Komputer 2024 STEKOM PRESS

This research aims to design and build a system for stirring and monitoring temperature and humidity for ESP32-based compost fertilizer. This system uses an ESP32 microcontroller to control compost mixing and monitor temperature and humidity conditions in real- time. Data obtained from sensors will be sent to the server for monitoring via Blynk. The implementation of this system is expected to increase the efficiency of the composting process and produce high quality compost through optimal monitoring and mixing.

Rini Puji Astutik; Tomi Ambar Prayitno

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

With the development of an era that increasingly prioritizes technology, the curiosity of a human mind expects technology that can help human work, so it is undeniable that human work can be replaced by technology. This thesis proposal will design a device that can automatically water plants in pots. In plant maintenance, not many people can care for the garden healthily and properly, especially when watering the plants. By making this automatic plant design, it will provide assistance and convenience for ornamental plant lovers. This device aims to facilitate human work that was originally done manually, to be done automatically. By using Arduino Uno as its microcontroller, Soil Moisture Sensor to assess the level of moisture in the soil, as well as motors and Infra Red Sensors to determine the location of the pot that needs water    

Wirayoga, Septriandi

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sebagian besar Panti Asuhan di Indonesia memiliki kebun pribadi untuk dimanfaatkan sebagai bahan masakan internal Panti Asuhan dan masih melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman secara konvensional. Mikrokontroler arduino UNO dan sensor kelembaban tanah dinilai mampu membantu pekerjaan perawatan kebun dalam mengatur kadar air tanah. Oleh karena itu akan dilakukan pengabdian pada Panti Asuhan Al-Husna Kabupaten malang yang memiliki kebun sayur yang lumayan luas sehingga pengabdian ini bisa membantu perawatan. Pengabdian ini ditujukan untuk Mengetahui cara pemanfaatan mikrokontroler arduino dalam meningkatkan pertumbuhan kebun cabai. Mengetahui pengaruh beberapa level kadar air yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman cabai yang diatur secara presisi menggunakan mikrokontroler Arduino. Menentukan kadar air yang optimal pada pertumbuhan cabai. Diharapkan dari pengabdian ini bisa membantu kelayakan dan kualitas makanan pada Panti Asuhan Al-Husna Malang Kabupaten Malang.

Nur Wahyu Rahmadhany

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Gas Sulfur adalah salah satu polutan berbahaya bagi manusia. Akibat utama polutan (SO2) terhadap manusia adalah terjadinya iritasi pada sistem pernafasan. Terutama kesehatan bagi usia lanjut dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan dan kardiovaskular yang sangat sensitif jika kontak dengan (SO2). Sehingga pada penelitian ini perlu adanya sebuah rancang sistem monitoring kadar gas sulfur dioksida (SO2), suhu dan kelembaban pada ruangan. Sistem monitoring ini menggunakan sensor MQ-136 sebagai pendeteksi kadar gas sulfur dioksida (SO2) dengan satuan ppm dan sensor DHT11 sebagai pendeteksi suhu dan kelembapan pada ruangan. Hasil pembacaan kedua sensor tersebut akan diproses melalui Modul Wifi ESP32 dengan mempunyai output Aplikasi BLYNK dan Google Spreadsheet. Sementara output Exhaust Fan menyala sesuai dengan ketentuan Fuzzy Logic Mamdani.

Rahmawati, Putri Aulia; Dewi, Dhiannisa Muthi Ammara; Hanif, Muhammad Luthfi Fauzan

Jurnal Agrifoodtech 2024 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis edible film dan edible coating sebagai alternatif pengganti kemasan sintetis. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review untuk memilih data dari literatur yang tersedia. Data diambil dari berbagai sumber literatur yang ditemukan melalui situs web jurnal internasional seperti Sciencedirect, Google Scholar, PubMed, Wiley, dan Elsevier. Edible film dan edible coating merupakan lapisan makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang dapat dikonsumsi, berfungsi sebagai penghalang terhadap gas, kelembaban, melindungi produk makanan, dan memperpanjang umur simpan. Edible film dan edible coating dapat menggantikan bahan kimia sintetis yang berbahaya. Bahan pembuatannya dikelompokkan menjadi polisakarida, lipid, dan protein, dengan berbagai sifat yang berbeda-beda. Metode produksi meliputi solvent casting dan extrusion method untuk edible film, serta metode pencelupan dan penyemprotan untuk edible coating. Penerapannya beragam sebagai alternatif kemasan sintetis dalam industri pangan, mengurangi limbah plastik dan polusi global, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa edible film dan edible coating memiliki potensi besar sebagai pengganti kemasan sintetis.

Farhan Afif Ilmi; Dani Sasmoko; Iman Saufik Suasana; Sulartopo Sulartopo; Toni Wijanarko Adi Putra

Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Temperature and humidity are inseparable from server rooms. This is important because server rooms consist of computers that provide services 24 hours a day without stopping. After collecting all the supporting data, the author found that the temperature was too high and the humidity did not meet the standard, causing the computer to not function properly. The author finally created a tool that can monitor the temperature and humidity in the server room and applied it to the server room of Roemani Muhammadiyah Hospital in Semarang. The tool works by reading the temperature and humidity using a DHT22 sensor. After the data is read, the ESP32 will process the data, which will then be sent to a database and stored. The data can be viewed directly from anywhere. The tool not only monitors but also performs other functions, such as turning on the AC/fan when the temperature rises above the predetermined limit and sending notifications via Telegram to the staff so that they can take further action.This device will help the staff because all information about temperature and humidity will be recorded well, so the staff does not need to check the server room all the time.

Revaldy Alexandra Putra; Galang Akbar Fatoni; Muhammad Hanif Rifai; Erdin Wildan Ahsani; Rafli Devano Danendra

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Pengukuran jarak yang akurat merupakan komponen kunci dalam berbagai aplikasi teknologi termasuk robotika, sistem keselamatan, dan kontrol industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan pengukuran jarak benda menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 yang dikendalikan oleh mikrokontroler NodeMCU ESP8266. NodeMCU ESP8266 dipilih karena integrasi Wi-Fi yang memungkinkan data dikirim secara nirkabel ke server untuk analisis lebih lanjut. Metode penelitian ini meliputi pengujian sensor ultrasonik pada berbagai jarak dan kondisi lingkungan untuk mengetahui keakuratan dan konsistensi hasil pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi sensor ultrasonik menurun seiring dengan bertambahnya jarak pengukuran. Selain itu, kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan permukaan benda juga mempengaruhi keakuratan pengukuran. Oleh karena itu, diperlukan kalibrasi tambahan untuk memastikan ketepatan pengukuran dalam kondisi lingkungan yang bervariasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sensor ultrasonik berbasis NodeMCU 8266 dapat digunakan sebagai solusi yang efektif untuk aplikasi pengukuran jarak, namun kalibrasi dan penyesuaian diperlukan untuk menjamin keakuratan data pada berbagai kondisi. Hasil ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan sistem otomasi yang lebih cerdas dan responsif.