Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,866

Analytics

Lathifah, Nabilah Nur; Kholifah, Afiyatun

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran SKI tidak hanya diarahkan pada penguasaan aspek kognitif berupa pengetahuan sejarah, tetapi juga memiliki tujuan untuk membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai keteladanan. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu memahami, menghayati, serta meneladani perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tokoh-tokoh Islam lainnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat SD/MI, materi SKI pada dasarnya telah disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala yang cukup berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Di MI Ar-Rahmah Karawang, pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), permasalahan yang ditemukan meliputi dominasi metode ceramah, terbatasnya variasi media pembelajaran, serta rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap pemahaman siswa pada materi SKI yang cenderung bersifat historis dan abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang memengaruhi pembelajaran SKI serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru SKI, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pembelajaran terletak pada pemanfaatan media video yang membantu siswa memahami materi secara lebih konkret. Kelemahan utama terdapat pada dominasi metode ceramah yang menyebabkan pembelajaran kurang interaktif. Sementara itu, peluang muncul dari tingginya rasa ingin tahu siswa serta perkembangan teknologi pembelajaran, sedangkan ancaman berkaitan dengan kurangnya pengulangan materi yang menyebabkan siswa mudah lupa terhadap materi yang telah dipelajari. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran SKI di MI Ar-Rahmah masih memerlukan peningkatan pada aspek metode dan strategi pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan strategi PAIKEMI direkomendasikan sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan bermakna.

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan salah satu jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi kembang–susut tinggi akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menurunkan stabilitas konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan zeolit terhadap sifat fisik dan mekanik tanah ekspansif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar zeolit sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat kering tanah. Pengujian yang dilakukan meliputi batas Atterberg, pemadatan, dan kuat tekan bebas (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zeolit mampu menurunkan indeks plastisitas tanah serta meningkatkan nilai berat isi kering maksimum dan kuat tekan bebas. Nilai UCS tertinggi diperoleh pada campuran zeolit 15%, yang menunjukkan adanya kadar optimum dalam proses stabilisasi. Peningkatan kekuatan tanah terjadi akibat proses pertukaran ion dan reaksi pozzolanik yang membentuk struktur tanah lebih padat dan stabil. Secara keseluruhan, zeolit memiliki potensi sebagai bahan stabilisasi alternatif yang ramah lingkungan dan efektif untuk memperbaiki karakteristik tanah ekspansif.

Maghfira Arum Lestari; Dennis Farina Nury; Puji Rahayu; Amelia Naomi Agustina; Muhamad Iqbal Putra +5 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Karbohidrat dan protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan identifikasi kualitatif karbohidrat (gula pereduksi) dengan uji benedict dan uji fehling, serta melakukan identifikasi/konfirmasi protein dengan uji biuret pada berbagai sampel pangan, serta mendiskusikan interpretasi hasil uji. Pada uji biuret, perubahan warna menjadi ungu / violet menandakan adanya protein (ikatan peptida). Pada uji benedict, perubahan warna menjadi hijau berarti terdapat sedikit gula reduksi, kuning berarti sedang, oren berarti signifikan, dan terberntuk endapan merah bata berarti banyak terdapat gula reduksi. Pada uji fehing, hasil positif ditandai dengan berubahnya warna larutan biru menjadi hijau dan terdapat endapan merah bata. Pangan yang signifikan mengandung protein adalah tempe, ayam, nugget, sosis, dan telur mentah. Pangan yang mengandung protein tetapi tidak begitu siginifikan adalah roti tawar dan croissant. Bahan pangan yang tidak terdeteksi adanya kandungan protein pada uji biuret adalah mie dan jeruk nipis. Bahan pangan yang signifikan mengandung gula pereduksi adalah nasi, mie, croissant, dan roti tawar. Bahan pangan yang tidak begitu signifikan mengandung gula pereduksi adalah jeruk nipis, tempe, nugget, dan telur mentah. Bahan pangan yang tidak mengandung gula pereduksi pada penelitian ini adalah ayam dan sosis.

Stefani, Greciela Yolanda; Aji Fajar Ramadhani; Nugrahani Astuti; Annisa Nur’aini

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Mie basah bebas gluten umumnya memiliki kandungan protein yang relatif rendah karena didominasi oleh bahan berpati, sehingga diperlukan upaya peningkatan nilai gizi tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan teri medan (Stolephorus sp.) terhadap tingkat kesukaan mie basah bebas gluten serta mengetahui karakteristik kimia pada perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf penambahan tepung ikan teri medan, yaitu P0 (0 g), P1 (5 g), P2 (10 g), dan P3 (15 g). Tingkat kesukaan dinilai oleh 40 panelis pada parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan uji hedonik. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan terbaik ditentukan menggunakan metode indeks efektivitas dan selanjutnya dianalisis secara proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ikan teri medan berpengaruh terhadap tingkat kesukaan mie basah bebas gluten. Perlakuan terbaik diperoleh pada P1 (5 g) berdasarkan nilai indeks efektivitas tertinggi. Hasil analisis kimia pada P1 menunjukkan kadar air 37,33%, kadar abu 1,71%, kadar lemak 3,34%, kadar protein 9,76%, dan kadar karbohidrat 47,86%. Kadar protein telah memenuhi persyaratan mutu mie basah berdasarkan SNI 2987:2015, meskipun kadar air masih melebihi standar. Penambahan tepung ikan teri medan berpotensi meningkatkan nilai gizi mie basah bebas gluten dengan tetap mempertahankan tingkat penerimaan konsumen.

Sri Wahyuna Saragih; Muhammad Rafi; Harlan Mufrih; Aisha Rafa Rahma; Dwi Kartika +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Nanas merupakan unggulan kedua yang di ekspor Indonesia setelah buah manggis pada 22 tahun lalu, volume ekspor nanas pada tahun 2004 sebesar 2.431.263 kilogram atau mengalami peningkatan sebesar 6,4 % dari tahun -tahun sebelumnya, permintaan ekspor nanas yang cukup tinggi merupakan pendorong bagi produksi nanas dalam negeri yang mampu bersaing dengan nanas negara lain. Seperti halnya produk pertanian lainnya, karakteristik buah nanas adalah mudah rusak dan pemanfaatannya lebih banyak sebagai makanan penutup mulut karena rasanya yang segar. Potensi penganeka ragaman produk pangan dengan bahan baku sebenarnya cukup banyak namun sampai dengan saat ini masih belum berkembang. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan memanfaatkan ektrak buah nanas melalui fermentasi bakteri Acetobacter Xylinum untuk membentuk polisakarida akstraseluler (nata) sebagai hidangan non energi yang biasa kita kenal Nata de pina, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak buah nanas untuk dijadikan hidangan Nata de pina. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nata de pina memiliki nilai pH sebesar 4,7 dan kadar air sebesar 98,08% sudah memenuhi syarat mutu berdasar SNI nata. Hasil uji organoleptik terhadap 30 panelis menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai rasa, warna, aroma, dan tekstur Nata de pina yang dihasilkan.

Yunita, Erna; Rahmi, Suci; Puteri, Nafisah Eka

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Sosis merupakan produk olahan populer di berbagai kalangan masyarakat yang sebagian besar menggunakan bahan baku daging sapi dan ayam yang harganya relatif mahal, hal tersebut  mendorong perlunya diversifikasi menggunakan sumber protein lain, seperti ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pure kedelai terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori sosis ikan lumi-lumi (Harpodon nehereus). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan enam taraf perlakuan perbandingan ikan lumi-lumi dan pure kedelai, yaitu K0 (300g:0g), K1 (250g:50g), K2 (200g:100g), K3 (150g:150g), K4 (100g:200g), dan K5 (50g:250g). Parameter yang diuji meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, tekstur (penetrometer), dan uji organoleptik (hedonik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pure kedelai berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Seiring meningkatnya proporsi pure kedelai, kadar air menurun (72,60% hingga 66,66%), kadar lemak menurun (5,14% hingga 0,37%), dan kadar protein menurun (7,17% hingga 4,37%). Sebaliknya, kadar abu meningkat (1,27% hingga 1,86%), kadar karbohidrat meningkat (13,80% hingga 26,72%), dan nilai tekstur meningkat (17,39 N/s hingga 18,48 N/s) yang mengindikasikan sosis semakin kenyal. Berdasarkan uji sensori, perlakuan K3 (150g ikan : 150g kedelai) merupakan formulasi terbaik yang paling disukai panelis dengan skor tertinggi pada atribut warna (3,60), aroma (3,48), tekstur (3,44), rasa (3,28), dan penerimaan keseluruhan (3,62). Secara umum penambahan pure kedelai efektif meningkatkan karakteristik fisikokimia dan penerimaan sensori sosis ikan lumi-lumi.  

Amelia, Erika; Nurhayati, Anis

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Tape ketan putih merupakan produk pangan fermentasi tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi beras ketan menggunakan ragi tape. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kemasan daun dan konsentrasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik tape ketan putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis kemasan daun (K) (daun pisang, daun jati dan daun jambu air) dan konsentrasi ekstrak bunga telang (B) (0,5%; 1%; dan 1,5%) dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar gula, pH, serta uji organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan dan konsentrasi ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap karakteristik tape ketan putih. Perlakuan terbaik diperoleh pada kemasan daun pisang dengan penambahan ekstrak bunga telang 0,5% yang menghasilkan pH dan kadar gula yang sesuai dan tingkat penerimaan panelis tertinggi.

Iqbal Baihaqi, Muchammad; Iqbal, Muchammad; Sutejo, Aris; Wulandari, Sri

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Pencak silat is not only interpreted as a martial art, but also as a medium for character building and life values. The Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) has teachings about brotherhood, courage, and social responsibility that need to be communicated in a relevant way in today's visual era. This design aims to create a character that represents the identity of PSHT Surabaya through a Research and Development (R&D) method with the stages of Planning, Production, and Evaluation (PPE). As a result, the rooster character was chosen as a symbol because it reflects the philosophy of courage and exemplary behavior. This design is expected to become a communicative visual identity while strengthening the organization's image.

Permatasari, Diah; Permatasari, Diah; Daniar, Aninditya; Candra Ayuswantana, Alfian

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

The Entangled game is designed as an interactive medium to convey the problem of ghost nets to the 19–25 age group through a visual novel format that relies on narrative and visuals as a means of communication. This medium is presented to highlight the problem of ghost nets which are a serious threat to marine ecosystems because they destroy habitats, endanger marine biota, and impact the social and economic aspects of coastal communities, but are still poorly understood by the younger generation due to the limited availability of engaging and communicative educational media. In designing this game, character design plays a key supporting element that helps convey conservation messages emotionally and narratively through character representation, dialogue, and relationships between characters in the storyline. The method used is a mixed method with data collection through interviews, literature studies, and questionnaires, which are then developed using the Game Development Life Cycle (GDLC) approach to ensure the game design process runs systematically. 

Arisyana, Dwi Jaya

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Perkembangan komik digital di Indonesia telah mendorong transformasi mitologi Indonesia ke dalam bentuk visual kontemporer. Salah satu representasi tersebut adalah karakter Roro Kidul dalam komik digital Nusantara Droid War, yang menampilkan tokoh mitologi Jawa dalam setting futuristik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis representasi visual Roro Kidul menggunakan Teori Bahasa Visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menggunakan teknik observasi visual, dokumentasi panel komik, dan tinjauan pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi isi wimba (komik tradisional Indonesia), metode wimba (komik tradisional Indonesia), dan bentuk ekspresi internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Roro Kidul direpresentasikan melalui elemen visual seperti pakaian yang didominasi warna hijau, ornamen emas, gerak tubuh yang tenang, dan manifestasi naga putih dan hitam sebagai simbol kekuatan ganda. Penerapan skala, perspektif, dan komposisi panel memperkuat hierarki visual dan posisi karakter sebagai tokoh utama. Bentuk ekspresi internal dan eksternal membangun kesinambungan makna dan menekankan otoritas simbolik karakter. Studi ini menunjukkan bahwa komik digital dapat menjadi media komunikasi budaya yang efektif dalam mentransformasikan mitologi Indonesia tanpa menghilangkan struktur makna budayanya, dan menekankan relevansi Teori Bahasa Visual dalam analisis visual media populer.

Damayanti, Fhadila

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Integrasi keilmuan Islam merupakan konsep fundamental untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan pada era kontemporer. Perkembangan sains dan teknologi yang semakin maju mampu menghubungkan dua ilmu yang berbeda, yakni ilmu agama dan ilmu umum yang saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengertian, unsur-unsur, manfaat integrasi ilmu dalam konsep berpikir menurut perspektif Islam, konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian integrasi ilmu, menganalisis unsur-unsur yang membentuknya, menelaah manfaat integrasi ilmu, memganalisis konsep akal dalam perspektif Al-Qur’an, dan memahami kesalahan berpikir manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai sumber yang kredibel dan relevan terkait topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang ilmu agama dan ilmu umum sebagai satu kesatuan utuh yang saling berkaitan dan berperan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Globalisasi abad ke-21 mengalami perubahan signifikan dari segi sosial, budaya, dan teknologi, sehingga sektor pendidikan harus beradaptasi. Pendidikan tidak hanya bertujuan sebagai wadah ilmu melainkan menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, dan pola pikir seseorang agar dapat bersaing dalam lingkup global. Teknologi yang semakin berkembang berdampak pada pembentukan pola pikir masyarakat. Konsep unity of knowledge juga menekankan bahwa seluruh cabang ilmu berasal dari sumber yang sama tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi ilmu juga dibangun melalui dua unsur utama, yaitu landasan filosofis yang berperan dalam pembentukan pola pikir dan strategi implementasi yang berperan dalam pembentukan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan integrasi ilmu memberikan dampak positif untuk pemecahan masalah, memperkuat nilai moral dan etika, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membentuk keseimbangan antara spiritual dan intelektual setiap individu.

Khoirunnazwa, Zahrani; Afiyatun Kholifah

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman sejarah Islam, karakter, serta nilai-nilai keislaman peserta didik. Namun, pelaksanaan pembelajaran SKI di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, rendahnya partisipasi siswa, serta perbedaan kemampuan belajar peserta didik. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pembelajaran SKI kelas VII di MTs Al-Fathimiyah Karawang sehingga diperlukan analisis yang mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran SKI di kelas VII MTs Al-Fathimiyah Karawang menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) serta merumuskan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan madrasah berbasis pesantren dan budaya religius menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembelajaran SKI. Sementara itu, penggunaan metode ceramah yang masih dominan serta perbedaan kemampuan belajar siswa menjadi kelemahan dan tantangan yang perlu diatasi. Ketersediaan fasilitas Smart TV memberikan peluang untuk mengembangkan pembelajaran berbasis media yang lebih interaktif. Berdasarkan hasil analisis, strategi pembelajaran kolaboratif yang dipadukan dengan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, pemahaman, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran SKI. Oleh karena itu, analisis SWOT dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di madrasah.

Naufal Faryreza Ryanta; Hana Faujiyyah Nur Afifah; Lisa Wahidatul Oktaviani; Tria Puji Lestari; Rina Mutya Suzliana +2 more

Medical Laboratory Journal 2026 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Students of the Indonesian School of Jeddah (SIJ) are predominantly categorized as Third Culture Kids (TCK) who face sociocultural challenges and complex health determinants, including a high risk of dental caries and limited character monitoring outside the classroom. This transnational community service program aimed to evaluate the effectiveness of an integrated educational model using audio-visual media through the “Happy Teeth, Bright Smile” campaign and self-monitoring through the “My Adventure Journal” in improving oral health literacy and students’ character behavior. The study employed a Participatory Action Research (PAR) approach with mixed methods involving 155 elementary and junior high school students. Dental knowledge data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks test, while journal compliance was calculated descriptively using the Grand Mean method and triangulated with content analysis of parental feedback. The results showed that elementary students’ compliance with daily character missions increased by 28.31%, particularly in the discipline dimension. Among junior high school students, multimedia intervention significantly improved clinical preventive knowledge (p < 0.001), with mean scores increasing from 77.00 to 90.20. Parental feedback indicated improvements in self-regulation, responsibility, and self-confidence. The study concludes that optimizing the Tripartite Partnership among university students, schools, and parents is effective in strengthening psychosocial resilience and students’ basic health independence in a transnational environment.

Dhone, Imelda; Ulfa, Miftakhul; Rufaindah, Ervin

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi, kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. Pengetahuan ibu mengenai gizi, stunting, dan praktik kesehatan anak menjadi dasar dalam menentukan pola asuh yang tepat . Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan Persepsi Dengan pengetahuan ibu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Di Puskesmas Mojolangu Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berkunjung ke Poli KIA Puskesmas Mojolangu sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling .Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian  menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05), sehingga H? ditolak dan H? diterima yaitu terdapat adanya  hubungan yang signifikan antara persepsi ibu dan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada balita. Nilai koefisien korelasi sebesar (r=0,817). semakin positif persepsi ibu mengenai stunting maka semakin baik pula pengetahuannya tentang pencegahan stunting

Mehang, Travia Resa; Apryanto, Frengki; Alfianto, Ahmad Guntur

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

  Latar Belakang : Pelaksanaan keselamatan pasien sering mengalami hambatan karena perawat belum sepenuhnya menerapkan perilaku caring secara optimal. Hubungan interpersonal yang kurang baik antara perawat dan pasien dapat menyebabkan munculnya kesalahpahaman selama proses perawatan. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring perawat terhadap keselamatan pasien di Puskesmas Batu . Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Batu sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95% (? = 0,05) Hasil : Hasil uji statistik di atas menunjukkan bahwa nilai P (value) = 0.000(< 0.05) dan memiliki nilai r (korelasi) sebesar 1.000 dari total sampel penelitian (n) sebanyak 30 orang responden yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien. Perilaku caring perawat dengan keselamatan pasien memiliki nilai korelasi sebesar 1.000 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan sangat kuat.. Kesimpulan sebagian besar perawat di Puskesmas Batu memiliki perilaku caring dan penerapan keselamatan pasien (patient safety) pada kategori cukup, meskipun sebagian lainnya telah berada pada kategori baik.

David Ricardo; Mahmud Arif

The contemporary moral crisis, marked by the prevalence of hoaxes, corruption, intolerance, and hedonism, demands a strategic response from the Islamic tradition. This research aims to actualize Prophet Muhammad's (PBUH) moral exemplariness as a strategy for strengthening Muslim character. Using a qualitative literature review method with a thematic-integrative approach, this study analyzes primary sources (the Quran, authentic hadiths, classical Islamic texts) and secondary sources (national and international academic journals). The findings identify five dimensions of Prophetic exemplariness (siddiq, amanah, rahmah, zuhud, hikmah) that directly correspond to 24 character strengths in Peterson and Seligman's Values in Action (VIA) framework. This research formulates four actualization strategies: internalization through contemporary Sufism, behavioral modeling (uswah fi'liyah), moral community reinforcement (al-biah al-shalihah), and Islamic digital literacy. The primary contribution of this research is an integrative model linking Prophetic moral values with modern character psychology, supplemented by an integration table mapping moral crises, Prophetic values, and character-strengthening strategies. This model is intended to serve as an operational framework for Islamic educational institutions, families, and Muslim communities in addressing moral crises systematically and evidence-based.

Haryanto; Buna, Nafila; Hafifah, Nurul; Arrahmah, Muftiha; Febrianti, Febi +1 more

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tingkat toksisitas ekstrak etanol 90% daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva udang (Artemia salina) menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan pendekatan Reed-Muench dan analisis probit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Larva Artemia salina digunakan sebagai organisme uji karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa toksik dan sering digunakan sebagai indikator awal aktivitas bioaktif. Ekstrak diuji pada berbagai konsentrasi bertingkat untuk mengamati persentase mortalitas larva setelah 24 jam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian larva, yang mengindikasikan adanya hubungan dosis-respons yang jelas. Nilai LC₅₀ yang diperoleh dengan metode Reed-Muench adalah sebesar 567,02 ppm, sedangkan dengan analisis probit diperoleh nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm. Perbedaan nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan analisis, di mana metode probit dinilai lebih akurat karena melibatkan transformasi statistik yang lebih kompleks. Berdasarkan klasifikasi toksisitas BSLT, nilai LC₅₀ sebesar 581,0319 ppm termasuk dalam kategori sangat toksik (LC₅₀ < 30 ppm). Tingginya tingkat toksisitas ekstrak diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas sitotoksik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% daun trembesi memiliki potensi bioaktivitas yang tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif dalam bidang farmasi maupun bioteknologi.

Nauroh Nurhumaida; Sinta Nuraini; Dhea Andaresta

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This study aims to describe the implementation of Islamic school culture in shaping the religious character of students at SMK Islam Insan Mulia. The research employed a descriptive qualitative approach based on interview transcripts with three students from different vocational programs, namely Mechanical Engineering, Accounting, and Culinary Arts. Data were analyzed through data condensation, thematic coding, data presentation, and interpretive conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ experiences. The findings indicate that Islamic school culture is implemented through religious routines, student discipline, teacher guidance, ethical vocational learning, and the development of a clean and orderly school environment. These practices contribute to the formation of religious character, which is reflected in students’ worship awareness, moral responsibility, honesty in learning, discipline, cooperation, and future orientation. The study also identified several challenges, including limited student independence, peer dependence in group assignments, and the gradual development of facilities in a new vocational program. These findings suggest that Islamic school culture needs to be managed consistently through habituation, teacher role modeling, continuous monitoring, and integration with vocational competencies. The study implies that strengthening Islamic school culture can support both religious character formation and vocational readiness among students.

Muhammad Arif Taufik; Prema Hapsari Hidayati; Dian Fahmi Utami; Mochammad Erwin Rachman; Muh. Jabal Nur

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease with an increasing prevalence and a risk of causing macrovascular complications such as stroke. This study aimed to describe the characteristics of Diabetes Mellitus patients with stroke complications based on CT-scan results at RSKD Dadi Makassar in 2024–2025. This was a descriptive observational study with a retrospective design using medical record data. Samples were taken using a total sampling technique, comprising 60 patients, and analyzed univariately using the Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 26. The results showed that the majority of respondents were in the late elderly group (>56 years) at 66.7%, female (51.7%), and from the Makassar ethnic group (63.3%). Most respondents experienced hyperglycemia in random blood glucose (66.7%) and had uncontrolled fasting blood glucose (68.3%) and HbA1c (76.7%) levels. CT-scan results were dominated by non-specific cerebral infarction (68.3%), with ischemic stroke as the most common type (93.3%), a length of stay of 5–10 days (53.3%), and right-sided hemiparesis as the most common clinical manifestation (45.0%). It was concluded that DM patients with stroke complications were generally elderly, female, had poor glycemic control, and were dominated by ischemic stroke with non-specific cerebral infarction. Abstrak. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi makrovaskular berupa stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien Diabetes Melitus yang mengalami komplikasi stroke berdasarkan hasil CT-scan di RSKD Dadi Makassar tahun 2024–2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 60 pasien dan dianalisis secara univariat menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lansia akhir (>56 tahun) sebanyak 66,7%, berjenis kelamin perempuan (51,7%), dan berasal dari Suku Makassar (63,3%). Sebagian besar responden mengalami hiperglikemia pada GDS (66,7%) serta memiliki kadar GDP (68,3%) dan HbA1c (76,7%) yang tidak terkontrol. Hasil CT-scan didominasi oleh infark serebri tidak spesifik (68,3%) dengan jenis stroke terbanyak berupa stroke iskemik (93,3%), lama rawat inap terbanyak 5–10 hari (53,3%), dan manifestasi klinis tersering berupa hemiparese dextra (45,0%). Disimpulkan bahwa pasien DM dengan komplikasi stroke umumnya berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, memiliki kontrol glikemik yang buruk, dan didominasi oleh stroke iskemik dengan gambaran infark serebri tidak spesifik.

Samudera, Bima Cahaya; Mukhroji, Akhmad; Widjaja , Paniai

Amphibious Journal 2026 Akademi Angkatan Laut

Humanitarian law plays a significant role in shaping military professionalism, particularly in developing leadership character that upholds human values during military operations. Marine Corps officers are frequently involved in operational assignments that directly interact with civilian populations, both in war operations and military operations other than war. Therefore, a comprehensive understanding of International Humanitarian Law is essential for supporting professional and ethical decision-making. This study aims to analyze efforts to optimize humanitarian law understanding in order to develop a humanistic character among Marine Corps officer cadets. The research employed a qualitative descriptive method using observation, interviews, documentation studies, and literature reviews. Data were collected from Marine Corps educational institutions and legal experts within the Indonesian Naval Academy. The findings indicate that humanitarian law understanding among officer cadets remains constrained by limited instructional time, insufficient practical simulations, and the need for stronger curriculum integration. However, humanitarian law significantly contributes to developing integrity, responsibility, empathy, respect for human dignity, and professionalism in military leadership. Optimization efforts can be achieved through curriculum enhancement, practical case-based learning, continuous legal education, leadership ethics training, and strengthening organizational culture. The study concludes that strengthening humanitarian law education is essential for producing professional, humanistic, and globally competent Marine Corps officers.