SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,520 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 22

Analytics

Ronaa Fitri Butsainah; Nur Fatimatuzzahroh; Muhammad Akmansyah; Sultan Syahrir

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This study examines the concept of repentance (taubah) as the foundation of moral pedagogy through a thematic interpretation approach to the Hadith Qudsi and classical and contemporary Islamic scholarly literature. The study employed a qualitative method based on literature review, examining the meaning, values, and educational implications of the teachings of repentance. The results of the study indicate that repentance is not merely understood as a spiritual act of seeking forgiveness, but as a holistic educational process. This process encompasses self-awareness (ma'rifah) of mistakes, deep regret (nadam), a strong determination not to repeat them ('azm), and concrete behavioral change ('amal). From an Islamic educational perspective, the values ​​of repentance play a crucial role in fostering moral responsibility, self-reflection, the habituation of good deeds, and a commitment to continuous self-improvement. The integration of repentance values ​​into learning can be realized through a character-based curriculum, reflective methods, strengthening worship practices, and moral development. Thus, repentance becomes an essential instrument in shaping a perfect human being who is faithful, has noble character, and possesses social awareness.     Kata kunci: Taubat, Hadis Qudsi, Pedagogi Moral, Pendidikan Islam, dan karakter.

Rohmatin, Alfa; Jannah Salsabila; Ajeng Zahra Haroki; Amelani Putri

Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam mencegah dekadensi moral siswa di SMK Al–Azami Cianjur. Fenomena kemerosotan moral di kalangan pelajar menjadi tantangan serius di era modern, sehingga lembaga pendidikan Islam dituntut untuk berperan aktif dalam pembinaan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMK Al–Azami Cianjur selama Oktober–November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, serta peserta didik, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dekadensi moral dilakukan melalui lima strategi utama: (1) pembiasaan religius melalui kegiatan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunnah, dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun); (2) penguatan pendidikan moral dan etika di setiap mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler; (3) pendampingan psikologis melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) serta kerja sama dengan lembaga STIFIn untuk mengenali potensi siswa; (4) kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat; serta (5) penerapan disiplin yang tegas namun mendidik. Strategi tersebut membentuk ekosistem pendidikan yang harmonis dan berakar pada nilai-nilai Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis pembiasaan dan keteladanan efektif dalam membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah tantangan moral abad ke-21.

Jawahir Khairani; Rhisma Al-Vyanie Sofyan; Sabrina Az Zahrah; Shifa Syalsa Agistina; Encep Kusumah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Lagu tidak hanya sebagai media hiburan tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang mencerminkan emosi tekstual dan makna yang mendalam. Dalam konteks film, lagu digunakan sebagai original soundtrack (OST), memainkan peran penting dalam meningkatkan narasi dan mediasi emosional dari keadaan internal karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna konseptual dan makna asosiatif dalam lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu”, film animasi Jumbo. Lagu ini dipilih karena sangat puitis dan simbolis, dan diintegrasikan ke dalam tema film yang indah tentang cinta orang tua dan kekuatan batin. Penelitian menggunakan metode kualitatif menggunakan teknik pembelajaran dokumen dan pendekatan dari aspek semantik berdasarkan pemahaman makna literal dan makna yang muncul dari pengalaman emosional dan budaya. Hasil analisis menunjukkan pentingnya 51 data penting konseptual, 14 asosiatif dan 5 lainnya yang memiliki makna keduanya, yang mencerminkan kedalaman pesan dan ikatan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa lirik lagu, khususnya dalam fungsi OST, memiliki potensi besar sebagai objek penelitian linguistik yang kompleks dan bermakna. Lagu dapat mencerminkan pengalaman internal manusia dan interpretasi media yang layak untuk analisis akademik.

Nanda Nurlina; Bashori Bashori

Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Konsep nafs dalam Al-Qur’an memiliki peran signifikan dalam memahami struktur kejiwaan dan spiritualitas manusia. Dalam psikologi Islam, nafs sering dikaitkan dengan dinamika batiniah yang memengaruhi perilaku dan pembentukan karakter seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna nafs dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik dan mengaitkannya dengan dimensi psikologis serta spiritual dalam proses pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Analisis semantik dilakukan terhadap ayat-ayat yang mengandung kata nafs, kemudian diklasifikasikan berdasarkan konteks linguistik dan teologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna nafs dalam Al-Qur’an dapat dikategorikan ke dalam beberapa dimensi, seperti nafs ammarah (jiwa yang memerintah pada kejahatan), nafs lawwamah (jiwa yang mencela), dan nafs mutma’innah (jiwa yang tenang). Ketiga dimensi ini mencerminkan perjalanan spiritual dan psikologis manusia menuju penyempurnaan diri. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan tafsir tematik Al-Qur’an, serta memperkaya khazanah psikologi Islam dalam kerangka pembentukan karakter yang holistik dan transendental.

Aisyah Sekar Tri Wardani; Anisa Tulhalizah; Ratna Sari Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter sangat signifikan dan mendapat banyak perhatian oleh kalangan masyarakat. Pendidikan karakter dianggap sangat penting, apalagi mengingat saat ini sering terjadi kejadian-kejadian negatif yang tidak mencerminkan karakter yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pendekatan terbaik yang dapat digunakan guru saat membuat pelajaran pembentukan karakter. Dengan menyelidiki objek penelitian dan melakukan wawancara, penelitian lapangan digunakan sebagai metodologi penelitian. wawancara tatap muka digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang diperlukan dari pendidik SMAN 1 Kota Tangerang dengan mengajukan serangkaian pertanyaan terlebih dahulu. Hasil penelitian yang telah diperoleh bahwa pendidik melaksanakan strategi penerapan ruang kelas berkarakter sudah berjalan dengan baik dan semestinya di SMAN 1 Kota Tangerang melalui penerapan dengan adanya program Pelaksanaan tata tertib di SMAN 1 Kota Tangerang cukup baik, karena adanya Penegak Disiplin Sekolah (PDS) terdiri dari Wakasek sebagai ketuanya dan guru-guru yang memiliki kepedulian terhadap disiplin. Untuk memenuhi visi dan tujuan sekolah, aturan tata tertib yang berlaku di sekolah harus ditegakkan dengan baik, serta aturan yang mengatur tingkah laku siswa dalam hal perilaku, penampilan, dan seragam.

Fadhilah Hafidz; Ida Farida; Putri Kiki Lestari; Ratna Sari Dewi

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dibuatnya artikel ini memiliki tujuan agar kita bisa tahu bagaimana pentingnya pendidikan karakter dalam menciptakan sekolah berkarater. Dalam menjalankan roda pendidikan, seperti yang diketahui peranan penting, dan tentunya didukung dengan fasilitas guru yang berkompeten juga. Kendala pendidik dalam menciptakan sekolah berkarakter yaitu sekolahnya belum mampu memilih terkait nilai karakter didalam menyesuaikan terhadap visi serta tujuan untuk melakukan berbagai hal yang terbaik, indikator yang representatif, pengembangan atau pembentukan karakter jni penting dan perlu diyakini untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan kembangkan disekolah. Tentunya hambatan ini perlu diselesaikan satu persatu supaya apaa yang mejadi tantangan dan hambatan dalam menciptakan sekolah yang berkarakter ini kedepannya bisa diperbaiki sehingga generasi bangsa ini memiliki kualitas sumber daya manusia yang berkompeten dalam setiap masing masing bidangnya. Dalam penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif, data sekunder, data yang diambil berdasarkan studi literatur yang meliputi buku - buku, jurnal - jurnal , makalah-makalah, serta studi literatur - literatur lain yang tentunya membahas mengenai pendidikan karakter. Proses-proses baik itu analisis data-data berupa reduksi data-data serta display data-data, pemverifikasi dan berbagai penarikan kesimpulan-kesimpulan yang tentunya sudah jelas kebenarannya. Berdasarakan data hasil dari penelitian yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwasannya pentingnnya pendidikan karakter dalam mengembangkan sekolah berkarakter.

Fadia Puja Ainun; Heni Setya Mawarni; Ratna Sari Dewi

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang sedang ramai mendapat perhatian di era society 5.0 ini. Yang mana di era society 5.0 sekarang ini banyak terjadi perilaku menyimpang yang disebabkan oleh pesatnya kemajuan dari teknologi, sehingga pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk meminimalisir terjadinya perilaku penyimpangan. Pendidikan karakter dilakukan sebagai upaya untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter kedalam setiap individu manusia. Dengan demikian, maka terdapat proses perubahan perilaku dan sikap dari yang awalnya tidak baik menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui serta melihat bagaimana idealnya peran pendidik dalam menciptakan dan mengelola ruang kelas yang berkarakter, sehingga ruang kelas tersebut dapat menjadi lingkungan yang ideal bagi peserta didik untuk mengembangkan diri, serta potensi yang dimiliki. Selain itu juga membahas mengenai bagaimana kondisi pengelolaan kelas yang banyak terjadi pada saat ini, tantangan penerapan ruang kelas berkarakter, dan peran masyarakat serta lingkungan keluarga dalam mewujudkan ruang kelas berkarakter. Maka dalam analisis ini, disertakan berbagai alasan yang melatarbelakangi mengapa pendidik dijadikan poros dan membentuk ruang kelas berkarakter, serta bagaimana peran peserta didik dalam prosesnya.

Oktavia Theresia Ompu Sunggu; Khairunnisa Khairunnisa; Ratna Sari Dewi

Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Masalah kurangnya tingkat penerapan karakter baik dalam masyarakat Indonesia dapat membahayakan penurunan nilai karakter di masyarakat. metode penelitian yang kami gunakan yaitu pendekatan kualitatif secara deskriptif yang hasil datanya kami dapat dengan melakukan kajian studi literatur pada buku, jurnal beserta artikel ilmiah yang sangat relevan. Penelitian ini membahas tentang menciptakan masyarakat berkarakter. Untuk menciptakan masyarakat berkarakter maka masyarakat diharuskan untuk belajar Pendidikan Karakter. Pendidikan karakter harus mampu menumbuhkan karakter baik di masyarakat Indonesia. Terbentuknya nilai Pancasila sangat mencirikan karakter yang telah melekat dalam diri bangsa Indonesia. Hasil dari penelitian yang kami buat yaitu pentingnya menciptakan masyarakat yang berkarakter di Indonesia untuk memajukan dan mengembangkan karakter masyarakat dan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat Pancasila. Terbentuknya nilai Pancasila sangat mencirikan karakter yang telah melekat dalam diri bangsa Indonesia. Maka dari itu, menciptakan masyarakat berkarakter sangatlah perlu guna menjadi masyarakat Indonesia yang memiliki karakter baik sesuai dengan yang ada dalam nilai-nilai Pancasila dan UUD.

Kustiana Dewi

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Urgensi dari proses pendidikan adalah terbentuknya manusia yang berkarakter. Pembentukan karakter tersebut dimulai sedini mungkin. Dalam menanamkan nilai karakter pada anak merupakan sarana paling penting dalam pilar pendidikan terhadap upaya pembinaan dedikasi positif bagi anak dalam menghormati tatanan hidup seperti etika dan tingkah laku. Implementasi pendidikan karakter terhadap anak usia dini dapat dilakukan dengan 9 pilar karakter melalui pembiasaan dan keteladanan yang difokuskan pada karakter pilar dua yaitu karakter kemandirian. Sebagaimana kita ketahui bahwa pada pendidikan anak usia dini sering kita jumpai beberapa anak yang belum mandiri misalnya, anak makan masih disuapi, enggan mengambil minum sendiri, sekolah minta ditunggui memakai dan melepas sepatu dengan bantuan guru/orang tua dan membiarkan peralatan belajarnya tergeletak disembarang tempat. Guru perlu menerapkan pendidikan karakter kemandirian pada peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan keteladanan yang tertuang dalam RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian). Guru membiasakan perilaku kemandirian pada peserta didik melalui aktivitas rutin dan berulang-ulang. Perubahan yang nampak pada peserta didik setelah menerapkan pilar dua melalui pembiasaan yakni peserta didik menjadi lebih mandiri seperti makan dan minum sendiri, berani bersekolah sendiri tanpa ditunggui, bisa memakai dan melepas sepatu sendiri serta mampu merapikan peralatan belajarnya secara mandiri.

Rizky Asrul Ananda; Mufidatul Inas; Agung Setyawan

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dalam perkembangan teknologi di era sekarang ini memiliki pengaruh terhadap karakter seorang anak. Teknologi yang ada menjadi ancaman bagi generasi penerus bangsa, karena perkembangan teknologi membuat anak memiliki karakter yang buruk. Anak menjadi kecanduan bermain handphone tanpa konsep belajar. Padahal pendidikan sangat penting untuk kelangsungan hidup. Karakter baik yang dimiliki seorang anak juga akan berubah seiring berjalannya waktu akibat pengaruh negatif perkembangan teknologi yang disalahgunakan oleh individu tertentu. Yang terjadi di jaman sekarang ini, orang tua juga dengan mudahnya memberikan handphone untuk membuat anaknya pendiam padahal hal tersebut dapat berdampak buruk bagi sang anak. dan dari permasalahan yang terjadi perlu diketahui apa itu pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter, prinsip-prinsip pendidikan karakter, dan juga pengaruh teknologi terhadap pendidikan karakter.

Deni Mudian; Arif Fajar Prasetiyo

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2022 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Dewasa ini, Perkembangan UMKM jumlahnya telah meningkat pesat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja rata-rata sebesar 96,66% terhadap total keseluruhan tenaga kerja nasional. Dalam rangka implementasi kebijakan Otonomi Daerah yaitu melaksanakan pembangunan ekonomi secara merata untuk semua daerah maka pembangunan di wilayah pedesaan menjadi perhatian masyarakat maupun pemerintah. Oleh sebab itu, realita perkembangan UMKM masih sangat sulit diterapkan khususnya di wilayah pedesaan. Sejahtera Mandiri atau Masyarakat Sejahtera Mandiri yakni desa yang mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, lembaga sosial yang aktif, tingkat partisipasi, dan keswadayaan masyarakat tinggi dan masyarakat miskin terlibat aktif dalam rantai produksi..  Konsep Desa Sejahtera Mandiri mengandaikan adanya sebuah konstruksi pemikiran yang menempatkan "Desa" pada posisi subjek, organisasi sosial yang harus diberi kepercayaan penuh oleh "orang luar" untuk mengatur dirinya, dengan kekuatan dan modal yang ada pada dirinya. Tujuan dari pengabduan kepada masyarakat ini adalah menumbuhkan UMKM yang berkarakter. Metode pengabdian yang digunakan adalah dengan cara membuat seminar tentang UMKM serta mengisi kuesioner yang telah disiapkan. Hasil pemgabdian kepada masyarakat adalah Workshop Membangun UMKM Desa Rancamahi Melalui Karakter Untuk Desa Lebih Maju Dan Sejahtera dilaksanakan di Desa Rancamahi Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang dapat diselenggarakan dengan baik serta berjalan dengan lancar.

Ade Sugiawan; Agus Abdurohim

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa merupakan cermin identitas bangsa. Hal ini berhubungan erat dengan karakter, sikap, maupun kepribadian dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu karena bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di antara suku bangsa yang berbeda-beda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi merupakan bahasa kesatuan, bahasa penghubung, bahasa pergaulan dalam kehidupan, dan digunakan dalam dunia pendidikan. Keberadaan bahasa gaul pada saat ini, memberikan kekhawatiran pada eksistensi penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, oleh karena itu diperlukan pendidikan karakter di sekolah, agar eksistensi bahasa indonesia bisa tetap terjaga. Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh bahasa gaul terhadap karakter siswa SMKN 3 Bogor. Karena bahasa sangat berpengaruh terhadap etika dan karakter seseorang karena hal ini mencerminkan sebuah kepribadian.

Khofifatun Rohmah; Nur Ngazizah; Titi Anjarini

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penilaian dalam dunia pendidikan terdiri dari berbagai macam penilaian yang harus terpenuhi salah satunya yaitu penilaian karakter sains siswa namun masih ada sekolah yang belum menerapkan penilaian pada karakter sains siswa dalam pembelajaran di kelas padahal hal ini sangat penting. Adanya penilaian karakter sains siswa ini membantu anak agar lebih aktif dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangankan instrument penilaian karakter sains siswa dengan berbasis metode ilmiah pada pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode ADDIE. Asumsi dari penelitian ini adalah karena pada umumnya guru melakukan penilaian pada siswa secara kognitifnya saja, pada penilaian karakter sains siswa belum dilakukan. Penelitian ini mengembangkan sebuah instrumen penilaian karakter sains siswa pada mapel tematik kelas IV sekolah dasar. Kajian penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Ferdinandus Bele Sole,dkk yang meneliti tentang mengembangkan instrumen penilaian sikap ilmiah sains siswa sekolah dasar dengan berbasis pendidikan karakter.

Fadiyah Nur Afifah; Zahira Nadya Hanifa; Dede Indra Setiabudi

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembiasaan Pendidikan muatan lokal nyunda dalam membangun karakter cinta tanah air yang tujuan utamanya agar anak tidak melupakan budaya daerah asalnya yang semata – mata untuk mempertahankan budaya asli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara di sekolah SDN 213 babakan ciparay. Keabsahan data menggunakan uji kredibilitas. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data hasil observasi, wawancara, penginterpretasian data, dan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ tersebut membuat anak tetap mengenal Bahasa daerah, makanan daerah, permainan daerah, dan tata krama daerah ditengah gencarnya budaya luar yang kian masuk ke tanah air. Setelah melakukan penelitian mengenai pembiasaan Pendidikan muatan lokal ‘nyunda’ dalam membangun karakter cinta tanah air tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa begitu pentingnya pembiasaan muatan lokal di sekolah dasar sebagai usaha dalam menanamkan karakter cinta tanah air lewat budaya daerah agar generasi muda tidak lupa budaya daerah asalnya sehingga tetap mengenal dan melestarikan budaya daerahnya tersebut.

Ahmad Fahrudin; Eka Maryam

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis review isi artikel sintesa dengan fokus pada daerah penelitian, tujuan, variasi metode, dan temuan. Metode pengumpulan data penelitian mengadopsi desain PRISMA (preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses), terdiri dari empat langkah: identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan aplikasi publish or perish yang ditautkan langsung ke pencarian Google Cendekia. Jumlah artikel yang ditemukan adalah 3000 artikel pada periode 2017 hingga 2022. Penelitian ini memutuskan untuk mereview 15 artikel dengan sebaran Pendidikan Fisika Berbasis Etnosains  6 artikel, Pendidikan Fisika Berbasis Budaya 4 Artikel, dan Pendidikan Fisika Berbasis Kearifan Lokal 5 Artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan merupakan daerah di Indonesia yang dijadikan tempat penelitian terbanyak yaitu 20% dengan topik pendidikan fisika berbasis budaya, dan pendidikan fisika berbasis kearifan lokal. tujuan penelitian rata-rata adalah mengembangkan produk, menganalisis, mendiskripsikan dan mengembangkan karakter. Metode penelitian yang digunakan juga bervariasi, antara lain: R&D, kualitatif deskriptif, kuasi-eksperimental, dan pendekatan rasch model. Temuan menunjukkan bahwa topik ini menarik untuk dipelajari karena berpengaruh positif terhadap hasil belajar, meningkatkan berpikir kritis, kemampuan literasi sains, meningkatkan kreativitas serta meningkatkan motivasi belajar

Siti Supeni, Sindi Eka Putri, Yusuf &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2018 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan antara pembelajaran PendidikanKewarganegaraan (PKn) dan kegiatan ekstrakurikuler Kerohanian Islam (ROHIS) terhadappembentukan karakter siswa MAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018 berbentukdeskriptif kualitatif, dengan strategi studi evaluasi dengan pemberian penilaian untukmenarik suatu kesimpulan yang dilakukan secara struktual kepada responden sebagaisumber informasi untuk keterangan peranan pendidikan kewarganegaraan (PKn) dankegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter siswaMAN 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Sumber data berupa data primer dan datasekunder. Subyek penelitian antara lain: Wakil Kepala Sekolah, Pembina Rohis, PengurusRohis dan siswa anggota rohis. Obyek penelitian, peranan pendidikan kewarganegaraandan kegiatan ekstrakurikuler kerohanian islam (rohis) terhadap pendidikan karakter.Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan datamenggunakan trianggulasi metode. Teknik analisis data terdiri: reduksi data, penyajiandata dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran PKn yang dilaksanakan guru telahberjalan dengan baik, siswa mampu memahami dan mengamalkannya, siswa bisamenghargari orang lain, bisa bertoleransi dengan sesamanya, berkata jujur, bersikap sopandengan orang lain. Kegiatan Rohis telah memberikan peran yang sangat berarti dalampembentukan karakter siswa, program-program yang direncanakan telah dijalankan denganbaik, sehingga siswa bisa terbiasa melakukan kegiatan yang bersifat positif, seperti halnyamelakukan sholat dhuha, menjalankan sholat wajib tepat waktu, melakukan bakti sosial,berperilaku sopan, dan berperilaku disiplin.Kata Kunci : Pembelajaran PKn, Kegiatan Rohis, Pembentukan Karakter

Feri Faila Sufa, M Hery Yuli Setiawan

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Pendidikan Karakter ini diadakan dengan latar belakang tentang pentingnya pendidikan karakter pada anak untuk di tumbuhkan sejak dini agar mencapai perkembangan yang optimal di masa depannya. Pada hasil penelitian Feri faila Sufa (2016) bahwa kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode cerita sebagai internalisasi pendidikan karakter pada anak usia dini. Melalui Bercerita kedisiplinan kemandirian, dan tangung jawab anak dapat meningkat. Disamping adanya peningkatan pada kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak, ketrampilan guru dan orang tua dalam bercerita juga perlu ditingkatkan. Kemampuan guru dan orang tua dalam bercerita sangat penting, karena anak-anak menyukai Kegiatan bercerita, sehingga dapat dikatakan efektf untuk menerapkan pendidikan karakter. Melalui bercerita pendidik maupun orang tua dapat memindahkan tatanan nilai karakter seperti kedisiplinan, tanggung jawab dan kemandirian ke dalam diri anak. Melalui bercerita akan tercipta suasana alamiah, menyenangkan, dan anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai karakter tanpa paksaan, disamping dapat mengambil keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Untuk mencapai tujuan pengabdian telah dilakukan pelatihan dan pendampingan pada guru dan orang tua. Sebelum dilakukan pelatihan, orang tua dan guru diberikan sosialisasi dan pemahamana pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, Pemberian Tugas dan Praktek Langsung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa kegiatan bercerita yang dilakukan oleh orang tua dan guru dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui bercerita, guru atau orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Orang Tua dan Guru memberikan cerita keteladanan, contoh dan pelajaran dari kegiatan bercerita. Berdasarkan kegiatan pengabdian di atas dapat disimpulkan kegiatan bercerita yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter, yang berisi keteladanan, contoh sikap dan pelajaran yang diberikan pada anak sejak dini dengan konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab anak.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kegiatan Bercerita

Anita Trisiana, Luthfi Nur Alfiati &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Peran guru PPKn dalammembentuk karakter siswa sebagai Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 KaranganomKabupaten Klaten, 2) Kendala yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten.Metode penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatankualitatif deskriptif, dalam penelitian ini juga memanfaatkan pendekatan kuantitatif sebagaipelengkap atau pendukung.Strategi penelitian yang digunakan adalah strategi tunggalterperancang.Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa dan dokumen. Tekniksampling yang digunakan adalah kombinasi purposive sampling dan snow ball. Teknikpengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalahdengan wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Untuk memperoleh validitas datadigunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakanadalah model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut : 1) Pengumpulan Data,2) Reduksi Data, 3) Sajian Data, 4) Pengumpulan Kesimpulan. Prosedur penelitian yangdigunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Tahap Pra Penelitian, 2) TahapPekerjaan, 3) Tahap Analisis Data, 4) Tahap Penyusunan Laporan Penelitian.Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Peranguru PPKn dalam membentuk karakter siswa sebagai Pendukung Revolusi Mental padakasus siswa SMP Negeri 4 Karanganom Kabupaten Klaten melalui perubahan sikap darikomponen pokok dalam teori Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan civicdispotision sebagai kompetensi yang terkait pada Pasal (3) Undang-Undang No. 20 Tahun2003 tentang Pendidikan Nasional dalam mengembangkan dan membentuk watak ataukarakter. 2) Kendala yang dihadapi oleh peran guru PPKn dalam membentuk karakter siswasebagai Pendukung Revolusi Mental pada siswa SMP Negeri 4 Karanganom KabupatenKlaten yaitu kurang mampu mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang tidak di anggappenting dari kepribadian, belum adanya good govermance dan good cooperate govermanceserta minimnya mutu law entorcement.Kata Kunci :Guru, PPKn, Revolusi Mental, Karakter

Sugiaryo, Deni Kristiyanto &

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh “PenerapanMetode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter Terhadap Prestasi BelajarPPKn Kelas VIII di SMP N 23 Surakarta 2016/2017. Jenis penelitian yangdigunakan adalah Penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain pretest postesgroup design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII G sebagai kelaskontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dan H sebagai kelaseksperimen, yang menggunakan pembelajaran metode debat aktif berbasispendidikan karakter. yang masing masing kelas berjumlah 34 siswa. Penelitian inidilakukan dua kali pertemuan setiap kelas, dan diberikan pretest dan postest untukmengukurnya. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi,dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t test.Hasilpenelitian menunjukan bahwa penerapan metode debat aktif pada hasil belajarsiswa pada kelompok eksperimen rata-rata 63,53, pada kelompok kontrol rata-rata64,56. Nilai p =0,651 (p>0,05 Data posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 87.79,. Pada kelompok kontrol rata-rata 74.56. Nilai p=0,000 (p<0,05). Data selisih pretest-posttest hasil belajar siswa pada kelompokeksperimen rata-rata 24.26, pada kelompok kontrol rata-rata 10.00. Nilai p =0,000(p<0,05), yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajarsiswa sesudah perlakuan, dimana diketahui bahwa kelompok eksperimen (metodedebat aktif berbasis pendidikan karakter) mendapatkan peningkatan hasil belajaryang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian ada“Pengaruh Metode Debat Aktif Berbasis Pendidikan Karakter EfektifMeningkatkan Prestasi Belajar PPKn Kelas VIII di SMP N 23”.Kata Kunci : Metode Debat Aktif, Pendidikan Karakter, Prestasi Belajar, PPKn.

Ningsih, Sulandari

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2017 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pelaksanaan full day school dengan pembentukan karakter pada siswa kelas XI MAN 1 Surakarta Tahun 2016/ 2017; 2) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pelaksanaan boarding school dengan pembentukan karakter pada siswa kelas XI MAN 1 Surakarta Tahun 2016 / 2017; 3) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pelaksanaan full day school dan boarding school dengan pembentukan karakter pada siswa kelas XI MAN 1 surakarta tahun 2016/2017.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN 1 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang full day school, boarding school serta pembentukan karakter. Dalam penelitian ini validitas yang dicari adalah validitas eksternal dan reliabilitas yang dicari adalah reliabilitas internal. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi ganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai Fhitung sebesar 8,96. Kemudiandikonsultasikan dengan Ftabel taraf signifikan 5% sebesar 3,33. Dengan demikian hipotesisyang menyatakan “ada Hubungan Pelaksanaan Full Day School Dan Boarding School denganPembentukan Karakter pada Siswa Kelas XI MAN 1 Surakarta Tahun 2016/2017”, terbuktikebenarannya.Kata kunci : Full Day School, Boarding School, Pembentukan Karakter