Publication Search

67,356 articles from 564 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 33

Analytics

Wilsna Rupilu; Agusta Amanda Wulandari

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal (sumber daya manusia, modal usaha, dan kualitas produk) serta faktor eksternal (harga dan lokasi) terhadap keberhasilan usaha UMKM milik women Generasi Z di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Populasi penelitian terdiri dari seluruh UMKM di Kota Kupang, dengan sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling kuota, yang terdiri dari 10 responden dari masing-masing 6 kecamatan di Kota Kupang. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS. Validasi dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia, modal usaha, dan kualitas produk memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kesuksesan usaha UMKM milik perempuan Generasi Z di Kota Kupang. Sementara itu, harga memiliki efek yang signifikan namun negatif, artinya ketidakakuratan dalam penetapan harga dapat mengurangi minat beli konsumen. Di sisi lain, lokasi usaha tidak memiliki efek yang signifikan, yang menunjukkan bahwa peran lokasi semakin berkurang seiring dengan perkembangan pemasaran digital.

Evi Gustia Kesuma; Yunita Yunita; Yunita Lestari

Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Adolescent reproductive health is a crucial aspect in creating a physically, mentally, and socially healthy generation. Adolescence is a critical phase in individual development marked by biological, psychological, and social changes, requiring special attention, particularly regarding understanding reproductive health. Unfortunately, many adolescents still have limited knowledge in this area, which can increase the risk of risky behavior, unwanted pregnancy, and sexually transmitted infections. In this context, families play a crucial role as the primary source of education, supervision, and emotional and moral support. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of adolescent reproductive health among families in Uma Sima Village, Sumbawa District. The methods used included interactive counseling, group discussions, and the distribution of educational media in the form of leaflets to families with adolescent children. The activity was conducted over two days and was attended by 30 families. To measure the effectiveness of the activity, pre- and post-tests were conducted to assess the increase in participants' knowledge before and after the activity. The results of the activity showed a significant increase in families' understanding of adolescent reproductive health issues. This was evident in the increase in the average post-test score compared to the pre-test. Furthermore, participants demonstrated high enthusiasm in participating in the activities, actively participating in discussions, and expressing their readiness to provide education to their children at home. In conclusion, this activity was effective in increasing family knowledge and demonstrating the importance of the family's role in preventing adolescent reproductive health issues. It is hoped that similar activities can be conducted on an ongoing basis to create a supportive, open, and communicative family environment that supports adolescent growth and development.

Meutia Larasati; Warsani Purnama Sari; Aditya Amanda Pane

Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Perpajakan 2025 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to examine the influence of accountability in village fund allocation, transparency in village governance, and community participation on village development in Jati Kesuma Village, Namorambe Subdistrict, Deli Serdang Regency. The research employed a quantitative approach with a total of 90 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that all three independent variables—accountability, transparency, and community participation—have a positive and significant effect on village development, both partially and simultaneously. Among them, community participation was found to have the most substantial contribution. These findings highlight the importance of good governance practices in village financial management, particularly in promoting participatory development and transparency to enhance sustainable rural development.    

Lenny, Lenny Kesuma

Innovation, Theory & Practice Management Journal 2025 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat dengan kualitas pelayanan administrasi terpadu kecamatan sebagai variabel intervening (Studi pada Pelayanan e-KTP di Kantor Camat Cepu Kabupaten Blora). Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang melakukan perekaman e-KTP di Kecamatan Cepu. Sampel penelitian ini adalah 100 responden yang melakukan perekaman e-KTP. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel fasilitas pelayanan terhadap kualitas pelayanan. Terdapat pengaruh kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan. Besaran Ada pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. Terdapat pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat. Ada pengaruh fasilitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat.

Rumada, Walena; Pieter Sammy Soselisa; Waisapy, Jeanly

Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study aims to examine the accountability of public services in Kildor Administrative Village, Kesuy Watubela District, East Seram Regency. The research uses a qualitative approach, with a total of 10 informants selected through purposive sampling. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The findings indicate that public service accountability in Kildor Administrative Village has been implemented effectively, analyzing and describing the service process as well as the supporting and inhibiting factors. The supporting factors include the enthusiasm and mutual encouragement among employees, conducting coordination meetings or evaluations, and fostering awareness of serving the community with sincerity and integrity. On the other hand, the inhibiting factors involve the lack of human resources and inadequate infrastructure and facilities.

Puji Santoso; Bukman Lian; Nila Kesumawati

Jurnal Pendidikan Dirgantara 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

This study aims to analyze in depth the principal’s policies in improving teacher performance at public junior high schools (SMP Negeri) in Keluang District, Musi Banyuasin Regency. The principal plays a strategic role as an educational leader who is responsible for directing, guiding, and developing human resources—particularly teachers—so that they can perform professionally in accordance with the demands of the Merdeka Curriculum. This research employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as in-depth interviews, direct observation, and document analysis. The research subjects include principals, teachers, and school supervisors. The findings reveal that the principal’s policies to improve teacher performance are implemented through four main strategies. First, enhancing teacher competence through training, workshops, academic supervision, and continuous professional development activities. Second, implementing reward and sanction systems to foster motivation and discipline among teachers. Third, building a collaborative work culture through subject teacher discussions (MGMP), regular meetings, and reflective teaching activities. Fourth, strengthening participatory leadership by involving teachers in school planning and evaluation processes. These policies have proven effective in improving teachers’ sense of responsibility, creativity, and instructional innovation. Thus, the principal’s role as a transformational leader is crucial in creating a conducive work environment and fostering efforts to improve the quality of education at the junior secondary school level.

Muhamad Yunus

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2025 CV. Aksara Global Akademia

Guru sebagai fasilitator peserta didik harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalamn melakukan analisis butir soal. Identifikasi terhadap setiap butir item soal dilakukan dengan harapan akan menghasilkan berbagai informasi berharga yang pada dasarnya akan menjadi umpan balik guna melakukan perbaikan, pembenahan, dan penyempurnaan terhadap butir soal. MTs Jihadul Ummah  sebagai mana diketahui bahwa banyak tenaga pendidikanya yang tidak memiliki kompetensin menganalisis butir soal. Instrumen yang digunakan tenaga pendidik masih didominasi dari buku. Hal tersebut menunjukkan bahwa guru belum mengetahui kualitas tes yang digunakan sehingga diperlukan peningkatan kompetensi guru melaui pelatihan analisis butir soal.  Analisis butir soal yang diberikan berupa analisis butir soal dengan menggunakan program Iteman. Guru sebagai objek pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan mampu menyusun butir soal yang memiliki tingkat kesukaran, daya pembeda serta fungsi distraktor yang baik. Butir soal soal yang sudah dilakukan analisis akan dikumpulkan menjadi satu kemudian akan dibentuk menjadi bank. Pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan diantaranya (1) tahap pelatihan program yang akan di isi dengan pemahan konsep dari setiap bentuk analisis. (2) Tahap pendampingan analisis butir soal bagi peserta. (3) Tahap implementasi program yang dilaksanakan melalui uji coba hasil analisis butir soal kepada peserta didik di masing-masing mitra. Luaran yang diperoleh dari Program Kemitraan Masyarakat ini adalah berupa bank soal, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan pembuatan dan pengembangan butir soal yang lebih berkualitas.

Vina Aulia; Angelina Sipayung; Ramadhan Fitriani; Muhammad Ridha Syafii Damanik; Syukrie Hidayat

Jurnal Inovasi Pendidikan 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This research aims to examine in more depth the business journey, challenges and strategies for developing the local chips business in Sugiharjo Village, Batang Kuis District, Deli Serdang Regency. The local chips business is a popular economic choice because of the easy availability of raw materials and stable market demand. This research uses qualitative methods with a field observation approach and structured interviews. The research results show that despite facing various challenges such as limited capital and fluctuations in raw material prices, this chips business was able to develop thanks to innovation in the production process and digital marketing strategies. This research concludes that the success of a local chips business depends on technological adaptation, appropriate marketing strategies, and efficient resource management. It is hoped that these findings can contribute to local culinary MSMEs in facing challenges and developing their businesses.

Syah, Ardi Firman; Satato, Yuniarto Rahmad

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2024 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Dalam mengembangkan sebuah bisnis, penting untuk memiliki manajemen keuangan yang efektif. Namun, masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan dengan baik. Praktik manajemen keuangan merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kegagalan bisnis skala kecil dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik pengelolaan keuangan yang diterapkan oleh industri Tempe Bima Sakti Raya Suruhan Di Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa manajemen keuangan di usaha tempe masih belum sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan, pencatatan (kadang-kadang tercatat dan kadang-kadang tidak), pelaporan (hanya melaporkan hasil pemasukan dan pengeluaran secara manual), dan pengendalian, para pengelola usaha tempe merasa percaya diri dengan pengetahuan yang mereka miliki, meskipun terbatas, dan merasa tidak perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang laporan keuangan

Yunita Trimarsiah; Dian Sri Agustina; Taufik Sobri; Fatimah Kesuma Astuti; Satria Novari +2 more

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2024 CV. Aksara Global Akademia

Pelatihan Desain dan Digital Marketing ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh mahasiswa Universitas Mahakarya Asia Baturaja di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya anggota Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan Karang Taruna Desa Pusar, dalam memasarkan objek wisata Kubang Naga melalui media sosial, khususnya Instagram. Pelatihan mencakup pengajaran pembuatan desain promosi yang menarik menggunakan aplikasi desain grafis seperti Canva, serta pengeditan foto dan video menggunakan aplikasi Lightroom dan CapCut. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai strategi digital marketing untuk mempromosikan objek wisata secara efektif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta dapat membuat desain promosi yang menarik, memahami pentingnya digital marketing dalam meningkatkan kunjungan wisata, serta lebih aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan objek wisata. Dengan pelatihan ini, diharapkan Desa Pusar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisata Kubang Naga, melalui pemanfaatan desain grafis dan pemasaran digital yang lebih efisien.

Fita Chusnaya; Luluk Witanti; Khoerul Amin; Adhi Adhani Rizal Ghozali Yatmeidhy; Faisal Nur Faiz +7 more

Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Indonesia as a country that has many tribes has a culture with the uniqueness of each region. One culture that is still very thick is Javanese culture. Ketoprak as one of the Javanese cultures in the form of drama performances is still often held. Panji Anom is one of the Kutuk Village Ketoprak groups that still preserves the art of Ketoprak by organizing Ketoprak performances when commemorating certain days. As a village that is still thick with culture, Kutuk Village through Ketoprak Panji Anom tries to preserve Javanese culture. Along with the times, traditional culture such as Ketoprak has begun to be unfamiliar among the younger generation. The use of language and storylines that are difficult for the younger generation to understand make Ketoprak no longer relevant as entertainment for young people. The existence of Ketoprak art began to recede among the younger generation, for this reason Ketoprak Panji Anom through creation tried to revive the art of Ketoprak among the younger generation. Ketoprak art, apart from being entertainment, also holds a lot of learning and Javanese advice which is filled with philosophical values.

Jeanne Fransisca Bokko; Abedneigo.C. Rambulangi; Mey.E. Limbongan

Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

This research aims to answer the questions (1) How is the promotion and promotion strategy carried out by Rumah Makan Soponyono? (2) How to retain customers? This study used descriptive qualitative method. Data was collected by means of observation, interviews and documentation with business owners, employees and customers of Soponyono Restaurant. The results obtained from this research are the Promotion Strategy for Soponyono Restaurant using promotional media using social media, namely WhatsApp and how to retain customers by exchanging good, polite and friendly messages towards customers and convincing customers that at Soponyono Restaurant the food and drink menus are delicious. , delicious and comfortable place.

Ayu Puspitasari, Davita Dyah; Novita, Anggie; Faristiana, Andhita Risko

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2023 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

STRATEGI DAKWAH BIL HAL BERBAGI SAYUR GRATIS OLEH PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI WINONGO DI KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR Anggie Novita, Davita Dyah Ayu Puspitasari, Andhita Risko Faristiana Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email : anggienovita8523@gmail.com, ayup1178@gmail.com, andhitarisko@iainponorogo.ac.id   ABSTRAK Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Dakwah bil Hal merupakan jalan yang baik karena dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Seperti kegiatan berbagi sayur gratis oleh perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Winongo. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023.   ABSTRACT In keeping with the social shifts during the current reform period, where oral speech sometimes amounted to little more than lipstick lipstick decoration because there was no concrete evidence, therefore, da'wah needs to be done with positive examples to support the reform process. Da'wah bil Hal is a good way because da'wah bil-hal covers all matters related to human needs, especially those related to material, physical, and economic needs. Such as free vegetable sharing activities by the Persaudaraan Setia Hati Winongo pencak silat college. The technique of qualitative approach is used in the study, which allows for the subsequent production of descriptive data in the form of words and writing as well as behaviors found through the observation of the research subject. Researchers used this strategy because the purpose of the study was to determine the cause behind organizing free vegetable sharing events. According to the presentation of the research discussion above, conclusions can be obtained with the free vegetable sharing activity in Magetan, Takeran Duyung Village, as for the implementer of the activity, namely the Persaudaraan Setia Hati Winongo organization in Duyung Village. The purpose of holding this activity is solely because of the emergence of a sense of concern for the community during the Covid-19 pandemic in 2020 by helping a little economic struggle in the form of food which continues until 2023.   PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk dijadikan pedoman bagi seluruh manusia hingga akhir zaman (H. A.Kadir Sobur : 2013). Dimana agama Islam menugaskan umatnya untuk menyebarluaskan dan mensiarkan Islam kepada seluruh umat atau biasa disebut dengan agama dakwah. Islam tidak hanya menugaskan melainkan juga mengajak agar umatnya mampu menerima sekaligus melaksanakan ajaran-ajaran yang ada di dalam Islam, maka dari itu perlunya metode dakwah bil-hal yang tepat seperti tolong-menolong antar masyarakat dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang artinya tidak bisa untuk hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:   وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ  ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ   (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al-Baqarah  [2]:83 Strategi dakwah merupakan suatu proses yang mengatur, mengarahkan, serta menentukan cara dan upaya apa yang dapat menghadapi sasaran dakwah pada situasi ataupun kondisi tertentu agar bisa menjadi tujuan dan sasaran dakwah yang tercapai secara maksimal (Syamsul Munir Amin;2008:165). Bentuk nyata strategi dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat di Madinah yaitu dengan membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah, melakukan perjanjian dengan kaum Yahudi Madinah yang mana berisikan tentang memperkuat posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, Yahudi maupun bangsa Arab. Selanjutnya mempersaudarakan kaum Muhajirin dan anshor yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum Muhajirin dan Anshar untuk saling bersaudara dan menentang keras akan adanya kesukuan, bentuk strategi dakwah yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang terakhir yakni membangun ekonomi rakyat dengan mendirikan pasar di mana pasar ini dijadikan untuk sarana berdakwah yang pada umumnya pasar adalah tempat ramai para masyarakat atau kaum berkumpul untuk mencari kebutuhan atau keperluan. Dakwah adalah upaya untuk mengubah perspektif orang dari yang buruk ke yang baik. Dari kufur ke iman, dari kemiskinan ke kekayaan, dari perpecahan ke persatuan, dan dari kemaksiatan menuju ketaatan untuk menerima rahmat Tuhan (M.Qoddaruddin A. : 2019). Dakwah lebih menekankan pada inisiatif untuk meningkatkan motivasi daripada mempromosikan penghindaran tindakan yang dilarang oleh keyakinan agama. Perbuatan larangan suatu tindakan adalah tindakan hukum spasial. Dakwah dalam konteks sekarang bukan merupakan tindakan hukum, meskipun faktanya diakui bahwa dakwah dan hukum dapat hidup berdampingan. Tujuan dakwah adalah untuk membuat Islam dikenal orang-orang pada tingkat individu dan sosial untuk membuat kasih sayang Islam dikenal oleh semua makhluk hidup sebagai "Rahmat Lil'alamen" (Pimay, 2005: 35-38). Agar kesinambungan ajaran Islam dan penganutnya dari generasi ke generasi tetap terjaga, dakwah dapat menjaga nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fungsi dakwah lainnya adalah fungsi korektif, yang melibatkan meluruskan nilai-nilai yang bengkok, menghentikan kejahatan, dan menyelamatkan manusia dari kegelapan spiritual (Sayyid Quthub :1991). Metode dalam menyampaikan dakwah Islam dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu lisan, tulisan, dan perbuatan.  Pendekatan  bil lisan adalah dakwah yang berfokus pada kemapuan lisan. Pendekatan bil-risalah adalah dakwah melalui tulisan seperti buku, brosur, atau media elektronik. Selanjutnya dakwah dengan metode bil-hal yaitu dakwah yang berfokus pada aksi atau kreativitas perilaku da’i secara luas (perbuatan nyata). Da'wah bil hal juga dikenal sebagai dakwah bil Qudwah, yang mengacu pada dakwah yang sebenarnya melalui penggunaan Akhlaq Karimah. Menurut Buya Hamka, yang menyatakan bahwa "Akhlaq adalah sebagai alat dakwah, yaitu etika pikiran yang dapat dilihat orang, bukan dalam ucapan tulisan yang manis dan menarik tetapi dengan etika yang baik. luhur," ini sesuai dengan pernyataan (Suisyanto : 2002) Efek globalisasi di dunia dakwah adalah pengalaman yang sangat dirasakan karena kita memahami pentingnya. Semua Muslim memiliki tanggung jawab untuk melakukannya, terutama mereka yang memiliki pengetahuan tentang Islam. Sampai sekarang, lebih banyak dakwah telah dilakukan dengan menggunakan strategi lisan yang mencakup lebih banyak elemen kognitif. Sesuai dengan pergeseran sosial selama periode reformasi saat ini, di mana pidato lisan kadang-kadang berjumlah sedikit lebih dari hiasan bibir lipstik karena tidak ada bukti nyata, Oleh karena itu, dakwah perlu dilakukan dengan contoh positif untuk mendukung proses reformasi. Sangat penting bagi dakwah untuk memainkan peran positif menyiratkan bahwa fokus pada sikap perilaku afektif ditempatkan pada amal nyata serta aspek lisan, lebih tulus, dan kurang mendalam. Ini menunjukkan bahwa seruan hadir. Dakwah lisan juga diimbangi dengan sedekah konkret yang dapat diamati secara empiris dan dapat digunakan untuk memobilisasi kesadaran tujuan dakwah. Untuk melakukan itu, seseorang harus mempertimbangkan bagaimana gaya dakwah bil-hal dapat mengatasi masalah ini. Menurut Manual Dakwah (Harun, 10-14), dakwah bil-hal mencakup semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan material, fisik, dan ekonomi. Ini menempatkan fokus yang lebih besar pada pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan standar hidup Anda sesuai dengan doktrin Islam. Pengembangan kegiatan dakwah dapat berupa: 1) kegiatan transmigrasi, 2) pelaksanaan pendidikan masyarakat, 3) kegiatan koperasi, 4) perbaikan gizi masyarakat, 5) pelaksanaan usaha kesehatan masyarakat, seperti rumah sakit, 6) penciptaan lapangan kerja, 7) pelaksanaan panti asuhan, dan 8) peningkatan pemanfaatan media komunikasi dan seni budaya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, Nabi Muhammad (saw) menggunakan dakwah bil hal di bidang amal. Dakwah menunjukan akan adanya organisasi dakwah untuk menjalankan fardhu kifayah disebut dakwah dan juga pelaksanaan dakwah perorangan terhadap hubungan dan juga kriteria disebut tabligh. Perlunya memiliki sikap berbagi antar sesama merupakan salah satu perilaku yang sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat membangun kesadaran pada masyarakat untuk berbagi pada sesama untuk bisa membantu walaupun hal tersebut tidak mudah untuk dijalankan, dilihat dari masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk berbagi pada sesama manusia. Dalam hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi yang ada di Indonesia yang mana perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama, salah satu organisasi yang berperan dalam konsentrasi berbagi yaitu perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo dalam program berbagi sayur gratis. Kegiatan berbagi sayur gratis ini berawal dari mewabahnya virus Covid-19. Organisai PSHW di Desa Duyung ini termotivasi untuk mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis karena melihat kondisi masyarakat yang terkena dampak dari virus Covid-19 dengan maksud membantu sedikit kebutuhan pangan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka akan muncul masalah di mana peran perguruan Persaudaraan Setia Hati Winongo di kabupaten Magetan dalam menerapkan nilai-nilai dakwah bil hal melalui program berbagi sayur gratis. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian lebih lanjut terhadap program berbagi sayur gratis dengan judul: “Strategi Dakwah Bil Hal berbagi sayur gratis oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur”. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Indonesia. Alasan memilih tempat ini dengan pertimbangan bahwa peneliti tertarik dengan program kegiatan berbagi sayur gratis oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Waktu penelitian dilaksanakan pada 28 Mei 2023. Teknik pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang memungkinkan untuk produksi data deskriptif selanjutnya dalam bentuk kata-kata dan tulisan serta perilaku yang ditemukan melalui pengamatan subjek penelitian (Sugiyono, 2017). Peneliti menggunakan strategi ini karena tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penyebab di balik penyelenggaraan acara berbagi sayuran gratis. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, temuan penelitian kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, studi kasus, dan metode lain daripada dengan prosedur statistik atau jenis perhitungan lainnya. penelitian kualitatif semacam ini disebut fenomenologi kualitatif, sebuah atau metode yang menekankan filsafat untuk menyelidiki pengalaman peserta penelitian. Fenomenologi diartikan sebagai cara berpikir yang menggunakan tahapan-tahapan yang dilakukan secara rasional, kritis, dan tidak didasarkan pada spekulasi bias belaka untuk menghasilkan informasi baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Data dapat dikumpulkan dengan dua cara: melalui metode pengumpulan data primer, dan melalui data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diterima langsung dari sumber asal, tanpa menggunakan perantara, menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013: 142). Organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang menawarkan acara berbagi sayuran gratis, dihubungi untuk penelitian pengumpulan data utama proyek menggunakan metodologi wawancara langsung. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diterima peneliti secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan didokumentasikan oleh pihak lain), menurut Nur Indrianto dan Bambang Supomo (2013-143). Untuk memeriksa laporan, tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau literatur. Literatur dan buku domuken yang relevan dengan penelitian ini dan dapat mendukung penelitian ini merupakan contoh sumber data sekunder yang memiliki sifat pendukung bagi proses penelitian dan memenuhi kebutuhan data primer.   HASIL DAN PEMBAHASAN Apa Itu Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW)? Pada tahun 1903 Ki Ngabehi Soerodwirdjo mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer atau STK yang bertempat diDesa Tambak Gringsing, Kota Surabaya. setelah itu pada tahun 1966 berdirilah Perguruan Setia Hati Winongo yang didirikan oleh Bapak Raden Djimat Hendro Soewarno yang merupakan murid kesayangan dari Ki Ngabehi Soerodwirdjo. Persaudaraan Setia Hati Winongo berada di Desa Duyung, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, nama persaudaraan pencak silat tersebuut diambil dari nama Desa letak didirikannya. Awal berdiri perguruan pencak silat ini diajarkan pelajaran pencak silat yang berasal dari para pendekar terkenal pada zaman Ki Ngabehi Soerodwordjo, Sasaran utama perguruan ini pada saat itu merupakan generasi-generasi muda. Dalam mencari generasi baru pada saat itu Persaudaraan Setia Hati Winongo menamai dengan “Tunas Muda”, yang memiliki arti “Setia hati yang akan bersinar Kembali” dimana Gerakan tunas muda tersebut pertama kali populer dan digunakan pada berdirinya Persaudaraan Setia Hati Winongo, yang mana diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus yang berguna bagi kepentingan bangsa dan negara. Pada saat penerimaan anggota baru Tunas Muda Winongo harus diadakannya pengesahan terlebih dahulu dengan adanya pengesahan maka akan resmi menjadi warga atau anggota baru. Tidak hanya itu ilmu-ilmu setia hati hanya boleh diketahui oleh warga yang telah diresmikan dan dilarang bagi warganya untuk mengajarkan kepada selain warga. Adanya pelajaran tingkat lanjut mau diikuti atau tidak itu tergantung kesadaran dari warga dari Setia Hati winongo tersebut, karena dalam mengikuti peruguruan ini tidak ada unsur paksaan. Persaudaraan Setia Hati Winongo selain berada di Madiun, tidak pernah membuka cabang perguruan pencak silat dimanapun, kalaupun ada kemungkinan itu hanya dijadikan tempat berlatih ataupun juga kunjungan silaturahmi. Seseorang yang ingin bergabung pada perguruan ini baik dari luar madiun atau bahkan mancanegara tetap saja saat pengesahan dilakukan dimadiun, karena sebagai pusat awal berdirinya perguruan setia hati winongo. Hal tersebuut dilakukan agar tetap menjaga kemurnian aliran setia hati winongo dan karena hal ini juga yang mana menjadikan ikatan persaudaraan dalam perguruan ini sangat kuat antara satu warga dengan yang lain. Ajaran dasar mengeai kesetia hatian yang sangat erat dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo, anggota yang baru masuk harus segera disahkan sebagai Warga agar ikatan emosional dan fisik yang bersangkutan dengan perguruan tidak terlepas, dari adanya ini menjadikan momen-momen yang mengikat solidaritas atau dapat menumbuhkan rasa kekompakan dengan seiring berjalannya proses pengesahan sehari semalam yang mana dapat membentuk kuatnya ikatan persaudaraan dan kesetiaan. Persaudaraan setia hati yang mana memiliki arti “satu rasa, satu jiwa, untuk saudara”, maka selain mengamalkan seni bela diri menggabungkan antara bela diri dengan peragakan seni tarinya, dalam Persaudaraan Setia Hati Winongo. Para peneliti telah menemukan bahwa mayoritas penganut Winongo Setia Hati mengikuti Persaudaraan Pencak Silat, lebih menyukai kekerabatan antara penganut Winongo Setia Hati daripada praktik seni bela diri, dengan tujuan menjalin ikatan persahabatan yang kuat untuk mencapai tingkat fanatisme yang sangat tinggi antara penganutnya dan Persaudaraan Hati Setia Winongo itu sendiri,  serta membangun harga diri untuk selalu dihormati dan disegani dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Perguruan Setia Hati Winongo di Kabupaten Magetan Jawa Timur Pada saat adanya pandemic Covid-19 banyaknya masyarakat yang kesulitan sebab tidak diperbolehkannya keluar untuk beraktivitas yang mengakibatkan kondisi ekonomi mereka terpuruk. Pentingnya memiliki rasa peduli terhadap sesama untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain. Menurut Hurlock (1980) Seseorang yang tindakannya bermanfaat bagi orang lain akan merasa sangat berarti di lingkungan mereka dan memiliki konsep diri yang positif atau ke atas. Namun, konsep diri seseorang akan condong negatif atau turun jika mereka percaya bahwa apa yang mereka kontribusikan kepada lingkungan mereka tidak ada artinya. Ketika orang terhubung dengan cara yang bermanfaat satu sama lain, mereka dapat memperoleh pengalaman yang mengubah cara mereka memandang diri mereka sendiri. Adanya pandemic Covid-19 yang mana dapat menumbuhkan rasa keperdulian antar sesama karena mengupayakan agar dampak yang terjadi tidak parah. Sepertinya halnya yang dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo dikabupaten Magetan Jawa Timur. Yang mana tercetuskannya ide ini karena atas kesadaran sikap tolong menolong pada diri mereka masing-masing, dan mereka juga melihat pada daerah-daerah sekitar yang menerapkan hal ini lalu dimusyawarahkan dan dapat terealisasikan pada tahun 2020 yang mana masih berjalan hingga tahun 2023. Dalam kegiatan ini tidak adanya maksud ataupun tujuan lain selain ingin membantu masyarakat sekitar karena dampak dari pandemic covid-19 ini. Sebelum adanya pandemic Covid-19 Persaudaraan Setia Hati Winongo ini juga memiliki kegiatan-kegiatan lain seperti membersikan masjid yang ada dilingkungan sekitar, memotong rumput yang mana dapat bermanfaat juga untuk lingkungan sekitar. Untuk anggota dari kegiatan ini yang kebanyakan dari anak sekolah yang lama kelamaan mulai berkurang karena berjalannya waktu anak sekolah mulai mengikuti KBM. Awal dimulainya kegiatan ini menggunakan uang kas dari Persaudaraan Setia Hati Winongo dan juga keikhlasan dari setiap anggota, lalu seiring berjalannya waktu jalan untuk mencari donator, setelah itu banyak donator yang tau dan ikut berpartisipasi mulai dari sayuran atau bahan pangan dan ada juga yang menitipkan uang untuk dibelanjakan sayur, tidak sampai disitu saja jika ada kekurangan itu akan ada sumbangan seikhlasnya bagi para anggota. Untuk sayur yang dibagikan sendiri berupa bahan mentah yang awalnya hanya dibudget lima ribu rupiah perkantong lama kelamaan bisa bertambah karena banyaknya donator yang datang. Pada umumnya setiap kegiatan memang ada struktur kepanitiaan, akan tetapi untuk kegiatan ini karena berniat ikhlas dari hati ntuk menolong sesame jadi semua bertanggung jawab mengetuai diri sendiri dalam kegiatan ini. Beradasarkan wawancara yang penulis lakukan bahwa peminat dari sayur gratis ini hanya warga sekitar yang jumlahnya juga sudah lumayan banyak, misalkan ada pengendara yang melitas jika memang minat memang dipersilahkan walaupn bukan warga sekitar. Dikarenakan kegiatan ini memang dengan tujuan membantu sesama, tidak ada pengecualian untuk penerima dipersilahkan. Para anggota pun tidak hanya meletakkan satuyuran lalu pergi tetapi juga menawarkan agar semua bisa habis dan tidak mubazir. Kegiatan ini dilakukan pada jum’at pagi, yang mana tidak ada waktu pasti kapan jam pelaksanaan karena jika semua sudah selesai disiapkan maka para warga pun sudah antri.             Sumber : foto dari panitia                         Sumber: foto dari panitia Respon Masyarakat Terhadap Kegiatan Berbagi Sayur Gratis Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada masyarakat Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur, banyak respon dari masyarakat. Disini penulis akan menyebutkan beberapa narasumber. Pertama, yaitu wawancara kepada ibu Yuli salah satu warga penerima sayur gratis. Menurut penuturan beliau dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis tersebut sangat membantu keadaan ekonomi keluarga beliau dalam hal pangan. (Wawancara, 5 Juni 2023). Kedua, wawancara kepada Ibu Siti selaku pemasok tahu pada kegiatan berbagi sayur gratis tersebut. Menurut penuturan beliau kegiatan tersebut membantu beliau dalam menyalurkan sedekah kepada masyarakat dalam bentuk uang maupun bahan pangan. Sedekah bukan di nilai seberapa banyak tetapi ke ikhlasan hati untuk membantu sesama. (Wawancara, 5 Juni 2023). Ketiga, wawancara kepada Bapak Agus selaku salah satu panitia yang mengadakan kegiatan berbagi sayur gratis. Menurut penuturan beliau, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dalam bidang pangan. Uang yang digunakan untuk menjalankan kegiatan ini awalnya dari kas organisasi, namu seiring berjalanya waktu bagi siapapun yang  ingin berbagi dengan ikhlas bisa ikut bersedekah. (Wawancara, 28 Mei 2023) Metode Dakwah Bil Hal Kata "dakwah" dikatakan berasal dari bahasa Arab "( )" (Shodiqin, 2011; Asror, 2018; Enjang, et al., 2009), yang berarti mengundang, memanggil, melayani, dan memanggil. Istilah "dakwah" juga digunakan dalam sumber-sumber lain untuk merujuk pada berbagai hal, termasuk: 1) propaganda dan penyiaran; 2) panggilan untuk merangkul, mengkaji, dan mengikuti ajaran Islam; dan 3) tumbuhnya agama di masyarakat. Irawan dan Suriadi (2019) menegaskan bahwa kata-kata lain, seperti tabligh, tabsyir indzhar, amar ma'ruf dan nahi munkar, mauidzoh hasanah, tarbiyah, ta'lim, wasyiyah, dan khotbah, juga dapat digunakan untuk memahami kata "dakwah". Tujuan dakwah, di sisi lain, adalah untuk meningkatkan status umat di semua bidang kehidupan dengan mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas seseorang (Mulkan, 1993). Apabila terdapat interaksi antara berbagai faktor yang saling mempengaruhi seperti yang ditunjukkan pada pembahasan sebelumnya, antara lain: pesan dakwah, mad'u, lingkungan, lingkungan, dan sarana/media dakwah, maka tujuan dakwah dapat terwujud dengan tepat (Attabik, 2014; Maghfiroh, 2016). Fungsi dakwah sebagai media pembinaan dan pengembangan, menurut Asmuni Syukir dalam Asror (2018), dapat terwujudkan secara optimal jika semua unsur terpenuhi. Pembinaan dalam dakwah berarti mempertahankan dan menyempurnakan suatu hal yang telah ada sebelumnya, sedangkan pengembangan berarti mengadakan atau membaharui suatu hal yang belum ada sebelumnya. Secara harfiah, dakwah bil-hal mengacu pada penyebaran prinsip-prinsip Islam melalui perbuatan. Definisi dakwah bil-hal yang diberikan oleh Rasyid et al. dalam Sagir (2015) adalah upaya untuk mendorong orang dan kelompok untuk mengembangkan diri dan masyarakat dalam rangka mewujudkan tatanan dan kebutuhan sosial ekonomi yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Islam tentang isu-isu sosial seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Strategi dakwah bil-hal adalah cara untuk menyebarkan nilai-nilai agama melalui tindakan suri tauladan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa si penerima dakwah tidak akan mengikuti jejak si da'i sebagai juru dakwah. Dengan demikian, tidak hanya penyebaran pengetahuan tetapi juga penyebaran nilai-nilai, yang dimaksudkan untuk menjadi dakwah efektif dan efisien bagi mereka yang menerimanya (Zakiyyah & Haqq, 2018). Metode dakwah bil hal ini berkaitan dengan penelitian ini. Kegiatan berbagi sayur gratis di hari jumat yang diselenggarakan oleh organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk dari merealisasikan metode dakwah bil hal dalam bidang ekonomi. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa awal mula kegiatan ini diadakan yaitu marak nya virus Covid-19 yang berdampak pada masyarakat salah satu nya ekonomi yang menurun. Berawal dari rasa peduli organisasi ini terhadap kondisi masyarakat yang tidak bisa bekerja maka kegiatan ini akhirnya didirikan dan berjalan hingga tahun 2023 dengan maksud bersedekah membantu masyarakat dalam hal kebutuhan pangan. Hal ini merupakan suatu bentuk terealisasikanya metode dakwah bil hal.   Kesimpulan Menurut pemaparan pembahasan penelitian di atas dapat diperoleh kesimpulan dengan adanya kegiatan berbagi sayur gratis di Magetan Desa Duyung Takeran, adapun pelaksana dari kegiatan tersebut yaitu organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo di Desa Duyung. Tujuan diadakanya kegiatan tersebut adalah semata-mata karena munculnya rasa kepedulian kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 dengan membantu sedikit kebutungan ekonomi berupa bahan pangan yang berlanjut hingga tahun 2023. Adapun uang untuk mengadakan kegiatan ini awalnya diambilkan dari uang kas anggota organisasi Persaudaraan Setia Hati Winongo. Namun, seiiring berjalanya waktu bagi siapapun yang berkenan untuk sedekah dipersilahkan. Kegiatan ini juga sudah mendaptkan beberapa sponsor/pemasok berupa sayuran, tahu, bahkan uang yang nantinya akan dibelikan sayur untuk dibagikan. Pelaksanaan berbagi sayur gratis ini yaitu satu minggu satu kali pada hari jumat. Dimulai kisaran pukul 6 sampai pukul 7 biasanya sudah habis. Dalam sehari sayur yang dibagikan yaitu 50 sampai 100 kantong. Setiap satu kantong sayur di budget 5000 rupiah. Kaitanya dalam hal berdakwah yaitu kegiatan tersebut masuk dalam kategori strategi dakwah bil hal atau dakwah dengan aksi langsung kepada masyarakat dalam bentuk membantu kebutuhan pangan. Hal ini bisa dijadikan suatu motivasi kepada kita semua, bahwa dalam berdakwah tidak hanya pemantapan dalam hal keimanan saja namun juga dalam bentuk dakwah bil hal yaitu dengan aksi terdahap kondisi masyarakat yang masih belum sejahtera di bidang ekonomi maupun di bidang pendidikan.       Daftar Pustaka   Abdullah, Muhammad Qadaruddin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Qiara Media, 2019.   Chosinawarotin, C., & Sudrajat, H. (2021, October). Sayur Berkah di Masa Pandemi. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung (Vol. 1, pp. 75-81).   Fadilah, A. (2011). Pengaruh penggunaan alat komunikasi handphone (hp) terhadap aktivitas belajar siswa SMP negeri 66 Jakarta Selatan.   A.Kadir Sobur, Tauhid Teologis, (Jakarta: Gaung Persada Press Group 2013), hlm. 5   Khaerunnisa, N. (2021, December). Efektivitas Dakwah Bil-Hal Melalui Gerakan Infaq Beras Bengkayang di Kecamatan Bengkayang. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 1, No. 1, pp. 28-31).   Kholis, N., Mudhofi, M., Hamid, N., & Aroyandin, E. N. (2021). Dakwah Bil-Hal Kiai sebagai Upaya Pemberdayaan Santri (Action Da'wah by the Kiai as an Effort to Empower Students). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 112-129.   Mahanani, S. (2019). Efektivitas Kegiatan Jimpitan dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial Masyarakat di Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).   Martanti, D. E., Hartono, N. R., & Sunarsasi, S. (2021). FENOMENOLOGI “SAYUR GANTUNG” MASYARAKAT BLITAR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN DAMPAK EKONOMI DI TENGAH COVID-19. AKUNTABILITAS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Ekonomi, 14(1), 40-41.   Mulkan, AM, 1993; “Paradigma Intelektual Muslim”, Yogyakarta, Si Press   Putra, I. D. G. U., & Rustika, I. M. (2015). Hubungan antara perilaku menolong dengan konsep diri pada remaja akhir yang menjadi anggota tim bantuan medis janar duta fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 2(2), 198-205.   Shodiqin, Asep. (2011) Membingkai “Episteme” Ilmu Dakwah, Jurnal Ilmu Dakwah Vol.5  No 2   Sugiyono, F. X. (2017), Neraca pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.      

Zerli Anita Dewi; Addiarrahman; Muhammad Subhan

Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen (EBISMEN) 2023 FEB Universitas Maritim Semarang

Pembangunan pedesaan yang dikerjakan haruslah sinkron dengan masalah yang dihadapi, serta partisipasi masyarakatnya dengan menggunakan sumber daya yang di perlukan untuk merancang dan membangun perekonomian yang dimiliki, serta memanfaatkan potensi ekonomi yang ada sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fenomena yang ada pada desa jatimulyo kecamatan dendang kabupaten tanjung jabung timur yaitu masih banyak program kerja desa yang masih belum terealisasi. Sama sepeti dengan Desa – desa yang lain, Proses Pengelolaan Dana Desa pada Kantor Desa Jati Mulyo terdiri dari 3 Tahap Yaitu Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan/Pertanggungjawaban. Program desa yang masih belum terealisasi sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, dikarenakan proses pegelolaan manajemen dana desa yang belum maksimal sehingga berdampak dalam proses perencanaan pembangunan desa. Manajemen Pengelolaan Dana Desa dari tahun 2018-2021 sudah menunjukan beberpa  peningkatan di banding dengan tahun sebelumnya akan tetapi masih saja ada program yang belum terealisai. Hal ini dibuktikan masih ada program pembangunan yang belum di laksanakan. Dalam proses pengelolaan Dana Desa pada kantor Desa Jati Mulyo terdir dari tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan/pertanggungjawaban. Tidak terealisasi nya program tersebut dikarenakan proses pengelolaan manajemen dana desa yang belum maksimal. Desa Jati Mulyo belum mencapai indicator diantaranya belum cukup baik akses masyarakat dalam kegiatan ekonomi, akses yang dimaksud ini adalah perkerasan jalan yang belum maksimal sehingga masyarakat masih kesulitan dalam mengeluarkan hasil bertani. Dalam tinjaun manajemen syariah terhadap pengelolaan Dana Desa sendiri bahwasannya pelaksanaan Dana Desa masih belum cukup memenuhi standar nilai-nilai dasar ekonomi islam, disini manajemen pengelolaan Dana Desa masih mengarah ke konvensional. Akan tetapi kalau dilihat dari sifat dari nilai syariah yang rabbani dimana pengawasan internal yang dilakukan dari hati nurani yang bergerak untuk menunjukkan ataupun mewujudkan sesuai tujuan, sudah dilakukan olehaparatur dan masyarakat dalam hal mengawasi pengelolaan Dana Desa baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Daud Agripa Lamma; Nofrida Banik; Melki PulingTang

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

penelitian tugas di kecamatan lembur. Menanamkan konsp dasar penjumlahan dan pengurangan pecahandi kelas 4 siswa SD INPRES Alemba dilaksanakan dengan tujun untuk mengetahui sejau mana pengetahuan siswa tentang pecahan, apakah penyebutnya sama atau penyebutnya berbeda. Kegiatan ini menawarkan penanamn konsep dasar perkalian sebgai acuan dalam memahami pecahan. Dalam tugas ini ditemukan adanya peningkatan pemahaman matematika siswa kususnya pecahan pada pecahan sederhana, sedangkan pada pecahan yang penyebutnya tida sama perlu ditekankan pada siswa untuk belajar lebih giat. Faktor penyebap kesulitan dalam menyelesaikan pecahan berdasarkan hasil wawancara dengan walikelas 4 secara umum meliputi minat dan motifasi, faktor guru, faktor lingkungan, sarana prasarana, dan perluhnya kedisiplinan dalam kegiatan belajar mengajar, sebagian siswa 4 SD INPRES Alemba masih kesulitan dalam menghafl perkalian 1-10. Hal ini menyulitkan siswa. Hal ini menyulikan mereka pada bagian menyamakan pecahan dan penyebut berbeda. Peneliti menawarkan guru dalam bidang studi yang mereka butuhkan perkuat dasar-dasar sebelumnya membhas materi pecahan. PKM penanaman konsep dasar penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa-siswi kelas 4   SD INPRES Alemba dilakukan dengan tujuan mencaritahu sejauh mana pengetahuan  siswa-siswi terhadap materi pecahan baik yang penyebutnya sama atau pun yang penyebutnya berbeda. Kegiatan ini menawarkan penanaman konsep dasar perkalian sebagai acuan dalam memahami pecahan. Dalam tugas ini didapati bahwa ada peningkatan pemahaman siswa-sisw iterhadap materi matematika khususnya pecahan dalam pecahan sederhana sementara dalam pecahan yang penyebutnya tidak  sama  perlu dilakukan penekanan kepada siswa-siswi untuk lebih giat belajar lagi. Faktor penyebab kesulitan dalam menyelesaikan soal pecahan sederhana berdasarkan hasil wawancara dengan guru wali kelas IV secara umum meliputi minat dan motivasi, faktor guru, faktor lingkungan, faktor sarana prasarana,  dan perlu adanya kedisiplinan pada saat kegiatan belajar mengajar. Para siswa-siswi kelas IV SD INPRES Alemba sebagian masih sulit menghafal perkalian dari 1 sampai perkalian 10.Hal ini menyulitkan siswa-siswi. Hal ini membuat merekasulit pada bagian menyamakan ‘ pecahan yang penyebutnya berbeda’ Peneliti menawarkan ke guru bidang studi agar perlu adanya penguatan  dasar perkalian sebelum membahas materi pecahan.

Muhammad Saefullah; Gunawan Setya Atmoko; Nida Ivadah; Muhammad Salsabil; Sulistiyowati Sulistiyowati +9 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Semakin meningkatnya penggunaan sampah plastik di Kabupaten Wonosobo khususnya di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang membuat permasalahan baru. Di satu sisi lain penggunaan plastik bisa membantu masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari penggunaan plastik yang banyak juga akan memiliki dampak yang buruk bila tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat tentang pembuangan sampah yang tepat dan pengelolaan sampah yang mumpuni.Apalagi saat ini sampah plastik menjadi salah satu sumber polusi dengan tingkat pencemaran yang tinggi. Sampah plastik yang semakin lama semakin banyak dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius baik itu di darat, laut, maupun di udara. Pencemaran lingkungan yang terjadi di darat sendiri akan berdampak pada tingkat peresapan air dan matahari yang berdampak terhadap kesuburan tanah sekaligus dapat menyebabkan banjir. Selanjutnya pencemaran di laut sendiri akan berdampak terhadap ekosistem laut. Sampah-sampah plastik dilaut akan terpapar sinar matahari yang semakin lama akan menyebabkan fotodegradasi pada sampah plastik itu sendiri yang mengubah sampah-sampah tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil. Bahan beracun dari plastik yang telah terpecah-pecah itu, seperti bisphenol A (BPA), masuk dalam rantai makanan karena termakan oleh makhluk hidup di laut. Manusia, yang mungkin berada dalam urutan teratas rantai makanan, tentunya mendapatkan efek akumulasi dari bahan-bahan beracun tersebut. Dan kemudian pencemaran udara dari sampah plastik biasanya terjadi karena pembakaran sampah plastik yang dilakukan oleh masyarakat. Komponen plastik yang bertebaran di udara dapat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Mikroba di Darat dan Laut Berevolusi Memakan Plastik Misalnya, plastik jenis polyvinyl chloride (PVC) yang mengandung halogen dapat memproduksi dioksin apabila dibakar. Dioksin yang mencemari udara, terhirup oleh manusia, dan masuk ke dalam sistem pernafasan dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Beberapa efeknya adalah dioksin dapat memicu kanker, bertindak sebagai pengacau hormon, dan membahayakan sistem reproduksi.    

Yohanis Lotong Ta’dung; Friscilia Filadelvia

Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Persoalan dalam penelitian adalah bagaimana pengelolaan keuangan yang diterapkan oleh Usaha Manik-Manik di Kecamatan Kesu’ Kabupaten Toraja Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan, mencakup perencanaan, pencatatan, pelaporan, dan pengendalian.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan ialah data primer yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan melalui wawancara dengan informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian dan data lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pengelolaan Keuangan Usaha Manik-manik Di Kecamatan Kesu’ Kabupaten Toraja Utara tidak menerapkan pengelolaan keuangan yang terdiri dari perencanaan, pencatatan, pelaporan, dan pengendalian.    

Muzaro’ah

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Setiap guru memiliki kesulitan dan pengalaman mengajar  yang berbeda-beda. Untuk  meningkatkan pemahaman  metode belajar mengajar dan dalam mengatasi kesulitan belajar mengajar, maka dibutuhkan program yang dapat mendukung pengembangan kemampuan guru. Penelitian best practice merupakan salah satu proses pembelajaran bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas diri. Sebab menjadi seorang guru bukanlah akhir dari proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan, menginformasikan, meyakinkan, dan menyampaikan kepada pembaca mengenai sesuatu informasi  berbagi best practice baik berupa fakta, pendapat,  pengalaman , dan peristiwa/cerita. Sasaran pada penelitian ini adalah guru SD Gugus  Ayodya Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Kegiatan penelitian ini  menggunakan metode  deskriptif kualitatif dengan intrumen penelitian berupa angket dan wawancara. Tahapan penelitian ini meliputi: pengumpulan data, Reduksi dan kategorisasi data, Penampilan data, dan Penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisa dari instrument dihasilkan data bahwa motivasi dan keberhasilan guru dalam  kemampuan berbagi best practice sangat rendah. Jumlah  guru yang menjadi sasaran penelitian  keseluruhan berjumlah 37 orang. Guru yang pernah mengikuti pelatihan dalam  berbagi best practice di prosentasikan  hanya  5,4 % dan keberhasilan dalam menulis  karya sebagai laporan berbagi best practice berada pada angka 0 %. Kondisi ini terjadi karena   masih kurangnya  ilmu pengetahuan tentang pelaksanaan  berbagi best practice dan cara menulis laporan sebagai karya publikasi,  sarana dan prasarana yang belum memadai , waktu dan modal yang kurang mendukung. Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai analisa awal kebutuhan pengembangan kompetensi guru, sehingga menciptakan guru-guru yang  kreatif , inovatif dan  dan produktif dalam  menciptakan  suasana  edukatif . dan dapat di rasakan kebermanfaatannya oleh dirinya sendiri maupun orang- orang yang ada di sekitarnya.

Pernando Putra Avia Harefa; Mansur Tanjung; H.Zafril Abdi Nasution

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kredit macet dan dampak penyelesaian kredit macet terhadap kinerja keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam Zaitun Sipeapea Kecamatan Sorkam Barat. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada bagian lapangan dan manajer KSP Zaitun Sipeapea Kecamatan Sorkam Barat dan anggota yang pernah mengalami Kredit macet. Populasi yang diambil yaitu Kesuluruhan Nasabah yang mengalami kredit macet tahun 2021 dan sampel 4 anggota yang mengalami kredit macet,Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa sudah berbagai antisipasi dilakukan oleh pihak  KSP Zaitun Sipeapea kredit macet selalu ada setiap tahun. Faktor penyebab terjadinya macet meliputi karakter anggota, masalah ekonomi anggota. Oleh sebab itu, kredit macet harus dicegah sejak dini agar tidak menimbulkan kerugian. Salah satu bentuk strategi yang dilakukan oleh pihak KSP Zaitun Sipeapea, jika penyebabnya karena karakter debitur/anggota hal yang dilakukan adalah pengintensifan kunjungan ketempat tinggal dan usaha anggota/debitur, melakukan pendekatan persuasif, memberikan tenggang waktu kepada nasabah. Dan jika penyebabnya karena masalah ekonomi pihak KSP Zaitun Sipeapea  akan melakukan rescheduling (penjadwalan kembali) dengan dasar kesepakatan bersama, dan yang terakhir melakukan eksekusi jaminan. Kinerja KSP Zaitun Sipeapea sebelum dan sesudah diterapkannya strategi dilihat dari rasio likuiditas, aktivitas dan profitabilitas berdasarkan ketetapan indikator adalah kurang efisien dan efektif, sehingga dapat dikatakan dampak terhadap kinerja keuangan kurang baik.

Nur Muhibbah; Eka Falentina Tarigan; Adelina Sembiring

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berdasarkan data WHO tahun 2013 kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Berdasarkan rekap data e-PPGBM pertanggal 27 november 2019, dari 10.755 balita yang didata, terdapat sebnyak 1517 balita stunting di kabupaten aceh singkil, dari survey awal yang dilakukan penulis 10 dari 15 anak mengalami stuning atau bertumbuh pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Stunting Di Desa Tanjung Mas Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung pada posyandu didesa tanjung mas kecamatan simpang kanan pada bulan April – Juni Tahun 2020. Dalam penelitian ini jumlah populasi penulis yaitu 33 orang. Jumlah Sampel dalam Penelitian ini diambil secara total sampling yang berjumlah 33 orang. Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini mayoritas responden berpendidikan SD memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 12 (36, 4 %) dengan p value 0,001. Mayoritas responden yang memiliki pengetahuan yang baik memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 15 (45,5 %) dengan p value 0,000. Mayoritas responden yang memberikan ASI Eksklusif memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 22 (66,7 %) dengan p value 0,000. Mayoritas responden dengan pendapatan kategori tinggi memiliki anak yang tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 22 (66,7 %) dengan p value 0,00. Diharapkan bagi kepala desa tanjung mas untuk memperhatikan anak yang mengalami stunting di Desa Tanjung Mas dan ikut serta dalam mencegah terjadinya stunting dengan Program kesehatan.