SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Citra Berlianta Situmeang, Samsinar; Friska Sembiring; Mardiati Barus

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Keluarga yang menunggu pasien di ruang ICU dapat mengalami kecemasan, hal ini disebabkan karena menunggu anggota keluarga yang sedang mengalami perawatan kritis merupakan salah satu faktor kecemasan keluarga pasien dirawat di ruang intensive. Kelcelmasan melrulpakan sulatul keladaan pikiran dimana selselorang melrasakan keltakultan yang telruls-melnelruls dan belrlelbihan selrta sullit dikelndalikan selhingga dapat belrdampak bulrulk dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk Melngidelntifikasi Gambaran Kelcelmasan Kellularga Pasieln Di Rulang Intelnsivel Carel Ulnit (ICUl) Rulmah Sakit Santa Ellisabelth Meldan Tahuln 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskritif menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan tehnik purporsive sampling dengan kriteria inklusi, didapatkan jumlah sampel 96 responden di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner ZSAS (Zulng Sellf-Rating Axielty Scalel). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kecemasan berdasarkan kategori kecemasan paling tinggi adalah kecemasan sedang sebanyak 58 responden (60.4%), kecemasan berat sebanyak 22 responden (22.9%) dan kecemasan ringan sebanyak 16 responden (16.7%). Simpulan ini adalah peran keluarga terhadap pasien menjadi berkurang karena tidak banyak terlibat dalam perawatan pasif dan tidak dapat mendampingi pasien di ruang ICU setiap saat, sehingga keluarga akan mengalami kecemasan. Kecemasan ini disebabkan karena ketakutan keluarga yang dipengaruhi oleh terpisahnya secara fisik dengan anggota keluarga, takut akan kematian, biaya  perawatan, keadaan pasien makin memburuk/ngedrop, atau kecatatan tubuh yang disebabkan banyak terpasang alat.

Satya Candra Bhuwana

Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

OSCE is an exam with an assessment based on the skills (performance) observed when performing various clinical skills. The OSCE procedure is more emphasized on clinical skills that must be mastered by students to take action on their patients. However, unfortunately OSCE is a high enough stressor in causing anxiety. The OSCE has more stressors than other types of exams. This happens because of the large amount of material that must be mastered and the limited duration of the exam. In addition, the atmosphere during the exam, such as the examiner observing the students directly, causes anxiety. Anxiety that arose during the OSCE exam in medical students turned out to have a significant effect. However, there are not many studies that delve deeply into what causes it. So that the solution related to the problem of anxiety cannot be carried out optimally. The objective of this study was to explore the causes and ways to overcome anxiety in students of the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara during the OSCE. This research was conducted from January-July 2022. It was quantitative research with cross-sectional data collection. The research sample was students of the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, Class of 2019 (n = 200). Anxiety assessment was determined using the Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) questionnaire, and researchers develop a questionnaire to evaluate the factors that influence students’ anxiety and coping mechanism. A total of 197 out of 200 respondents (98.5%) had anxiety while attending the OSCE. Anxiety was dominated by a mild level of anxiety, about 86 people (43.0%). External factors affect 118 people (59%) and are the factors that dominate the causes of anxiety for students that took part in OSCE. The biggest etiology of anxiety for students who took part in OSCE is the processing time as many as 42 people (21%), too many materials 41 people (20.5%), not focusing/forgetting as many as 39 people (19.5%). OSCE merupakan ujian dengan penilaian berdasarkan keterampilan (performa) yang diobservasi saat melakukan berbagai keterampilan klinik. Prosedur OSCE lebih ditekankan pada keterampilan klinis yang harus dikuasai oleh mahasiswa untuk melakukan tindakan terhadap pasiennya. Namun, sayangnya OSCE merupakan stressor yang cukup tinggi dalam menimbulkan kecemasan. OSCE memiliki stressor yang lebih dibandingkan dengan jenis ujian lainnya. Hal tersebut terjadi karena banyaknya materi yang harus dikuasai serta sempitnya durasi waktu ujian. Selain itu suasana saat ujian, seperti adanya penguji yang mengamati mahasiswa secara langsung, menyebabkan timbulnya kecemasan. Kecemasan yang muncul saat ujian OSCE pada mahasiswa kedokteran ternyata menimbulkan efek yang signifikan. Namun tidak banyak penelitian yang menggali secara mendalam mengenai apa penyebabnya, sehingga solusi terkait permasalahan kecemasan tersebut tidak dapat dilakukan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab dan cara mengatasi kecemasan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada saat OSCE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2022 dan merupakan penelitian kuantitatif dengan pengambilan data secara cross-sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2019 (n = 200). Penilaian kecemasan ditentukan dengan menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) dan kuesioner yang disusun utnuk menilai faktor penyebab dan cara mengatasi kecemasan. Sebanyak 197 dari 200 responden (98,5%) memiliki kecemasan saat mengikuti OSCE. Kecemasan didominasi dengan tingkat kecemasan ringan yaitu 86 orang (43,0%). Faktor eksternal mempengaruhi 118 orang (59%) dan merupakan faktor yang mendominasi penyebab kecemasan mahasiswa yang mengikuti OSCE. Penyebab terbanyak kecemasan mahasiswa yang mengikuti OSCE adalah waktu pengerjaan sebanyak 42 orang (21%), materi ujian terlalu banyak 41 orang (20,5%), tidak ocus/lupa sebanyak 39 orang (19,5%).  

Lussy Putri Khadijah

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stres dan kecemasan adalah masalah psikologis yang umum ditemukan di masyarakat. Terapi musik adalah metode pengobatan yang menggunakan musik sebagai alat untuk mengurangi stres dan kecemasan. Beberapa teori telah diajukan sebagai dasar penggunaan terapi musik, seperti teori Gestalt dan teori kognitif-behavioral, yang menjelaskan bahwa terapi musik dapat membantu meredakan kecemasan dan stres dengan memanipulasi persepsi individu terhadap lingkungan sekitarnya dan mengubah pola pikir individu melalui pengalaman mendengarkan musik yang menenangkan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan terapi musik efektif mengurangi stres dan kecemasan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Abdul Gofir pada tahun 2017-2021 menemukan bahwa terapi musik berhasil menurunkan tekanan darah pada pasien stroke. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan efektivitas terapi musik secara lebih empiris dan memperjelas mekanisme yang terlibat dalam pengurangan stres dan kecemasan yang dilakukan oleh terapi musik. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya terapi musik sebagai alternatif pengobatan yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan serta perlunya lebih banyak penelitian untuk meningkatkan pemahaman tentang efektivitas dan mekanisme terapi musik.  

Khusniyati M, Nia; Roni, Yunisman

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2023 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Covid-19 rentan menyerang orang yang sudah berada di usia tua karena imunitas tubuh sudah berkurang. Fakta inilah yang kemudian menjadikan lansia rawan mengalami kecemasan. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah kecemasan pada lansia yaitu dibutuhkan teknik relaksasi otot progresif. Teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi alternatif yang mudah dan mampu menurunkan stress serta menurunkan kecemasan pasien, sehingga teknik relaksasi ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan dalam menangani masalah stress dimasa pandemic COVID-19. metode penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel (kontrol dan eksperimen) lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru dan menggunakan kuesioner CPDI 24. Analisa data menggunakan uji statistik t-test dengan derajat kepercayaan (? = 0,05) yang diolah melalui program SPSS. Hasil penelitian didapatkan p-value0,000 < 0,005, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap kecemasan lansia pada saat melakukan vaksinasi

Rendiansyah Taha; Firmawati Firmawati; Harismayanti Harismayanti

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pasien yang menjalani Hemodialisa mengalami masalah fisik dan psikologi. Salah satu masalah psikologi yang timbul yakni kecemasan. Kecemasan yang timbul tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk pada kualitas hidup seseorang. Salah satu terapi non farmakologi yang efektif dapat mengatasi kecemasan yakni terapi murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektivitas Terapi Spiritual Murotal Al-Qur’an dan terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien Hemodialisa. Metode penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian Quasy Experimental dengan rancangan Pretest-Postest With  Two Group Design. Jumlah populasi dalam penelitian sebanyak 30 responden yaitu 15 kelompok murottal Al-Qur’an dan 15 kelompok Dzikir. Hasil penelitian didapatkan skor kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir dengan masing-masing nilai p-value = < 0,000. Terapi mendengarkan murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir secara statistik sama-sama mampu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara terapi murottal Al-Qur’an dan Terapi Dzikir. Akan tetapi secara klinis terapi dzikir lebih efektif dibandingkan terapi murottal Al-Qur’an. Maka dapat di simpulkan terdapat efektivitas terapi spiritual murottal Al-Qur’an dan terapi Dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini di harapkan dapat menjadikan sebagai salah satu referensi terapi non farmakologi kepada pasien kecemasan yang menjalani terapi Hemodialisa.    

Safitriyanti Samarang; Sabirin B Syukur; Fadli Syamsuddin

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Suasana yang serba cepat dan aktivitas ICU yang sibuk menyebabkan keluarga mengalami masalah kecemasan. Dampak dari berbagai aspek memanjangnya lama rawat atau / average length of stay (AVLOS) seperti dalam bentuk medis dan ekonomi yang dapat memberikan kerugian baik untuk rumah sakit, pasien maupun keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui Hubungan Average Length Of Stay (AvLOS) Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Di Ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Otanaha. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 22 orang diambil dengan menggunakan teknik sampling yaitu accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lama rawat responden berada pada kategori lama rawat panjang ≥ 5 hari sejumlah 15 orang atau sebesar (68.2%) serta tingkatan kecemasan sedang sejumlah 10 orang atau sebesar (45.5%). Terdapat Hubungan AvLOS (Average Length Of Stay / Rata-rata Lama Rawat) dengan Kecemasan Keluarga di RSUD Otanaha dengan nilai  p value = 0.03  < 0.05). Disimpulkan bahwa lama rawat berhubungan erat dengan kejadian kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien dalam masa perawat pasien dirumah sakit. Saran Perawat dapat mencegah terjadinya kecemasan keluarga dengan meningkatkan komunikasi efektif pada pasien serta keluarga pasien.

Intan Umar; Hamna Vonny Lasanuddin; Firmawati Firmawati

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Menua pada lanjut usia adalah suatu proses dimana setiap Manusia akan mengalami kemunduran baik fingsional dan struktur tubuh. Perubahan fisik yang terjadi pada lansia berdampak pada kemandirian lansia dimana Kemandirian dapat mempengaruhi perubahan situasi kehidupan, aturan sosial, usia dan penyakit. Lansia akan berangsur-angsur mengalami keterbatasan dalam kemampuan fisik dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit kronis serta mengganggu emosional hingga dapat mengalami kecemasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Kemandirian Dengan Tingkat Kecamasan Pada Lansia. Desain penelitian menggunakan descriptif correlation dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 47 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan Kemandirian kategori Mandiri dengan tingkat kecemasan normal 9 responden (20,9%), ringan 6 responden (14,0%), sedang 7 responden (16,3%), dan tidak memiliki kecemasan berat. Sedangkan Kemandirian kategori Ketergantungan dengan tingkat kecemasan normal 1 responden (2,3%), ringan 8 responden (18,6%), sedang 10 responden (23,3%), serta berat 2 responden (4,7%). Hasil analisis menggunakan uji chi square dengan nilai p value=0,027 (<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan Kemandirian dengan tingkat kecamasan pada lansia. Sehingga di anjurkan bagi lansia untuk bisa mengurangi beban pikiran dalam diri meskipun dalam kondisi mandiri maupun ketergantungan agar tidak dapat mempengaruhi tingkat kecemasan.    

Urafidah, Sifa; Eppy Setiyowati; Ananda Yulistiya Kartini; Sitti Lathifatul Isniah; Riska Puspita Rahmawati +2 more

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Seiring bertambahnya usia seseorang, kondisi fisiknya akan memburuk. Kecemasan dapat mengakibatkan perubahan pada kondisi fisik dan psikis. Tujuan Penelitiaan ini bertujuan menganalisis suatu hubungan antara resilience terhadap anxiety pada lansia dengan diabetes mellitus. Metode penelitian menerapkan desain cross sectional. Populasi penelitian ialah lansia di Desa Klurak, Candi, Sidoarjo. Dengan menggunakan metode total sampling, jumlah sampel sebesar 33 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket Connor and Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dengan 5 indikator untuk mengukur resilience dan kuesioner  Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dengan 14 indikator penilaian untuk mengukur kecemasan. Hasil penelitian uji statistik p-value 0,018 dengan menggunakan uji Spearman, artinya terdapat hubungan signifikan antara resilience terhadap anxiety pada lansia dengan diabetes mellitus. Kesimpulan, semakin baik resilience yang dimiliki oleh lansia dengan diabetes mellitus maka kecemasan akan semakin berkurang, begitu pula sebaliknya. Saran yang diharapkan kepada peneliti selanjutnya yaitu dapat melakukan penelitian yang lebih intensif pada lansia dengan jumlah sampel yang lebih besar, yang akan memperoleh hasil lebih signifikan dan dapat menjadi acuan teori dimasa mendatang

Windarti Rumaolat; Idham Soamole

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang; Dunia saat ini tengah waspada dengan penyebaran sebuah virus yang dikenal dengan virus corona muncul dan menyerang manusia  dampak penyebaran virus corona menyebabkan banyak masyarakat yang mengalami kecemasan. Tujuan; mengeksplorasi Pengalaman kecemasan masyarakat pada masa pandemi COVID-19. Metode; Menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomonologi, dengan 5 orang partisipan, teknik penentuan sampel secara Snowball Sampling, pengelolaan dan Analisis data menggunakan Interpertasi Phenomenological Analysis (IPA). Hasil; ditemukan  2 tema besar, yaitu: pengalaman kecemasan yang dirasakan, dan gangguan sosial ekonomi. Pembahasan; Mayoritas responden menyatakan pengalaman dan tingkat kecemasan dalam menghadapi Covid-19 yaitu jika mereka kehilangan pekerjaan dan gangguan sosial ekonomi  karena sebagian besar masyarakat banyak yang tidak lagi bekerja atau berdagang. Kesimpulan; Sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan dalam menghadapi pandemic covid-19 dalam hal ini responden cemas akan kehilangan pekerjaan.  

Hermayani Hermayani; Maria Kurnyata; Ferly Yacoline; Hasniati Hasniati; Maria Kurni Menga +1 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang: Masa pandemi COVID-19 menimbulkan dampak negatif dalam kesehatan mental salah satunya kecemasan, pasien dengan GGK yang menjalani hemodialisis (HD), cenderung mengalami kecemasan karena pengobatan HD di rumah sakit yang tidak bisa dihindarkan membuat pasien HD lebih berisiko tertular COVID-19. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di masa pandemi COVID-19 di RS Bhayangkaran dan RSUD Labuang Baji Makassar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik. Responden berjumlah 45 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ZSAS (Zung Self-rating Anxiety Scale) yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dalam penelitian ini terbanyak mengalami kecemasan ringan sebanyak 35 responden (78%), terkecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 10 responden (22%) dan tidak ada (0%) responden yang mengalami kecemasan berat.Simpulan: Diharapkan perawat di unit HD lebih memperhatikan intervensi untuk menurunkan kecemasan terutama di masa pandemi COVID-19.    

Mirdat Hitiyaut; Ernawati Hatuwe; Merci Grisen Latuihamallo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Lansia merupakan istilah bagi individu yang telah memasuki periode dewasa akhir. Menua merupakan suatu proses alami yang dihadapi manusia, tahap yang paling krusial adalah terjadi penurunan fungsi atau perubahan pada aspek biologis, aspek psikologi, aspek sosial budaya dan aspek spiritual yang berpotensi memunculkan masalah kesehatan, dimana salah satunya adalah terjadinya kecemasan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik rohani Kristen terhadap tingkat kecemasan lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Dengan desain penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Pretest and Posttest Nonequivalent Control Group. Tekhnik sampling total sampling didapatkan 30 responden penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan dan sop musik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon didapatkan Pada Kelompok Kontrol didapatkan nilai p-value sebesar 0,115 atau p > 0,05 menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara tingkat kecemasan pada Pre Test dan Post Test Pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 atau p-value 0,005 ini menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan. Hasil penelitian dengan uji Mann Whitney nilai rata-rata didapatkan p = 0,000 atau p < 0,05 menunjukan ada pengaruh. Kesimpulan didapatkan ada pengaruh terapi musik rohani kristen terhadap penurunan tingkat kecemasan lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Inakaka Provinsi Maluku.