Publication Search

80,083 articles from 753 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 144

Analytics

Dian Rimayanti; Prisca Trifena Puspita; Sinta Tri Hapsari; Felisya Natalia Purwanto; Tries Ellia Sandari

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kecurangan (fraud) di sektor perbankan daerah merupakan ancaman serius yang dapat merugikan keuangan negara dan menurunkan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kasus korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menggunakan pendekatan Fraud Triangle Theory yang mencakup tiga elemen utama: tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, didukung oleh studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kasus Bank BJB mencerminkan interaksi ketiga elemen Fraud Triangle secara simultan. Tekanan bersumber dari kebutuhan dana non-budgeter yang besar dalam pengelolaan anggaran promosi senilai Rp409 miliar. Kesempatan muncul akibat lemahnya sistem pengendalian internal, tidak adanya verifikasi dokumen yang memadai, serta penyimpangan dalam proses pengadaan. Rasionalisasi terbentuk melalui persepsi pelaku bahwa praktik tersebut merupakan hal yang lazim dalam lingkungan birokrasi dan korporasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman teoritis dan praktis terkait pencegahan fraud di lembaga keuangan daerah Indonesia, khususnya melalui penguatan tata kelola perusahaan dan sistem pengawasan internal.

Fajri, Al’; Hidayati , Fajrina; Nasutio, Helmi Suryani; Lesmana, Oka

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) menunjukkan tingginya potensi penyebaran nyamuk dan risiko kejadian DBD. Berdasarkan observasi awal di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri ditemukan adanya jentik nyamuk pada sebagian besar rumah yang diperiksa serta adanya kasus positif DBD di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan pendekatan kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 7.723 rumah tangga, dengan sampel 121 rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran lingkungan, dan wawancara terstruktur menggunakan lembar observasi.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05), serta besar hubungan dinilai menggunakan Prevalence Ratio (PR). hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa hanya variabel warna TPA yang memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (p=0,00; PR=3,31; 95%CI=1,40–2,47), sedangkan variabel lain seperti letak TPA (p=0,80; PR=1,01), sumber air (p=0,70; PR=1,10), jumlah TPA (p=0,75; PR=1,10), suhu TPA (p=0,08; PR=1,45), kelembaban (p=0,99; PR=1,01), dan pH air (p=0,50; PR=0,76) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya warna TPA yang memiliki hubungan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.

Moh. Bahruddin; Kurniawati

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk makanan yang berlabelisasi halal semakin meningkat seiring dengan pesatnya perkembangan industri halal dunia. Selain itu, Halal bukan sekadar totalitas hukum agama, tetapi juga menjadi strategi dalam memperluas segmentasi pemasaran suatu produk yang berlabelisasi halal di tingkat internasional. Namun, dari hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa masyarakat muslim Bali, khusus Dusun Wanasari yang belum menyadari arti penting dari labelisasi halal. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan; dan 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap labelisasi halal dalam produk makanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian akan dituangkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesadaran pelaku usaha muslim Bali terhadap labelisasi halal masih rendah. Hanya dua produk yang bersertifikat halal, sementara sebagian besar masyarakat masih mengandalkan keyakinan agama sebagai tolok ukur kehalalan. 2) kesadaran masyarakat muslim Bali terhadap label halal tergolong cukup baik, namun label halal bukan menjadi faktor utama dalam keputuskan pembelian. Selama aman untuk dikonsumsi. hal ini, tidak lepas dari kenyataan tidak semua produk tanpa labelisasi halal dianggap haram.

Arifqi, Hasmil; Lanita, usi; Kasyani; Sari, Puspita

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak sekolah dasar melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku konsumsi siswa. Perilaku konsumsi makanan pada anak sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, pengaruh teman sebaya, peran guru, rasa makanan, dan kebiasaan makan di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada siswa Sekolah Dasar Negeri 66 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan V SDN 66 Kota Jambi sebanyak 231 siswa. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan gizi yang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,868) dan pengaruh teman sebaya (p=0,229) dengan perilaku konsumsi MBG. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru (p=0,005), rasa makanan (p=0,045), dan kebiasaan makan di rumah (p=0,005) dengan perilaku konsumsi MBG. Faktor yang paling memengaruhi perilaku konsumsi siswa adalah rasa makanan dan dukungan lingkungan sekitar

Indasari, Susi; Lestari, Hariati; Rusliafa, Jusniar

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini tersebar luas dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi penting dalam upaya penanggulangan TB, khususnya pada kelompok berisiko seperti kontak serumah pasien TB, pelaksanaan program TPT di Kota Kendari masih belum optimal dan tergolong rendah dan Puskesmas Poasia merupakan puskesmas dengan jumlah kasus TB tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TB dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2025. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada Maret 2026. Jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menerima TPT yaitu sebanyak 71 responden (88,8%), sedangkan yang menerima hanya 9 responden (11,2%). Mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan dan keseriusan yang rendah, persepsi hambatan yang tinggi, serta efikasi diri yang rendah, sedangkan persepsi manfaat menunjukkan hasil yang cukup berimbang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam Health Belief Model berperan dalam memengaruhi penerimaan TPT. Diperlukan peningkatan edukasi dan dukungan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran serta penerimaan TPT.

Afifah Novi Pujianingrum; Sri Katiwi; Amalia Khoirunisa

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Filsafat dan etika bisnis memiliki peran penting dalam mengarahkan korporasi untuk bertindak dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis yang diambil. Dalam konteks global yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka. Namun, ketidaksesuaian antara tanggung jawab sosial dan praktik korporasi yang terjadi dalam banyak kasus, mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman dan penerapan etika bisnis yang efektif (Carroll, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana filosofi etika bisnis dapat berperan dalam menyelaraskan tanggung jawab sosial dengan praktik korporasi, serta mengeksplorasi model-model yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk menjembatani ketimpangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus sebagai metodologi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori etika bisnis yang lebih aplikatif dalam dunia korporasi, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dalam strategi bisnis jangka panjang.

OKSAVINA, MONICA BELINDA

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Perceraian dalam masyarakat adat Batak Toba merupakan suatu fenomena hukum yang tidak dapat dilepaskan dari sistem kekerabatan dan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat. Meskipun perceraian pada dasarnya dihindari, dalam praktiknya perceraian tetap dimungkinkan melalui mekanisme adat yang menitikberatkan pada musyawarah dan kesepakatan keluarga besar. Permasalahan muncul ketika perceraian yang dilakukan secara adat tersebut dihadapkan pada ketentuan hukum positif di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mensyaratkan perceraian harus dilakukan melalui putusan pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perceraian menurut adat Batak Toba serta mengkaji keabsahannya ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme perceraian adat Batak Toba dilakukan melalui tahapan musyawarah keluarga dengan melibatkan unsur dalihan na tolu, dan memiliki kekuatan mengikat secara sosial dalam masyarakat adat. Namun, secara yuridis formal, perceraian tersebut tidak memiliki keabsahan hukum apabila tidak dilakukan melalui putusan pengadilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Oleh karena itu, perceraian adat hanya sah secara sosiologis, tetapi belum sah secara hukum negara. Diperlukan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional agar tercipta kepastian hukum tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Fiqi Nurbaya; Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi prioritas di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak aman berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian berjumlah 72 balita yang terdiri dari 36 kasus (stunting) dan 36 kontrol (tidak stunting) dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur serta wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel paparan dan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga belum menerapkan pengelolaan sampah yang aman, dan terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis lingkungan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Aronggear, Jhon Rambo; Mesa, Nofita Dewi Kok; Hetharia, Meksi N.; Arisjulyanto, Dedy; Prayitno, Yudi Hadi

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Malaria merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah timur seperti Papua, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen. Salah satu manifestasi klinis malaria adalah hipertermi yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi. Selain terapi farmakologis, kompres hangat merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh melalui mekanisme pelepasan panas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kompres hangat dalam mengatasi hipertermi pada pasien malaria melalui pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di RSUD Serui pada tahun 2025. Intervensi berupa kompres hangat pada dahi dan ketiak diberikan selama 10–15 menit, satu kali sehari selama dua hari, disertai perawatan standar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada hari pertama pasien masih mengalami hipertermi dengan suhu tubuh 38,2°C sehingga intervensi dilanjutkan. Pada hari kedua suhu tubuh menurun menjadi 37,0°C, keluhan demam berkurang, dan masalah hipertermi dinyatakan teratasi. Selama pemberian intervensi tidak ditemukan efek samping pada kulit maupun gangguan hemodinamik. Temuan ini menunjukkan bahwa kompres hangat efektif membantu menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan kenyamanan pasien sebagai terapi pendamping dalam asuhan keperawatan pasien malaria. Meskipun demikian, hasil penelitian ini masih terbatas pada satu kasus sehingga diperlukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi efektivitas, keamanan, dan protokol pemberian kompres hangat yang optimal.  

Yunus, Fajar; Supriatna, Agus; Jhony; Dewi, Ratnasari

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada anak, terutama pada gigi sulung yang memiliki struktur enamel lebih tipis dan rentan terhadap demineralisasi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada rasa nyeri atau ketidaknyamanan, tetapi juga dapat mengganggu fungsi pengunyahan, proses pencernaan, serta status gizi anak secara keseluruhan. Pada kasus yang berlangsung kronis, gangguan nutrisi akibat karies gigi dapat berkontribusi terhadap hambatan pertumbuhan yang pada akhirnya memunculkan kondisi anak berkebutuhan khusus. Situasi ini menjadi penting untuk diperhatikan mengingat kelompok anak berkebutuhan khusus memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan gigi akibat keterbatasan motorik, kognitif, maupun perilaku dalam menjaga kebersihan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan mengetahui karies gigi sulung pada anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari upaya pemetaan masalah kesehatan gigi pada kelompok rentan di wilayah perkotaan. Penelitian deskriptif ini dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Makassar pada April - Oktober 2025 dengan pemeriksaan klinis yang mencakup observasi visual, penilaian kondisi gigi sulung, dan identifikasi tanda-tanda demineralisasi sesuai standar diagnostik karies. Pengumpulan data juga mempertimbangkan faktor pendukung seperti parameter saliva dan kondisi kebersihan mulut untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai lingkungan intraoral anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak berkebutuhan khusus memiliki tingkat kerentanan karies yang masih cukup tinggi, ditandai dengan ditemukannya lesi aktif, permukaan gigi yang mengalami demineralisasi, serta kebersihan mulut yang kurang optimal. Variasi tingkat keparahan karies terlihat antarindividu, mencerminkan perbedaan pola makan, kebiasaan menyikat gigi, dan kemampuan perawatan diri. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi promotif dan preventif yang lebih terarah, termasuk edukasi kepada pengasuh dan pendamping. Penelitian ini diharapkan menjadi data awal untuk penelitian lanjutan terkait kondisi kesehatan gigi anak berkebutuhan khusus di wilayah perkotaan.

Reny Rachmawati

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Herriyawan, Herriyawan; Timur, Muhammad Bagus Bintang; Wibowo, Arief

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Demam berdarah dengue merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang terus berulang di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi jumlah kasus tahunan dengan memanfaatkan lima algoritma pembelajaran mesin, yaitu Regresi Linier, Decision Tree, Random Forest, Support Vector Machine (SVM), dan Neural Network. Data historis tahun 2017–2024 diolah menggunakan teknik windowing deret waktu untuk menghasilkan fitur lag yang sesuai bagi pembelajaran terawasi. Evaluasi kinerja dilakukan melalui metrik Mean Absolute Error (MAE), Mean Squared Error (MSE), Root Mean Squared Error (RMSE), serta koefisien determinasi (R²). Model Decision Tree menunjukkan performa paling unggul pada sebagian besar indikator. Prediksi untuk tahun 2025 mengindikasikan adanya peningkatan moderat jumlah kasus. Namun, rendahnya nilai R² pada seluruh model mengisyaratkan perlunya pendekatan multivariat yang lebih kompleks dengan mempertimbangkan faktor iklim, lingkungan, dan demografi. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya kualitas data dan pemilihan fitur yang tepat dalam peramalan epidemiologis guna mendukung perencanaan kesehatan yang lebih efektif.

Yuanggara, Virnu; Mahenra, Ridwan

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Penelitian ini mengevaluasi efisiensi tiga algoritma sorting hybrid, yaitu TimSort, IntroSort, dan Merge-Insertion Sort, pada dataset skala menengah yang memiliki jumlah elemen antara 10.000 hingga 1.000.000. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis performa algoritma berdasarkan waktu eksekusi, konsumsi memori, dan stabilitas, dengan pengujian dilakukan pada berbagai jenis dataset, termasuk data acak, terurut, hampir terurut, dan data dengan banyak elemen duplikat. Pengujian dilakukan melalui simulasi komputasi menggunakan bahasa pemrograman Python dalam lingkungan terkontrol untuk memastikan hasil yang konsisten. Dataset sintetis dibuat untuk mencerminkan kasus dunia nyata, seperti pengolahan log sistem, pengurutan data pelanggan dalam aplikasi e-commerce, atau pengolahan data sensor dalam sistem Internet of Things (IoT). Hasil pengujian menunjukkan bahwa TimSort memiliki performa unggul pada dataset hampir terurut dengan waktu eksekusi rata-rata 0,12 detik untuk 1.000.000 elemen, sedangkan IntroSort lebih cepat pada dataset acak dengan waktu 0,09 detik dan konsumsi memori rendah sekitar 120 MB. Merge-Insertion Sort menonjol dalam hal stabilitas, tetapi memerlukan memori lebih besar, yaitu sekitar 180 MB untuk dataset yang sama. Analisis mendalam menunjukkan bahwa pemilihan algoritma yang optimal sangat bergantung pada karakteristik dataset dan kebutuhan aplikasi, seperti kecepatan untuk data acak atau stabilitas untuk pengurutan data berurutan. Penelitian ini merekomendasikan TimSort untuk aplikasi yang memerlukan stabilitas tinggi, seperti pengolahan data transaksi keuangan, dan IntroSort untuk aplikasi yang mengutamakan kecepatan pada data acak, seperti analitik data real-time. Untuk pengembangan lebih lanjut, penelitian ini menyarankan eksplorasi optimasi paralel atau implementasi algoritma pada perangkat dengan sumber daya terbatas guna meningkatkan skalabilitas dan efisiensi.

Rohmani, Rohmani; Maryorita, Blestina; Nasrah, Nasrah; Sulistiyani, Sulistiyani; Situmeang, Lamria +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Malaria menjadi target dunia untuk mencapai status eliminasi terutama bagi negara yang memiliki kasus tinggi. Pemerintah meluncurkan berbagai program dan peta jalan untuk mencapai target eliminasi malaria pada tahun 2030. Papua merupakan salah satu provinsi yang mempunyai endemis malaria tinggi dan menuju program eliminasi yang dilakukan oleh pemerintah. Agar eliminasi malaria tercapai harus dilakukan peningakatan pengetahuan pada Masyarakat melalui edukasi Kesehatan Tujuan Meningkatkan pengetahuan anak panti asuhan tentang penyakit malaria. Metode: Metode yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan tentang penyakit malaria yang disampaikan dengan teknik tanya jawab, diskusi serta memanfaatkan komik malaria Hasil: Hasil menunjukkan Tingkat pengetahuan peserta tentang malaria sebelum diberikan penyuluhan yaitu pengetahuan kurang berjumlah 20 orang (45,5%), pengetahuan cukup berjumlah 20 orang  (45,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 4 orang (9%). Sedangkan pengetahuan peserta setelah diberikan intervensi edukasi malaria melalui komik malaria menjadi pengetahuan kurang berjumlah 5 orang (11,4%), pengetahuan cukup berjumlah 10 orang (22,7%) dan pengetahuan baik berjumlah 29 orang (65,9). Kesimpulan: Sebagian besar anak panti asuhan berpengetahuan baik setelah diberikan edukasi tentang penyakit malaria melalui media komik Malaria di Panti Asuhan Komba Sentani Jayapura.

Claudia Bara, Jeane; Mitan, Wilhelmina; Yuneti, Katharina

Jurnal Projemen UNIPA 2025 Universitas Nusa Nipa Maumere

This study aimed to determine the influence of loan amount, repayment period, and borrower characteristics as a moderating variable on the loan repayment performance at KSP Kopdit Pintu Air Lekebai Branch. The method used in this study was quantitative, employing both primary and secondary data sources. Data were collected through interviews, documentation, and questionnaires, and analyzed using descriptive statistical analysis. The population in this study consisted of cooperative members who were delinquent in loan repayment. The sample was determined using a non-probability sampling technique with saturated sampling. The result showed that the variable affecting the loan repayment performance at KSP Kopdit Pintu Air Lekebai Branch was the repayment period, while the loan amount and borrower characteristics as a moderating variable did not strengthen effect. Furthermore, borrower characteristics as a moderating variable did not stengthen or weaken the effect of loan amount and repayment period on loan repayment performance at KSP Kopdit Pintu Air Lekebai Branch.

Mongkol, Tirsa; Tulangouw, Maria Elisa

Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen 2025 Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Penelitian ini membahas pentingnya pendekatan kepemimpinan sahabat dalam menciptakan persekutuan yang ramah bagi generasi Z (Gen Z) di lingkungan gereja. Gen Z memiliki karakteristik unik, seperti apresiasi tinggi terhadap keotentikan, relasi yang sejajar, serta ketertarikan pada ruang yang inklusif dan partisipatif. Sayangnya, dalam banyak konteks jemaat lokal, persekutuan masih didominasi oleh gaya kepemimpinan formal, hirarkis, dan kurang dialogis. Melalui metode kualitatif, data diperoleh dari studi pustaka, pengamatan dan wawancara dengan Gen Z. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan Gen Z terhadap pemimpin sebagai sahabat dan kenyataan bahwa sebagian besar pemimpin masih berjarak dan kaku. Pendekatan kepemimpinan sahabat, sebagaimana dikembangkan oleh Yoas Adiprasetya, memberi landasan teologis yang kuat untuk membentuk persekutuan gereja sebagai komunitas yang saling mendukung dalam kasih. Dengan menerapkan gaya kepemimpinan ini, gereja dapat menciptakan ruang aman dan relevan bagi pertumbuhan iman Gen Z.

Rika

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Depresi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering ditemukan pada lansia di Indonesia. Depresi pada lansia dapat menyebabkan dampak yang besar bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan, kemandirian, dan penurunan fungsi tubuh lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia serta kesedihan ditinggal orang yang dicintai, factor kepribadian, genetik, dan faktor bilogis penurunan neuron-neuron dan neurotransmitter. Salah satu cara untuk mengatasi depresi pada lansia adalah dengan memberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi progrssive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pre test dan post test. Penelitian ini dilakukan pada 11 lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Peneliti melakukan pengukuran awal depresi, setelah itu melakukan terapi Progressive muscle relaxation (PMR) selama 20-30 menit, dan dilanjutkan dengan melakukan pengukuran akhir. Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan analisis secara univariat dan bivariat dengan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan nilai rata rata depresi lansia pre test adalah 7,27 setelah lansia diberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR), nilai tingkat depresi lansia mengalami penurunan menjadi 3,36. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p-value= 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Diharapkan bagi panti lansia bisa menyediakan program terapi progressive muscle relaxation (PMR) secara teratur, yang dapat membantu meningkatkan mood dan kesejahteraan fisik lansia.

Simanjuntak, Erwin Andayani; Sutrisna, Ayu

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Pendidik memiliki tanggung jawab yang besar dalam membentuk generasi penerus bangsa. Di Indonesia, tantangan dunia pendidikan masih sangat kompleks, mulai dari rendahnya kualitas lulusan, lemahnya karakter, hingga maraknya kasus kekerasan dalam pendidikan. Amsal 22:6 memberikan dasar teologis bahwa pendidikan adalah usaha membimbing anak sesuai jalan yang benar agar tetap bertahan hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam mengoptimalkan potensi peserta didik di SMP Nasional Plus BPK Penabur Bogor dengan perspektif Alkitabiah. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus melalui wawancara daring dengan siswa, guru, dan orang tua, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pendidik bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan bakat, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Optimalisasi dilakukan melalui kurikulum berbasis Kristiani, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembiasaan karakter. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pendidik, orang tua, dan sekolah dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan berkompetensi.

Muhammad Ilham Januarta; Muhammad Yasin

Jurnal Maisyatuna 2025 STAI Denpasar Bali

Industri kerajinan kulit di Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai sentra produksi yang signifikan, berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini menganalisis peran, tantangan, dan strategi pengembangan UMKM kerajinan kulit di Tanggulangin terhadap penyerapan tenaga kerja. Metode penelitian kuantitatif deskriptif berbasis data sekunder digunakan, dengan pengumpulan data dari kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri ini mendominasi dalam hal hasil produksi kerajinan kulit dan penyerapan tenaga kerja di Sidoarjo, dengan keahlian yang diwariskan secara turun-temurun dan kualitas produk yang mampu bersaing di pasar internasional. Namun, industri ini menghadapi tantangan besar seperti kesulitan akses permodalan, persaingan produk pabrikan/impor, keterbatasan akses pasar digital, kurangnya inovasi desain, kualitas SDM yang terbatas, akses bahan baku tidak stabil, kurangnya dukungan teknologi, dan minimnya regenerasi pelaku usaha. Penelitian ini merumuskan strategi pengembangan UMKM yang meliputi fasilitasi bahan baku, pelatihan tenaga kerja, perluasan akses pasar dan permodalan, peningkatan keterampilan manajerial, penyederhanaan perizinan, dan peningkatan kualitas produk. Dukungan pemerintah melalui pemberian modal, fasilitas rantai pasok, bantuan peralatan modern, perlindungan usaha, serta pelatihan SDM sangat krusial untuk keberlanjutan industri ini sebagai pilar ekonomi lokal dan nasional.