Publication Search

58,296 articles from 461 journals · 1,579 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Ummu Adila; Dendy Patrija W; Kresna Adhi Prahmana

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The SEBLAK program (Birth Certificate, Birth Registration, and Family Card) initiated by RS dr. Mohammad Zyn represents an innovation in digital-based civil registration services, aimed at improving efficiency, effectiveness, and transparency in public services related to population administration. This innovation integrates the processes of data collection, verification, and the issuance of administrative documents automatically through a digital system directly connected to the Department of Population and Civil Registration (Disdukcapil). Consequently, procedures for obtaining documents such as birth certificates and family cards can be carried out more quickly, easily, and without bureaucratic obstacles, while also providing more accurate and reliable data. The overall success of this program is supported by several key factors, including adequate technological infrastructure, continuous training for officers and the community, and effective socialization through various media and community forums. A qualitative approach was used to evaluate the implementation process and its impact on the community and hospital staff. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman (1994) model. The results indicate that the implementation of this digital system can significantly reduce the time and costs associated with document processing, improve data accuracy, and strengthen public trust in government services. Beyond operational aspects, the SEBLAK program also positively impacts increasing access to administrative services for communities in remote and hard-to-reach areas. This aligns with the goal of expanding digital services inclusively and reinforcing the role of hospitals as the initial point and center for civil registration services while enhancing community participation in fulfilling their administrative rights. However, challenges remain, including technical infrastructure limitations, a lack of sufficient training for human resources, and the need to improve data security capacity. Therefore, continuous capacity building for human resources and infrastructure development are crucial to ensure the sustainability and success of this program, which can serve as a model for innovative public services that other institutions in Indonesia can adopt.    

Febrian Evan Rafael; Marsianina Mega Cahaya; Zefanya Jopa Aurelius; Jadiaman Parhusip

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2024 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Penelitian ini menganalisis distribusi dan perubahan Total Fertility Rate (TFR) dan Infant Mortality Rate (IMR) di Kalimantan Tengah selama 2020-2025 berdasarkan data proyeksi SP2020. Hasilnya menunjukkan penurunan rata-rata TFR dari 2.29 menjadi 2.23, dan IMR dari 18.02 menjadi 15.91, mencerminkan keberhasilan program keluarga berencana dan layanan kesehatan. Variasi TFR antar kabupaten/kota relatif kecil, sementara IMR menunjukkan ketimpangan yang lebih besar, dengan beberapa wilayah seperti Kotawaringin Timur dan Barito Timur mencatat penurunan signifikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan layanan kesehatan di wilayah dengan IMR tinggi, penguatan program keluarga berencana, dan monitoring berbasis data untuk memastikan pemerataan pembangunan kesehatan.

Lala Arika; Yani Maulita; Magdalena Simanjuntak

Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi 2024 Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

Birth problems are one of the problems that have not been resolved in various regions, where an average mother gives birth to three to four children. The increase in population due to births will also affect various aspects of development, and pose a big risk to ensuring community welfare. For example, opportunities to obtain educational facilities, job opportunities, health insurance, housing and can increase opportunities for increasing poverty and crime. To find out which factors influence the birth of a baby, an association rule is needed to find out which factors influence the birth of a baby which can be seen from several criteria such as a woman who has a low level of education or a bachelor's degree, a woman who marries at an old age. , or women who marry underage, give birth naturally or surgically. Association rules are a data mining technique for determining the relationship between items in a set of data that has been determined. By determining min support 0.01, confidence 0.1 and 7 itemsets, the results obtained are 25 data items with varying min support and confidence with a maximum support x confidence result of 100%. By using the a priori method, 14 of the best rules were produced by producing the most up-to-date information.

Alvin Supriyan; Arif Budimansyah Purba; Wawan Kusdiawan; Cepi Indra Grahana; Rani Amalia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2024 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The critical period for the growth and development of infants can be referred to as a critical period. It is said that this critical period in infancy will be very detrimental to the environment around it and it is said that the future due to infancy is very short and cannot be repeated. Newborns are more susceptible to various diseases. Diseases in infants can be identified based on the symptoms that arise. This is caused by several factors including the lack of information about diseases in infants after birth that is known to the general public. Therefore, research is needed on diseases and symptoms that affect babies after birth. One alternative in order to find out the disease in the baby after birth can use an expert system. In building the system, the author uses the Backward Chaining method, uses the Waterfall system development method (SDLC) and the Object Oriented Approach (OOA). The result of this research is a web-based application that can later be accessed or used to make it easier for the public, especially parents of babies, to diagnose symptoms or diseases in babies after birth as early as possible.

Siti Arbainah; Ika Friscila; Aida Fitriani; Hartinah Hartinah

Jurnal Ilmu Kesehatan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Anemia pada ibu hamil juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta infeksi. Kurangnya zat besi pada ibu dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin atau bayi selama dan setelah kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi studi karakteristik pada kejadian anemia pada kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Kotabaru. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Kotabaru sebanyak 30 orang pada Oktober – Desember tahun 2023. menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan ceklist yang dianalisis secara univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa data terbanyak pada masing – masing karakteristik yaitu umur yang terbanyak pada berisiko 56,7%. Karakteristik paritas yang terbanyak pada kelompok multipara sebanyak 53,3%. Karakteristik usia kehamilan pada trimester 3 sebanyak 50% dan pekerjaan yang terbanyak responden pada IRT yaitu sebanyak 43,3%.

kurnia, noofi emma; W.Wahyuni; amalia faradilla rahim

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Conginetal Talipes Equinovarus (CTEV) merupakan deformitas kaki komplek pada bayi baru lahir, memiliki ciri-ciri kelainan bentuk tungkai pada cavus, adduct, varus dan equinus. Kondisi ini ditandai dengan keterbatasan LGS pada ankle, kontraktur jaringan pada sisi medial kaki, otot-otot eversi di sisi lateral kaki tidak seimbang, otot-otot betis tidak berkembang. Di Indonesia CTEV terjadi berkisar antara 0,76 hingga 3,49 kasus per 1000 kelahiran hidup 4,8 juta bayi per tahun 3.648 to 16.752 kasus baru Clubfoot di Indonesia per tahun. Pada anak dengan CTEV memiliki penyimpangan saat berjalan dan keseimbangan pada anak CTEV juga terganggu sehingga memperngaruhi gaya berjaan fungsional. Pengabdian masayarakat di Posyandu Angrek Bulan Joyosuran diikuti sebanyak 30 peserta, diberikan penyuluhan tentang Conginetal Talipes Equinovarus (CTEV) bertujuan agar masyarakat mampu mengenali tanda-tanda kaki pengkor/Conginetal Talipes Equinovarus (CTEV) pad anak dan apabila terdapat masyarakat yang memiliki anak dengan tanda-tanda kaki pengkor/Conginetal Talipes Equinovarus (CTEV) dan memberi latihan untuk menunjang keterbatasan anak dan mampu mencari pertolongan agar anak tidak semakin memburuk kondisinya. Adanya peningkatan wawasan dengan dibuktikannya peserta mampu menjawab post-test setalah di berikan materi oleh pemateri yang awalnya tidak mampu menjawab pre-tes. Dengan hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang diberikan oleh pemateri dapat mengalami peningkatan dan menambah wawasan pengetahuan orangtua balita peserta Posyandu Anggrek Bulan Joyosuran

Yuni Fitriani; Sri Tanjung Rejeki; Natiqotul Fatkhiyah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah (hemoglobin) kurang dari normal. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin/bayi saat kehamilan maupun setelahnya. Untuk mencegah anemia setiap ibu hamil diharapkan mendapatkan TTD minimal 90 Tablet selama kehamilan Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia dan kebutuhan zat besi pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 6 Maret 2023 di Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal dengan diikuti  sebanyak 30 ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pendidikan kesehatan. Hasil dari pengabdian adalah ibu hamil mengetahui tentang anemia dan bagaimana mencegah terjadinya anemia selama masa kehamilan

Nur Hikmatus Sobah

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

One of the benefits of the semiotic approach is being able to examine in more detail the communication conveyed by works of art. In the current digital era, works of art can take the form of photography, videography, and so on, where these works of art can provide meaning or representation of a communication message. One of the works of art in the form of videography is video clips. One example of a video clip is a song entitled "Perfect My Day" sung by Rey Mbayang, which used to be trending 1 on YouTube in the music category. The background of this video is Dinda Hauw's documentary film when she is going through the process leading up to childbirth, this makes the writer interested in analyzing Ferdinand De Saussure's semiotics because the writer also has personal experience in dealing with the birth process. In this research, the researcher uses Ferdinand De Saussure's semiotic analysis method and examines the signs that refer to the video clip for the song "Sempurnaka Hariku" sung by Rey Mbayang. These signs are data such as images and other visual elements, as well as other supporting data, which will be studied and interpreted in the form of words and language. The results of the research on the video clip for the song "Perfect my day" sung by Rey Mbayang has signifiers and signifieds. It can be analyzed that the overall meaning of the various signs in the semiotic analysis is an explanation that the video clip tells about the struggles of the process of giving birth to Rey Mbayang and Dinda Hauw's first child from the beginning of the process full of anxiety, resignation, and pain until after birth it changes with a feeling of emotion, relieved and happy also grateful to have been given the mandate and gift in the form of a son from Allah SWT. The sign is that in the process of struggling to give birth, there is the role of the husband and family which are very important to support the success of the process.

Sri Rahayu Hanafi; Harismayanti, Harismayanti; Ani Retni

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Pendahuluan: Masalah seksual pada ibu hamil trimester III merupakan masalah yang sering dikeluhkan disebabkan mitos-mitos di masyarakat mengenai hubungan seksual saat hamil seperti dapat menyebabkan kontraksi setelah seks, keguguran, kelahiran prematur, bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup selama orgasme dan infeksi pada. Tujuan: Untuk mengetahui masalah seksual pada ibu hamil trimester III. Metode Penelitian: Rancangan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 13 orang. Hasil Penelitian: Dimana dari 13 responden hanya 7 yang melakukan hubungan seksual saat hamil trimester III, sedangkan 6 lainnya sudah tidak melakukan. Dari 7 responden yang melakukan hubungan seksual, bukan karena memiliki pengetahuan mengenai manfaat berhubungan seksual disaat hamil trimester III namun karena kewajiban sebagai istri. Kesimpulan: Hasil penelitian ini ada hubungan antara faktor psikologis dengan fungsi seksual serta pengetahuan ibu hamil trimester III sangatlah minim. Saran: untuk ibu hamil agar lebih terbuka akan masalah yang terjadi selama kehamilan, atau dapat bertanya informasi dari petugas kesehatan terkait dengan seksualitas selama masa kehamilan    

Mariani, Mariani

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kondisi kehamilan yang disertai dengan kecemasan akan berdampak terhadap menurunnya imunitas tubuh ibu hamil. Masa new normal  merupakan salah satu factor yang dapat menimbulkan stress pada ibu hamil, hal ini disebabkan karena ibu hamil dan janinnya merupakan populasi yang memiliki beresiko tinggi terhadap penularan Covid-19 di masyarakat. Kesehatan psikososial Ibu saat hamil sangat menentukan kesehatannya saat persalinan, bayi baru lahir, dan masa nifas. Ibu yang mengalami stres saat kehamilan dapat berakibat pada janin yang dikandungnya, dimana janin akan mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir dan bisa meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur. Sehingga, identifikasi ibu hamil yang berisiko tinggi terhadap kecemasan yang terjadi pada saat masa new normal menjadi penting agar tenaga kesehatan dapat menyarankan intervensi psikologis dini dan pencegahan beberapa komplikasi terkait stres pada kehamilan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu menurunkan kecemasan dan stress ibu hamil melalui penerapan manajemen Stres Non Farmakologis Pada Ibu Hamil di Desa Wangkal Wilayah Puskesmas Wangkal Probolinggo. Metode yang digunakan yaitu berupa pendidikan kesehatan yang laksanakan dengan 1 mitra yaitu Desa Wangkal wilayah Puskesmas Wangkal Kecematan Gading Kabupaten Probolinggo. Indikator keberhasilan program kemitraan masyarakat ini yaitu adanya peningkatan pemahaman dan peran serta masyarakat (ibu hamil) dalam penerapan manajemen non farmakologis sehingga ibu hamil dapat menjaga Kesehatan psikososialnya dengan baik agar ibu dan janinnya dapat tumbuh dan perkembang dengan baik serta lahir  sehat dan selamat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu sebelum diberikan Pendidikan kesehatan 51% peserta belum memahami tentang penerapan manajemen non farmakologis pada ibu hamil. Setelah diberikan pendidikan kesehatan 97% peserta mengerti dan memahami tentang pentingnya penerapan manajemen non farmakologis pada ibu hamil. Diharapakan ibu hamil dapat melakukan manajemen stress secara mandiri sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stress yang dialami ibu selama kehamilan.   Kata Kunci : Manajemen Stres non Farmakologis, Ibu Hamil

Nur Susilahayati; Lisa P U. Damanik; Juliana Munthe; Plora Sinaga

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang :  Saat ini status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan, ditandai dengan masih tingginya angka kematian bayi (AKB). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan AKN sebesar 15 per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan AKABA 32 per 1.000 kelahiran hidup. Pada masa neonatal (0-28 hari) terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim dan terjadi pematangan organ hampir pada semua sistem. Ikterus yang ditemukan pada bayi baru lahir dapat merupakan suatu gejala fisiologis (terdapat 25-50% neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada neonatus kurang bulan). bayi yang mendapat ASI penyebab terjadinya ikterus berhubungan dengan proses pemberian minum ASI yang tidak adekuat dan buruknya pemasukan cairan yang menyebabkan tertundanya pengeluaran mekonium pada neonatus, hal tersebut akan meningkatkan sirkulasi enterohepatik Metode : Jenis penelitian yang  dilakukan adalah survei analitik. desain penelitian cross sectional.  Dengan menggunakanan analisa dara chi square. Hasil :  Hasil analisa statistik menggunakan uji chi-square menghasilkan nilai p value = 0,000. Sehingga didapatkan bahwa p < 0,05 Kesimpulan :  artinya Ha diterima atau terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir 0-7 hari di Desa Baru Titi Besi Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021.

Dian Roshanti; Eriton , Eriton

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Abstrak. Angka kematian ibu dan Bayi di Kabupaten Banyuwangi cukup memprihatinkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mencatat tahun 2021 angka kematian Ibu dan Bayi melonjak cukup tinggi sebanyak 47 kasus dikarenakan banyaknya ibu hamil yang meninggal karena terpapar virus covid-19, tahun 2020 berhasil ditekan menjadi 19 kasus, sebelumnya tahun 2019 berada pada angka 33 kasus per 1000 kelahiran hidup. Masalah ini menjadi perhatian penting Pemerintah Kabupaten Banyuwangi namun program OSOC ini menghilang begitu saja. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab hilangnya program OSOC ini di Banyuwangi. Dengan membangun pola pikir bernalar kritis milik Jurgen Habermas  agar mampu menyampaikan argumentasi secara komunikatif untuk menyajikan kesepakatan bersama atas fakta yang terjadi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan wawancara dan studi literatur. Didapatkan hasil analisis yaitu Pertama pembatasan berskala besar membuat setiap aktivitas masyarakat termasuk proses pendampingan Ibu Hamil yang selama ini menggunakan metode tatap muka harus juga di batasi. Kedua, pendampingan menjadi tidak maksimal karena ketidakjelasan pembagian wilayah sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pendamping dan ibu hamil. Ketiga tidak adanya anggaran yang jelas dari pemerintah untuk proses pendampingan sehingga dirasa sangat memberatkan mahasiswa. Keempat, yang terpenting lagi yaitu program OSOC ini belum memiliki kebijakan publik yang jelas dan tertulis serta terarah.

Lince Karlina Wati; Putri Malini Sibarani; Marantika Marantika; Maya Sari Sargih; Roy Saputra Berutu +1 more

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa angka kematian bayi sebagian besar disebabkan oleh asfiksia (20-60%), infeksi (25-30%), bayi dengan berat lahir rendah (25-30%), dan trauma persalinan (5-10%). Indonesia merupakan negara dengan AKB dengan asfiksia tertinggi kelima untuk negara ASEAN pada tahun 2011 yaitu 35 kematian per 1000 kelahiran. angka kematian bayi (AKB) di indonesia adalah 32/1000 kelahiran hidup dan kematian neonatal 19/1000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian adalah Memberikan Asuhan kebidanan Bayi Baru Lahir pada By. S Dengan Asfiksia sedang Di Rumah Sakit Mitra Sejati kota Medan Tahun 2020 dengan menggunakan 7 langkah varney. Jenis penelitian ini adalah penelitan deskriptif. Subjek penelitian adalah By Ny. S dengan Asfiksia Sedang. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Mitra Sejati dilakukan dari bulan Maret pada tanggal 27 maret- 29 maret 2020. Hasil penelitian ini adalah tidak terdapat kesenjangan teori dan praktek. Setelah di berikan KIE dan tindakan yang benar masalah asfiksia sedang pada bayi yang di alami dapat teratasi dan keadaan pasien menjadi lebih baik. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan mutu pelayan bayi baru lahir dengan asfiksia sedang yang komprehensip untuk mencegah komplikasi ataupun kelainan pada bayi.